Polwan Cantik

Polwan Cantik
#19 SEASON 2


__ADS_3

Zayn & beberapa kru sedang membuat rencana penerbangan beberapa jam sebelum pemberangkatan, hal ini mencakup banyak hal yang tentunya sangat berkaitan erat dengan keamanan penerbangan, seperti rute perjalanan menuju airport tujuan, ketinggian maksimal dalam rute yang dilalui, kesiapan bahan bakar, dan yang tak kalah penting adalah kondisi cuaca. Rencana pemberangkatan ini tidak boleh dibuat dengan sembarangan karena akan membahayakan penerbangan.


Setelah memeriksa berkas yang berkaitan dengan bahan bakar, cuaca di bandara dari titik keberangkatan hingga lokasi tujuan, sebagai seorang pilot Zayn bekerja tak hanya selama terbang saja, namun ia juga akan bekerja sebelum dan setelah pesawat terbang. Hal lain yang perlu di lakukan sebelum diijinkan menerbangkan pesawat yaitu memeriksa kesehatan, karena tanggung jawab pilot sangatlah besar dalam menjaga keselamatan penumpang inilah sebabnya Zayn dan para kru yang bertugas didalam pesawat harus memeriksa kesehatan sebelum berangkat terbang agar dapat menghindari suatu kejadian yang tak diinginkan.


Didalam kokpit saat ini Zayn dibantu oleh seorang ko-pilot yang sedang bertugas bersamanya, saat take off hingga pintu pertama dibuka setelah landing, Zayn dan ko-pilotnya akan mengikuti jalur-jalur penerbangan yang telah didaftarkan dan terprogram melalui bantuan sistem navigasi pesawat serta mengikuti informasi yang diberikan oleh menara kontrol lalu-lintas di bandar udara maupun petugas pelayanan lalu lintas penerbangan di sepanjang perjalanan.


Setelah lepas landas, Zayn & ko-pilot memonitor pesawat secara ketat untuk memastikan mereka mencapai ketinggian dengan aman. Pesawat umumnya terbang pada ketinggian 35.000 kaki, itu adalah ketinggian maksimal yang bisa dicapai sebuah pesawat, karena semakin tinggi pesawat terbang maka udara juga akan lebih tipis, itulah mengapa ketika pesawat terbang lebih tinggi dari 35.000 kaki atau lebih dari ketinggian maksimum oksigen yang dapat dipasok ke mesin akan lebih sedikit, hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada mesin dan tidak bisa digunakan lagi. Tetapi lain lagi dengan Pesawat pribadi dan jet komersial yang bisa terbang lebih tinggi hingga 42.000 kaki, sedangkan pesawat yang lebih kecil hanya terbang dengan ketinggian maksimum 10.000 kaki.


Setelah satu jam berada di udara pesawat akhirnya akan segera mendarat, Zayn segera memberi aba-aba kepada para kru awak pesawat agar segera bersiap diposisikannya masing-masing, saatnya pesawat akhirnya mendarat dengan sangat baik, Zayn tersenyum dengan ko-pilot yang duduk disebelahnya sedari tadi yang bernama Yanuar.


" Alhamdulillah " (kata Yanuar)


Zayn menepuk-nepuk bahu Yanuar, ko-pilot nya ini terlihat sangat tegang sedari tadi karena ini adalah penerbangan Yanuar untuk yang ketiga kalinya selama bergabung di perusahaan penerbangan setelah lulus dari sekolah pilotnya.


" Santai bro, lemesin aja " (kata Zayn berusaha ramah)


" makasih Kapten " (kata Yanuar)


" Lo tar masih sama gue kan? " (kata Zayn)


" iya Kapten, tar penerbangan berikutnya sampai selesai saya masih ikut Kapten " (kata Yanuar)


" ok " (kata Zayn)


" mari Kapten kita keluar " (kata Yanuar)


Setelah para penumpang telah turun dari pesawat kini gantian para kru didalam awak pesawat segera turun juga untuk beristirahat sejenak. Zayn turun dengan membawa koper yang berisikan pakaiannya, untuk beberapa jam Zayn akan beristirahat didalam home base. Ia saat ini telah masuk ke dalam sebuah mobil yang akan mengantarkan mereka, di sana sudah ada 5 pramugari duduk menunggunya & ko-pilotnya, salah satu pramugari yang berada di sana adalah Maura.


" Halo " (kata Zayn berusaha ramah sambil tersenyum)


" hai Kapten " (kata mereka bersama)


" penerbangan selanjutnya kalian masih sama saya kan? " (kata Zayn)


" iya Kapten " (kata mereka bersama lagi)


" Kapten, baru masuk ya? " (kata salah satu pramugari)


" iya ni baru aja masuk " (kata Zayn)


Tak banyak yang bisa Zayn obrolkan bersama kru nya karena ia memang sangat tertutup & tidak banyak bicara


#Humaira Shakila Najma


Hari ini adalah hari Senin seperti biasa setiap hari Senin pelaksanaan kegiatan upacara bendera selalu berlangsung dengan hikmat jika cuaca mendukung, seperti pagi tadi upacara telah dilaksanakan di lapangan sekolah, setelah upacara selesai ia beserta yang lainnya segera kembali ke kelas mereka masing-masing, sedari tadi Bumi belum juga nampak disekolah bahkan Bumi tak mengikuti upacara bendera pagi ini, Humaira sedari tadi melihat kesegala arah memastikan jika sahabatnya itu datang terlambat, tetapi sampai saat ini ia tak melihat batang hidung sahabatnya tersebut.


Humaira berjalan kearah gerbang untuk memastikan kembali sambil menekan ponselnya untuk menghubungi Bumi, berkali-kali Humaira menghubungi Bumi tapi tak kunjung mendapat jawaban, ia kembali berjalan ke arah kelasnya.


" cari sapa Huma? " (kata seorang siswi yang bernama Ratna)


" gue cari Bumi nih " (kata Humaira)


" emang kemana dia? " (kata Ratna)


" nah itu dia Rat gue juga gak tau, jangan-jangan sakit nih anak, ditelpon juga gak diangkat, di wa gak di bales, boro-boro bales cek list doang " (kata Humaira)


" samperin aja tar pulang sekolah " (kata Ratna)


" iya deh tar gue samperin " (kata Humaira)


Humaira kembali masuk kedalam kelasnya & duduk di bangkunya sendiri tanpa sahabatnya Bumi, suasana seperti ini tidak biasa ia rasakan, biasanya Bumi meskipun sedang sakit pasti akan tetap masuk ke sekolah, ia kembali mengambil ponselnya untuk menghubungi Bumi, setelah dirasanya tak ada jawaban kembali ia segera mengirimkan pesan kembali.


#Pesan WhatsApp name Bumi.S


Humaira : p


Humaira : Lo sakit nyok?


Humaira : Lo kenapa gak sekolah?


Humaira : gue telpon Lo gak Lo angkat


Humaira : Lo kemana Bumi?


Humaira : jangan buat org kawatir ya

__ADS_1


Humaira : seenggaknya Lo bls wa gue


Humaira : p


Humaira : p


Humaira : p


Humaira : p


Humaira : p


Humaira : p


Humaira : p


" gak dibales sih, boro-boro dibales dibaca juga engga, kemana sih Lo Bum, gak biasanya Lo kaya gini, kalo Lo sakit Lo juga pasti bakal hubungi gue " (kata Humaira dalam hati)


Ia hanya memperhatikan ponsel miliknya menunggu balasan dari Bumi, entah apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya saat ini.


# Abdul Zayn Mikail


Saat ini ia sudah berada di home base untuk beristirahat, setelah beristirahat beberapa jam ia akan segera menerbangkan pesawat kembali, ia berbaring meluruskan badannya sambil fokus diponsel miliknya, ia menghubungi sepupunya Faiz untuk mengingatkan jadwal keberangkatannya dari kota D menuju kota C bersama dengannya sore nanti.


📞 calling is Faiz....


" hallo, udah sampe lo? " (kata Faiz)


" Assalamualaikum dulu kek, wa'allaikumsalam, iya gue baru sampe " (kata Zayn)


" hahahah, sorry baru bangun gue jadi lupa salam " (kata Faiz), " Lo gak ada lagi yang bisa Lo hubungin selain gue ya Zayn?, gue masih ngantuk loh " (kata Faiz)


" bro Lo gak liat ini jam berapa?, ah gil* jam segini masih molor " (kata Zayn), " gue cuman ngingetin Lo, jangan sampe lupa sore nanti jadi kan ikut gue? " (kata Zayn)


" astaga bro inget gue bro, lagian gue udah booking tiket kok " (kata Faiz)


" awas sampe Lo gak berangkat " (kata Zayn)


" hahahaha, astaga gak percayaan banget sih Lo, sumpah gue berangkat bro, ya udah deh gue mau tidur lagi nih " (kata Faiz)


" dasar kebo, ya udah deh " (kata Zayn mematikan ponselnya)


📞 calling is my mom 💖


" hallo assalalmuallaikum mi " (kata Zayn)


" wa'allaikumsalam sayang " (kata Safitri dari sebrang telpon)


" kenapa mi? " (kata Zayn)


" Zayn sekarang dimana kak? " (kata Safitri)


" home base kota C mi, baru satu jam sampe sini " (kata Zayn)


" kakak nginep kota mana sayang nanti? " (kata Safitri)


" nginep disini mi, tapi habis ini terbang lagi ke kota D mi baru balik sini lagi tapi istirahat dulu disana " (kata Zayn)


" oh gitu, kamu udah makan kak? " (kata Safitri)


" udah mi, papi mana mi? " (kata Zayn)


" papi diruangannya kak?, oh iya kak kamu udah punya nomer Rindu? " (kata Safitri)


" belum mi " (kata Zayn)


" nanti mami kirim ya, mulai sekarang kamu harus berusaha akrab sama Rindu, kan dia calon istrinya kakak " (kata Safitri)


" iya mi " (kata Zayn)


" ya udah kalo gitu mami tutup dulu ya, hati-hati ya sayang kerjanya yang fokus " (kata Safitri)


" siap mi " (kata Zayn)


Setelah sambungan telepon dari ibunya terputus masuk sebuah pesan WhatsApp dari ibunya lagi, ia segera membuka pesan tersebut.

__ADS_1


* pesan WhatsApp name my mom 💖


Safitri : 08154947***4


Safitri : jangan lupa save, terus hubungi ya sayang


Zayn : iya mi


Zayn lalu meletekan ponselnya di atas meja didekat ranjangnya, ia harus segera menghubungi Rindu atas permintaan ibunya karena tidak lama lagi Rindu pasti akan menjadi istrinya, tetapi ia bingung apa yang harus ia katakan jika menghubungi Rindu, di akuinya Rindu memang gadis baik-baik & tidak membosankan tetapi ia benar-benar tak mempunyai sedikitpun rasa dengan rindu, selama dua hari dekat dengan Rindu bahkan ia hanya menganggap Rindu seperti adiknya sendiri terlebih rindu adalah anak sahabat kedua orangtuanya.


" bodo ah males gue mikirin Rindu, mending gue keluar cari angin " (kata Zayn dalam hati)


Zayn lalu keluar dari home base nya untuk mencari angin segar, ia berjalan menyusuri lorong, saat berada di lorong ia melihat seorang wanita yang sangat ia kenal duduk sendiri disudut lorong entah sedang apa dia di sana, wanita itu adalah Maura, salah satu kru pramugari di awak pesawatnya, ia berjalan mendekati Maura.


" Hem " (kata Zayn)


Maura menoleh kearahnya & terkejut karena keberadaan Zayn, ia lalu berdiri dari duduknya.


" Lagi ngapain disini? " (kata Zayn penasaran)


" lagi cari angin, soalnya di home base pengap rasanya " (kata Maura)


" pengap?, emang AC nya mati? " (kata Zayn)


" enggak sih, cuman kalo AC sama udara beneran kan beda Kapten jadi ini cari angin seger " (kata Maura)


Zayn tersenyum mendengar penjelasan Maura, ternyata yang dilakukan Maura sama sepertinya, ia membutuhkan udara segar saat ini agar otaknya juga mendapatkan udara segar supaya bisa berfikir jernih kembali.


" Kapten gak laper? " (kata Maura), " kalo gak keberatan mau gak makan siang bareng? " (kata Maura)


Zayn hanyalah menganggukkan kepalanya, sepertinya tak ada salahnya jika ia mulai mengenal baik salah satu pramugari yang telah membantunya di awak kabin.


# Rindu Mentari


Rindu saat ini masih berada dirumahnya karena masih dalam suasana libur, tetapi beberapa hari lagi ia akan segera berangkat kembali berkuliah, dirumah saat ini ia bersama adiknya yaitu Bumi, entah mengapa adiknya hari ini tidak pergi ke sekolahnya padahal adik semata wayangnya ini sedang baik-baik saja & tidak sedang sakit.


Ia mengetuk-ngetuk pintu kamar adiknya yang sedari tadi tak kunjung keluar kamar, hanya saat sarapan pagi tadi saja adiknya keluar lalu masuk kembali kedalam kamarnya.


*tok....tok....tok


" Bumi, kak Rindu masuk ya dek? " (kata Rindu dari luar pintu)


" emmmm,...masuk aja kak " (kata Bumi dari dalam)


Rindu lalu membuka handle pintu kamar adiknya & segera masuk kedalam, dilihat adiknya saat ini sedang sibuk didepan laptopnya, ia berjalan mendekat kearah Bumi untuk memastikan apa yang sedang dilakukan adiknya ini.


" pantesan gak keluar-keluar, jadi kamu lagi nyiapin bahan test online dek? " (kata Rindu)


" iya kak, test masuk universitas onlen, jadi gak bolak balik gue, kalo emang gak keterima kan gak habis diongkos " (kata Bumi)


" Lo beneran mau daftar kuliah diluar dek? " (kata Rindu)


" iya kak " (kata Bumi)


" pasti gara-gara kakak ya?, maafin kakak ya dek " (kata Rindu yang matanya saat ini sudah berkaca-kaca)


" ya elah kak santai aja lagi, ini juga bukan karna Lo kak, lagian disana sekolah MBA nya terkenal bagus kak " (kata Bumi sambil tersenyum)


Rindu saat ini ikut tersenyum sambil mengelus pundak adiknya, adiknya saat ini telah memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya diluar negeri, meskipun Bumi berkali-kali mengatakan jika ia memutuskan untuk pergi keluar negeri demi cita-citanya tetap saja Rindu tau jika sebenarnya Bumi sengaja ingin menghindari Humaira, kisah cinta adiknya ini menjadi rumit karena perjodohannya dengan Zayn.


" kamu gak bermaksud kabur pas kakak nikah nanti kan dek?, kakak gak bakal mau nikah kalo kamu gak bakal datang " (kata Rindu)


" astaga, ya engga lah kak, Lo yang dijodohin kenapa gue yang mau kabur " (kata Bumi)


" ya kali aja Lo gak pengen Dateng " (kata Rindu)


" tenang aja gue pasti bakal ada disebelah Lo kalo Lo nikah, mana mungkin gue gak Dateng kak " (kata Bumi)


" ngomong-ngomong ini Lo serius bakal home schooling sampai ujian di rumah aja " (kata Rindu)


Adiknya itu hanyalah menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearahnya, yang membuat Rindu tak habis pikir lagi bagaimana mungkin adiknya ini memutuskan untuk hoom schooling di masa-masa terakhir ia sekolah.



Zayn bersama ko-pilotnya didalam kokpit

__ADS_1



Zayn


__ADS_2