
Adzan subuh telah berkumandang, Safitri segera bangun & duduk diranjang, badannya sangat lemas seperti remuk disekujur tubuhnya, diingatnya semalam ia harus melayani suaminya sampai pagi & tertidur tanpa sempat mengenakan pakaiannya, ia segera turun dari ranjang dengan perlahan-lahan untuk mengambil pakaiannya yang berserakan dibawah.
" aaaaauuuuuu " (kata Safitri)
Ia merasakan kesakitan diarea sensitifnya, mendengarnya kesakitan membuat suaminya terbangun & membuatnya sangat cemas.
" sayang, ade kenapa, ada yang sakit " (kata Abimana yang sudah duduk ditepi ranjang)
" itu aku sayang, sakit " (kata Safitri)
" sakit banget ya sayang, maaf ya sayang " (kata Abimana)
Suaminya tampak sangat bersalah karena telah memangsanya secara ganas semalam bahkan tak memberinya ampun.
" sayang semua cwo kalo pas malam pertama emang kaya gitu ya? " (kata Safitri)
" gak juga sayang kalo udah duluan jebol, tapi kalo pertama jebolin ya mungkin bakal kaya abang, makasih ya sayang " (kata Abimana sambil tersenyum)
" is,...malu ah " (kata Safitri)
" hahhaha,...kenapa malu?, ah,....ah nempel dikit doang gini king kobra Abang langsung bangun lagi nih sayang " (kata Abimana).
" aihhhh.....mesum, ayo mandi ini sudah adzan subuh pergi sholat dulu gih " (kata Safitri)
" hmmmm padahal maunya juga berduaan aja dikamar memuaskan hasrat, gak ada salahnya kan bercinta siang malam namanya juga pengantin baru, hahahhaha,....sayang gak mau mandi bareng nih " (kata Abimana berlalu pergi masuk kekamar mandi sambil tertawa)
Safitri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, suaminya seperti binatang buas yang kelaparan memangsa buruannya, baru semalam saja ia melayani suaminya ia sudah dibuat K.O tak berdaya.
#*Bripka Abimana Prasetiya
__ADS_1
Setelah mandi bersih kini ia keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, dilihatnya istrinya sedang duduk ditepi ranjang sambil melamun, ia tersenyum melihat istrinya seperti jauh dalam angan-angannya sendiri, apa yang sebenarnya dipikirkan istrinya ia juga tidak tau, ia lalu berjalan kehadapab istrinya untuk menyadarkan istrinya dari lamunannya.
" sayang,...mau sampai kapan ade bayangin kenikmatan malam tadi, hemmm " (kata Abimana sambil menyilangkan tangannya & tersenyum)
" em,....eh....apa sih bang,...siapa yang lagi mikir itu,...dasar mesum, pakai baju sana terus berangkat kemasjid " (kata Safitri tersenyum malu)
" beneran gak mikirin, tapi mukanya merah,...tenang sayang abang masih kuat ngelayani ade sampe puas " (kata Abimana berlaku mengambil pakaiananya yang masih didalam travelbag)
Istrinya hanya melemparkannya bantal & berjalan dengan tertatih masuk kedalam kamar mandi, ia yakin jika wajah istrinya saat ini sudah sangat merah karena kata-katanya, baru semalam tinggal bersama melihat istrinya selalu tersipu malu seperti ini membuat dirinya semakin gemas kepada istrinya, ia sangat tergila-gila dengan istrinya ini, setelah selesai mengenakan pakain karena istrinya tak kunjung keluar dari kamar mandi ia berpamitan untuk pergi kemasjid dengan mengetuk pintu kamar mandi.
" sayang,...bidadari syurgaku,....abang kemasjid ya sayang,....cepetan mandinya jangan lupa sholat,...i love u " (kata Abimana)
" iya sayang " (kata Safitri dari balik pintu)
Ia lalu pergi keluar kamar untuk pergi kemasjid bersama mas Har & mas Min dengan menaiki mobil milik mas Har, setelah melaksanakan sholat subuh dimasjid mereka bertiga segera pulang, diperjalanan ia & kakak Safitri berbincang-bincang.
" iya mas, Abi ambil cuti satu bulan " (kata Abimana)
" jadi rencananya kapan mau pindah kerumah kamu Bi? " (kata mas Min)
" tergantun Safitri sama ibu lagi mas, Abi ngikut aja " (kata Abimana)
" tapi untuk sementara ibu mau mas Min bawa kerumah mas dulu Bi, apalagi kamu sama Safitri baru nikah kan " (kata mas Min)
" iya lagian kalau ikut mas Min ibu juga bisa gantian tinggal dirumah mas Har Bi, rumah mas Har sama mas Min gak terlalu jauh kok cuman butuh waktu satu jam kalo mau kerumah mas Har " (kata mas Har)
" terus toko ibu gimana mas?, kalo ibu dibawa Safitri kasian mas " (kata Abimana)
" nanti mas yang bilang sama genduknya mas itu, kalo masalah toko ibu sudah ada Rani yang jaga " (kata mas Min)
__ADS_1
Ia hanya memanggut-manggutkan kepalanya, ia cemas istrinya akan sedih jika harus berpisah dengan ibunya, karena istrinya selalu bercerita jika ia tidak pernah bisa berjauhan dari ibunya selama 20thn hidup ia selalu bersama ibunya bahkan ia pergi jauh dari ibunya paling lama saat ia berada diSPN. Mobil yang ia naiki bersama kakak iparnya kini telah berada dipekarangan rumah, ia segera keluar dari mobil & berjalan bersama mas Min & mas hatr menuju rumah, ia masuk dengan mengucapkan salam, dilihatnya istrinya telah sibuk bersama ibunya & kakak iparnya beserta Rani didapur untuk menyiapkan sarapan pagi, ia segera masuk kekamar & mengganti pakaiannya dengan baju santai lalu bergabung dengan kakak iparnya diteras rumah.
#Safitri
Seperti pagi biasanya kini ia membantu ibunya didapur untuk mempersiapkan sarapan pagi, dilihatnya diluar suaminya sudah datang bersama mas Har & mas Min dari masjid.
" nduk bikin teh sana apa kopi buat suamimu sama mas mu " (kata ibu)
" nduk mas Min mu teh aja nduk jangan kopi " (kata mba Nunik)
" oke mba,...mba Juni mas Har kopi kan? " (kata Safitri)
" iya Fit, kopi susu " (kata mba Juni)
" mba Fitri,..gue jangan lupa jus jeruk, hahahha " (kata Rani bercanda)
" ngayal lo Ran, jus jeruk apa air asem, tuh asem jawa dikasih air " (kata Safitri)
" tega lo mba sama gue " (kata Rani)
" hahaha,...lagian kamu Ran gaya kaya bule mau minum jus " (kata mba Nunik)
" tuh jus Ran dalam panci, jus kunyit sama asem tambah sirih " (kata ibu)
" maksut bude jamu? " (kata Rani)
" hahahhaha,...iya itu jus buatan ibu, jamu kunyit sirih, buat kamu sama Safitri " (kata mba Juni)
Mereka berempat tertawa bersama, Safitri telah membuatkan minum untuk suami & kedua kakaknya serta mengantarkannya keteras rumah, suaminya memandanginya dengan senyumnya membuatnya seketika memerah seperti udang rebus.
__ADS_1