
Mata Zayn terbelalak melihat Rindu yang barusan keluar dari kamar mandinya dengan menggunakan handuk yang benar-benar sangat minim bahkan mengekspos paha mulusnya, Zayn pikir jika handuk yang dikenakan Rindu saat ini adalah handuk besar yang seperti ia kenakan saat berada dikamar mandi, ia rasanya menyesal menyuruh Rindu keluar begitu saja dari kamar mandinya membuat ia benar-benar gelisah kali ini dengan penampakan tersebut, Zayn berkali-kali menelan liurnya dengan susah payah.
" buruan pilih bajunya, bikin sakit mata tau gak lo, itu handuk yang lo pake handuk bayi apa?, kecil banget kaya gitu dipake, bener deh nantangin gue ya lo " (kata Zayn)
Rindu akhirnya menoleh kearahnya sambil tersenyum, Zayn memegangi kepalanya sambil mendekap kedua kakinya diatas tempat tidur Rindu.
" sorry kak, handuk yang biasa lagi dicuci adanya tinggal ini, lagian tadi kakak suruh aku keluar, kalo gitu tolong tutup mata ya kak dari pada sakit mata kak Zayn " (kata Rindu)
" masih bisa senyum gitu pula, mau godain gue lo, lagian udah kepalang ngeliat gue ngapain mau nutup mata lagi, udah buruan pilih baju situ dari pada gue samperin lo di situ " (kata Zayn)
" iya-iya sabar kak, tolong tenang ya, tarik nafas panjang-panjang " (kata Rindu)
" pake baju yang sopan, awas kalo pake baju terbuka, gue robek pokoknya, kayanya mending telanjang sekalian " (kata Zayn)
" iya kak " (kata Rindu)
Setelah menemukan pakaiannya Rindu segera masuk kedalam kamar mandi kembali, Zayn menggelengkan kepalanya, Lagi-lagi kesabaran biologisnya sangat teruji kali ini, bahkan adik kecilnya saat ini sudah mulai menegang sebagai pria normal.
" sial-sial, pagi-pagi liat yang beginian hampir aja gue mau loncat nerkam tuh cewek dah kaya singa dapat mangsa, ini mah namanya cuman bisa diliat gak bisa dirasa, bikin sakit kepala atas bawah, astaghfirullah " (kata Zayn)
Zayn mengusap wajahnya berkali-kali sambil mengacak-acak rambutnya merasa sangat tidak baik setelah melihat pemandangan indah barusan, nafasnya tiba-tiba terasa berat, ia memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya.
" kak " (kata Rindu menggoyang tubuhnya)
Zayn menangkap tangan Rindu & membuka matanya, ia menatap wajah ceria Rindu yang telah tersenyum manis kearahnya.
" ayo " (kata Zayn berdiri)
" sekarang kak? " (kata Rindu)
" iya lah sekarang, jangan kelamaan berduaan dikamar takut khilaf gue " (kata Zayn)
Zayn berjalan kearah luar pintu menunggu Rindu didepan pintu kamarnya, sedang Rindu hanya terdiam tertegun melihat kearahnya.
" ayo buruan " (kata Zayn)
" eh iya kak " (kata Rindu tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya)
Zayn menggelengkan kepalanya karena tingkah wanita yang tengah membuat imannya hampir goyah, untung saja ia masih bisa menyebutkan istighfar & mengingat Allah saat itu, kecerobohan Rindu hampir membuatnya terjun dalam dosa Zinah, Zayn berusaha bersikap sesantai mungkin saat ini sambil berusaha melupakan bayangan tubuh Rindu dengan balutan handuk mininya.
Setelah Rindu mengunci pintu kamarnya Zayn menggandeng Rindu menuju arah parkiran dimana ia telah memarkirkan kendaraan yang ia bawa beberapa jam lalu, Zayn segera naik keatas motor tersebut sedang Rindu lagi-lagi hanya terdiam tertegun melihat kearahnya.
" kenapa bengong?, ayo naik " (kata Zayn)
" kita naik motor kak?, mobil kakak mana? " (kata Rindu)
" mobil dipake Faiz, karena kendaraan adanya tinggal ini jadi kita naik ini, emang kenapa?, lo keberatan? " (kata Zayn)
" enggak kak " (kata Rindu)
" ya udah naik " (kata Zayn)
" iya kak " (kata Rindu)
Rindu segera naik dibangku belakang Zayn, Zayn tersenyum karena ide gilanya akan ia mulai luncurkan kali ini.
" peluk yang kuat ya " (kata Zayn)
" harus gitu peluk kak? " (kata Rindu)
" kalo lo mau jatuh ya terserah lo aja, gue nyuruh lo meluk gue yang kuat buat keamanan lo juga kali " (kata Zayn)
Rindu segera memeluk Zayn dengan erat, Zayn lagi-lagi, tersenyum karena berhasil membuat Rindu menurut dengan perkataannya. Motor yang ia kendarai segera melesat menjauh dari kost-kostan Rindu, Zayn melajukan motor tersebut agar Rindu memeluknya semakin erat & lagi-lagi ia berhasil membuat Rindu memeluknya sangat erat, Zayn tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ternyata yang dikatakan Faiz benar inilah sensasi mengendarai motor dengan berboncengan.
Setelah berkendara beberapa puluh menit Zayn akhirnya menepikan motornya kesebuah restoran tempat biasa ia & Rindu serta Faiz untuk mengisi perutnya, lidahnya sudah sangat cocok dengan menu yang ada direstoran tersebut & kebetulan restoran tersebut juga jaraknya yang paling dekat dijangkau. Ia segera turun dari motornya lalu berjalan sambil menggandeng tangan Rindu.
" harus ya gandengan gini kak? " (kata Rindu)
" lo bisa gak kalo gak protes, bisa gak lo biasain bersikap manis ke gue, gini-gini gue calon laki lo, inget ya lo utang ngerayu gue & gue minta lo lunasin hari ini juga " (kata Zayn)
" Gimana caranya coba ngerayunya?, bisa gak hukumannya diganti yang lain?, sumpah kak aku tuh gak bisa ngerayu " (kata Rindu)
" boong banget sih lo, masa iya lo pernah pacaran tapi gak pernah ngerayu " (kata Zayn)
" kak aku tuh bukan tipe cewek yang suka ngerayu atau dirayu ya, please jangan ngerayu ya please, kak Zayn baik deh kalo ganti hukuman aku " (kata Rindu)
" nah tuh lo lagi ngerayu gue, katanya lo gak bisa ngerayu, gue mau lo rayu tapi lebih manis dari itu " (kata Zayn)
# Rindu Mentari
Ia terkejut dengan kata-kata Zayn yang mengatakan bahwa kata-kata yang ia katakan barusan adalah sebuah rayuan, Rindu benar-benar tak mengira ia bisa mengeluarkan kata-kata Rayuan seperti barusan, Rindu memegang bibirnya sambil sedikit berfikir, mengapa sedari tadi malam ia tidak terpikirkan untuk mencari tau cara merayu melalui Google, karena sibuk berfikir ia malah menyia-nyiakan waktu istirahatnya semalam dengan bergadang karena tak kunjung bisa memejamkan matanya, reflek Rindu mengetuk-ngetuk kepalanya pelan.
__ADS_1
" kenapa lo?, mikir apa? " (kata Zayn)
" eh enggak kok kak, cuman ada yang kelupaan aja terus baru keingetan " (kata Rindu)
" oneng banget sih lo, apa coba yang lupa? " (kata Zayn)
" eh bukan apa-apa kok kak, gak penting pokoknya, jadi kakak gak perlu tau " (kata Rindu)
Terlihat Zayn menaikan satu alisnya seakan tak percaya dengan apa yang ia katakan, Rindu hanya tersenyum nyengir seperti ala kudanya sambil menggaruk-garuk tengkuknya.
" mau makan apa? " (kata Zayn)
" yang ringan aja kak yang jelas, masih pagi soalnya " (kata Rindu)
" mau yang ini gak? " (kata Zayn menunjukan buku menunya)
" boleh kak, yang itu aja " (kata Rindu)
" minumnya jus aja kali ya? " (kata Zayn)
" iya kak terserah kakak aja " (kata Rindu tersenyum)
Hari ini Rindu berusaha agar tak banyak berdebat dengan Zayn agar terhindar dari hukuman-hukuman yang akan Zayn berikan, ia berusaha bersikap sebaik mungkin agar mood Zayn tidak memburuk.
#Humaira Shakila Najma
Sudah berada di taman bermain sepagi ini ia & kakak sepupunya Faiz segera membeli beberapa tiket masuk untuk menaiki beberapa arena permainan, Gibran sangat tau sekali jika dirinya haus akan hiburan selama beberapa bulan terakhir di detik-detik dimana ia harus siap menghadapi ujian sekolahnya.
sudah berada didalam bianglala Humaira duduk disebelah Gibran sambil memegang tangan kakak sepupunya tersebut, Humaira sebenarnya takut dengan ketinggian tetapi saat berada ditaman bermain seperti ini ia sangat suka menaiki bianglala, Gibran, tersenyum kearahnya & mengelus kepalanya lembut.
" tenang ada gue dek " (kata Gibran)
" gue gak takut kak cuman agak deg-degan aja " (kata Humaira tersenyum)
Tak lama bianglala segera bergerak memutar, Jantung Humaira terpacu saat posisinya sudah mulai berada diatas, angin semilir meniup rambutnya, pemandangan dari atas terlihat sangat menakjubkan.
" lo gak pengen poto dek? " (kata Gibran)
" gak kak, bergerak aja gue takut apalagi mau poto, udah gini aja gak usah pake poto-potoan , takut jatuh gue " (kata Humaira)
" hahahaha, payah lo, kirain berani gak taunya sok berani " (kata Gibran)
" biarin lah, habis ini naik roller coaster ya kak " (kata Humaira)
" beranilah, kenapa kak?, jangan bilang lo takut? " (kata Humaira)
" enggak siapa takut, gue cuman mual membayangkan " (kata Gibran)
" hahahahaha, minum antimo lo kalo mabok " (kata Humaira)
" aduh dek belum naik aja perut gue rasanya kaya dikocok-kocok nih " (kata Gibran)
" hahaha lebay lo " (kata Humaira)
Setelah beberapa putaran akhirnya bianglala yang mereka naiki telah berhenti, ia & Gibran segera turun untuk menuju arena selanjutnya, Humaira menarik-narik tangan Gibran menuju arena roller coaster, Gibran nampak benar-benar pucat karena Humaira bersih keras memaksanya untuk ikut naik roller coaster.
# Faiz Fajrul Al-fatah
Kali ini ia mengajak Jiya pergi kesebuah bioskop untuk menonton Film terbaru yang baru saja tayang dalam dua hari ini, Faiz, membeli dua buah tiket beserta Satu gelas popcorn berukuran besar & dua gelas minuman yang akan ia nikmati didalam bioskop sambil menonton film yang akan tayang.
" habis nonton kita jalan-jalan ke mall ya? " (kata Faiz)
" boleh lah, emang lo mau beli apa? " (kata Jiya)
" pengennya sih beli cincin couple buat kita berdua tapi berhubung kita cuman temen doang jadi gue mau beli yang lain aja deh buat lo supaya gak lupa ama gue " (kata Faiz)
" is, sok manis banget sih " (kata Jiya tersenyum)
" tar habis dari mall temenin gue ke dokter ya? " (kata Faiz)
" kenapa?, lo sakit? " (kata Jiya)
" iya liat senyum lo yang manis banget gue yakin mendadak kadar gula gue pasti jadi tinggi " (kata Faiz sambil tersenyum)
" dih apaan sih " (kata Jiya tersenyum)
" pantesan tadi agak mendung " (kata Faiz)
" masa sih? " (kata Jiya)
" iya memang mendung, soalnya gue yakin bidadari dikayangan pasti sedih soalnya kecantikan gak sebanding sama kecantikan lo " (kata Zayn)
__ADS_1
" hahahah, bisa banget sih " (kata Jiya)
" lo tau gak kenapa kita bisa pake baju samaan gini? " (kata Faiz)
" enggak, emang kenapa? " (kata Jiya)
" ya itu karena tandanya kita jodoh " (kata Faiz)
Lagi-lagi Jiya tersenyum karena gombalannya, Faiz memang rajanya gombal itulah mengapa wanita-wanita bisa gampang baper jika bersama Faiz karena Faiz pandai menaklukkan hati wanita.
# Abdul Zayn Mikail
Kini ia berada diatas motor bersama Rindu kembali mengelilingi kota C, sudah ada beberapa kost-kostan dikota C yang ia share dari beberapa laman yang terbaik di kota C, kost-kostan tersebut terjamin keamanannya, bahkan kost-kostan tersebut juga sangat ketat, tidak sembarangan orang bisa datang & masuk kedalam kamar seseorang yang tinggal dikost tersebut. Setelah berkendara akhirnya mereka sampai juga disebuah kost-kostan yang lumayan lebih besar dari kost-kostan tempat Rindu saat ini tinggal.
Zayn menggandeng Rindu kembali, Rindu saat ini lebih manis ketimbang sebelumnya, bahkan ia juga menggenggam tangan Zayn, dengan erat. Zayn & Rindu menemui pemilik kost-kostan tersebut lalu melihat-lihat kamar yang akan ditempati Rindu, kamarnya lumayan lebih luas dari kamar yang Rindu tempati bahkan kamar tersebut lengkap dengan meja kompor & dapur layaknya rumah susun.
" Gimana masnya tertarik gak kira-kira, kalo, soal keamanan gak usah diragukan mas, kita juga sekuriti jaga 24jam kok, tamu wajib lapor, & kami gak sembarangan ijinin tamu masuk kalo bukan keluarga dekat " (kata bu Reni pemilik kost)
" saya sih tertarik bu, mungkin sekitar dua hari lagi pindah kesini ya, tapi tolong dibersihin dulu bu jadi calon istri saya ini bisa langsung masuk gak perlu repot-repot nyimpun-nyimpun " (kata Zayn)
" oh kalo itu bisa diatur mas gimana baiknya aja nanti " (kata bu Reni)
" ini saya kasih uang bulanannya di muka ya bu, jadi calon istri saya masuk gak perlu bayar lagi " (kata Zayn)
" oh iya mas, ini mas Ngomong-ngomong bisa minta buktinya gak kalo memang benar masnya calon suaminya mbaknya? " (kata bu Reni)
Zayn mengambil ponsel miliknya & menekan tombol panggilan vidio call kepada ayah Rindu agar, ayah dari Rindu bisa berbicara tatap muka dengan bu Reni pemilik kost tersebut, setelah berbicara tatap muka akhirnya bu Reni setuju & memberikan kunci kamar kepada Zayn.
" bu kebetulan saya ini pilot jadi saya itu gak cuman stay disini makanya saya pilih kost-kostan ibu dengan maksud supaya calon istri saya aman " (kata Zayn)
" oh begitu mas, kalo memang begitu masnya, gak salah pilih tempat kalo gitu " (kata bu Reni)
Setelah mengobrol panjang lebar akhirnya Zayn & Rindu segera pamit dengan pemilik kost untuk pergi, setelah berada dibawah Zayn & Rindu mulai menjauh dari tempat, tersebut.
" mau kemana lagi? " (kata Zayn)
" pulang aja kak, aku ngantuk nih " (kata Rindu)
" hem, tidur bangkong, bangun kesiangan baru jam segini udah ngantuk lagi, kita ke mall dulu ya " (kata Zayn)
" ngapain ke mall kak? " (kata Rindu)
" cari baju buat lo, gue liat baju lo banyak yang kurang bahan, bikin iman gue hampir luntur aja, sekalian beli handuk banyak-banyak yang gedean biar gak kaya tadi tuh, gak tau diri banget handuk cuman nempel ditengah-tengah doang " (kata Zayn panjang lebar)
" ya elah jangan marah-marah kenapa sih kak, kalo marah mulu tar manisnya ilang loh, kak Zayn tuh baik banget loh aku terharu tau kakak perhatian banget, pasti banyak cewek-cewek iri liat aku bisa sama kakak, beruntung banget tau aku bisa sama kakak " (kata Rindu mulai merayu Zayn sambil menempelkan kepalanya di bahu Zayn, karena kata-katanya sendiri Rindu nyaris mual merasa aneh dengan apa yang iya ucapkan)
Zayn tersenyum mendengar kata-kata Rindu & mengelus tangan Rindu dengan satu tangannya. Setelah sampai dimall Zayn & Rindu segera berjalan sambil bergandengan tangan.
" kak tolong fotoin aku ya, ini bagus nih kayanya foto disini " (kata Rindu)
Zayn pun mengangguk & mengambil beberapa potret Rindu lalu tak lupa ia kirim diam-diam ke WhatsApp miliknya lalu ia hapus agar tak ketahuan oleh Rindu, Zayn tersenyum puas melihat beberapa potret calon istrinya tersebut yang sangat manis.
Rindu
Zayn
Humaira
Gibran
Jiya
Faiz & Zayn
__ADS_1
\=> jangan lupa dukung terus ya dengan cara vote & komen, semakin banyak vote semakin banyak juga author buat update cerita kelanjutannya 🙏🙏🙏🙏