
#Humaira Shakila Najma
" kak Gibran sibuk gak? " (kata Humaira)
Setelah mendapatkan perintah dari Zayn ia langsung menemui Gibran yang telah duduk bersantai di teras rumah bersama Faiz.
" kenapa emang? " (kata Faiz)
" kak Zayn nyuruh gue beli baju buat dia sama kak Rindu " (kata Humaira)
" emang Zayn gak bawa baju apa?, ah gila jangan-jangan emang sengaja gak bawa baju ganti " (kata Faiz tersenyum)
" fiktor aja otak lo kak pagi-pagi " (kata Humaira pada Faiz), " gimana kak bisa gak lo temenin gue? " (kata Humaira)
" apa sih yang enggak buat lo dek, ayo lah " (kata Gibran berdiri)
" ikut lah kalo gitu gue, dari pada sendiri disni gue " (kata Faiz)
" lah ko sendiri sih bang, ada bang Ikiy kan di dalem " (kata Gibran)
" males lah tar yang ada gue di nasehatin lagi disuruh nikah " (kata Faiz)
" hahahaha, makanya buruan nikah lo kak " (kata Humaira)
" halah apa lagi lo dek ikut-ikut nyuruhin gue nikah, nah calonnya aja belum jelas gue yang mana " (kata Faiz)
Humaira menggelengkan kepalanya, terkadang kakak sepupunya tersebut kerap bergonta ganti pasangan tetapi sudah satu bulan lebih selama berada di laut Faiz tak dekat dengan wanita mana pun, entah karena ia sedang patah hati dengan Jiya atau karena memang saat ini belum dekat dengan wanita manapun.
Tak ingin banyak bicara lagi karena takut jika Zayn akan marah kepadanya, ia hanya memberi isyarat dengan menganggukan kepalanya sambil menarik tangan kedua kakak sepupunya tersebut. Humaira & Faiz beserta Gibran segera pergi meninggalkan rumahnya menuju sebuah toko baju brand terkenal.
Dalam pemilihan pakaian kakaknya tak pernah memakai pakaian dengan merek biasa, mengingat pekerjaannya sebagai pilot yang memiliki gajih yang lumayan fantastik jelas saja Zayn agak rewel tentang baju yang akan ia kenakan, pernah suatu ketika saat Humaira menemani kakaknya untuk membeli underwear saja ia dibuat melongo karena ia baru tau jika kakaknya memakai sebuah celana dalam yang harganya lumayan fantastik, dari situ Humaira tau jika kakaknya memiliki selera fashion mahal.
" kak Faiz sama kak Gibran bisa pilihin baju buat kak Zayn gak kak? " (kata Humaira membuka suara)
" seleranya bang Zayn kurang lebih sama bang Faiz dek, jadi biar bang Faiz aja kayanya yang milihin, kalo gue masih emak gue yang milihin baju, hahahaha " (kata Gibran)
" anak emak emang lo kak " (kata Humaira)
" hahahahaha " (kata Gibran tertawa)
Humaira menoleh ke arah Faiz yang berada tepat dibelakangnya yang sedang sibuk mengutak-ngutik ponsel miliknya sambil tersenyum-senyum, Humaira yakin jika kakak sepupunya saat ini telah mendapatkan gebetan baru, ia reflek menepuk jidatnya karena semudah itu Faiz membuka hatinya kembali.
" kak gimana? " (kata Humaira)
" apanya yang gimana? " (kata Faiz)
Humaira yakin jika kakak sepupunya Faiz tak mendengarkan kata-katanya perihal pakaian yang akan dibeli untuk Zayn, ia reflek menepuk jidatnya kembali.
" astaghfirulloh, pasti gak dengerin Huma ngomong ya? " (kata Humaira)
Faiz hanya menatap kearahnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya masih dengan memegang ponselnya.
" wah parah lo kak, gue nanya sama lo, lo bisa gak milihin baju baju buat kak Zayn?, selera kalian berdua kan sama, malah gak dengerin pula, sibuk lo sama gebetan baru? " (kata Humaira sewot panjang lebar)
" gebetan apa pula?, sok tau alah lo dek, orang gue lagi Wa Zayn " (kata Faiz tersenyum)
" lah Wa kak Zayn aja pake senyum-senyum sendiri gitu, emang Wa apaan? " (kata Humaira penasaran)
" mau tau aja lo, ini urusan orang dewasa, lo masih kecil gak perlu tau, belum cukup umur " (kata Faiz)
" hahahahaha " (kata Gibran tertawa)
" ya elah gue bukan anak kecil kali kak, bentar lagi gue juga 17 tahun " (kata Humaira)
" tetep aja lo masih terlalu dini buat tau urusan orang dewasa " (kata Gibran)
" emang lo tau kak apa isi pesan kak Faiz? " (kata Humaira)
" ya jelas lah gue tau, gue kan udah dewasa hahahah " (kata Gibran)
" ah gil* sih, gitu aja pake rahasiaan segala, awas ya kalian " (kata Humaira cemberut)
__ADS_1
Humaira kesal dengan dua kakak sepupunya yang menertawakannya, sudah biasa sebagai saudara perempuan satu-satunya & yang paling termuda Humaira dijadikan bahan jail dari kakak-kakaknya seperti saat ini. Humaira memalingkan wajahnya kearah luar jendela sambil melihat beberapa toko pakaian yang berjajaran dijalan.
" kak toko itu aja kali ya " (kata Humaira menunjuk kearah sebuah toko)
" jangan dek, yang didepan sana aja, kualitasnya lebih bagus " (kata Faiz)
Humaira hanya memanggut-manggutkan kepalanya, ia hanya ikut pendapat Faiz saat ini tanpa mengajak berdebat, saat sedang fokus memperhatikan jalanan tiba-tiba ponselnya berbunyi, diambilnya ponselnya yang telah berada didalam tasnya, panggilan dari Bumi, Humaira terdiam sejenak berpikir ada apa Bumi tiba-tiba menghubunginya sepagi ini.
📞 panggilan masuk Bumi.S.....
Humaira masih terus terdiam tanpa mengangkat panggilan dari Bumi sampai panggilan tersebut pun mati, beberapa bulan yang lalu saat meraka masih akrab menjadi sepasang sahabat Bumi memang biasa menghubungi dirinya seperti ini tetapi semenjak Bumi agak menjauh hal seperti ini sudah lama tak dilakukan lagi sehingga membuat Humaira agak aneh, terlebih Bumi baru saja menyatakan perasaannya pada Humaira.
" tuh Hp cuman mau diliatin aja apa, bunyi gak diangkat " (kata Gibran)
" lagi marahan lo sama Desta dek?, ampe nelpon gitu gak lo angkat " (kata Faiz)
" Bukan kak " (kata Humaira)
" siapa sih? " (kata Gibran)
Humaira menunjukan layar ponselnya kepada Gibran & Faiz agar kedua kakak sepupunya melihat siapa yang sedang menghubungi dirinya, tiba-tiba ponselnya kembali berbunyi, Bumi lagi-lagi menghubungi dirinya saat layar ponselnya diperlihatkan ke Faiz.
📞 panggilan masuk Bumi.S......
" tuh nelpon lagi dia dek, angkat aja sih " (kata Faiz)
" iya angkat aja dek, biasa aja lagi " (kata Gibran)
Humaira menatap layar ponselnya kembali lalu melihat kearah Faiz & Gibran yang menyuruhnya untuk mengangkat panggilan dari Bumi, ia segera mengangkat panggilan dari Bumi.
📞 panggilan masuk Bumi.S......
" hallo assalamuallaikum, kenapa Bum? " (kata Humaira)
" wallaikumsalam, lo lagi ngapain? " (kata Bumi)
" lagi dijalan nih, kenapa? " (kata Humaira)
" oh pantesan gak diangkat telpon gue, lagi jalan ya sama Desta? " (kata Bumi)
" enggak tiba-tiba gue inget aja sama lo, gue gak ganggu kan? " (kata Bumi)
Bumi menoleh kearah Gibran yang sudah tersenyum sambil menggelengkan kepalanya seolah mendengar kata-kata Bumi.
" enggak sih " (kata Humaira)
" lo kapan balik mak? " (kata Bumi)
" Besok Bum, lo kapan? " (kata Humaira)
" gue nanti sore balik, hem kalo gitu udah dulu ya, denger suara lo kayanya udah bikin kangen gue ilang " (kata Bumi)
Mendengar kata-kata Bumi ia hanya terdiam, ia kembali menoleh kearah Gibran, kakak sepupunya tersebut melihat kearahnya juga, ia bingung harus berkata apa lagi.
" ok kalo gitu gue tutup ya mak, lo hati-hati ya " (kata Bumi lagi)
" iya " (kata Humaira singkat)
Telepon tersebut segera ia matikan, Humaira menjadi diam karena tiba-tiba perhatian Bumi terasa aneh baginya.
# Bumi Samudera
Setelah mendengar suara Humaira dirinya cukup bahagia, hatinya berbunga-bunga mendengar suara gadis yang ia cinta, meskipun tak bisa memilikinya Bumi cukup senang masih bisa berhubungan baik kembali dengan Humaira. Ia tak akan pernah berharap lebih atas rasa cinta yang ia rasa kepada Humaira, masih bisa mengobrol secara normal saja sudah membuat dirinya lega.
Bumi menatap kearah luar kaca jendelanya, banyak hal yang harus ia capai dalam hidupnya bukan hanya meratapi cintanya yang tak terbalaskan kepada Humaira, ia harus terus menjalani kehidupannya demi meraih cita-citanya, di dunia ini yang harus di jalani setiap manusia bukan cuma masalah cinta saja tetapi masih banyak hal lainnya termaksud mempunyai kehidupan yang layak untuk masa depannya.
Kata orang patah hati adalah hal yang biasa dirasakan setiap manusia, siapapun pernah merasakannya, karena perasaan cinta setiap insan manusia tak harus terbalaskan, ada saja permasalahan yang membuat setiap insan tak harus bersama, setiap insan harus menerima kodrat cintanya yang indah ataupun sedih, bukan hanya di sinetron di kehidupan nyata peliknya percintaan memang nyata adanya.
" gue berharap lo bakal bahagia terus sama Desta ya mak, gue yakin Desta bisa jaga baik-baik lo, karna gue yakin Desta yang terbaik buat lo " (kata Bumi sendiri)
Ia berjalan menjauh dari jendela kamarnya & duduk di atas tempat tidurnya kembali sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Bumi berharap secepatnya ia juga akan menemukan tambatan hati seperti Humaira
__ADS_1
# Abdul Zayn Mikail
Zayn tersenyum karena kali ini Humaira cukup sigap dengan perintahnya, baju yang ia pesan kepada Humaira kini telah sampai di hotel tempat ia menginap dengan baik, sesuai dengan seleranya meskipun agak formal kali ini baju yang di kirim adiknya tetap dengan gaya & seleranya, hanya saja pakaian yang di pilihkan Humaira untuk Rindu kurang srek baginya, tetapi mau tak mau pakaian tersebut harus tetap dipakai mengingat mereka berdua sudah sangat terlambat, setelah siap dengan pakaiannya mereka berdua segara turun menuju lantai dasar. Zayn & Rindu akan pergi kerumah orang tua mereka terlebih dahulu untuk berpamitan sebelum terbang ke kota C, mobil yang ia kendarai telah melesat menjauh dari hotel tempat ia & istrinya menginap semalam.
" kita kerumah mama dulu ya baru kerumah mami " (kata Zayn)
Rumah mertuanya lebih dekat dari hotel dari pada rumah orangtuanya sehingga Zayn memutuskan untuk berpamitan kepada mertuanya dahulu, tak menunggu lama mobil miliknya telah berada didepan pekarangan rumah mertuanya, mereka berdua segera turun menuju rumah.
" eh pengantin baru " (kata Risya sambil memeluk Rindu)
" ma, pa " (kata Zayn menyalami kedua mertuanya)
" ayo duduk disini dulu Zayn " (kata Aidan)
Mereka segera mengikuti orang tua Rindu menuju sofa ruang tamu, Zayn lalu duduk disebelah Rindu, sedang kedua orang tua Rindu duduk dihadapan mereka berdua sambil tersenyum.
" kok jam segini udah pada kesini sih? " (kata Risya lagi)
" kita mau liat rumah kita ma di kota C, jadi mau pamit dulu " (kata Zayn)
" loh emang gak capek?, kan semalem habis kerja keras " (kata Risya sambil tersenyum)
" is apaan sih ma " (kata Rindu)
Zayn hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya, mertuanya saat ini berfikir jika semalam ia & Rindu telah melakukan hubungan suami istri yang semestinya, Zayn malu sehingga hanya bisa berekspresi malu-malu seperti saat ini.
" jangan malu-malu sayang, kan mama sama papa juga pernah diposisi kalian " (kata Risya)
" ah mama apaan sih, Rindu sama kak Zayn belum kali ma " (kata Rindu)
" hah kok belum sih nak, gimana papa sama mama mau dapat cucu cepat kalo kamu sam Zayn belum berhubungan " (kata Aidan)
" astghfirulloh, mama sama papa gak bahas kaya gitu, Rindu belum siap ah " (kata Rindu)
" ya allah nak, kamu gak boleh begitu dong kasian Zayn sayang, lagian sudah sepatutnya kamu melayani suami kamu sayang " (kata Risya menjelaskan), " maafin Rindu ya Zayn " (kata Risya kepada Zayn)
" iya ma gak papa kok, lagian Zayn ngerti aja kok, Zayn gak mau maksa-maksa apa lagi Rindu memang belum siap " (kata Zayn)
" kak kamu gak boleh lagi ya nolak-nolak ajakan suami kamu buat beribadah, tar berkat malaikat jauh loh dari kamu, kamu mau jadi durhaka sama suami " (kata Risya)
" ya enggak lah ma, siapa lagi yang mau durhaka sama suami " (kata Rindu)
Zayn & ayah mertuanya hanya tersenyum mendengarkan pembicaraan istrinya dengan ibunya, sebenarnya membahas soal ranjangnya malam tadi ia cukup malu terlebih lagi ia harus tak tidur semalaman karena terjaga menahan nafsunya sendiri.
" yah kalo gitu percuma dong mama sama mami kalian siapin lingerie seksi buat kamu sayang " (kata Risya)
" mama, jadi itu ide mama sama mami, itu bukan baju ma, nutup badan aku aja enggak, mama tau gak gimana tersiksanya Rindu semalam pake itu, bener-bener deh " (kata Rindu)
Sebenarnya Zayn lah yang lebih tersiksa semalam karena lingerie yang digunakan Rindu, baju tersebut memperlihatkan setiap lekuk tubuh istrinya yang tak bisa sama sekali ia jamah.
" tersiksa gimana sih, itu emang baju tidur sayang " (kata Risya)
" itu bukan baju tidur ma, mama gak gau tuh gara-gara kerjaan mama sama mami tadi pagi pas sholat Rindu jadi pake baju kaos kak Zayn " (kata Rindu)
" lagian ngpain kamu pake baju Zayn sayang " (kata Risya)
" malu lah ma " (kata Rindu)
" malu kenapa, kalian kan udah sah " (kata Risya)
Rindu pun menoleh kearahnya lalu menundukkan kepalanya, wajah Rindu sudah merah bak udang rebus, Zayn tersenyum melihat ekspresi istrinya saat ini.
" kamu sekarang ajak Zayn liat kamar kamu dulu aja sana sayang " (kata Risya)
Zayn & Rindu berdiri menuju kamar, kamar istrinya berada di lantai atas, kemarin setelah akad nikah Zayn sempat masuk kedalam kamar Rindu untuk berganti pakaian tetapi tak sempat melihat-lihat kamar tersebut, setelah berada dikamar Rindu Zayn berdiri melihat sekeliling kamar istrinya, ia berjalan mendekat kearah istrinya sambil memegang kedua tangannya & tersenyum, ia menatap tajam kearah istrinya, Zayn sangat ingin sekali mengatakan bahwa ia mencintai Rindu tetapi ia berfikir jika belum saatnya untuk mengatakan hal tersebut.
Zayn
__ADS_1
Zayn & Rindu