
Satu tahun kemudian,....
Suasana sudah ramai, para tamu undangan sudah berdatangan, ijab kabul sedang dilaksanakan diluar, safitri beserta ega & risya sudah berada dikamar untuk menemani widia yang hari ini akan manjadi istri sah dari bara setelah prosesi ijab kabul sah, ini momen yang ditunggu-tunggu seperti biasanya hanya karena ada acara seperti ini mereka bisa berkumpul bersama, hari ini ega sangat cantik mengenakan kebaya putih, tak lama dari arah luar terdengar semua para tamu undangan berkata "sah" yang tandanya prosesi ijab kabul sudah berjalan lancar, widia telah sah menjadi istri bara.
"alhamdulillah"(kata mereka berempat)
"selamat ya beb"(kata risya)
"iya beb selamat ya"(kata ega)
"samawah bebcu"(kata safitri)
Mereka berempat keluar dari kamar menuju arah bara yang telah duduk didepan bapak penghulu, kini widia telah sah menjadi istri dari seorang abara, bara tersenyum sumringah kearah widia, ya begitulah seorang pengantin yang melihat mempelai wanitanya yang sangat cantik pasti akan terpukau. Setelah acara sungkep keluarga & kerabat terdekat selesai kini giliran prosesi resepsi dilaksanakan, banyak tamu undangan yang sudah berdatangan, baik dari kalangan polisi maupun dari kalangan staf rumah sakit karena sudah sekitar setengah tahun bara telah resmi bekerja sebagai dokter disebuah rumah sakit dikota xxx. Setelah beberapa jam resepsipun selesai gedung mulai sepi tinggal sanak saudara tersisa dirumah widia, terlihat dari arah dalam widia & bara yang telah memakai baju santai menghampiri arah tempat safitri beserta sahabat & pasangan masing duduk bercengkrama.
"weiiiissssss,.....pengantin, ayo duduk-duduk" (kata randito menunjukan bangku disebelahnya)
Bara & widia tersenyum & menurut duduk disebelah tandito.
"apa lo senyum-senyum gitu bar,...sok kalem lo, biasa juga bar-bar"(kata ega)
""""""hahahahhahahha"""""""(meraka semua tertawa bersama)
"jahat banget si bini lo bang, bilangin gue bar-bar,...padahal gue bukan mau sok kalem, nervous gue mau malam pertama,...hehehehhe"(kata bara sambil garuk-garuk kepala)
Widia hanya menyikut suaminya karena mendengarkan pernyataan suaminya yang membuatnya malu.
"dihhhhh....lo bar gak bisa mikir yang lain apa selain itu" (kata safitri)
"bener banget beb"(kata risya)
"loh gak salah dong fit,...nikah itu yang ditunggu malam pertamanya,.....yakan bang"(kata randito sambil memegang bahu abimana)
"ehmmmmmmm,..."(kata abimana tersenyum sambil mengangguk)
"bener banget ran"(kata aidan)
"tuh laki lo berdua aja setuju"(kata randito)
"kalo sudah bahas itu,....kita yang perempuan ngalah aja,...dari pada kita kualat, kita perempuan kalo berani sama suami kualatnya ngeri sampe sembilan bulan"(kata ega)
"apa sih,...sembilan bulan"(kata widia)
Sontak membuat safitri & risya beserta ega tertawa terbahak-bahak bertiga, widia tak mengerti maksut ega, membuat mereka bertiga semakin terpingkal-pingkal sedangkan para pasangan mereka hanya terdiam menatap mereka bertiga kebingungan, karena tawa meraka sangat nyaring membuat anak safitri & abimana terbangun kaget sambil menangis ditroli disebelahnya, abimana lalu dengan sigap mengangkat zayn.
"aduh,....aduh,....cup...cup....anak papi sayang,...papi disini"(kata abimana)
__ADS_1
"emmmm,...sayang maafin mami sama aunty-aunty ya, bikin bobonya zayn keganggu"(kata safitri)
Karena tangis zayn mereka semua terdiam, setelah zayn tenang mereka kembali lagi bercengkrama dengan abimana yang memangku zayn.
"zayn ganteng banget ya yang"(kata risya)
"iya ganteng banget yang"(kata aidan)
"nanti kalo anak aku cwe kita besanan yok bebs"(kata risya sambil mengelus perutnya yang sedang hamil lima bulan)
Safitri hanya mengangguk setuju & tersenyum kepada risya.
"coba anak gue lebih kecil dari zayn pengen juga deh besanan"(kata ega)
"engga ah yang,...zayn pasti posesif kaya bang abimana,...kasian anak kita terkekang kaya safitri"(kata randito)
"coyyyyyyy,....kak dito mulutnya ih,...kaya yang gak posesif aja"(kata risya)
"iya nih bang randi"(kata widia)
"lo salah ran, gue bukan mengekang, gue cuman gak mau memberikan kesempatan pria hidung belang menikmati muka istri gue, gue juga gak mau memberi kesempatan pata pebinor nggodain bini gue"(kata abimana)
"biarin mah,...cemburukan artinya kan sayang bang"(kata safitri)
Suaminya tersenyum kearahnya lalu memeluknya, lalu mencium keningnya.
"biarin napa bar,...udah sah ini ko,...mau bikin anak sampe pagikan sah-sah aja kan halal juga gak haram, dulu aja belum sah pengen banget ko ampe hampir jebol pertahanan"(kat abimana)
"weiiiisssss,...mampuus,...singa jantan dilawan"(kata aidan)
"weissss,...junjungan gue loh mah bang kalo urusan ranjang, lo harus belajar dari abang lo bar,...hahahah"(kata randito)
"belajar lah gue, abang gue gak usah diragukan kalo soal itu,...yakin gue tiap malam begadang sama si tulang abang gue,...hahahah"(kata bara)
Safitri & ketiga sahabatnya hanya diam terpaku mendengarkan percakapan para pria mengenai urusan ranjang, setiap kali ada acar seperti ini hanya urusan ranjang yang dibahas, membuat safitri menggeleng-gelengkan kepalanya.
"kenapa lo fit,...gak terima,...hahahha"(kata bara)
Safitri hanya mendengus tanpa menjawab sepatah katapun sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"zayn kalo gede jangan kaya papi sama om-om kamu ini,...pikirannya cuman mesum mulu, gak baik ya nak jangan ditiru"(kata safitri)
Mereka tertawa bersama mendengar kata-kata safitri kepada zayn.
"udah malem ni pulang gih kalian, bini gue keburu ngantuk tar,..gak jadi belah duren gue"(kata bara)
__ADS_1
"ih yang gak baik loh, kaya ngusir aja"(kata widia)
"hahahha,...bar-bar emang laki lo beb,...ya udah yu bubaran deh"(kata ega)
"yuk bang"(kata risya)
"ayo....bubar...bubar"(kata aidan)
Mereka semua berdiridari tempat duduk bersama.
"yaudah ya wid,...pulang dulu,...tolong jinakin ade ipar gue biar gak bar-bar lagi kaya bilang ega,hahahhaha"(kata safitri)
"siap polwan cantik"(kata widia)
"bener tuh kata polwan cantik kita, lo harus jinakin bara, biar gak rusuh punya mulut, ranjang mulu kaya pernah aja"(kata ega)
"loh justru gak pernah makanya gue bahas egaaaa,...aduh istri lo bang dito"(kata bara)
"hahaha,...gak ada habisnya kalo begini, yaudah bebebz kita pulang yupz"(kata risya)
"iya nih pulang duluan aja kita kasian bini gue lagi hamil ini"(kata aidan)
"yaudah balik sana ah.....pamit mulu"(kata bara)
"lo bar gak usah pembualan, awas lo kalo baru tiga ronde udah K.O,...hahahahah(kata randito)
"hahahhahahah,....gak mungkin bang"(kata bara)
"bara dokter pasti tau obat kuat yang efektif,...ngeri lo bar,...awas terlalu banyak pake bisa kena penyakit jantung, cepet mati lo tar kasian widia jadi janda"(kata safitri)
"coy,....pedes banget tuh mulut,...ahhahahaha,...****** lo bara gantian lo"(kata ega)
"kampret lo tulang,...hahahha,..nyumpahin gue mati"(kata bara)
Sebelemu mereka pamit pulang mereka cipika-cipiki terlebih dahulu & bersalaman kepada pasangan yang lainnya, saat safitri berpamitan kepada bara ia mulai mengisenginya & suaminya kembali, ia hendak memeluk safitri saat berpamitan pulang.
"peluk"(kata bara pada safitri)
"enak aja lo de,...main peluk-peluk,...bini gue ni, noh lo peluk bini lo sendiri"(kata abimana dengan sigap memeluk istrinya dengan tangan satu sambil memegang troli)
"pelit amat si bang ini namanya pamitan kan harus pelukan"(kata bara)
"alah lo ama ega ama risya gak juga lo peluk kenapa giliran ama bini gue lo mau peluk, noh peluk aja widia kan udah sah"(kata abimana)
"hahahhaha,...kalo itu gak usah disuruh bang"(kata bara)
__ADS_1
"yo sayang gak usah pamit,...dari pada adek dipeluk bara, gak iklas abang"(kata abimana menggandeng istrinya menjauh dari bara)
Sedangkan bara hanya tertawa melihat tingkah abangnya.