
# Muhammad Desta Hamizan
Pagi-pagi sekali ia telah sampai di bandara kota xxx dengan dijemput oleh Humaira yang tak lain adalah kekasihnya, ia tersenyum sumringah mendapati kekasihnya telah duduk di ruang tunggu sambil tersenyum melihat kearah dimana ia berjalan.
Ia segera menghampiri Humaira yang telah berdiri dari duduknya sambil merentangkan tangannya menunggu pelukan darinya, Desta segera memeluk Humaira lalu mencium keningnya.
" sudah lama nunggunya ya? " (tanya Desta)
" enggak juga, baru sekitar tiga puluh menit " (kata Humaira menjawab sambil melihat jam ditangannya)
Desta tersenyum sambil mengelus-ngelus puncak kepala Humaira, pagi ini secara khusus Humaira ingin menjemput dirinya meskipun ia sudah bersih keras menolak karena tak ingin kekasihnya terlalu lama menunggu dirinya sendiri.
" ya udah yuk " (kata Desta mengajak Humaira pergi)
Kekasihnya hanya mengangguk sambil tersenyum, kemudian mereka segera berjalan bersama meninggalkan ruang tunggu menuju arah luar.
Mereka berdua berjalan sambil berpegangan tangan, senyum mereka berdua mengembang di wajah mereka masing-masing.
Setelah berada diarea parkiran mereka segera masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Humaira tadi, saat ini Desta lah yang mengambil alih kemudinya.
Karena telah memiliki SIM saat ini kekasihnya sudah boleh mengemudi mobil sendiri meskipun kekasihnya belum memiliki mobil sendiri.
" ini abang antar langsung ke rumah aja ya dek?, tar biar supir ayah yang jemput abang di rumah adek" (kata Desta bertanya)
" bang Des langsung mau pulang emangnya? " (tanya Humaira)
" iya dek " (kata Desta sambil menoleh kearah Humaira)
" is kenapa pulang bang, nanti aja kenapa agak sore tunggu mami papi pulang " (kata Humaira)
" gak enak sayang, gak ada orang kan di rumah?, tar jatuhnya fitnah lo " (kata Desta)
" iya gak ada memang sih bang, ya udah deh " (kata Humaira), " tar malem jam berapa bang ke rumah? " (kata Humaira lagi bertanya.
Desta kembali lagi menoleh kearah Humaira sambil tersenyum, rencananya nanti malam ia memang akan datang sendiri sebagai seorang pria gentle ke rumah pacarnya untuk berbicara kepada orang tua Humaira perihal hubungan mereka berdua.
Di sepanjang perjalanan Desta tak henti-hentinya tersenyum menatap kearah Humaira, entah mengapa ia sangat bahagia saat ini meskipun ia & Humaira belum mendapatkan restu dari orang tua kekasihnya.
" bang kalo kita gak di restuin buat nikah dalam waktu dekat ini bang Desta mau gak nunggu Huma dulu? " (kata Humaira bertanya)
Desta menoleh kearah Humaira kembali sambil tersenyum & mengelus-ngelus puncak kepala kekasihnya tersebut tanda sayang.
" iya, asal kamu jangan ngambek ya kalo nanti kita belum dapat restu, kalo dapat restu ya alhamdulillah tapi kalo belum abang harap kamu jangan kecewa " (kata Desta menasehati kekasihnya)
Desta cukup paham dengan sifat kekasihnya, meskipun saat ini Humaira sudah sangat dewasa pemikirannya tetapi sebagai seorang gadis yang masih tergolong sangat muda sifat kekanak-kanakannya masih saja sering muncul.
" jangan marah apapun keputusannya nanti malam ya, lagian keputusan keluarga pasti beralasan kan yank, yang penting kita berdua kan gak dilarang buat bareng, percaya deh bang Desta bakal tetep di samping kamu kok, gak ada yang bakal bisa misahin kita kecuali allah, kalo allah udah berkehendak buat misahin kita ya mau diapa " (kata Desta sambil menaikan bahunya)
" ah pokoknya kalo allah misahin kita aku bakal cari dimana pun bang Desta dimana pun bang Desta, bang Desta juga harus cari Huma pokoknya, kalo bang Desta gak cari Huma berati selama ini bang Desta gak sayang Huma " (kata Humaira sambil cemberut)
" bukannya gitu sayang, bang Desta beneran sayang kok sama adek, sumpah " (kata Desta tersenyum sambil menunjukan dua jarinya membentuk huruf v)
" beneran sayang Huma? " (kata Humaira)
" ya allah sumpah sayang beneran, masa sih adek gak percaya abang " (kata Desta)
" awas ya boong " (kata Humaira)
" sumpah sayang, bang Desta tuh sayang banget sama kamu makanya bang Desta mau nikahin kamu, soalnya bang Desta gak mau tar keduluan orang lain " (kata Desta sambil tersenyum memegang tangan Humaira)
" uuwwwww so sweet, meleleh hati adek bang, hahahahha " (kata Humaira sambil tertawa)
" nah malah ketawa, eh tapi bang Desta serius loh sayang, kamu jangan pernah coba mikir kalo bang Desta gak beneran sayang kamu loh ya, bang Desta tuh bener-bener serius sama kamu " (kata Desta)
Desta mengatakan hal tersebut tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam dengan kesungguhannya, Desta sangat amat mencintai Humaira hingga takut berbuat dosa dengan Humaira sehingga ia ingin segera menikahi Humaira agar terhindar dari dosa.
" iya bang Huma tau kok bang Desta sayang Huma, bang Desta juga serius sama Huma, Huma percaya kok sama bang Desta " (kata Humaira tersenyum lalu menciumi punggung tangan Desta)
__ADS_1
Ia kembali lagi tersenyum mendapati tingkah manis Humaira, ia lalu mengelus-ngelus puncak kepala kekasihnya tersebut kembali. Jujur saja dalam lubuk hatinya yang paling dalam ada sebuah keegoisan dirinya yang benar-benar menginginkan Humaira untuk menjadi istrinya. Kali ini ia berusaha pasrah kepada allah dengan jawaban apa yang nantinya akan ia terima nanti malam.
Setelah beberapa saat akhirnya mobil yang ia kendarai sampai juga dipekarangan rumah kekasihnya, setelah mobil berhenti mereka berdua segera turun dari mobil milik orang tua Humaira. Tak lupa Desta menggendong tas ranselnya juga yang tadi ia letakan di bangku belakang.
" ayo masuk bang " (kata Humaira mengajak Desta masuk kerumahnya)
" gak usah sayang disini aja, lagian bentar lagi pak Mustofa bakal dateng jemput bang Desta kok " (kata Desta)
Pak Mustofa adalah seorang supir yang bekerja di rumahnya, sebelumnya ia telah mengirimkan pesan kepada pak Mustofa untuk menjemput dirinya pagi ini di rumah Humaira.
" kamu mau ikut abang gak ke butik bunda? " (kata Desta bertanya)
Ibu Desta adalah pemilik butik ternama di kota xxx, usahanya tersebut sudah lama ibunya geluti dari sebelum Desta lahir di dunia sampai saat ini.
" bang Desta mau ke butik bunda emangnya? " (kata Humaira balik bertanya)
" rencananya si sayang, soalnya di rumah juga pasti sepi, kamu mau ikut gak? " (kata Desta kembali bertanya)
" bang Desta udah bilang belum sama bunda kalo Huma mau ikut bang Desta ke butik " (kata Humaira lagi bertanya balik)
" ih masa mesti bilang dulu sih kalo mau bawa calon menantu, kalo mau ikut bang Desta telpon papi buat ijinin kamu " (kata Desta)
" iya deh bang, jangan lupa ya ijinin juga sama mami " (kata Humaira)
Ia menganggung sambil tersenyum & mengelus kepala Humaira kembali, Desta berpikir lebih baik jika Humaira ikut dengannya pergi ke butik ibunya karena Humaira juga hanya sendiri di rumahnya.
#Abdul Zayn Mikail
Zayn sudah berada di kota C beberapa jam yang lalu setelah pagi tadi berangkat dari kota xxx, setelah ini ia akan terbang ke kota D terlebih dahulu lalu kembali lagi ke kota C & stay di kota xxx.
Ia tengah bersiap-siap untuk terbang ke kota D sebentar lagi, hari ini jadwal penerbangannya sangat padat, saat akan berjalan menuju pintu lobi ponsel miliknya berbunyi, dilihatnya nama ayahnya yang tertera di layar ponselnya, tanpa menunggu lama ia lalu mengangkat panggilan tersebut masih sambil berjalan.
📞 panggilan masuk papi....
" hallo assalamuallikum pi " (kata Zayn memberikan salam)
" kota xxx pi, kenapa pi? " (kata Zayn balik bertanya)
" jam berapa balik ke kota xxx?, papi cuman mau ngingetin kamu kak hari ini ada Desta mau datang ke rumah, jadi papi harap kamu bisa pulang " (kata Abimana)
" iya pi " (kata Zayn menjawab singkat)
" kamu sekarang lagi apa kak? " (kata Abimana bertanya lagi)
" udah mau ngecek persiapan penerbangan selanjutnya pi " (kata Zayn menjawab)
" oh ya udah kalo gitu, konsentrasi ya kak, jangan mikir yang aneh-aneh " (kata Abimana)
" siap pi " (kata Zayn sambil tersenyum)
Panggilan telepon pun segera dimatikan, ia kembali meletakan ponsel miliknya di saku celananya. Malam ini Desta akan datang ke rumah orangtuanya untuk membahas keseriusan hubungannya dengan adiknya Humaira.
Jujur saja sampai saat ini keputusan Zayn masih sama, ia tak akan mengijinkan adiknya untuk menikah diusia muda meskipun ia tahu jika Desta adalah pria baik-baik & dari keluarga baik-baik tetapi Zayn selalu berpikiran sangat terlalu dini jika adiknya menikah diusianya yang sekarang karena perjalanannya masih sangat panjang.
Setelah berada di sebuah ruangan Zayn segera masuk untuk mengambil berkas penerbangannya hari ini, di ruangan tersebut sudah ada ko-pilot Indra bersama dengan beberapa pramugari duduk sambil berbincang-bincang.
" silahkan duduk kapten " (kata salah satu pramugari yang menggeser duduknya)
Zayn masih terus berdiri memperhatikan pramugari tersebut yang saat ini tengah tersenyum padanya, pramugari tersebut bernama Maura atau biasa dipanggil Mauren, sebelum ia menikah Mauren kerap mendekati dirinya bahkan pernah terdengar kabar jika Mauren sebenarnya sangat menyukai dirinya.
Zayn memalingkan wajahnya sambil mengeluarkan nafas kasarnya, ia tak ingin gosip buruk tentangnya tersebar begitu saja meskipun jika gosip tersebar hal tersebut tak benar-benar terjadi & hanya isapan jpol belaka tetapi ia berpikir jika lebih baik ia mencegah sebelum benar-benar terjadi.
" Ndra lo bisa agak geser gak?, lo deket Maura deh gue pingin ngadem disini " (kata Zayn beralasan)
" oh iya kapten silahkan " (kata Indra yang kemudian menggeser duduknya dekat kearah Maura)
Zayn mulai membaca lembaran yang baru saja ia ambil tanpa menghiraukan sekelilingnya saat ini.
__ADS_1
# Maura Aradin Mauren
Maura merasa kecewa dengan sikap Zayn yang menolak duduk di sebelahnya, ia yakin sebenarnya saat ini Zayn hanya beralasan saat ini sebenarnya ia ingin menghindar darinya.
Ia berusaha tersenyum untuk menutupi rasa kesalnya pada pria yang sangat ia cintai, bertahun-tahun berada di maskapai penerbangan yang sama mengapa Zayn tak pernah bisa memahami perasaan Maura padanya.
" kayanya udah waktunya ya kita ke awak pesawat, yang lain tolong siap-siap ya " (kata Zayn setelah selesai dengan kertas yang ia bawa)
" siap kapten " (kata mereka bersama)
Mereka semua kemudian berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut sambil membawa koper masing-masing menuju awak pesawat.
" ra lo kenapa? " (kata salah satu pramugari)
Ia tak mengindahkan pertanyaan teman pramugarinya yang saat ini sedang bertanya padanya, ia saat ini sedang memutar otak agar bisa mendekati Zayn & menggodanya.
" ra " (kata teman pramugarinya lagi sambil menggoyang tangannya)
" emmm " (katanya tersadar)
Maura tersadar dari pikirannya sendiri saat ini karena lengannya digoyang oleh teman yang berada di sebelahnya yang bernama Adisti
" lo ngelamun ya?, ngelamunin apa lo ko tumben banget? " (kata Adisti)
" is nih anak bawel amat sih banyak tanya, ngerecokin pikiran orang aja, brengs*k " (kata Maura dalam hati sambil terus menatap Adisti)
" hai, sakit lo?, bukannya dijawab malah diem ngeliatin gue " (kata Adisti lagi menggoyang tangan Maura)
" hehehe, gak papa kok " (kata Maura berkilah)
" beneran gak papa? " (kata Adisti lagi bertanya)
" ya ampun masih aja sih kepo, bikin gue makin kesel aja ya nih orang, bisa diem gak sih " (kata Maura dalam hati sambil memalingkan wajahnya)
" iya Dis gue gak papa " (kata Maura menjawab)
" syukurlah gue pikir sakit lo " (kata Adisti lagi)
" enggak kok gue gak sakit " (kata Maura)
" oke " (kata Adisti sambil tersenyum)
Maura semakin mengeratkan tangannya yang saat ini memegang telpon genggamnya karena merasa geram dengan Adisti. Padahal saat ini ia sedang berpikir keras untuk mendapatkan Zayn tetapi Adisti justru mengganggu dengan pertanyaan yang tidak penting.
Mauren lalu berjalan cepat agar bisa berada di sebelah Zayn yang saat ini sedang berjalan jauh di depannya bersama dengan ko-pilot Indra. Saat berada di sebelah Zayn ia lalu pura-pura akan terjatuh agar mendapatkan perhatian Zayn.
" aw " (kata Maura yang memegang bahu Zayn)
aktingnya ternyata berhasil saat ini Zayn memegang tangannya untuk menahan dirinya agar tak jatuh, Maura tersenyum sambil memalingkan wajahnya karena ini untuk pertama kalinya Zayn memegang tangannya, ia lalu berdiri tegak kembali seperti posisi awal.
" makasih ya kapten " (kata Maura sambil tersenyum)
Zayn hanya menganggukkan kepalanya tanpa berekspresi apapun, bahkan ia tak mengucapkan sepatah katapun untuk menanggapi dirinya.
" jalan yang ati-ati ra, lagian ngapain sih jalan ngebut tau pake hak tinggi, tuh kaki lo gak papa tuh? " (kata ko-pilot Indra)
Maura melihat kearah ko-pilot Indra yang saat ini bertanya padanya, tentu saja kondisi kakinya baik-baik saja saat ini, terang saja karena ia hanya berpura-pura saja.
" gak papa kok " (kata Maura sambil tersenyum)
Dilihatnya Indra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat ini sambil melihat kearahnya seolah tau jika ia hanya bersandiwara semata untuk mendapatkan perhatian Zayn.
Setelah dirinya berhasil menyita waktu & membuat kru berhenti di tempat selama beberapa menit akhirnya kini kembali melanjutkan perjalanan menuju mobil.
Ia akan mengambil kesempatan untuk bisa duduk di dekat Zayn saat berada di mobil nanti. Ia mulai tersenyum jahat merasa dirinya pasti bisa mendapatkan Zayn dalam waktu dekat ini, ia pasti akan merebut Zayn & membuat Zayn berpisah dengan istrinya dalam waktu dekat ini.
" lo cuman milik gue & bakal jadi mikik gue buat selamanya Zayn " (kata Maura dalam hati)
__ADS_1