
" lo nanti kabarin gue ya kalo sudah sampai " (kata Bripda Randito sambil menyetir mobilnya)
" iya kak, oh ya makasih ya kak Dito udah repot-repot ngantarin kita " (kata Safitri)
" gak masalah, apa sih yang gak kalo buat lo " (kata Bripda Randito sambil mengedipkan matanya sebelah & tersenyum)
" jangan genit-genit lo sama Safitri, jadi cowok tengil banget sih " (kata Bripda Alin sewot)
" tau nih kak Dito, dia tuh memang dari dulu tengil gitu gayanya kak Alin " (kata Safitri kepada Alin), " kak alin minta nomer hpnya dong " (lanjut Safitri kepada Bripda Alin)
" ye tengil gini lo dulu juga suka sama gue " (kata Bripda Randito kepada Safitri)
"ciye, awas lo CELOBOK " (kata Fira)
" CELOBOK-CELOBOK, gesrek nih otaknya si Rohmat, maksut lo CLBK? " (kata Widia)
" hahaha, baco-baco " (kata Fira)
" hahahha becanda mulu kalian, nih yang mau nomer gue segera di save " (kata Bripda Alin untuk mengalihkan obrolan)
"ih apaan si nih cewek lesbi bisa aja ngelesnya " (gumam Bripda Randito dalam hati sambil melirik sinis kearah Bripda Alin)
" apaan lagi nih hantu blauw liat-liat gue kaya gitu, dasar topeng, gak takut mah gue sama lo " (gumam Bripda Alin dalam hati melihat kearah Bripda Randito juga)
" gue kak "(kata Safitri)
" gue juga ya kak " (kata Widia)
" gue juga mau " (kata Fira)
Selama diperjalanan menuju bandara ada saja topik yang menjadi obrolan mereka, Safitri bersyukur mendapatkan teman-teman baik selama berada di SPN, teman baik seperjuangan, menempuh pendidikan jauh dari keluarga & saudara demi cita-cita.
__ADS_1
Tak berapa lama akhirnya kendaraan telah berada di parkiran Bandara, mereka bertiga keluar & berpamitan kepada Bripda Alin & Bripda Randito.
" terimakasih ya bang Randi sama kak Alin udah ngantar sampai sini " (kata Widia)
" iya terimakasih ya bang Randi kak Alin " (kata Fira)
" nanti di jalan yang akur-akur ya kak, da " (kata Safitri sambil melambaikan tangan)
" da, jangan lupa kabarin ya kalau sudah sampai, salam buat orang tua kalian " (kata Bripda Alin)
" hati-hati dijalan " (kata Bripda Randito))
Safitri & dua temannya kini sudah memasuki pesawat, mereka bertiga duduk bersebelahan dengan posisi Safitri berada di tengah diantara Widia & Fira. Pesawat yang mereka tumpangi mulai terbang sedikit demi sedikit, rasa kantuk mulai menghinggapi mereka bertiga tanpa membahas apapun merekapun terlelap dalam mimpi nya masing-masing.
Setelah beberapa menit memejamkan mata Safitri terbangun di lihatlah jam ditangannya, baru tiga puluh menit mereka terbang entah kenapa perjalanan kali ini terasa lama, ada rasa tak sabar untuk segera sampai di kota tempat asalnya, membayangkan wajah kedua orangtuanya yang sangat dirindukannya membuatnya tersenyum.
Hari ini dirinya akan dijemput kekasihnya di bandara, meskipun Safitri menolak karena masih dalam jam kerja tetapi kekasihnya tetap memaksa untuk menjemputnya padahal dua sahabatnya hari ini juga akan menjemputnya.
" lo kenapa sih Lin, sudah 4hari keliatan garang gitu, lo cemburu gue deket sama Safitri " (kata Bripda Randito)
" dih, kenapa gue cemburu " (kata Bripda Alin)
" alah gak usah ngeles, gue udah tau kok " (kata Bripda Randito)
Bripda Randito memastikan bahwa wanita disampingnya benar-benar sedang cemburu karena kalah saing dengannya saat mengetahui bahwa ia & safitri pernah mempunyai hubungan khusus. Bripda Randito merasa seperti akan memenangkan pertandingan ini, Bripda Alin seharusnya sadar kalau Safitri bukan penyuka sesama jenis sepertinya.
" *mm,lo harusnya sadar, lo gak bakal bisa dapatin Safitri, dasar cewek lesbi, tau gue pernah punya hubungan sama Safitri lo " (gumam Bripda Randito sambil sesekali melihat ke sebelah & tersenyum sinis)
" gue pastiin lo gak bakal dapat Safitri " (Bripda Randito masih bergumam dalam hati*)
#* Bripda Alin
__ADS_1
" *brengsek ni cowok, kepedean banget sih dikira gue naksir dia, dih amit-amit deh gue " (gumam Bripda Alin dalam hati)
" ni kalo gak gara-gara tugas dari bang Abimana mah bakal gue jabanin ampek nenek-nenek, huft...sabar lin sabar " (gumam Bripda Alin dalam hati lagi*)
Bripda Alin tidak menyangka Bripda Randito bisa salah sangka mengira dirinya menyukainya, tapi demi tugas berikutnya ia harus membiarkan ke salah fahaman ini, pikirnya ini nantinya yang akan menjadi jalan untuk mendekati Bripda Randito, Bripda Alin telah bertekad menjalankan tugas dari sepupunya untuk memacari Bripda Randito
Ini semua ia lakukan demi tidak dipindah tugaskan ke desa terpencil, tidak ingin hobi shoping nya tidak bisa tersalurkan pasalnya di desa terpencil tidak ada Moll seperti di kota, hobi shoping Bripda Alin memang sangat berlebihan apalagi saat ada diskon besar-besaran, itulah kenapa Abimana memanfaatkan kelemahannya ini.
" lo bisa langsung antar gue pulang gak??? " (kata Bripda Alin)
" emang lo gak ke asrama SPN??? " (kata Bripda Randito)
" gue mau pulang dulu mau istirahat, besok gue harus laporan polres " (jelas Bripda Alin)
" rumah lo daerah mana??? "(kata Bripda Randito)
" dih lo ngapain nanya-nanya dimana rumah gue??? " (kata Bripda Alin)
" lo gimana sih katanya minta antar, terus gimana gue mau ngantar lo kalau gue gak tau rumah lo, lama-lama gila gue kalo deket lo " (kata Bripda Randito)
" eh maaf gue lupa "(kata Bripda Alin)
"apa-apaan sih gue pake acara gak konsetrasi, bikin jelek citra baik gue aja di depan cowok berkepribadian ganda macam nih " (gumam Bripda Alin dalam hati)
*ini bripda alin pada saat mengantar safitri & teman-temannya kebandara
ini bripda randito pada saat mengantarkan safitri & teman-temannya
__ADS_1