
# Rindu Mentari
Jam telah menunjukan pukul 05.00 sore, ia telah selesai dengan tugas KKN nya hari ini, tak ingin menunggu lebih lama lagi ia segera pulang ke apartemennya karena sudah sangat lelah & ingin segera beristirahat. Saat ini Rindu telah berada di dalam taksi, ia pulang ke rumah hanya sendiri kali ini karena temannya Aira tak bisa menemaninya malam ini.
Setelah beberapa menit berada didalam taksi akhirnya ia sampai juga di depan gedung apartemen tempatnya tinggal saat ini, ia segera turun dari taksi, dengan langkah agak lemas ia berjalan sendiri, ia akan merasa kesepian pikirnya malam ini karena tak ada yang menemani.
" nasib punya suami pilot tuh gini, harus siap ditinggal kemana aja, harus siap kesepian, huuuffttt " (kata Rindu dalam hati)
Setelah berada di atas tepat di depan kamarnya ia segera masuk kedalam apartemennya setelah menekan tombol pin, ia berjalan malas menuju sofa & mendudukan tubuhnya.
" sepi banget sih, kak Zayn juga belum ada ngubungin aku, padahal udah jam lima lewat " (kata Rindu)
Rindu berdiri menuju arah dapur untuk mengambil segelas air minum untuk menghilangkan dahaganya, setelah dahaganya hilang ia segera duduk kembali ke sofa yang tadi.
Sudah dua hari ini ia ditinggalkan oleh Zayn sendiri di apartemennya meskipun kemarin malam ia tak sendiri karena ada Aira menemani dirinya. Selama empat hari suaminya akan berada di kota lain karena tugasnya, dua hari lagi Rindu harus berjuang tinggal sendiri di dalam apartemennya.
Selama berkuliah Rindu biasa hidup sendiri beberapa tahun, tapi setelah menikah ia terbiasa ada yang menemani sehingga ia merasa agak aneh jika harus sendirian seperti ini.
Dilihatnya lagi ponsel miliknya yang ia letakan di sofa yang ia duduki tepat disebelahnya, merasa agak kecewa karena sampai detik ini belum ada kabar dari suaminya tak seperti biasa, ia mulai agak khawatir dengan suaminya kali ini, ia agak takut jika suaminya kenapa-kenapa, ia kembali lagi mengingat kata-kata Faiz tentang resiko sebagai seorang pilot.
Rindu berpikiran untuk menghubungi suaminya saat ini berharap jika suaminya akan menjawab panggilan darinya, tetapi saat ia akan menghubungi suaminya ia berpikir jika percuma saja ia menghubungi Zayn jika saat ini Zayn sedang berada di dalam penerbangan.
Rindu mengurungkan niatnya untuk menghubungi Zayn, ia lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, mengingat sebentar lagi waktu adzan magrib akan segera berkumandang. Setelah membersihkan dirinya beberapa puluh menit akhirnya ia keluar dari kamar mandinya.
Adzan magrib pun kini berkumandang, Rindu segera mengambil mukenahnya untuk segera menunaikan ibadah sholat magribnya, setelah selesai menunaikan ibadah sholat magrib ia segera keluar dari kamarnya.
Diambilnya kembali ponsel miliknya yang ia letakan di atas sofa, belum juga ada sedikitpun kabar dari Zayn, ia menghembuskan nafasnya pelan berusaha berpikir tenang.
" semoga aja kak Zayn baik-baik aja " (katanya sendiri)
Rindu segera pergi menuju dapurnya untuk memasak sesuatu untuk makan malam dirinya sendiri. Saat akan memasak tiba-tiba lampu di apartemennya padam, Rindu merasa sangat ketakutan karena tak bisa melihat apapun. Ia kemudian berjongkok disudut bawah meja kompornya sambil memeluk kakinya & menangis ketakutan.
# Humaira Shakila Najma
Humaira telah berada di kamarnya saat ini, ia duduk sambil tersenyum melihat fotonya berdua dengan Desta siang tadi saat menghabiskan waktu bersama berdua, Humaira berguling kesana kemari karena sangat bahagia sambil menutup matanya.
Humaira sudah memutuskan untuk membujuk kedua orangtuanya agar mau menikahkan dirinya dengan Desta, Humaira yakin jika dirinya & Desta mampu menjalani kehidupan rumah tangga berdua dengan baik.
Tok...tok....(ketukan pintu dari balik kamarnya)
Humaira berdiri untuk membukakan pintu kamarnya yang sebenarnya tak sedang dikunci, saat membuka pintu kamarnya sudah ada tantenya berdiri di depan pintunya sambil tersenyum.
" boleh onty masuk? " (kata Widia)
" boleh dong onty, ayo silahkan " (kata Humaira sambil tersenyum)
Humaira menggandeng tantenya untuk duduk di atas tempat tidurnya, tantenya tersenyum kearahnya sambil memegang tangannya.
" hmmmm, romannya seneng banget nih " (kata Widia sambil tersenyum), " bahagia banget " (kata Widia lagi)
" jelas lah onty, kan Huma sama bang Desta gak pernah liburan bareng " (kata Humaira)
" emang tadi di pantai ngapain aja? " (kata widia ingin tahu)
" makan, main pasir, foto-foto, sama ngobrol, onty mau liat gak foto Huma sama bang Desta? " (kata Humaira)
" boleh, mana? " (kata Widia)
" nih " (kata Humaira memperlihatkan fotonya bersama Desta)

Foto tersebut mereka ambil disebuah parkiran sebelum pulang dari pantai, mereka berdua menyempatkan untuk berfoto terlebih dahulu.
" lucu gak onty? " (kata Humaira bertanya)
" lucu sayang " (kata Widia tersenyum)
__ADS_1
" iya lucu banget kan onty, kalo onty liat Huma sama bang Desta serasi gak onty? " (kata Humaira)
" serasi sih, tapi yang penting sekarang bukan masalah serasi atau enggaknya kan dek, yang penting kamu bahagia aja sama dia, masalah serasi atau enggak itu masalah belakangan " (kata Widia)
Humaira melihat kearah tantenya sambil mengangguk-anggukan kepalanya mengerti, memang serasinya seseorang tak menjamin kebahagiaan seseorang, Humaira pikir yang dikatakan tantenya sangat benar.
" kamu bahagia gak sama Desta? " (kata Widia bertanya)
" sejauh ini sih Huma bahagia sama bang Desta onty, bang Desta tuh baik banget, sayang banget sama Huma " (kata Humaira)
" onty percaya kok Huma bahagia sama bang Desta, dari muka Huma juga onty udah bisa liat kamu tuh lagi bahagia-bahagianya kan sama bang Desta, ibarat bunga lagi mekar-mekarnya lah, keliatan banget kalo Huma tuh heppy banget " (kata Widia)
Humaira memang sangat bahagia sekali bisa bersama dengan Desta, tak salah ia menerima Desta untuk menjadi kekasihnya karena Desta cukup dewasa & lebih penyabar dibandingkan dirinya.
# Abdul Zayn Mikail
Zayn baru saja turun dari mobil milik Faiz yang ia tinggalkan di bandara beberapa saat lalu, ia saat ini sudah berada diparkiran apartemen tempatnya & Rindu tinggal saat ini, ia sengaja tak mengubungi Rindu saat ini jika dirinya akan pulang keapartemen mereka untuk memberi kejutan untuk istrinya, tak lupa ia membawa sebuket bunga mawar pink untuk diberikan kepada istrinya.
Zayn berjalan dengan senyum yang mereka-reka, ia tak sabar untuk bertemu dengan Rindu, setelah turun dari lift ia segera berjalan menuju apartemennya, saat berada didepan pintu apartemennya ia segera menekan tombol pin nya, saat pintu terbuka ia sangat terkejut karena melihat ruangan tersebut sangat gelap, Zayn berjalan menyusuri setiap sudut ruangan tersebut untuk mencari istrinya.
Ia berpikir jika saat ini Rindu sedang tak ada di apartemen mereka, ia segera menghubungi ponsel istrinya sambil berkacak pinggang karena kesal istrinya tak berada di rumah, tetapi saat menghubungi istrinya ponsel milik istrinya berbunyi didalam ruangan tersebut, Zayn lalu menutup panggilannya tersebut.
" hpnya ada di rumah, tapi kenapa apartemen gelap " (kata Zayn)
Zayn berjalan kearah saklar lampu yang masih dalam keadaan on yang seharusnya lampu di apartemen tersebut menyala.
" jangan-jangan ada konslet " (kata Zayn sendiri)
Zayn meletakan buket bunga yang ia bawa di atas meja yang berada didepan sofa lalu berjalan menuju kamar untuk mencari istrinya dengan menyalakan lampu led di ponselnya, saat akan masuk kedalam kamarnya ia melihat istrinya sedang meringkuk disudut bawah meja kompornya. Zayn langsung berjalan cepat menghampiri istrinya takut jika terjadi sesuatu dengan istrinya.
" sayang,...kamu kenapa? " (kata Zayn cemas)
Istrinya hanya diam menatap kearahnya, masih terlihat bekas air mata yang masih basah di pipi istrinya, melihat keadaan istrinya seperti ini Zayn merasa sangat bersalah karena harus meninggalkan Rindu sendiri di sini.
" kak Zayn, kakak pulang? " (kata Rindu)
" iya sayang ini aku, maaf ya kamu pasti takut sendirian disini " (kata Zayn)
" udah jangan nangis lagi ya, kan udah ada aku disini " (kata Zayn)
" kakak kenapa pulang? " (kata Rindu)
" emang kamu gak suka aku pulang, kalo aku gak pulang apa jadinya kamu tadi " (kata Zayn)
" siapa bilang aku gak suka kakak pulang " (kata Rindu)
" sapa tau aja gak suka, tapi kalo gak suka aku pulang aku balik aja deh " (kata Zayn)
" jangan " (kata Rindu)
Zayn tersenyum mendengar kata-kata istrinya yang singkat pasti sangat jelas jika istrinya tak ingin ditinggalkan olehnya, Zayn mencium kening istrinya dengan lembut.
" ini lampu mati dari tadi? " (kata Zayn)
" iya kak " (kata Rindu)
" kamu kenapa gak telpon pihak apartemen?, ini pasti ada konslet deh " (kata Zayn)
" gimana aku mau ngubungin pihak apartemen kak, ini kan gelap banget aku gak bisa jalan, mana hp aku tinggal di sofa " (kata Rindu)
Zayn menggelengkan kepalanya, berpikir jika istrinya sangat ceroboh saat ini, jika terjadi apa-apa dengan Rindu saat ini ia tak tau lagi bagaimana dirinya.
" oh iya aku tadi beli bunga buat kamu " (kata Zayn tersenyum)
" bunga? " (kata Rindu)
" iya sayang, tadi aku sempet beli bunga dijalan, takut kamu marah soalnya aku gak ngubungi kamu kalo mau pulang " (kata Zayn)
__ADS_1
" kakak jahat banget sih, padahal aku khawatir banget, takut kenapa-napa " (kata Rindu)
" maaf ya sudah bikin kamu khawatir sayang aku mau bikin kejutan makanya aku gak hubungi kamu " (kata Zayn), " bukannya ngasih kejutan malah aku yang di kejutin sama kamu, hampir aja aku emosi mikir kamu gak ada di apartemen " (kata Zayn)
Ia memang sangat marah tadinya saat mengira Rindu tak ada di apartemen karena listrik yang terlihat padam.
" emang kakak pikir aku kemana?, lagian aku gak mungkin lah pergi gak ijin sama kakak " (kata Rindu)
" harus lah, aku kerja masa iya kamu pergi-pergi gak bilang-bilang, aku gak mau ah kamu begitu " (kata Zayn)
" iya enggak gitu kok kak, oh iya ini kenapa kakak pulang katanya empat hari gak balik, kan baru dua hari " (kata Rindu)
" kangen sayang, gak tahan jadi tukar jadwal sama pilot lain " (kata Zayn sambil memeluk erat istrinya)
Zayn sangat tak kuat menahan rasa rindunya dengan istrinya, beruntung ia bisa bertukar jadwal & bisa berada di apartemen malam ini bersama dengan istrinya.
" aturannya sih masih harus stay di kota C, tapi beruntung ada yang mau diajak tukar jadwal, kamu seneng gak aku disini? " (kata Zayn)
" seneng lah, kan kemaren aku udah bilang kalo aku kangen kak " (kata Rindu)
" serius kangen? " (kata Zayn tersenyum)
Zayn menatap istrinya dengan intens, ia sangat merindukan istrinya saat ini, ia tak ingin berpisah dengan istrinya rasanya walaupun hanya sedetik.
" hmmmm, serius kangen gak? " (kata Zayn sekali lagi)
" ya serius lah, masa iya aku bohong sih " (kata Rindu sambil tersenyum)
Zayn lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya, ia mencium lembut bibir istrinya, nafas semakin memburu menjadi satu, gairahnya saat ini sudah berada dipuncak-puncaknya, hasratnya sudah tak tertahan lagi.
" kak, jangan dulu " (kata Rindu)
" kenapa? " (kata Zayn)
" kakak mandi dulu gih " (kata Rindu)
Zayn menepuk jidatnya reflek, ia lalu tersenyum karena lupa jika ia belum membersihkan dirinya saat ini.
" astagfirullah, maaf ya lupa kalo belum mandi, tar aku mandi dulu ya sayang, kamu berani gak aku tinggal sendiri di luar " (kata Zayn)
Zayn telah mengirimkan pesan kepada pihak apartemen tentang terjadinya pemadaman listrik di apartemen meraka & pihak apartemen berkata jika saat ini sedang terjadi kesalahan teknis & akan segera diperbaiki esok hari.
" kakak gak usah tutup kamar mandinya ya " (kata Rindu)
" kamu mau liat aku mandi? " (kata Zayn)
" enggak, aku takut sendiri " (kata Rindu)
Zayn lagi-lagi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ia sudah berpikiran jika istrinya mulai genit saat ini karena ingin melihatnya mandi tetapi ia sebenarnya salah mengira, istrinya hanya takut sendiri dalam kegelapan.
" ya allah, aku kira kamu mau liatin aku mandi, aku mikirnya kamu kok genit banget gitu " (kata Zayn)
" astaga, hahahahha, ada-ada aja sih " (kata Rindu)
" tapi kalo kamu emang mau liat aku mandi juga gak papa sih " (kata Zayn)
" isss, ya udah ayo masuk kamar kak " (kata Rindu agak malu)
" mau langsung nih?, kan aku belum mandi " (kata Zayn)
" ya kan kak Zayn harus mandi makanya masuk kamar " (kata Rindu)
" astaga iya, lupa kalo kamar mandi ada dikamar " (kata Zayn tersenyum)
Mereka berdua akhirnya masuk kedalam kamar berdua, sebelum masuk kemar mandi Zayn melepaskan seragamnya terlebih dahulu lalu masuk kedalam kamar mandi, seperti permintaan istrinya pintu kamar mandi tak ia tutup.
Setelah selesai mandi Zayn segera keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang ia lilit di pinggangnya, di atas tempat tidurnya sudah ada pakaiannya yang telah disiapkan oleh istrinya, ia segera memakai baju tersebut & duduk menghampiri istrinya yang telah duduk di atas tempat tidur mereka.
__ADS_1
Zayn menatap istrinya yang sangat terlihat cantik malam ini dengan balutan baju tidur berwarna biru muda, meskipun tak seberapa terbuka tapi masih terlihat sangat seksi. Zayn memegang kedua tangan Rindu & mencium punggung tangannya.
" i love u sayang " (kata Zayn)