Polwan Cantik

Polwan Cantik
#100 SEASON 2


__ADS_3

# Humaira Shakila Najma


Humaira telah siap dengan pakaian yang ia kenakan untuk pemotretannya hari ini, tak ada yang tau jika hari ini ia melakukan pemotretan dengan Narendra hanya Kevin satu-satunya yang mengetahui hal tersebut. Pakaian yang ia kenakan saat ini cukup sopan & jauh dari kata seksi, beberapa pakaian akan ia kenakan setelah ini, tiga pakaian lainnya juga masih terlihat sopan.


" sudah siap? " (kata Narendra)


Humaira hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya karena ia sudah sangat siap dengan pakaian yang ia kenakan & make up yang alakadarnya, terlihat sederhana tetapi ia masih terlihat cantik & menawan dengan make up & pakaiannya.


" sebelum pemotretan kenalin dulu ini temen-temen yang bantu gue, ini Dahlan & yang ini Rudi " (kata Narendra memperkenalkan temannya)


" Humaira, panggil aja Huma " (kata Humaira sambil tersenyum)


" Dahlan " (kata Dahlan)


" Rudi " (kata Rudi)


" Huma " (kata Humaira)


" ok kita mulai ya pemotretannya " (kata Narendra tersenyum)


Saat ini Humaira tak hanya berdua dengan Narendra masih ada dua kru lainnya yang berada disini entah apa tugasnya. Humaira mulai bergaya untuk di potret oleh Narendra, meskipun ini adalah pemotretan untuk yang pertama kalinya untuknya tetapi ia cukup santai & tak begitu gerogi.


Humaira berpose sesuai dengan gaya yang ia bisa sambil di bantu oleh Narendra untuk membetulkan posenya, setelah mendapatkan beberapa potretan yang bagus dengan beberapa baju akhirnya sesi pemotretan kali ini selesai juga.


" oke gue rasa cukup ya pemotretan hari ini, makasi ya lo udah mau jadi model gue kali ini " (kata Narendra)


" ok bang, lagian gue juga udah terlanjur janji kan, jadi gue harus tepati " (kata Humaira)


" lo mau liat gak hasil potretan gue? " (kata Narendra)


" boleh bang " (kata Humaira)


Narendra memperlihatkan hasil potretannya kepada dirinya, ia tak menyangka ternyata hasil potretan Narendra sangat bagus, ia sangat berbakat, entah Narendra yang berbakat atau dirinya & Narendra sama-sama berbakat.





" wow ini bagus banget loh bang, lo bakat ya? " (kata Humaira)


" bukan gue yang bakat tapi lo yang foto genic, lo berbakat jadi model, kenapa lo gak terima tawaran gue jadi model dari kemaren-kemaren? " (kata Narendra)


" gue gak pede bang " (kata Humaira tersenyum)


Humaira selama ini memang sangat tidak percaya diri sehingga ia masih terus memikirkan tawaran Narendra selain itu juga ia belum meminta ijin kepada orangtuanya bahkan untuk pemotretan saat ini ia pun juga belum meminta ijin.


" lo mau gak jadi model tetap gue mulai sekarang? " (kata Narendra)


" waduh kalo yang itu belum bisa gue putusin bang, gue pikir dulu ya bang, soalnya gue belum bilang sama bokap nyokap " (kata Humaira)


" ok, kapan pun lo terima gue bakal siap kok, sayang bakat model lo kalo gak di kembangin " (kata Narendra)


Jika dilihat memang ia cukup berpotensi menjadi seorang model, potretan tentang dirinya saat ini juga lumayan bagus sudah sekelas model-model papan atas.


" ini gak papa kan kalo gue publik kan? " (kata Narendra)


" boleh bang, silahkan " (kata Humaira)


" oke kalo gitu, oh iya kita udah bisa pulang ya setelah ini " (kata Narendra)


" oh udah ya bang, kalo gitu gue ganti baju dulu " (kata Humaira)


" ok " (Kata Narendra)


Humaira lalu berganti pakaian kembali dengan pakaian yang ia kenakan tadi saat kesini, setelah berganti pakaian ia segera keluar menemui Narendra & teman-temannya.


" lo dijemput gak? " (kata Narendra)


" gak ada sih bang, tadi kan gue kesini naik taksi, jadi gue pulang naik taksi lagi " (kata Humaira)


" gue anter ya? " (kata Narendra)


Humaira hanya tersenyum & menggaruk-garuk kepalanya, ia mengingat soal kebohongannya saat ia baru masuk ke universitas & sampai saat ini kebohongannya belum terungkap.


" gak usah bang, gue balik naik taksi aja, gak enak sama nyonya saya nanti " (kata Humaira berbohong)


" ok, kalo gitu gue temenin jaga angkot " (kata Narendra)


# Aryan Gibran Alaric


Setelah mengetahui dari teman dekatnya jika saat ini adik sepupunya sedang melakukan pemotretan bersama Narendra Presiden BEM ia segera mencari tau dimana adik sepupunya tersebut melakukan pemotretan, ia tak habis pikir mengapa Humaira tak mengatakan hal ini kepadanya atau yang lainnya.

__ADS_1


Setelah mengetahui lokasi pemotretan Humaira ia lantas melajukan kendaraannya melaju menjauh meninggalkan kampus, Gibran baru mengetahui jika adik sepupunya tersebut tak ada mata kuliah pagi ini sehingga ia bisa melakukan pemotretan pagi ini.


Ia sebenarnya sangat kenal baik dengan Narendra, meskipun ia tau Narendra adalah orang yang baik tapi tetap saja ia tak bisa membiarkan adik sepupunya pergi bersama dengan orang yang tidak seberapa ia kenal.


Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya ia sampai juga di studio pemotretan milik Narendra, beruntung kali ini pemotretan hanya dilakukan di studio Narendra & bukan autdoor, Gibran lalu keluar dari mobilnya & berdiri bersender di mobilnya sambil menunggu Humaira keluar.


Tak beberapa lama ia melihat Humaira keluar dari arah dalam bersama dengan Narendra, Rudi & Dahlan, Ia hanya menggelengkan kepalanya, berani-beraninya adik sepupunya tersebut mengikuti pemotretan bersama tiga laki-laki & dia hanya wanita seorang diri.


Terlihat Humaira nampak sangat terkejut melihat dirinya yang saat ini telah berdiri didepan studio pemotretan tersebut, Humaira bahkan hampir membuka mulutnya lebar sangking terkejutnya.


" Loh Bro, ngapain lo disini, kok gak masuk?, ada perlu apa nih?, tumben " (kata Narendra)


" kak Gibran " (kata Humaira nampak terkejut)


Gibran hanya diam melihat kearah Humaira, saat ini, Humaira merupakan tanggung jawabnya juga selama ia tinggal bersamanya dirumahnya, apalagi mengingat Humaira adalah adik sepupunya, ia posesif seperti saat ini bukan karena ia cemburu, meskipun ia memiliki perasaan kepada adik sepupunya tersebut, yang ia lakukan saat ini benar-benar semata-mata karena khawatir dengan Humaira.


" lo kenapa gak bilang kalo mau pemotretan? " (kata Gibran mulai membuka suara)


" sorry kak, gue takut gak di ijinin sementara gue udah janji ama bang Narendra " (kata Humaira sambil tersenyum nyengir ala kuda)


Gibran menggelengkan kepalanya kembali, seharusnya mau seperti apapun Humaira berjanji dengan orang lain tetap saja Humaira harus meminta ijin terlebih dahulu.


# Narendra Hanif Arsaka


Ia cukup kaget melihat kedatangan Gibran Wapres BEM nya didepan studio pemotretannya dengan wajah agak sedikit kesal, ia berpikir jika Gibran saat ini datang ingin menemuinya, tetapi bukan menemuinya justru Gibran seolah marah dengan Humaira.


" ada hubungan apa mereka berdua, jangan bilang Gibran udah jadian lagi sama Huma " (gumam Narendra dalam hati)


Melihat Gibran nampak sangat marah dengan Humaira Narendra yakin jika mereka berdua memiliki kedekatan yang sangat khusus.


" maaf ya bro, sih Huma cuman mau bantuin gue, tapi beneran dia aman sama gue bro " (kata Narendra)


" sorry ya bro gue gak maksud gak percaya sama lo, gue cuman gak suka Huma pergi gak ijin-ijin " (kata Gibran)


Narendra melihat kearah Humaira yang hanya tersenyum karena takut melihat Gibran yang sepertinya sangat marah dengannya.


" jangan marah lah kak, lo kalo marah jelek tau " (kata Humaira)


" lain kali jangan kaya gini lagi dek, ijin ngapa lo, ijin gak mungkin lo gak bakal di ijinin " (kata Gibran)


Narendra hanya menggaruk-garuk kepalanya merasa tak enak dengan Gibran, ia tak tau jika Gibran & Humaira memiliki hubungan khusus, sebenarnya Narendra agak kecewa karena hatinya saat ini patah karena kalah saing dengan Wapresnya.


" ya udah yuk balik? " (kata Gibran)


" ok sip " (kata Rudi)


" hati-hati ya " (kata Dahlan)


" ok, lain kali ijin dulu ya sama Gibran, gak enak gue sama dia, untung gak salah faham nih dia " (kata Narendra sambil tersenyum)


" sip " (kata Humaira)


" yo bro duluan " (kata Gibran berpamitan)


" ok " (kata Narendra)


Setelah mobil yang di kendarai Gibran menjauh dati studio pemotretannya ia & kedua temannya langsung masuk kembali kedalam studionya, Narendra duduk terdiam di atas sofa yang ada didalam studio tersebut.


" baru tau gue kalo Gibran ternyata pacaran sama Huma " (kata Rudi)


" gue juga " (kata Dahlan)


" kalah saing gue ama sih Gibran, udah lama padahal gue ngincer Huma, eh malah di duluin sama Gibran " (kata Narendra)


Mengingat memang sejak awal mengikuti acara ospek Humaira memang telah menyukai Gibran wajar jika saat ini mereka telah resmi berpacaran.


# Humaira Shakila Najma


Humaira masih tetap duduk terdiam tepat disebelah Gibran yang sedang mengemudi, ia sangat tak enak hati karena ketahuan tak ijin mengikuti pemotretan hari ini, Gibran nampak marah saat melihatnya keluar dari studio pemotretan Narendra tadi.


" lo lain kali jangan kek gitu lagi dek, bukannya gue gak percaya sama Narendra & temen-temennya tapi mereka kan laki-laki deh takutnya kalo mereka khilaf, mana juga lo cewek sendiri " (kata Gibran sambil tetap fokus mengemudi)


" maaf kak, gak lagi-lagi deh, beneran gue " (kata Humaira)


" janji lo ya jangan di ulangin " (kata Gibran)


" iya janji Gue " (kata Humaira)


Memang salahnya lah yang pergi tanpa meminta ijin jadi wajar jika saat ini kakak sepupunya marah dengannya bahkan Zayn & Faiz pasti akan marah juga saat mengetahui ia mengikuti pemotretan tanpa seijin siapapun.


Gibran menoleh kearahnya dengan tampangnya yang masih terlihat kesal, entah harus dengan cara apa lagi supaya ia bisa dimaafkan oleh kakak sepupunya, Humaira tertunduk karena sangat merasa menyesal.


" kak gue minta maaf kak, udah ya jangan marah lagi, please maafin gue " (kata Humaira)

__ADS_1


" lo ikut pemotretan gitu Desta tau? " (kata Gibran)


" gak kak, gue gak ada bilang siapa-siapa sih " (kata Humaira)


" dek-dek, gak habis pikir gue sama lo, lain kali jangan gitu lagi, seenggaknya kalo lo ijin ada yang nemenin lo " (kata Gibran)


Humaira tau jika saat ini sebenarnya Gibran sangat mengkhawatirkan dirinya, Humaira berjanji jika tak akan mengulangi hal yang sama lagi, ia berpikir ini akan menjadi pemotretannya yang terakhir.


# Abdul Zayn Mikail


Sudah sekitar dua jam ia berada di kota C, ia sengaja tak memberitahu adiknya tentang keberadaannya saat ini yang berada di kota C karena tak ingin jika adiknya harus membolos kuliah seperti kemarin hanya demi bisa bertemu dengan dirinya.


Sebentar lagi adalah jadwal penerbangannya ke kota xxx, sekitar beberapa puluh menit lagi, ia segera bersiap-siap sebelum penerbangannya, sebelum berangkat ke kota xxx Ia akan mengirimi pesan kepada istrinya terlebih dahulu agar istrinya tau jika ia sebentar lagi akan berada di rute penerbangan.


📩 pesan WhatsApp my Wife ❤


Zayn : sayang ini aku udah mau terbang lagi


Zayn : doain sukses ya penerbangannya


Rindu: hati-hati ya


Rindu: harus berhasil


Rindu: karna aku pingin kamu pulang dengan selamat


Zayn : aamiin


Zayn: iya aku pasti pulang dengan selamat


Rindu: janji?


Zayn : iya sayang.


Zayn tak bisa berjanji dengan istrinya dengan mengucapkan janji, mengingat profesinya sebagai pilot & bisa saja mengalami kecelakaan udara dirinya hanya mengucapkan kata iya agar istrinya berhenti mengkhawatirkan dirinya.


📩 pesan WhatsApp my Wife ❤


Rindu: sampe ketemu besok ya


Rindu: jangan lupa telpon aku ya kak


Zayn: iya tar kalo sampe aku hubungin kamu


Zayn : kamu disitu hati-hati ya sayang


Rindu: siap bos


Zayn: ya udah aku mau siap-siap nih


Zayn : i love u sayang


Rindu: i love u to suami ku


Zayn tersenyum membaca balasan dari istrinya, hanya membaca balasan seperti itu saja ia dibuat berbunga-bunga oleh istrinya, Zayn bagaikan ABG yang baru mendapatkan balasan cinta dari pacarnya sehingga kegirangan tak karuan.


Setelah selesai dengan ponselnya ia kemudian berdiri & berjalan kearah luar home base nya, memasukan ponselnya kembali ke saku celananya, seperti biasa ia kembali membawa kopernya kembali saat akan terbang kemanapun & semua pilot beserta kru yang tergabung dalam penerbangan pasti akan membawa koper seperti Zayn.


" kapten Zayn " (sapa kapten Joni yang berjalan tak jauh darinya)


" hallo kapten " (kata Zayn menyalami kapten Joni)


" bagaimana kabarnya ini?, kayaknya sudah keliatan lebih fress ya " (kata Kapten Joni)


" hahahahah, iya kapten alhamdulillah sudah ketemu istri soalnya, berkat kapten Joni juga kan " (kata Zayn)


" bukan main kapten Zayn, hahahaha " (kata Kapten Joni)


" makasi kapten sudah dikasih kesempatan buat ketemu istri semalem " (kata Zayn)


" oh gak masalah kapten, saya senang bisa bantu kapten, apalagi buat ketemu istri, namanya juga pengantin baru lagi hot-hotnya, hahahaha " (kata Kapten Joni)


" hahahahah, iya kapten " (kata Zayn)


Zayn ikut tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya agak malu, bagi kapten Joni yang sudah lebih senior darinya pastinya ia sudah sangat paham apa yang Zayn rasakan saat ini, seperti merasa tak ingin jauh dari istrinya, gampang kangen, bahkan terkadang harus susah tidur jika tak bersama istrinya.


" hubungi saya kalo seumpamanya kapan aja butuh buat tukar rute kalo saya pas di kota D saya siap bantu " (kata Kapten Joni)


" oh siap kapten, terimakasih ya kapten " (kata Zayn)


" ok gak usah sungkan " (kata Kapten Joni sambil menepuk-nepuk bahu Zayn)


Ia sangat beruntung sekali mempunyai senior pilot yang cukup baik seperti kapten Joni, meskipun begitu ia juga tetap saja sungkan jika harus terus-terusan meminta tukar jadwal dengan kapten Joni.

__ADS_1


__ADS_2