Polwan Cantik

Polwan Cantik
#145


__ADS_3

Safitri berada dikafe 12 bersama Widia, Putra, Agung & yang lainnya, saat ini adalah jam istirahat, siang ini ia tidak makan siang bersama suaminya karena suaminya sedang ada tugas bersama dengan para komandan lainnya, ia asik mendengarkan obrolan-obrolan para temannya, hari ini adalah hari pertama ia masuk kantor setelah cuti selama satu bulan bersama suaminya. Asik mengobrol dengan temannya ia tak sengaja menoleh kearah lain yang ternyata ada seorang yang ia kenal yaitu Biru, ia tersenyum kearah Biru & teman-temannya sambil menganggukan kepalanya menyapa mereka, Biru membalas senyumnya & menganggukan kepalanya juga, ia dua kali berhutang budi dengan Biru pria yang baru dikenalnya tetapi sudah dua kali membantu menolongnya. Ia mengingat kembali kejadian saat ia diculik & disekap oleh Levin.


******flasback on


Ia mengendarai motornya dari kantor menuju rumahnya sendiri seperti biasa saat pulang bekerja, sore itu jalanan memang sangat sepi ia tak menyangka sebuah mobil yang tepat dibelakangnya memang sengaja mengikutinya, tiba-tiba saat berada ditikungan mobil tersebut memepetnya lalu menyelip motor yang ia kendarai sehingga ia harus stop mendadak, dilihatnya ada tiga pria turun dari mobil tersebut dengan berpakaian hitam-hitam ala-ala preman-preman yang ada disinetron-sinetron, awalnya ia terlihat santai ia mencoba melawan preman-preman tersebut dengan menggunakan jurus-jurus yang ia pelajari saat berada diSPN, dua preman berhasil ia buat babak belur tetapi masih bisa berdiri, saat ia akan melakukan ancang-ancang untuk melawan lagi ternyata salah satu dari preman tersebut membekapnya dengan obat bius membuatnya hilang kesadaran, ia tak tau apa yang telah terjadi setelah itu saat ia sadar ia telah berada disebuah kamar yang pintunya telah terkunci & jendela yang bertralis besi, ia akui kamar tersebut sangat cantik bahkan lebih besar dari kamarnya, segala sesuatunya tertata rapi disana yang sangat membuatnya tercengang adalah sebuah lukisan dirinya terpampang sangat besar didinding kamar tersebut dengan bingkai emas dengan mengenakan seragam polisinya, bagaimana seseorang bisa membuat lukisan dirinya & meletakan dikamarnya seperti itu, saat itu ia sangat kebingungan mengapa dia dibawa ketempat tersebut ia berdiri & mencari ponselnya miliknya untuk menghubungi Bripka Abimana tetapi ia tak menemukannya, jam didinding telah menunjukan pukul 7pagi seharusnya ia sudah berada dirumahnya kemarin sore & pagi ini seharusnya ia sudah berada dikantornya, ia duduk ditepi ranjang kamar itu & tidak lama seorang wanita paruh baya datang membawakan makanan serta pakaian ganti untuknya.


" non silahkan ganti baju, ini sarapan paginya saya letakkan disini, semalam non tidur pulas sekali gak sempet makan pasti sekarang lapar " (kata wanita paruh baya itu)


" maaf ibu siapa ya?, kenapa saya ada disini? " (kata Safitri)


" saya Asih non, saya hanya pembantu disini, saya permisi dulu " (kata wanita tersebut)


" bu tunggu.... " (kata Safitri)


Wanita tersebut pergi & menutup pintu tersebut Safitri berlari kearah pintu mencoba untuk membuka tetapi pintu tersebut telah dikunci kembali.


" ya tuhan, apa aku diculik, atau ini cuma prank teman-temanku " (kata Safitri lirih)


Dia mulai menggedor-gedor pintu tersebut meminta tolong kepada seseorang untuk membukakan pintu, karena tidak kunjung ada jawaban ia lalu menjauh dari arah pintu, ia duduk ditepi ranjang kembali sambil berfikir siapa orang yang nekat menculiknya seperti ini, jam telah menunjukan pukul 10.00pagi ia memutuskan untuk membersikan dirinya dikamar mandi & mengganti seragamnya denga pakaian yang telah disiapkan tadi setelah selesai mandi ia membaringkan dirinya diranjang lagi, perutnya sudah merasakan lapar & tenggorokannya juga sudah sangat haus tapi ia tak berani menyentuh sarapan pagi serta minuman yang dibawa oleh pembantu tadi, ia memutuskan untuk memejamkan mata & menutup dirinya dengan selimut karena baju yang ia pakai sangat minim, tak lama ia kembali terlelap tidur hingga beberapa jam ia terbangun saat merasakan wajahnya dicium lembut seseorang bahkan orang tersebut telah membaringkan tubuhnya disampingnya & memeluknya, ia berusaha menggerkan badannya & membuka matanya saat ia tersadar pria yang memeluk & berbaring disebelahnya ada Levin, ia mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Levin tetapi cengkraman Levin lebih kuat dari yang ia bayangkan.


" mas tolong lepas mas " (kata Safitri panik)


" sayang kamu memang cantik banget, tolong tenang sedikit, jangan buat aku marah, aku capek baru pulang dari kantor " (kata Levin sambil menciumi pipi Safitri)


Safitri benar-benar sangat ketakutan, bagaimana bisa Levin sampai berfikiran menculiknya seperti saat ini, mungkin saja Levin nekat melakukan ini lantaran Levin sakit hati karena Safitri menolak cintanya.


" sayang aku cuma mau kamu "v(kata Levin sambil menciumi leher Safitri)


" mas jangan mas, tolong lepasin gue " (kata Safitri)


" aku sudah jauh-jauh bawa kamu kesini mana bisa aku lepasin kamu gitu aja, kecuali kamu bersedia terima cintaku " (kata Levin)

__ADS_1


" mas Safitri gak cinta sama mas, gimana Safitri mau terima cintanya mas, lagian maskan tau Safitri satu bulan lagi bakal nikah " (kata Safitri)


" kamu batalkan aja pernikahanmu sama cwo posesif itu, terus nikah sama aku " (kata Levin)


" gak mas, Safitri cuman cinta sama bang a...." (kata Safitri terputus)


" diam, omong kosong, mungkin kamu lebih senang kalau aku paksa ya " (kata Levin memutuskan kata-kata Safitri)


Saat itu Levin berpindah posisi naik keatas tubuhnya lalu melepas paksa pakaian yang ia kenangan sekuat tenaga Safitri melawan karena perlawanannya baju yang ia kenakan ditarik oleh Levin sampai robek memperlihatkan bra & celana dalam yang ia kenakan, ia berteriak & menangis memohon kepada Levin untuk tidak melakukan apapun serta melepaskannya.


" mas Safitri mohon jangan " (katanya bergetar)


" sayang tenang, gak sakit kok, jangan nangis gitu dong nanti kamu juga pasti bakal menikmati " (kata Levin tersenyum)


" jangan....aaaaaa.....tolong,.....jangan mas " (kata Safitri)


Safitri berusaha melepaskan dirinya dari Levin, ia menendang Levin membuat Levin terjatuh dari tubuhnya, tak ingin menyia-nyiakan waktu ia kemudian lari masuk kedalam kamar mandi lalu mengunci pintu kamar mandi tersebut, ia menangis sejadi-jadinya sambil berjongkok dibawah karena merasa sangat ketakutan.


" bang tolong aku bang " (kata Safitri sambil menangis berharap tunangannya akan menolongnya)


" buka Fit, kamu jangan bikin aku marah ya " (kata Levin)


Ia semakin menangis sejadi-jadinya, karena gedoran pintu yang dilakukan Levin, Levin mengumpat semakin kesal sambil berusaha mendobrak pintu kamar mandi tersebut.


" ya allah tolong selamatkan aku " (kata Safitri)


" ayah, Safitri takut " (kata Safitri menangis mengingat ayahnya)


Lama-kelamaan tak terdengar suara Levin menggedor pintu lagi, entah kemana perginya Levin saat ini, mungkin saja ia masih didalam kamar itu mencari sedang mencari cara untuk membuka pintu, tetapi tidak lama pintu kamar mandi tersebut berhasil didobrak & terbuka, ia sangat kaget & ketakutan, bahkan ia hanya bisa menangis sejadi-jadinya menunduk dalam lipatan tangannya & berjongkok, tiba-tiba terdengar suara seorang pria berkata pada orang lain suara yang tidak asing.


" kalian jauh,...biar gue yang masuk " (kata Abimana)

__ADS_1


" siap komandan " (kata para polisi)


Safitri mengangkat kepalanya & berdiri memeluk pria yang masuk kedalam kamar mandi tersebut, kekasihnya telah datang untuk menyelamatkannya.


" sayang,...aku takut " (kata Safitri sambil menangis)


" tenang sayang, abang sudah disini " (kata Abimana)


" tunggu biar abang lepaskan baju abang dulu " (kaga Abimana)


Bripka Abimana melepaskan pakaiannya untuk menutup tubuhnya, saat itu ia mengingat tunangannya mengenakan baju hem berlengan pendek yang cukup besar, Bripka Abimana mengancingkan satu persatu kancing baju tersebut saat dipakai oleh Safitri.


" sayang ayo kita keluar " (kata Abimana)


Ia hanya menurut kepada Abimana & keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kemeja Bripka Abimana sedang Bripka Abimana yang bajunya telah berpindah ditubuh kekasihnya saat ini hanya mengenakan kaos dalam saja, ia berjalan sambil digandeng oleh Bripka Abimana, beberapa mata melihat kearahnya karena pakaian yang ia kenakan lumayan mengekspos paha mulusnya membuat Bripka Abimana berdehem & memberi kode kepada siapa saja agar tidak menatapnya dengan mata mesum, saat berada dilantai bawah ia melihat Biru tersenyum kearahnya, Bripka Abimana bersalaman dengan Biru & mengucapkan terimakasi setelah itu berlalu kedalam mobil, saat dalam perjalanan Abimana menjelaskan kepadanya jika ia menyelamatkannya atas bantuan Biru karena curiga dengan Levin tetapi Bripka Abimana menjelaskan bahwa dirinya & team tak berhasil menangkap Levin karena ia berhasil kabur.


******flashback of*****


Masih didalam kafe bersama teman-temannya menikmati istirahat siang.


" lo kenal Fit sama mereka? " (kata Putra)


" Put lo gak usah tanya, Safitri itu bahkan kenal semua manusia se kota xxx ini " (kata Agung)


" lebay lo Gung " (kata Widia)


" emang " (kata Safitri)


" lah tuh tadi lo senyum sambil manggut gitu sama noh orang, jangan bilang lo naksir " (kata Agung)


" ngaco " (kata Putra)

__ADS_1


" oh itu bukannya yang bantu bang Abimana kan Fit? " (kata Widia)


" hmmm,...kalo gak ada dia gak tau deh nasib gue, dia yang kasih tau bang Abi kalo gue disekap Levin " (kata Safitri tersenyum kembali)


__ADS_2