
#Bripka Abimana Prasetiya
Dilihatnya dari arah dalam istrinya membawa nampan yang berisikan teh beserta kopi untuknya & kakak-kakaknya, matanya membelalak & tersenyum ketika menyadari dileher Safitri berjajar bagai pulau-pulau bekas keganasannya semalam, ia tau pasti istrinya tak menyadari itu jika istrinya menyadari dengan kondisi lehernya saat ini ia pasti akan berusaha menutupinya karena ia sangat hapal sekali dengan sifat istrinya yang sangat pemalu, ia hanya bisa tersenyum malu karena membuat leher istrinya seperti itu, ia menggaruk-garuk tengkuk lehernya yang tidak terasa gatal, setelah menaruh minuman diatas meja istrinya berlalu menuju arah dapur kembali, mas Har & mas Min saling tatap lalu tertawa bersama.
" kamu kenapa Bi? " (kata mas Min)
"eh anu mas,... banyak nyamuk gatel banget " (kata Abimana mencari alasan sambil menggaruk-garuk tengkuknya)
" hahaha,...hem...santai aja Bi,...kita dulu juga pernah ngerasain malam pertama juga kaya kamu,...yakan mas " (kata mas Har)
" hahaha,..tapi kita gak separah kamu Bi,...itu leher genduknya mas sampe kaya atlas,...berjajar kepulauan dunia " (kata mas Min)
" hahahah,...itu terlalu semangat mas " (kata Abimana)
" yang punya leher belum sadar pasti, anak itu kan pemalunya luar biasa,...hahaha " (kata mas Har)
Bripka Abimana kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum.
#*Safitri
Sarapan pagi telah siap telah tertata dimeja makan, Rani telah memanggil mas Har & mas Min beserta Abimana untuk sarapan, mereka semua telah duduk rapi didepan meja makan & menikmati hidangan yang sudah berada diatas meja, Safitri duduk disebelah suaminya, setelah sarapan selesai Safitri & Rani segera membereskan piring serta gelas kotor lalu mencucinya, sedang ibu & kakak iparnya telah berada diruang tengah menonton berita sambil bermain dengan dua balita lucu anak mas har serta anak mas min.
" mba,...bang Abi serem banget ya semalem? " (kata Rani)
Mendengar kata-kata rani ia lantas mendelikan matanya lalu menyipratkan Rani dengan air.
" lo Ran ya, mulai ketularan Bara " (kata Safitri)
" hahahah...iya anu mba gue serius, tuh leher mba merah semua loh sampe gak tersisa " (kata Rani)
Karena terkejut ia langsung memegang lehernya, berfikir apa benar yang dikatakan Rani.
" lo serius Ran? " (kata Safitri)
" emang lo tadi gak ngaca mba, gue mah serius, ganas juga ya bang Abi " (kata Rani)
" Rani,....ngomong lagi gue mandiin lo disini " (kata Safitri)
" hahahahhahaha " (kata Rani)
" ya udah tolong lo selesaiin sendiri ya Ran, gue kekamar dulu " (kata Safitri)
__ADS_1
" ok mba,...gue mah pengertian namanya juga penganten baru mau ronde kesekian kan " (kata Rani)
Ia hanya memelototi Rani lalu berlari kearah kamarnya, ia segera berdiri menghadap kacau, betapa terkejutnya ia lehernya banyak tanda stempel bekas bercinta tadi malam, ia lalu menepuk jidatnya.
" aih,...gue ko gak liat sih tadi pagi, emmmm malu deh mau keluar kalo kaya gini " (kata Safitri berbicara sendiri)
" oh ya pake foundition aja, aduh aku gak punya foundition kan, soalnya aku gak pernah pake, Rani pasti punya " (kata Safitri)
Ia segera mengambil ponsel miliknya & menghubungi Rani, ia tak bisa keluar kamarnya dengan kondisinya seperti ini karena baginya ini sangat memalukan, ditekannya panggilan keluar untuk rani.
*****call name my sist Rani
"""""tut"""""tut"""""tut""""""
" ada apa mba?, masih satu rumah juga, lo kan tadi liat gue masih didapur ini " (kata Rani)
" ssssstttt,...lo Ran bukannya salam, Ran lo punya foundition gak? " (kata Safitri)
" punya mba dikamar, ambil aja kalo mau pake, eh lo gak pernah pake foundition kan mba?, kok tumben " (kata Rani)
" bawel lo ya Ran ketularan Bara, Rani kalo lo udah selesai bawa ke kamar gue ya foundition lo " (kata safitri)
" hahahhaha, baik nyonya Abimana, ijah selesaikan cucian piring dulu ya " (kata Rani bercanda)
" sayang tega banget sih " (kata Safitri)
" kenapa sayang? " (kata Abimana)
" ini leher aku " (kata Safitri)
Ia hanya memonyongkan bibirnya karena suaminya hanya tersenyum karena aduannya.
" jangan merajuk sayang, kita tadi malam sama-sama menikmatikan jadi bang Abi terlalu semangat sampe bikin pulau sama benua sebanyak itu " (kata Abimana)
" oh jadi ini leher aku abang bikin kaya peta dunia gitu " (kata Safitri manyun)
" hahahahh,...sayang jangan ngambek ah, nanti kita jalan yo gak usah ngambek " (kata Abimana masih memeluk istrinya)
" aku gak mau keluar kalo kaya gini bang, malu tau " (kata Safitri)
" ya udah kita dikamar aja kuda-kudaan lagi " (kata Abimana)
__ADS_1
" Is sayang ah, emang tadi malam kurang puas pagi buta mau ngajak kuda-kudaan " (kata safitri), " ini aja sakitnya belum ilang " (kata Safitri)
"puas tapi pengen lagi " (kata abimana menarik bra & celana dalam istrinya)
Ia hanya menurut perintah suaminya menanggalkan bra serta celana dalamnya, ia mengenakan baju terusan seatas lutut tanpa mengenakan dalaman, saat ia dicumbu oleh suaminya tiba-tiba suara ketukan terdengar.
"""""tok...tok...tok""""""
Safitri lalu turun dari ranjang menuju arah pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintunya, belum sampai didepan pintu suara dibalik pintu terdengar.
" mba....ini yang lo minta " (kata Rani)
Safitri lalu membuka pintu kamarnya untuk menemui Rani yang telah berada didepan pintu kamarnya.
" hemmm,...tumben lo sopan Ran gak langsung masuk " (kata Safitri)
" eh gue tau diri kali mba, pas gue masuk liat lo wik...wik mati gue, nih mba, sana cepet-cepet masuk buruan lo kejar target gaspul bikinin gue keponakan yang cantik kaya lo atau ganteng kaya oppa minhoo " (kata Rani)
Safitri tertawa & menoyor kepala adik sepupunya ini, ia kemudian kembali masuk & menutup pintunya lalu menghampiri suaminya.
" bang ayo kita jalan gih, tadi katanya mau ajak aku jalan-jalan " (kata Safitri)
" de tadi katanya mau dikamar aja, abang udah tegang nih sayang " (kata Abimana)
" bang nanti malam aja ya, aku males ah mandi lagi " (kata Safitri)
" mana boleh nolak de, nanti berdosa lo, ayo ya janji deh 20 menit aja, nanti habis itu kita jalan " (kata Abimana)
" gak ah, lima menit aja gimana " (kata Safitri)
" singkat banget sayang, kurang puas ah, belum juga pemanasan sayang, pemanasannya lima menit " (kata Abimana)
" au...ah,....mesum banget " (kata safitri sambil pergi)
Safitri meninggalkan suaminya diatas ranjang & segera duduk didepan cermin untuk mengolesi bekas pulau-pulwu dengab foundition, tapi tiba-tiba suaminya datang menghampirinya & menggendongya keatas ranjang, lalu mencubunya lagi, ia hanya pasrah dengan perlakuan suaminya kini, serangan demi serangan dilakukan suaminya ia menikmati semuanya membuatnya klimaks berkali-kali setelah dua puluh menit akhirnya suaminya juga mencapai klimaks & terbaring lunglai disebelahnya dengan penuh peluh keringat, Safitri menghadap arah suaminya lalu memeluk suaminya, diciumnya keningnya oleh suaminya lalu suaminya tersenyum manis.
" dua puluh menit kan, heheheh,...yu mandi kita jalan, apa mau abang gendong kekamar mandi? " (kata Abimana)
" gak ah,...abang duluan aja mandi ya " (kata Safitri)
" ade aja duluan,...bisa gak berdiri?, sini abang gendong " (kata Abimana)
__ADS_1
Safitri masuk kedalam kamar mandi dengan digendong oleh suaminya, suaminya sangat kuat bahkan tidak merasakan berat ketika menggendong dirinya, ia segere mandi membersihkan dirinya.