Polwan Cantik

Polwan Cantik
#07 SEASON 2


__ADS_3

Saat ini ia sudah berada didalam mobil miliknya bersama dengan Rindu, sudah beberapa menit ia mengendarai mobilnya menjauh dari bandara menuju rumah IPTU Aidan untuk mengantarkan Rindu, tak seperti yang ia bayangkan ternyata kakak dari sahabat adiknya ini cukup friendly, ceria & tidak membosankan. Namanya Rindu Mentari nama yang cukup unik bukan, usianya terpaut tiga tahun lebih muda darinya, seingatnya ia terakhir bertemu saat Rindu masih duduk di bangku sekolah menengah pertama tepat dikelas tiga sedang dirinya sudah duduk di bangku sekolah menengah atas yang juga kebetulan saat itu ia juga berada dikelas tiga.


" jadi lo kuliah jurusan pariwisata? " (kata Zayn)


" iya kak " (kata Rindu)


" kenapa pariwisata?, padahal banyak Lo jurusan yang lebih bagus " (kata Zayn)


" mungkin karena aku terlalu cinta kali ya sama Indonesia, pengen mengenal lebih jauh tentang negara tempat dimana aku dilahirkan " (kata Rindu sambil tersenyum)


" maksud Lo apa?, sorry gue gak paham soalnya " (kata Zayn)


" kak Zayn pasti mikirnya kalo kuliah jurusan pariwisata itu cuman jalan-jalan ajakan? " (kata Rindu bertanya)


" tapi emang iya kan? " (kata Zayn)


" enggak kak, kuliah jurusan pariwisata itu banyak mata kuliahnya, Psikologi Jasa, Dasar-dasar Ilmu Budaya, Pengantar Ilmu Pariwisata, Kepurbakalaan Indonesia, Ekonomi Pariwisata, Sejarah Indonesia, Bahasa Korea, Bahasa Prancis, Bahasa Belanda, Hukum Pariwisata, Pengantar Hospitalitas, Globalisasi dan Dampak Terhadap Pariwisata, Sistem Informasi Pariwisata, Geografi Pariwisata Nasional, MICE, Manajemen Seni Pertunjukan, Manajemen Pengolahan Makanan & Minuman, Seni & Kebudayaan Indonesia, Geografi Pariwisata Internasional, Statistik Pariwisata, Pariwisata Berkelanjutan, Bisnis Pariwisata, jadi kita bukan jalan-jalan aja kaya yang kakak pikirin " (kata Rindu)


" buset tuh mata kuliah banyak amat, ujung-ujungnya Lo cuman jadi tour guide, kuliah yang aneh " (kata Zayn)


" Pramuwisata kak " (kata Rindu)


" sama ajakan " (kata Zayn)


" iya kak, tapi jadi Pramuwisata itu gak gampang loh kak, coba kalau dihadapkan sama turis asing mancanegara, kan gak semua orang bisa bahasa mereka, ya minimal bahasa Inggris lah " (kata Rindu)


" iya juga sih " (kata Zayn)


" maaf nih ya kak aku mau nanya bukannya mau kurang ajar atau gak sopan tapi aku penasaran, em itu bukannya kakak pilot yah?, kok itu rambut di warnain kaya gitu, emangnya gak papa kak, maaf loh kak ya bukan maksud menyinggung jangan tersinggung " (kata Rindu)


Zayn memegangi ributnya sambil tersenyum, ini kekonyolan yang ia lakukan semalam karena ide Bumi sahabat adiknya, Zayn meminta saran kepada Bumi bagaimana caranya membuat para fansnya menjadi ilfil kepadanya & Bumi menyarankan untuk mengganti warna rambutnya selama hari libur sebelum ia kembali bekerja.


" ini rambut gue ide adek Lo " (kata Zayn tersenyum)


" Bumi? " (kata Rindu singkat)


" iya adek Lo, Pumpung libur gue pikir ada benernya gue ganti warna rambut gue " (kata Zayn)


" aneh banget tau kak, kaya boyband gitu " (kata Rindu)


" hahahhaha, masa iya sih, aduh musti gue cat ulang kalo gitu " (kata Zayn)


#Humaira Shakila Najma


Ia duduk di bangku tempat ia duduk didalam kelasnya, dilipatnya tangannya di atas meja, hari-harinya masih sama dengan hari-hari sebelumnya, bak seekor lalat Kevin selalu datang untuk membuat moodnya menjadi buruk.


" sabar Huma, sabar....tinggal tiga bulan lagi, setelah itu Lo bakal lulus terus gak bakal ketemu lagi sama Kevin " (kata Humaira mengoceh sendiri)


" Lo gak lagi sakit kan? " (kata suara seorang siswa)


Ia hanya melihat malas kearah seorang siswa yang barusan bertanya, siapa lagi kalau bukan Bumi, meskipun saat ini Bumi tau apa penyebab dirinya selesu ini padahal hari masih terlalu pagi. Bumi menyentuh kening Humaira dengan raut muka serius meskipun ia tau saat itu pasti sahabatnya sedang berakting.


" gak panas kok, tapi kenapa Lo ngomong sendiri, Lo gak lagi kesambetkan? " (kata Bumi)


" apaan sih Lo Bumi Samudera, jangan bikin mood gue makin ancur deh " (kata Humaira)


" ya lagian Lo pagi-pagi gini muka udah lecek gitu, santai Napa " (kata Bumi)


" santai hidup gue kalo gak ada pengganggu, etdah tau gini nyiksa banget mending dari awal minta pindahin bokap nyokap gue deh " (kata Humaira)


" enak banget emang kalo jadi anaknya juragan Empang, apa yang di mau pasti diturutin " (kata Bumi)


" njiii***r,...aing lupa kalo aing anak juragan Empang, untung Lo ngingetin " (kata Humaira)


" hahahah, seketika bunyi jangkrik, krik...krik...krik " (kata Bumi)


" garing, hahahaha " (kata Humaira)


Seketika moodnya perlahan membaik berkat sahabatnya ini, jika tidak karena sahabatnya Bumi mungkin Humaira tidak akan pernah bertahan disekolahnya saat ini.


" nah gitu kek, pikir keri, enjoy man " (kata Bumi)


" enjoy Lo?, emang Lo enjoy ya, heran gue, bukannya Lo bilang Lo mau bubaran sama cewek Lo?, tapi kok gue gak liat Lo galau malah cengengesan di lapangan basket tadi " (kata Humaira)


" dih Lo tau Joy, gue bukan tipe cowok galau, putus mah putus aja ngapain gue galau, enjoy man, enjoy " (kata Bumi)

__ADS_1


" idih, tadi malam aja Lo kebingungan curhat kegue, sekarang Lo bilang enjoy " (kata Humaira), " sakit Lo? " (kata Humaira gantian memegang jidat Bumi)


" hahahaha sial*n, gue sehat wal'afiat ya " (kata Bumi)


" ya sapa tau semalem kepala Lo abis kejedot ditembok terus hilang ingatan " (kata Humaira)


" eh ngajak gelut Lo ya, asal Lo tau ya Heru, jangan mentang-mentang Lo abis operasi kelamin jadi perempuan terus gue bakal takut sama Lo, Lo jual gue beli " (kata Bumi bercanda)


Humaira berdiri & menoyor kepala Bumi lalu pergi kearah luar.


" gue bilang Lo jangan sebut-sebut nama lama gue oon, ayo kalo mau gelut mending kita kelapangan " (kata Humaira)


" setdah,..ampun bang gue gak berani, gue bercanda aja tadi bang, ampun bang,...hahahahaha " (kata Bumi)


" hahahahah " (kata Humaira hanya tertawa)


# Abdul Zayn Mikail


Beberapa menit lagi mobil yang ia kendarai akan sampai di rumah Iptu Aidan, dirinya masih terus fokus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil terus mengobrol dengan Rindu walaupun pandangannya masih tetap fokus ke depan, disela obrolannya tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi, ia segera mengambil ponselnya, panggilan masuk dari IPTU Aidan.


* 📞 call name Om Aidan....


" hallo assalamualaikum " (kata Zayn)


" wa'allaikumsalam, Zayn " (kata Aidan)


" iya om " (kata Zayn)


" Zayn kamu bisa tolong temenin anak om dulu gak sampe sore, soalnya siang ini om sama Tante Risya masih sibuk " (kata Aidan)


" jadi gimana nih om? " (kata Zayn agak bingung)


" ajak aja anak om jalan-jalan dulu, kasian dia kalau harus nunggu di rumah sendirian, lagian Bumi juga masih sekolah ini " (kata Aidan)


" oh ya udah om kalo gitu Zayn bakal temenin " (kata Zayn tidak bisa menolak)


" kalau gitu bisa om bicara sama Rindu dulu " (kata Aidan)


" oh iya om " (kata Zayn)


ia memberikan ponsel miliknya kepada Rindu karena ayahnya ingin berbicara kepadanya.


" iya pa " (kata Rindu)


" pa Rindu di rumah aja gakpapa nunggu papa sama Mama pulang, soalnya bentar lagi kita berdua sampe dirumah " (kata Rindu)


" gak usah, anak gadis papa tolong nurut ya, papa gak mau kamu di rumah sendirian, kalo ada apa-apa sama kamu gimana, udah kamu sama Zayn aja, ajak dia jalan dulu atau gak kamu ikut aja dulu pulang kerumahnya " (kata Aidan)


" iya pa " (kata Rindu)


Sambungan telepon telah terputus, karena permintaan Iptu Aidan ia harus mengajak Rindu kemanapun itu, ia faham akan kekhawatiran seorang ayah kepada anak gadisnya saat harus berada di rumah sendirian.


" berhubung bokap Lo nyuruh gue ngajak Lo jalan sampe dia pulang, jadi lebih baik kita cari makan dulu, Lo pasti belum sarapan kan? " (kata Zayn)


" sudah sih sebenarnya kak, tapi kebetulan aku masih laper soalnya tadi sarapan roti aja " (kata Rindu)


" okey, let's go " (kata Zayn)


Zayn segera berputar arah karena tidak jadi mengantar Rindu pulang kerumahnya, ia mengendarai mobilnya menuju restoran terkenal yang menyuguhkan menu-menu yang menjadi favoritnya, setelah beberapa lama akhirnya sampai juga mobil yang ia kendarai diparkiran restoran tersebut, ia segera turun bersama Rindu.


" yuk " (kata Zayn)


" kakak sering kesini? " (kata Rindu)


" sering sih enggak ya, kan gue bukan pengangguran, ya paling kalo libur sesekali pasti bakal kesini " (kata Zayn)


" emm,...lumayan sering ya kak " (kata Rindu)


Mereka berdua pun telah duduk disebuah tempat yang menjadi favorit Zayn jika berkunjung ke restoran tersebut, setelah itu datang seorang waiter membawakan daftar menu.


" Lo mau makan apa? " (kata Zayn)


" di sini yang enak apa kak? " (kata Rindu)


" banyak sih " (kata Zayn)

__ADS_1


" aku pesen yang kak Zayn pesen aja deh " (kata Rindu)


" oke yang ini dua ya mas, minumnya yang ini " (kata Zayn menunjukkan buku menunya)


Tanpa menunggu lama makanan serta minuman yang mereka pesanpun telah datang, mereka berdua menikmati dengan keheningan.


#* Aidan


Saat ini ia berada di ruangan Abimana sibuk mengobrol dengan kedua sahabatnya, hari ini ia terpaksa berbohong kepada anaknya demi rencana perjodohan yang ia & Abimana rencanakan untuk kedua anak mereka.


" ah.....kaya ngerasa bersalah gue sama anak gue bang " (kata Aidan)


" sekali-kali bohong demi kebaikan gak papa kali bang " (kata Randito)


" kenapa Lo yakin banget sih bang kalau Zayn gak bakal nolak permintaan gue " (kata Aidan)


" ya jelas lah diakan anak gue Dan, gue tau banget Zayn itu anaknya gak bisaan, paling gak bisa dia nolak " (kata Abimana)


" eh tapi kalian berdua pada kompakan gak sih sama bini kalian bang? " (kata Randito)


" iya lah Ran, istri gue yang paling antusias banget, Lo tau sendiri dari jaman hamilnya Rindu bini gue pengen banget jodohin anak gue sama Zayn " (kata Aidan)


" hahahah, iya juga sih " (kata Randito)


" tapi ngomong-ngomong nih ya Ran, kan diantara kita Lo duluan nih yang udah punya menantu, gimana perasaan Lo waktu Lo nikahin anak Lo " (kata Abimana)


Diantara mereka memanglah Randito yang telah mempunyai seorang menantu, Randito telah menikahkan anak pertamanya dengan anak Alin yang kebetulan sepupu Abimana, anak perempuan Randito saat itu dilamar oleh anak Alin tanpa berpacaran alias ta'aruf, sudah sekitar tiga tahun usia pernikahan anak mereka tapi Abimana & sahabatnya yang lain tak pernah mendengar Randito maupun Alin mengeluhkan hubungan anak mereka.


" awalnya gue kaya gak percaya ya bang, ini umur gue ternyata udah tua aja, udah mesti nikahin anak gue, gue sedih awalnya anak gadis yang gue sayang-sayang dari dalam perut sampe Segede itu ujung-ujungnya bakal dibawa orang, pokoknya drama bang, takut anak gue kenapa-kenapa lah, takut kalo nikah rumah tangganya gak baiklah, apalagi itu mereka nikahnya gak kenal satu sama lain padahal gue juga gak ngejodohin, tau-tau anaknya Sofiyan Dateng aja ngajakin anak gue ta'aruf, mana singkat banget lagi masa pengenalan satu bulan abis itu nikah, eh ternyata makin kesini kok gue makin lega, untung anak gue nikah sama laki baik-baik, untung aja gue gak nolak lamaran anaknya Sofiyan, kalo gue tolak gak tau deh nasib anak gue bakal dapat laki yang gimana " (kata Randito)


" kalo dipikir-pikir emang gak kerasaan ya bang, tau-tau udah berumur kita, ah denger ceritanya Randi kayanya kita harus cepetan nikahin anak kita bang, soalnya gue tau anak Lo anak baik-baik, daripada anak gue dapat yang gak jelas " (kata Aidan)


" hahaha Lo sekarang yang ngebet bang " (kata Randito)


" ya kan gue belajar dari Lo Ran, mumpung bang Abi ngebet juga pengen anaknya di nikahin sama anak gue " (kata Aidan)


" terus apa rencana kalian berdua supaya anak kalian berdua mau dijodohin " (kata Randito)


" gue juga belum ngomong sih sama Zayn " (kata Abimana)


" gue bingung sih gimana entar gue ngomongnya sama Rindu, kayanya gue serahin aja sama mamanya " (kata Aidan)


Meskipun dirinya sangat dekat dengan putri sulungnya tetapi ia tak akan bisa mengatakan tentang perjodohan yang telah ia atur dengan Abimana kepada putrinya tersebut, mengingat putrinya yang perasaannya sangat lembut & gampang baperan.


# Humaira Shakila Najma


Jam pelajaran masih berlangsung saat ini, ia masih terus memperhatikan guru yang telah menerangkan didepan, pelajaran saat ini adalah pelajaran sejarah.


" Bum, Lo yang kasih ide kak Zayn warnain rambutnya ya? " (kata Humaira lirih sampai hanya mereka berdua yang bisa mendengar)


" kenapa emangnya? " (kata Bumi)


" gila Lo, kakak gue Lo bikin ancur gitu kayak bencong pulang ngondek tau " (kata Humaira)


" bhahahahahaha " (kata Bumi keceplosan tertawa)


Tiba-tiba pak Dani guru sejarah yang mengajar saat ini menegur mereka berdua karena tawa Bumi.


" Bumi sama Humaira kalo mau ngobrol mending diluar " (kata pak Dani), " ayo silahkan keluar " (usir pak Dani)


Humaira & Bumi akhirnya mengikuti perintah pak Dani & segera berdiri berjalan meninggalkan kelas.


" is gila Lo " (kata Humaira)


" hahahahha " (kata Bumi)


" masih aja ketawa, monyet Lo " (kata Humaira)


" ya lo bikin gue ngakak sih, bilangin kak Zayn kaya banci baru pulang ngondek " (kata Bumi)


" hahahahaha, ya Lo kasih ide itu yang bener dong " (kata Humaira sambil memukul Bumi)


" lah itu udah bener kali, hahahaha " (kata Bumi)


" apaan yang bener, gua yakin Lo aja gak bakal segila itu buat warnain rambut Lo se ngejreng itu " (kata Humaira)

__ADS_1


" gue kan gak pengen keliatan jelek, kalo kak Zayn pengen penggemarnya ilfil makanya gue saranin gitu " (kata Bumi)


Humaira hanya menepuk jidatnya sambil menggelengkan kepalanya, pantas saja pikirannya Bumi kasih ide segila itu ternyata kakaknya lah yang ingin terlihat jelek.


__ADS_2