Polwan Cantik

Polwan Cantik
#134


__ADS_3

*braaaaakkkkkk........


Safitri merintih menahan perih di kaki & tangannya matanya mebelalak mencari keberadaan Rani yang sedari tadi ia bonceng dilihatnya Rani duduk menahan rasa sakitnya juga, beberapa menit yang lalu motor yang ia kendarai dihantam dari arah belakang oleh kendaraan bermotor lainnya, sepintas pikirannya melayang saat itu pandangannya gelap yang ia ingat hanyalah ayahnya apakah ia akan pergi menyusul ayahnya yang telah meninggalkannya & ibunya, tetapi saat dibuka matanya & tersadar ternyata ia masih selamat dari maut sementara pengendara bermotor yang telah menabrak motor yang ia kendarai telah kabur tetapi sebelum pengendara itu kabur Safitri masih sempat mengingat plat motor tersebut. Saat ini jalanan sangat sepi tidak ada satupun kendaraan yang lewat, Safitri berjalan sambil berpincang-pincang menghampiri Rani.


" lo gak papa Ran?, apa lo yang sakit? " (kata Safitri)


" gak papa gue mba, cuman lecet nih, sama badan gue sakit banget " (kata Rani)


" ayo kita duduk dipinggir trotoar dulu, lo bisa jalan sendiri kan Ran?, ayo sini gue bantu berdiri " (kata Safitri)


" bisa mba, nhi motor gimana mba, gak diberdiriin dulu? " (kata Rani)


" gak usah Ran, biarin disitu dulu, kita tenangin diri dulu " (kata Safitri)


Ia & Rani telah duduk dipinggir trotoar memerikasa luka masing-masing, sementara motornya masih tergletak dipinggir jalan, ia tak bisa menghubungi siapapun untuk meminta pertolongan karena ponsel miliknya rusak terpental tidak jauh dari motornya.


" hp lo rusak mba?, jadi kita gimana nih mba? " (kata Rani)


" rusak Ran, ni liat lcd nya rusak layarnya hancur, hp lo mana?, mana ini jalanan sepi " (kata Safitri)


" hp gue ketinggalan mba " (kata Rani)


Tiba-tiba ada mobil berhenti kearah mereka, dilihatnya dua pria turun dari mobil tersebut, Safitri sangat was-was bagaimana jika dua pria tersebut adalah pria jahat dia tidak akan bisa melawan dengan keadaannya yang seperti ini bahkan berteriak meminta tolong juga tidak ada gunanya karena jalanan saat ini sangat sepi.


" adeknya kenapa?, habis jatuh kah? " (kata salah satu pria tersebut)


Sedangkan salah satu pria tersebut memarkirkan motor milik Safitri kearahnya lalu berdiri disbelah salah pria yang bertanya tadi.


" ia habis jatuh kita mas " (kata Rani)


" kok bisa jatuh?, gimana ceritanya? " (kata pria tadi)


" ditabrak kita mas dari belakang " (kata Rani)


" yang nabrak mana dek?, adeknya yang satu ini gak papakan, kok diem aja? " (kata pria lainnya)


" eh,..anu mas gak papa kok, yang nabrak kita tadi kabur mas, tapi gue masih inget platnya " (kata Safitri)


" rumahnya dimana dek?, ayo kita antar " (kata pria tersebut)


" distrat 15 mas, gang depan masjid " (kata Rani)


" gimana Vin lo bawa motor mereka, mereka biar naik mobil " (kata pria lain), " oh iya sebelumnya kenalin nama gue Biru nama dia Levin " (kata pria tersebut)


" Safitri " (kata Safitri)


" Rani " (kata Rani)


" Levin " (kata Levin)

__ADS_1


" mas anu mas bisa pinjam hpnya, hp saya rusak ini " (kata Safitri)


" ooh boleh ini pake aja " (kata pria tersebut yang tidak lain adalah Biru)


Safyitri menghubungi kekasihnya dengan henpon milik Biru, lalu ditekanlah nomer panggilan suara.


*****+6215****9


""""""tut"""""tut"""""


" hallo assalalmuallaikum, siapa ya? " (kata Abimana)


" wa'allaikumsalam bang, ini aku bang " (kata Safitri)


" sayang, ini ade kan?, ini nomer siapa sayang? " (kata Abimana)


" bang aku sama Rani kecelakaan, hp aku rusak ini nomer orang yang bantu kita berdua " (kata Safitri)


" apa,...ade kecelakaan sayang, terus ade gimana keadaannya?, ade dimana de abang kesana sekarang? " (kata Abimana)


" ini mau diantar pulang bang, abang langsung aja ke rumah " (kata Safitri)


" oke abang kesana " (kata Abimana)


Safitri telah menutup panggilan telponnya, ia lega telah menghubungi kekasihnya, setelah itu ia mengembalikan ponsel milik Biru.


" ok, ..ayo sekarang gue antar " (kata Biru)


Safitri & Rani segera naik kedalam mobil salah satu pria tersebut yang tidak lain bernama Biru, sedangkan temannya yang bernama Levin akan mengendarai motor milik Safitri.


" adeknya berdua sekolah dimana? " (kata Biru)


" kita udah lulus sekolah mas, emang kelitan masih kaya anak sekolah ya, apa mungkin karena gue bogel " (kata Rani)


" eh ngga gitu, kirain masih sekolah, baru lulus ya? " (kata Biru)


" kalo si Rani emang baru lulus mas, kalo saya sudah dua tahunan lulus " (kata Safitri)


" haaah serius lo udah dua tahun, tapi keliatan kaya masih sekolah ya, kuliah dimana adeknya? " (kata Biru)


" emm,...mba Fitri ini polwan masnya, gue sepupunya kerja ditoko ibunya mba Fitri " (kata Rani)


Ia membayangkan betapa sangat cemasnya ibu jika melihat & mengetahui kabar jika ia & Rani mengalami kecelakaan.


#*Bripka ab Abimana Prasetiya


Dirinya sangat panik begitu mengetahui calon istrinya mengalami kecelaan, ia segera mengambil kunci mobilnya.


" bang lo mau kemana? " (kata Bara)

__ADS_1


" Safitri kecelakaan de " (kata Abimana)


" what....jadi lo mau kesana?, gue ikut bang gue mau liat keadaan calon kakak ipar gue " (kata Bara)


" oke emang lo harusnya ikut " (kata Abimana)


Bripka Abimana mengajak Bara pergi kerumah Safitri, mobil yang dikendarainya melaju dengan pesat, raut wajah khawatir sangat terpampang jelas diwajahnya sedangkan Bara sedari tadi hanya menenangkan abangnya, sebagai calon dokter adiknya memang sangat tenang jika terjadi sesuatu berbeda dengan dirinya aoalagi menyangkut soal safitri.


#*Safitri


Setelah beberapa saat mereka telah sampai dirumahnya, terlihat wajah ibu sangat khawatir saat melihat motor miliknya dibawa seseorang & dirinya malah diantar menggunakan mobil, wajah ibunya semakin terlihat kuatir saat melihatnya & Rani yang berjalan terpincang-pincang saat turun dari mobil berjalan menuju teras rumah.


" kamu kenapa nduk, ya allah kenapa lecet-lecet " (kata ibu), " kenapa kalian Ran? " (lanjutnya lagi)


Safitri tidak ingin melihat ibunya khawatir ia tau ibu trauma dengan kecelakaan, dengan kejadian ini kebebasannya untuk mengendarai motor akan pupus sudah.


" bu tenang bu, kita persilahkan dulu tamu kita duduk ya, Safitri sama Rani baik-baik aja kok " (kata Safitri), " ayo mas silahkn duduk dulu " (kata Safitri)


" iya Fit " (kata Biru)


" bude ini mas-mas berdua yang bantuin kita bude " (kata Rani)


" oh iya mas maaf ya ibu panik soalnya, makasih sudah nolong anak sama keponakan saya " (kata ibu)


" iya bu sama-sama, kebetulan aja kita lewat " (kata Levin)


" iya bu,...ya udah bu kita pamit dulu ya, besok aja main kesini lagi kalo boleh, sapa tau polwan cantiknya butuh kesaksian, hehehehe " (kata Biru)


" iya mas boleh aja, kebetulan emang butuh kesaksian masnya yang udah nolongin, sekali oh ya mas lagi makasih ya mas " (kata Safitri)


Setelah berpamitan kepadanya setelah itu Levin & Biru akhirnya pergi, tidak lamapun mobil yang dikendarai kekasihnya tiba dipekarangan rumah, terlihat kekasihnya setengah berlari setelah keluar dari mobil sedangkan bara hanya berjalan santai.


" sayang,...ade gak kenapa-napa?, ayo kita kerumah sakit " (kata Abimana)


" sayang aku gakpapa cuman lecet dikit doang nih " (kata Safitri)


" lo kenapa shi Fit bisa kecelakaan?, mau jadi Rossi lo laju-laju dijalan " (kata Bara)


" gue ditabrak tau, lo periksa sepupu gue tuh, gue khawatir sama dia " (kata Safitri)


" gue gakpapa mba, lo tuh yang parah mana mau kawin lagi begitu, aiiihhhh hancur kaki tangan mulus " (kata Rani)



ini Biru ya



ini Levin

__ADS_1


__ADS_2