Polwan Cantik

Polwan Cantik
#102


__ADS_3

Safitri beserta rombongannya telah sampai di bandara setelah empat jam perjalanan & transit di kota C, Safitri masih bergandengan dengan Widia saat dia keluar dari pintu lobi bandara, disini mereka berdua akan berpisah karena widia akan dijemput oleh kedua orangtuanya sedang Safitri akan dijemput oleh kekasihnya. Safitri menghirup dalam-dalam nafasnya ia sangat lega kini ia kembali ke kota dimana tempat ia dilahirkan & dibesarkan, diruang tunggu sudah terlihat kekasihnya yang tersenyum melihat kedatangan mereka, mereka mempercepat langkah mereka menghampiri Bripka Abimana. Kekasihnya kini sedang menyapa keluarganya sedangkan Safitri berpelukan dengan Widia sebagai tanda perpisahan setelah tujuh bulan bersama.


" kita cuman pisah tidur aja kok, pisah rumah, besok di kantor kita juga bakal ketemu lagi " (kata Widia tersenyum)


" iya, hati-hati ya Wid, makasih udah jadi teman terbaik gue " (kata Safitri membalas senyum)


" nanti malam gue kerumah lo " (kata Widia)


" kalo lo capek mending istirahat aja lah " (kata safitri)


" mm, ok da... " (kata Widia)


Ia & Widia pun akhirnya berpisah, Widia telah menghampiri kedua orangtuanya & segera pergi menuju parkiran, Safitri melambaikan tangannya, ia merasakan tangan seseorang meraih pinggulnya memeluknya dari arah belakang.


" sayang " (kata Abimana memeluk Safitri)


" bang " (Safitri membalas pelukan Abimana & menangis)


" sttt.....bang Abi tau perasaan ade, jangan nangis lagi ya, ayah sudah tenang di sana sayang, cuptttttt***** " (kata Abimana menghapus air mata Safitri lalu mencium kening tunangannya)


Kesedihannya seketika sirna mendapatkan perlakuan hangat ini Safitri merasa tenang, aman & nyaman, senyum tunangannya ini juga membuat hatinya sejuk.


Tunangannya menyalami kedua orang tuanya & memeluknya juga, terlihat Bripka Abimana memang sangat menyayangi keluarganya, kelak ia akan menjadi seorang kepala rumah tangga yang sangat sayang dengan keluarga kecilnya pula.


" sini tasnya biar abang yang bawa " (kata Bripka Abimana), " ma, pa, semuanya ikut Aidan ya, Abi mau antar Safitri langsung kerumahnya " (kata Abimana)


" iya ma, pa, yuk " (kata Bripda Aidan)


" bang gue ikut lo ya? " (kata Bara)


" de lo lebih baik ikut kerumah bang Abi dulu, soalnya muka lo keliatan capek banget, gue gak mau liat sih bontot sakit, yuk ah " (kata Bripda Alin yang talah menarik tangan Bara & memasukannya kedalam mobil Bripda Aidan)


" ayo sayang, kita pisah disini ya, nanti mama kerumah kamu " (kata mama)


" ayo Fit " (kata papa)


" Fit duluan ya " (kata Bripda Sofiyan)


" mm, hati-hati ya ma, pa, semua " (kata Safitri), " kak Dito gimana bang? " (kata Safitri melanjutkan kata-katanya karena melihat Bripda Randito masih berdiri ditempat)


" eh tenang aja Fit, gue dijemput sepupu gue kok, tuh dia " (kata Bripda Randito sambil menunjuk kearah seorang remaja pria)


" haris kak? " (kata Safitri)

__ADS_1


" iya Fit, oke gue duluan ya Fit, bang mari " (kata Bripda Randito berpamitan)


Safitri tersenyum & melambaikan tangannya kearah mobil Bripda Aidan beserta kearah kepergian Bripda Randito.


" sayang, sudah ah senyumnya " (kata Abimana memeluk Safitri)


" kenapa bang? " (kata Safitri)


" bang Abi cemburu kalau ade senyum gitu ke orang lain, apalagi ke mantan " (kata Abimana)


" cemburu? " (kata Safitri)


" ah sudah yo, kita pulang sayang, sini travelbagnya " (kata Abimana & menggandeng Safitri menuju mobil)


#*Bripda Afrila Alin Aizahra


Bripda Alin cepat-cepat meraih tangan Bara untuk masuk kedalam mobil Bripda Aidan saat ia meminta agar dirinya ikut bersama bang Abimana yang akan mengantarkan Safitri. Dirinya sangat heran wajah Bara tidak menampilkan ekspresi yang kesal saat ia sengaja membuat Bara tidak berhasil menjadi pengganggu abangnya.


"nih anak apa coba yang dipikir ya, biasa dia bakal manyun, marah-marah gak jelas, tapi ini biasa aja " (gumam Bripda Alin dalam hati)


" sayang kamu kenapa? " (kata Bripda Sofiyan)


" gak papa sayang " (kata Bripda Alin)


" iya sayang " (kata Bripda Alin)


" Alin kalo ada apa-apa ngomong aja, calon suami kamu cemas banget tuh liat kamu begitu " (kata papa)


" ehh, iya pakde, tapi Alin gak papa kok " (kata Bripda Alin), " oh ya bang Aidan lo belum kenal kan, ini calon suami Alin bang " (kata Bripda Alin kepada Aidan)


" hai, gue Aidan " (kata aidan sambil tersenyum dari kaca mobil kepada Bripda Sofiyan)


" kalian sudah berapa persen nyiapin pesta kalian berdua sayang? " (kata mama)


" baru lima puluh persen bude, yakan sayang? " (kata Bripda Alin)


" iya bude, lagian waktunya masih satu bulan lagi kok " (kata Bripda Sofiyan)


" semoga persiapannya lancar ya sayang " (kata mama)


" iya bude " (kata Bripda Alin)


" Bara kenapa diem aja sayang? " (kata mama)

__ADS_1


" kamu mabuk perjalanan Bar? " (kata papa)


" gak papa ma, Bara gak mabuk kok " (kata Bara)


" eh nih bocah pasti kecewa gak bisa ngerecokin bang Abi, hahahah maafin gue de " (gumam Bripda Alin dalam hati)


#*Bripka Abimana Prasetiya


Sesekali ia memandang kearah tunangannya ini, ada rasa sedikit kuatir dengan keadaannya, pasti saat ini hatinya sangat terguncang meskipun ia bersikap seolah ia tegar.


" bang kenapa ngeliat terus sih, fokus ke depan " (kata Safitri)


" gak papa sayang, kok ade tumben pake kacamata gitu sih? " (kata Abimana)


" jelek ya bang, ini tadi Bara minjemin katanya mata aku bengkak banget " (kata Safitri)


" itu punya Bara sayang? " (kata Abimana)


" iya sayang " (kata Safitri)


Dia sangat cemburu mendengar itu, bahkan Bara berani perhatian dengan tunangannya dimuka umum, apakah ia sengaja bersikap terang-terangan agar semuanya tahu dia juga menyukai tunangan Bripka Abimana.


" bang, bisa gak nanti sore antar aku kemakam ayah? " (kata Safitri)


" iya de, tapi janji ya jangan nangis " (kata Abimana)


" iya bang " (kata Safitri)


" kamu harus kuat, jangan sedih-sedih lagi ya, bang Abi tau ade sayang ayah tapi nangis gak bikin ayah tenang di sana " (kata Abimana)


" iya sayang " (kata Safitri)


Ia hanya tersenyum kearah kekasihnya, dalam keadaan seperti ini ia harus terus bersama kekasihnya untuk menguatkannya agar tidak merasakan kesedihan berlarut-larut.



ini penampilan safitri yang nebeng kacamata bara



ini penampilan bripka abimana saat menjemput safitri masih memakai baju seragam.


note:. readers sekali lagi author mengingatkan kembali visual yang author pakai memang benar-benar berprofesi sebagai seorang polisi tetapi cerita ini tidak ada hubungannya dengan Si empunya foto...terimakasih...🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2