Polwan Cantik

Polwan Cantik
#97


__ADS_3

#*Bripka Abimana Prasetiya


Beberapa jam sebelumnya.....


Sore tadi sekitar jam 4 ia mendapatkan kabar jika calon mertuanya menjadi korban lakalantas saat pulang bekerja, ia segera pergi mendatangi TKP benar saja mertuanya telah terkapar berlumur darah, ia buru-buru menelpon ambulan melihat kondisi ayah dari tunangannya ini sangat kritis keadaannya, ia segera menelpon Bripda Aidan untuk menjemput ibu Safitri & menghubungi kakak-kakaknya. Seharusnya malam ini ia & kedua orang tua Safitri berangkat kekota G karena besok adalah hari pelantikan tunangannya maka ia segera mengcensel keberangkatannya karena hal ini lebih mendesak. Setelah beberapa menit Bripka Abimana berada dirumah sakit ibu Safitri & Bripda Aidan pun telah tiba.


" ayah..... " (kata ibu berteriak)


" bu tenang ya bu, bapak pasti baik-baik saja " (kata Abimana menenangkan ibu)


" bapak kecelakaan dimana nak Abi? " (kata ibu menangis)


" menurut saksi mata bapak terserempet mobil truk bermuatan bu, terus motornya oleng jatuh setelah itu ditabrak dari arah belakang oleh pengendara mtor lain, tapi itu masih asumsi sementara bu"(kata abimana)


" ya allah, ayah, kuat ya yah " (kata ibu)


" bu tadi waktu Abi ada didalam ambulan sama bapak, dia pesan supaya ibu sama Safitri harus kuat apapun yang bakal terjadi, dia juga pesan supaya Safitri harus tetap mengikuti pelantikan " (kata Abimana)


" nak Abi....apa bapak bakal baik-baik aja nak,...kasian Safitri " (kata ibu masih menangis)


" kondisinya sangat kritis bu, mari kita doakan yang terbaik buat bapak, apa ibu sudah kabarin mas Har sama mas Min? " (kata Abimana)


" sudah nak, ibu tadi sudah kasih kabar mereka " (kata ibu)


Bripka Abimana sangat cemas dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 05.00sore, akhirnya dokter keluar dari ruang icu.


" dok bagaiamana keadaan bapak saya dok? " (kata Abimana)


" maaf pak Abimana kami tidak bisa menyelamatakan korban, nyawanya sudah tidak tertolong lagi " (kata dokter)

__ADS_1


" ayah...." (tangis ibu pecah)


" dok tolong dok, apa gak ada upaya lain " (kata Abimana)


" maaf pak Abi kami sudah berusaha sekuat tenaga kami, mohon keluarga yang ditinggalkan yang tabah ya " (kata dokter & pergi)


Bripka Abimana meneteskan air matanya sambil memeluk ibu Safitri berusaha menguatkan, saat ini ia berfikir bagaimana dengan kekasihnya yang berada di SPN jika mendengar kabar duka ini, ia segera mengambil ponselnya & menelpon papanya.


****call name papa


"""""tut"""""tut""""""


" hallo assalamualaikum pa " (kata Abimana)


" wa'allaikumsalam " (kata papa)


" pa, apa papa sibuk? " (kata Abimana)


" pa, tolong papa pergi ke SPN, segera hubungi Alin pa, barusan sekitar jam 4 ayahnya Safitri kecelakaan pa, kami ada dirumah sakit sekarang, ayahnya sudah meninggal " (kata Abimana)


" innalilahi wainailaihi Rojiun,....nak gimana keadaan ibu Safitri? " (kata papa)


" ibu masih sama Abi ini pa " (kata Abimana)


" iya nak, kalau gitu papa segera pergi ke SPN sama mama " (kata papa)


" iya pa, kalo gitu sudah dulu pa " (kata Abimana)


Ia segera mematikan telponnya lalu segera menelpon kakak-kakak Safitri untuk memberitahu kabar duka ini karena ia tahu pasti ibu sangat shok.

__ADS_1


*****call name mas Min


"""""tut"""""tut""""""tut""""""


" ia assalamualaikum Bi, gimana keadaan ayah Bi? " (kata mas Min dari sebrang telpon)


" mas bapak sudah gak ada mas, apa mas Min bisa cepat pulang kesini? " (kata Abimana)


" innalilahi wainailaihi Rojiun, ya allah, iya Bi mas Min kabari Har dulu " (kata mas Min)


" iya mas, kalau gitu Abi tutup dulu ya mas " (kata Abimana)


Seteleah ia menelpon ia segera menyuruh Bripda Aidan untuk mengurus surat-suratnya agar jenazah segera bisa dibawa pulang, ia terus bersama ibu yang hanya bisa menangis. Setelah semuanya beres mereka segera pulang kerumah sambil menunggu sanak keluarga berkumpul lalu jenazah akan dikebumikan. Setelah dua jam akhirnya mas Min & mas Har pun telah tiba, suasana sangat kelabu, bripka abimana melihat ini ikut manangis sembari memeluk calon kakak iparnya satu persatu lalu pergi keluar.


#* Safitri


Ia terus menatap layar ponsel milik calon mertuanya disana masih ada tunangannya yang sedang berjalan masuk kedalam rumah Safitri, ia mulai melihat wajah ibunya beserta kakak-kakaknya. Ibu nampak sangat bersedih sebrang sana.


" ibu,..... " (kata Safitri sambil menangis)


" nduk,...yang sabar ya nduk,...ayah sudah tenang " (kata ibu sambil menangis)


" bu...bilang sama Safitri kalau ini cuman bohong kan bu " (kata Safitri)


" engga Nduk, kamu harus kuat, kamu harus tetap disana, ayah mu sudah tenang Nduk " (kata ibu)


" ayah....... " (kata Safitri sejadi-jadinya saat melihat ayahnya disebrang telpon sudah tertutup kain putih)


Ia sangat berharap jika ini hanyalah mimpi, ia menangis sejadi-jadinya, bagaimana bisa ayahnya pergi meninggalkannya sebelum melihat dirinya menjadi seorang polwan. Ia begitu terpukul meskipun ia sangat ingin pulang melihat ayahnya untuk terakhir kali itu tidak akan bisa mengingat besok ia akan dilantik, ia harus tetap berada disini karena pesan-pesan terakhir ayahnya.

__ADS_1


" ayah yang tenang disana yah,.... Safitri sayang ayah,...maaf Safitri gak bisa lihat ayah untuk yang terakhir kali " (gumam Safitri masih dalam keadaan menangis)


" dalam hidup ini ayah adalah pria yang selalu membanggakan buat Safitri, ayah bekerja tanpa perduli panas atau hujan, ayahlah satu-satunya pria yang selalu mencintai ku dengan tulus, memberiku harapan-harapan hidup, memberi ku semangat.....dalam hidup ini sungguh hanya engkaulah pria yang terbaik buat Safitri, Safitri janji Safitri akana tetap jadi anak kesayangan ayah & ibu, Safitri janji Safitri akan jaga ibu " (gumam Safitri dalam hati)


__ADS_2