
Safitri salah faham kepada kedua orangtuanya yang mengira ia akan tidur bersama Abimana malam ini, ia terus-terusan mengutuk dirinya dalam hati karena telah berpikir yang tidak-tidak.
" kamu kenapa nduk? " (kata ibu)
" gak papa bu " (kata Safitri)
" kok kaya lagi mikir sesuatu gitu?, tidur gih " (kata ibu)
" kenapa nduk, gak bisa tidur kamu? " (kata ayah)
" enggak yah, belum ngantuk aja " (kata safitri)
Safitri melihat kearah ibunya yang tersenyum kepadanya, ia memeluk ibunya dengan erat, dalam waktu dekat ia akan kembali lagi melanjutkan pendidikannya di SPN setelah agenda IBL nya berakhir, ia akan merindukan ayah & ibunya lagi saat berada disana lama nantinya, seandainya saja ia bisa dengan mudah menghubungi kedua orangtuanya berpisah mungkin tak akan berat baginya. Selama jauh dari ibu & ayahnya safitri selalu berharap kedua orangtuanya dalam keadaan baik-baik saja.
" ibu sama ayah sepi banget pasti ya kalo gak ada aku? " (kata Safitri)
" sepi tapi lama-lama biasa nduk, lagian kamu kam pergi juga gak lama cuman buat belajar bentar doang " (kata Ibu)
" tapi bapak pengen puas-puas liat kamu nduk biar ayah gak kangen kalo kita gak ketemu nantinya " (kata ayahnya)
__ADS_1
" masih ada foto safitri kan yah yang bisa kita liat " (kata ibu)
" tetep beda lah bu " (kata ayah kepada ibu), " kamu jangan sedih-sedih ya nduk kalo kita gak bisa ketemu, kamu harus belajar bener-bener, ayah bangga sama kamu " (kata ayahnya)
Ia hanya mendengarkan kata-kata ayahnya yang saat ini telah berbaring dibawah ranjang, ia memang sangat dekat dengan kedua orangtuanya.
" sedih dikit gak papa lah, tapi jangan terus-terusan, jang sampe juga pulang padahal pendidikan belum selesai " (kata ayah lagi)
Kata-kata ayah terdengar agak aneh, safitri memang anak manja tetapi dia bukan seorang anak cengeng yang suka merengek jika rindu dengan kedua orangtuanya.
" ya elah yah gak lah kalo aku nangis, masa iya kangen doang nangis yah, aku juga gak bakal pulang gitu aja yah perjuangan aku gak mudah loh " (kata safitri)
" iya janji yah " (kata safitri)
" ayah ini apaan sih masa safitri suruh janji segala " (kata ibu)
" ya gak papa lah bu, lagian ini demi masa depannya yang cerah, sebab ayah gak bisa kasih dia apa-apa " (kata ayahnya)
Safitri tiba-tiba bersedih mendengar kata-kata ayahnya, selama ini ia lah yang belum bisa membalas apapun yang diberikan kedua orangtuanya untuknya.
__ADS_1
" ayah udah kasih semua buat aku yah, aku yang belum bisa balas apa-apa ke ayah sama ibu " (kata safitri)
" kamu gak perlu balas semuanya nduk, cukup kamu selesaikan pendidikanmu & dapat gelar terbaik itu udah cukup buat ayah " (kata ayahnya)
Ayahnya nampak serius mengatakan hal ini, safitri hanya mengangguk & bertekad akan melaksanakan semua perkataan ayahnya demi membanggakannya.
# Abimana prasetiya
Berada dikamar safitri ia berkali-kali membalikkan tubuhnya agar bisa terlelap dalam tidur, sudah tiga puluh menit berada didalam kamar tetapi ia tak juga bisa memejamkan matanya, diluar hujan sangat deras sekali bahkan atap rumah serasa dijatuhi batu dari langit.
" ah gila deres banget hujan diluar, mana gak bisa tidur lagi ini " (kata Abimana sendiri)
Ia duduk menyender sambil memegang ponselnya, ditatapnya layar ponselnya yang sudah ada foto safitri menjadi wallpaper foto di ponsel miliknya, ia tersenyum melihat gadis cantik berkulit putih yang saat ini telah menjadi tunangannya tersebut, ia berharap hubungannya bisa berlanjut sampai kejenjang pernikahan.
" Semoga kita jodoh, dunia sampai akhirat " (kata abimana sendiri)
" ya allah jaga hatinya buat hamba, jaga juga hati hamba untuknya, persatukan kami menuju halal, jangan pisahkan kami & buatlah kami terus bertahan " (kata abimana)
Hatinya sudah sangat mantap dengan safitri sehingga ia bisa berkomitmen & mengajak safitri untuk bertunangan, ia tidak ingin wanita yang ia cinta jatuh kepelukan pria lain selain dirinya, ia sangat mencintai safitri.
__ADS_1