Polwan Cantik

Polwan Cantik
#107 SEASON 2


__ADS_3

" bang gue balik ya? " (kata Desta berpamitan)


" lah udah mau balik? " (kata Zayn)


Setelah kepergian istrinya beberapa menit lalu bersama dengan Humaira, saat ini di rumah hanya tinggal dirinya dengan Desta serta Gibran yang saat ini telah memejamkan mata di sofa ruang tamu.


" iya bang, terlambat gue udahan ini " (kata Desta)


" astaga iya, ya udah lo hati-hati ya " (kata Zayn)


" iya bang " (kata Desta)


Ia ikut berdiri mengikuti Desta yang berjalan menuju arah pintu luar untuk mengantarkan kepergian Desta, setelah Desta melajukan motor miliknya menjauh dari rumahnya ia lalu menutup pintu. Zayn berjalan kembali menuju arah sofa ruang tamu, dilihatnya Gibran masih tertidur pulas sambil menyelonjorkan kakinya di sofa panjang yang ada diruang tamu. Zayn menggelengkan kepalanya melihat Gibran, ia belum sempat bertanya pada Gibran apa penyebab sepupunya tersebut tak bisa tidur semalaman.


" huaaaaaammmmm " (Gibran yang menguap & mulai mebuka matanya)


" nguap itu di tutup mulutnya Gib, masuk tuh jin dalam mulut lo " (kata Zayn)


Zayn menggelengkan kepalanya kembali sambil terus melihat kearah Gibran yang masih menggosok matanya ala-ala orang baru bangun tidur


" Desta mana bang? " (tanya Gibran)


" pulang dia mau ngantor katanya " (jawab Zayn)


" jam berapa emang? " (kata Gibran bertanya lagi)


" jam 9 Gib " (kata Zayn)


" lah tuh anak siang amat berangkat, gak dimarahin atasan apa dia " (kata Desta)


" dari pada gak berangkat mending mana?, kaya lo bolos ngampus " (kata Zayn)


Sepupunya tersebut hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum nyengir ala kuda, Zayn sekali lagi menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gibran.


" lo kalo bolos gini mulu kapan lo lulusnya? " (kata Zayn)


" tar juga lulus bang, tunggu aja " (kata Gibran)


" emang lo kenapa sih semalam?, kayanya beneran gak tidur ya? " (kata Zayn bertanya)


" masya allah bang, emang lo gak liat mata lelah gue, iya lah gue gak tidur " (jawab Gibran)


" alasannya? " (tanya Zayn singkat)


" alasannya lo sama bini lo " (jawab Gibran ngegas)


" hah gue, maksud lo? " (tanya Zayn lagi)


Zayn agak kaget saat adik sepupunya menuturkan alasan mengapa ia tak bisa tidur semalaman, Gibran berkata jika penyebab ia tak bisa tidur adalah karena dirinya & istrinya.


" ya elah pakek nanya lagi, lo jangan pura-pura gak tau gitu lah bang " (kata Gibran)


" emang gue gak tau Gib, coba lo ngomong yang jelas " (kata Zayn)


Sepupunya tersebut hanya terdiam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menatap kearahnya sambil sedikit tersenyum membuat Zayn semakin bingung.


" apa sih? " (kata Zayn penasaran)


" hahahaha, kambing lo bang " (kata Gibran sambil tertawa)


" gak jelas lo, tau-tau ketawa " (kata Zayn)


" hahaha ya lucu lah " (kata Gibran)


" lucu apanya sih, lo jangan gila ya Gib, ditanya kenapa gak tidur nyalahin gue ama Rindu, ditanya kenapa malah ketawa " (kata Zayn panjang lebar)


" ya gue emang gak bisa tidur gara-gara kalian berdua kali " (jawab Gibran lagi)


" ya kenapa gara-gara gue sama bini gue? " (tanya Zayn lagi)


Zayn menggelengkan kepalanya merasa Gibran sangat berbelit-belit, Zayn terus menatap kearah Gibran semakin penasaran dengan alasan Gibran.


" lo tadi malem ngapain sama bini lo? " (tanya Gibran gantian)


" ye di tanya malah tanya balik, lagian gue ngapain aja sama bini gue bukan urusan lo lah " (jawab Zayn sambil tersenyum)


" mesam mesem lo bang, emang terserah lo mau ngapain aja sama bini lo, rumah-rumah lo juga, mau gaya cicak nemplok di dinding kek, mau gaya kelelawar lagi gantungan kek atau mau gaya kodok loncat juga terserah lo, tapi mohon maaf ya bang hargai tamu apalagi yang jomblo kaya gue, volume suara bini lo suruh kecilin dikit napa kalo lagi ena-ena, ngeganggu tau gak, bikin orang gak bisa tidur aja " (kata Gibran menuturkan panjang lebar)

__ADS_1


Zayn terdiam sejenak mendengar & mencerna kata-kata Gibran panjang lebar, ia lalu tertawa terbahak-bahak mengerti mengapa adik sepupunya tersebut tak bisa tidur semalaman.


" hahahahahahaha " (tawa Zayn)


" ketawa lo bang, seneng banget liat orang menderita, kapok tau gue tidur di rumah lo, kalo ada bang Faiz bisa nekat keluar malem dia cari mangsa di luar " (kata Gibran)


" astaga Gib, sakit perut gue, jadi lo semalem gak bisa tidur gara-gara denger suara gue sama istri gue? " (tanya Zayn)


" apa lagi, lo pikir gue gak bisa tidur gara-gara liat demit apa?, suara kalian berdua tuh lebih horor dari demit, bikin sakit kepala, herannya lagi sih Desta pules banget tidurnya sampe gak denger suara seberisik itu " (kata Gibran sambil menepuk jidatnya)


Ia benar-benar tak menyangka jika suara pergulatannya semalam dengan istrinya lah penyebab Gibran tak bisa memejamkan matanya, Zayn saat ini hanya bisa tertawa tak tahan mendengar cerita dari Gibran.


" ya lo kenapa gak tutup telinga? " (kata Zayn)


" sekate-kate lo bang, gue udah tutup telinga ya, sampe guling sana guling sini tapi suara kalian tuh malah terngiang-ngiang " (jawab Gibran)


" lebay lo, awas lo cerita sama Huma, tar bini gue malu " (kata Zayn)


" punya malu juga kalian? " (kata Gibran mencibir)


" kampret " (kata Zayn sambil melemparkan bantal)


" hahahahaha " (tawa Gibran)


Zayn tak ingin cerita Gibran saat ini tentang yang sebenarnya bisa sampai ke telinga istrinya apalagi mengingat istrinya tersebut sangat pemalu.


" gue mau cerita sama bang Faiz entar " (kata Gibran)


" lo aduin ama Faiz yang ada lo yang bakal di buli sama Faiz Gib, hahahaha " (kata Zayn)


" ah sial*n, sama aja lo berdua, gue tar malem gak nginep lagi bang, next kalo lo suruh nginep mending gue tidur dikamar bawah aja lah, males gue denger-denger yang kaya gitu " (kata Gibran agak kesal)


" sabar-sabar Gib, kejombloan lo lagi di uji " (kata Zayn tersenyum)


" seneng banget lo bang yah, astaghfirullah sabar-sabar " (kata Gibran sambil mengelus dadanya & mengeluarkan nafas kasarnya dari hidungnya)


" maklum lah namanya juga penganten baru " (kata Zayn)


Zayn tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya yang ia rasa tak terasa gatal sama sekali, terlihat wajah sepupunya sangat agak kesal sebenarnya saat ini, tetapi mengingat ia & istrinya baru saja bersama selama beberapa hari ini setelah beberapa minggu sibuk bekerja ia yakin Gibran memahami itu.


# Aryan Gibran Alaric


" buat hari ini gue maklumin kalian berdua, next gue gak pengen denger lagi, tapi kalo suruh nontonin langsung boleh deh, hehehehe " (kata Gibran)


" anjim, enak aja lo mau nontonin gue ama istri gue, lo pikir live streaming " (kata Zayn)


" hahahahaha, tontonan geratis bang " (kata Gibran)


" lo pikir acara hajatan tontonan gratis, yang ada-ada aja lo " (kata Zayn menggelengkan kepalanya)


" ngomong-ngomong 1mnggu berapa kali lo? " (tanya Gibran)


" apa sih?, nanya lo yang faedah kali " (kata Zayn)


" jangan ngeres lo bang, orang gue nanya ngegym kok " (kata Gibran memlesetkan pertanyaannya)


" hahaha, alah ngeles lo pake bilang ngegym, ngomong aja otak lo kotor " (kata Zayn)


Gibran ikut tertawa sambil menggelengkan kepalanya karena yang dikatakan oleh Zayn adalah benar. Bergurau dengan Zayn seperti ini sudah sangat biasa baginya.


" kerja keras banget kayanya lo tadi malam yah bang, pagi-pagi sumringah " (kata Gibran)


" harus lah mumpung libur dicicil memang " (kata Zayn tersenyum)


" kambing, lo pikir kreditan apa dicicil, yang suka ada-ada aja" (kata Gibran)


" ah lo gak bakal ngerti kan lo belum pernah kawin " (kata Zayn sambil tersenyum & menggaruk-garuk kepalanya)


" kampret, nikah kali baru kawin, ketularan bang Faiz lah lo bang " (kata Gibran)


" ya emang nikah dulu baru kawin tapi lo juga belum pernah kawin kan, hahahaha " (kata Zayn)


Gibran menepuk jidatnya karena kata-kata Zayn, ia memang terkesan sebagai pria nakal yang suka berganti pasangan di kalangannya tetapi sampai saat ini ia belum pernah melakukan hubungan yang melebihi dibatas norma kewajaran tak seperti Faiz yang lebih berani di bandingkannya.


" ya kan wajar gue kawin sama bini gue, gak salah kan? " (kata Zayn)


" iya gak salah, gue yang salah, lo mah bener bang & selalu bener " (kata Gibran)

__ADS_1


" hahaha, pasrah amat lo " (kata Zayn)


" pasrah gue dari pada panjang urusan " (kata Gibran), " mau lanjut tidur lagi gue ya bang, mumpung masih pagi, bisa tar siang masuk kelas selanjutnya gue " (kata Gibran lagi)


Gibran lalu meluruskan kakinya kembali & berbaring di atas sofa panjang yang berada di ruang tamu, sekilas ia lihat kakak sepupunya hanya tersenyum memperhatikannya dirinya.


# Humaira Shakila Najma


Sudah beberapa jam ia berada di dalam kelas hukum perdata, hukum perdata


adalah ketentuan yang mengatur hak dan kepentingan antar individu dalam masyarakat, secara umum pengertian hukum perdata yaitu semua peraturan yang mengatur hak dan kewajiban perorangan dalam hubungan masyarakat.


Hukum perdata disebut pula dengan hukum private karena mengatur kepentingan perseorangan. Sudah banyak yang ia pelajari tentang hukum perdata, bahkan ia juga telah mempelajari setiap asas-asas yang berada di dalam hukum perdata.


Berada di kelas hukum saat ini membuat Humaira semakin tertarik dengan jurusan yang ia ambil saat ini, semakin kesini ia semakin paham tentang hukum perdata mau pun hukum lainnya.


Setelah beberapa jam akhirnya mata kuliahnya di jam pertama selesai juga, setelah dosen keluar dari kelas, para mahasiswa & mahasiswi fakultas hukum ikut membubarkan dirinya masing-masing termaksud ia & Kevin.


" Huma ada yang nungguin lo nih " (kata seorang mahasiswi teman fakultasnya memanggil namanya)


Humaira melihat kearah depan kearah mahasiswi yang baru saja berbicara padanya yang tak lain adalah teman sekelasnya.


" siapa? " (tanya Humaira)


" liat aja sendiri, gue duluan ya " (kata mahasiswi tersebut lagi)


Setelah berjalan kearah luar kelas Humaira menoleh kearah kanan & kiri untuk mencari seseorang yang barusan mencari dirinya, dilihatnya sudah ada Narendra berdiri di pojok kelasnya sambil tersenyum & melambai kearahnya.


Humaira menoleh kearah Kevin yang sedang melihat kearahnya juga seolah sedang bertanya dengannya meskipun tak mengeluarkan sepatah katapun, Humaira hanya menaikan bahunya sebagai jawaban kalau ia juga tak tahu.


" gue ke sana dulu ya nyamperin bang Rendra, lo duluan aja " (kata Humaira sambil menepuk bahu Kevin)


" ok, tar hubungin gue kalo lo udah selesai, gue juga mau ngobrol bentar ama cewek gue " (kata Kevin)


" ah pacaran terus mah lo, ya udah deh, daaaa " (kata Humaira sambil tersenyum)


Ia berpisah dengan Kevin & berjalan kearah Narendra sendiri, melihat Narendra yang tersenyum kearahnya ia juga tersenyum membalas senyum Narendra. Humaira yakin jika Narendra saat ini akan menawari dirinya untuk menjadi modelnya kembali, presiden BEM tersebut tak pernah lelah untuk mengajaknya bergabung menjadi modelnya.


Mengingat bakatnya & minatnya terhadap dunia modeling sebenarnya ia sangat ingin menerima tawaran Narendra, tatapi karena ia ingat dengan janjinya kepada kekasihnya yaitu Desta ia tak bisa menerima tawaran tersebut.


" kenapa bang? " (tanya Humaira yang sudah berada didekat Narendra)


" enggak papa, cuman pengen ketemu lo aja, kemaren lo gue hubungi gak lo angkat " (kata Narendra)


Humaira menepuk jidatnya reflek, ia sengaja mengaktifkan mode silent pada ponsel miliknya kemarin karena tak ingin diganggu oleh siapapun mengingat ia kemarin menghabiskan waktu bersama dengan kakak & kakak iparnya serta Gibran & juga Desta.


" oh iya bang sorry ya, kemaren emang lagi ngumpul gitu ama abang gue, jadi gak bisa diganggu, kebetulan kan lama gak ketemu " (kata Humaira meminta maaf)


" oh gitu ya, gue pikir lo lagi jalan ama Gibran, makanya gak angkat telpon dari gue " (kata Narendra)


Narendra masih terus mengira jika ia & Gibran saat ini telah berpacaran, Humaira tak akan menjelaskan perihal ini kepada siapapun karena baginya tak perlu ada yang dijelaskan karena pada kenyataannya ia & Gibran adalah saudara sepupu.


" ada juga sih kak Gibran kemarin " (kata Humaira)


" oh pantesan, oh iya lo kapan ni mau pemotretan ama gue lagi, banyak yang pengen kenalan sama lo nih, lo tuh bakat loh " (kata Narendra)


" kayaknya gak dulu lah bang " (kata Humaira)


" kenapa?, Gibran marah ya sama lo? " (kata Narendra)


Saat itu kakak sepupunya tersebut memang marah padanya tetapi tak hanya kakak sepupunya saja yang marah kepadanya bahkan kakaknya sendiri Zayn sangat marah besar kepadanya, sedangkan Desta sebagai pacarnya hanya menasehati dirinya & mencarikan solusi terbaik agar minat & hobinya tersalurkan.


" marah tapi gak yang banget sih " (kata Humaira)


" dia ngelarang lo buat pemotretan " (kata Narendra bertanya)


" enggak sih bang, dia dukung aja, selama kalau pemotretan ijin dulu " (jawab Humaira)


Yang membuat Zayn & Gibran saat itu marah kepadanya memang karena pada saat mengikuti pemotretan bersama Narendra ia tak meminta ijin terlebih dahulu.


" terus kenapa gak lanjutin hobi lo? " (tanya Narendra)


Humaira hanya terdiam menatap Narendra, alasan mengapa ia tak mau lagi mengikuti pemotretan adalah Desta.


" adalah pokoknya bang " (kata Humaira singkat)


" ya udah kalo suatu saat lo berubah pikiran tolong lo temuin gue ya, hubungi gue, gue siap buat moto lo kapan pun lo mau " (kata Desta sambil tersenyum)

__ADS_1


Humaira tak mengerti mengapa fotografer se tenar Narendra sangat ingin sekali menerbitkan dirinya menjadi seorang model yang terkenal dengan kekeh.


__ADS_2