Polwan Cantik

Polwan Cantik
#104 SEASON 2


__ADS_3

# Humaira Shakila Najma


Kelas terakhirnya baru selesai sore ini ia masih duduk dikelasnya merapikan buku serta alat tulis lainnya, Kevin teman sebangkunya juga masih duduk di sebelahnya menunggu dirinya, Humaira tersenyum sambil terus merapikan alat tulisnya.


Ia sangat senang bisa berteman baik dengan Kevin, seorang Kevin yang sangat jauh berbeda dengan Kevin yang ia kenal sebelumnya, Kevin yang saat ini lebih menghargai wanita & suka menolong, bahkan Kevin saat ini juga sangat setia kawan, ia kini menjadi Kevin yang sangat dewasa.


" Astaga masih di sini ternyata " (kata Desi yang baru datang)


Humaira melihat kearah pintu sambil tersenyum, sudah ada Desi masuk kedalam kelasnya sambil tersenyum, pertemanannya dengan Desi masih baik-baik saja meskipun Desi & Kevin saat ini telah menjalin hubungan lebih dari teman, melihat Desi datang ke kelasnya ia yakin jika Desi ingin menemui Kevin yang notabenenya adalah pacar Desi.


Desi adalah teman akrabnya juga saat ini, Humaira & Desi serta Kevin berteman saat SMA, mereka bertiga berteman di detik-detik sebelum ujian kelulusan berlangsung & sampai detik ini Humaira & Desi masih tetap akrab meskipun Desi tak satu jurusan dengannya & Kevin.


" eh yank udah selesai juga kelasnya? " (kata Kevin)


" udah dong, makanya aku datang kesini " (kata Desi sambil tersenyum)


" ya udah yuk keluar " (kata Humaira sambil tersenyum juga)


Desi mengangguk & menggandeng tangannya untuk keluar dari kelas, Humaira tersenyum sambil berjalan disebelah Desi, seperti ini lah mereka saat jalan bertiga, meskipun Desi & kevin berpacaran Desi lebih memilih menggandeng tangannya dibandingkan menggandeng tangan Kevin. Kevin tak pernah merasa keberatan dengan hal ini.


" jemputan lo udah di mana Mak? " (kata Desi)


" udah di depan sih katanya, ini ada Wa gue sekitar lima menit yang lalu " (kata Humaira)


" luar biasa lo Mak, udah lima menit yang lalu cowok lo nungguin lo di depan tapi lo malah masih tetep duduk santai di kelas tadi " (kata Desi sambil menggelengkan kepalanya), " ini lagi ngapain jalan lambat-lambat, udah tau ada bang Desta di depan, ayo buruan " (kata Desi menarik Humaira untuk berjalan lebih cepat)


" ya kan gue lagi masukin barang-barang gue di tas tadi, ini kit gak usah jalan cepet kali Ci, tar kalo gue jatuh kenapa-kenapa bang Desta malah marah, dia gak suka soalnya gue buru-buru kalo teledor lagian kata bang Desta mau selama apa dia bakal nunggu kok " (kata Humaira)


" ya tuhan lo punya cowok sabar banget sih, tapi jangan mentang-mentang cowok lo sabar terus lo seenaknya gini dong, kasian juga kan bang Desta nungguin lo " (kata Desi)


" kamu kaya gak tau Huma aja yank, dia tuh keong makanya lambat " (kata Kevin)


" enak aja keong " (kata Humaira)


" iya yank tapi keong emas bukan keong sawah, kamu contoh bang Desta dong yang, sabar banget tau dia, kalo kamu kaya bang Desta pasti aku makin cinta deh sama kamu " (kata Desi tersenyum)


" mau lo Ci, tapi yakin Kevin bisa kaya bang Desta, aku rasa enggak deh, karena cowok kaya bang Desta itu cuma satu-satunya di bumi ini & sayangnya udah jadi milik gue " (kata Humaira tersenyum)


Dengan bangganya Humaira tersenyum lebar memamerkan Desta yang memang adalah sosok pria idaman, siapapun pasti mengidam-idamkan punya pasangan yang sangat pengertian seperti Desta.


" songong lo " (kata Desi)


" apa istimewanya cowok kaya Desta?, lagian aku juga udah istimewa dengan ciri ku sendiri yank " (kata Kevin)


" iya-iya kamu juga istimewa, lebih dari bang Desta lagi, tapi kamu kurang sabar yank, suka ngambek, padahal kan harusnya aku yang ngambek kan aku yang cewek " (kata Desi)


" hahahahah, nah lo Kev, lagian lo aneh dikit-dikit cemburu ama Eci " (kata Humaira)


" ya namanya juga sayang, gimana sih lo Ma, wajar kali gue cemburu " (kata Kevin)


" ya tapi gak cemburu buta dong yank, ah kamu mah, aku ngobrol ama temen sekelas aja kamu cemburu " (kata Desi)


" eh tapi aslinya bang Desta juga cemburuan loh, jangan salah " (kata Humaira)


Desta memang sebenarnya sangat cemburuan, tetapi Desta lebih suka mengungkapkan rasa cemburunya dibandingkan harus dipendam & marah-marah gak jelas.


" tuh yank Desta aja yang menurut kamu sempurna cemburuan juga " (kata Kevin)


" iya tapi aku yakin cemburunya bang Desta gak pake ngambek kaya kamu yank, kaya anak kecil " (kata Desi)


" udah sih, masalah rumah tangga gaj usah dibahas lagi, gak enak gue yang orang luar dengernya " (kata Humaira tersenyum)


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka sampai juga kearah depan, Humaira segera memisahkan diri dari Desi & Kevin, mereka berdua berjalan menuju arah parkiran sedang dirinya berjalan kearah luar gerbang, setelah berada diluar gerbang kampus sudah ada Desta berdiri di samping motor sportnya dengan menggunakan pakaian santai & tersenyum kearahnya.


Humaira ikut ter senyum melihat Desta sambil berjalan mendekati kearah Desta yang berada di sebrang jalan, Humaira sangat heran melihat Desta yang sangat tumben sudah berganti pakaian saat menjemputnya saat ini.


" kok tumben? " (kata Humaira memandangi Desta sambil tersenyum)

__ADS_1


" kan kita mau ke rumah bang Zayn dek, katanya udah dari tadi dia sampek di rumahnya " (kata Desta)


" astaga iya lupa, ya udah yuk bang, kan aku juga mau ganti baju " (kata Humaira)


" ya udah yu naik " (kata Desta sambil tersenyum)


Humaira yang sudah duduk di atas motor tepat di belakang Desta tersenyum sambil memeluk Desta erat, hari ini pacarnya terlihat sangat tampan pikirnya dengan menggunakan pakaian santainya. Kendaraan yang dikendarai Desta pun melaju menjauh dari gerbang kampus menuju arah rumah Gibran.


" bang Desta tadi ada kak Mauren datang ke kampus dong " (kata Humaira memberitahu Desta)


" ngapain dia? " (kata Desta)


" mau kasih liat foto aku sama dia doang sih makanya dia mampir)


Mauren memang hanya memperlihatkan foto mereka berdua yang tak sempat ia lihat sebelumnya lalu pamit untuk pergi karena ada keperluan yang ia lupakan.


# Muhamad Desta Hamizan


Mendengar kekasihnya bercerita tentang Mauren tiba-tiba Desta seperti sedikit punya firasat buruk, jujur saja sebenarnya di lubuk hati Desta yang paling dalam ada rasanya sedikit tak menyukai Mauren.


Ia tak bisa mengungkapkan hal ini pada Humaira mengingat Humaira sangat percaya sekali dengan Mauren, bahkan beberapa kali pacarnya tersebut pernah jalan berdua dengan Mauren & ia tak pernah melarang hal itu.


" mau kasih liat foto doang kok jauh-jauh ke kampus dek? " (kata Desta)


" katanya dih pas lagi keluar lewat kampus terus inget Huma jadi mampir deh ke kampus " (kata Humaira)


" oh gitu, boleh gak bang Desta kasih saran dek " (kata Desta)


" boleh ding bang " (kata Humaira)


" adek kan udah gede, bukan anak kecil lagi, emang ada yang bilang kita kalo mau berteman gak boleh pilih-pilih, tapi kalo itu orangnya kita kenal, kalo kita gak kenal orangnya dengan baik lebih baik berhati-hati ya dek, kalo mau aman jauhi aja " (kata Desta memberi nasehat)


Humaira masih terlalu polis baginya bahkan kekasihnya tersebut terkadang masih tak bisa membedakan mana teman yang benar-benar tulus mau berteman dengannya & mana yang hanya berpura-pura baik, seperti halnya Mauren yang ia rasa punya niat terselubung lainnya.


" kak Mauren baik kok bang, awalanya aku juga berpikiran buruk sama dia, tapi setelah kenal baik ternyata dia gak seburuk yang kita pikirkan " (kata Humaira)


Ia berharap apa yang ia pikirkan tentang Mauren adalah salah & apa yang dikatakan pacarnya adalah benar jika Mauren adalah orang yang baik, setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya motornya sampai juga didepan pekarangan rumah pamannya.


" ayo bang masuk dulu " (kata Humaira mengajak Desta masuk kedalam rumah)


" iya " (kata Desta sambil tersenyum)


Desta & Humaira kemudian berjalan beriringan menuju arah dalam, pacarnya menyuruhnya menunggu di ruang tamu sejenak karena Humaira harus berganti pakaian. Desta hanya menunggu Humaira sendiri di ruang tamu setelah Humaira terlihat naik keatas meninggalkan dirinya.


" Eh Desta " (kata Widia)


Desta pun berdiri untuk menyalami tante dari pacarnya tersebut yang baru saja turun dari arah atas sambil tersenyum.


" mau kemana nih?, kok tumben udah rapi jam segini, Huma mana? " (kata Widia)


" em ini onty mau ke rumah bang Zayn, tadi ada hubungin sih nyuruh ke sana, itu tadi Huma baru aja naik ganti baju " (kata Desta)


" oh iya tadi malam sih dia ngabarinnya mau pulang, tadi juga udah telpon kalo udah sampe dijemput sama Gibran, jadi pada mau ke sana nih? " (kata Widia)


" iya gitu deh, onty gak ikut? " (kata Desta)


" aduh onty nanti aja deh nunggu uncle pulang " (kata Widia)


Desta tersenyum sambil menganggukan kepalanya mengerti, orang tua Gibran sangat sama seperti ibunya yang tak akan pergi keluar jika tak bersama dengan ayahnya pikirnya.


# Abdul Zayn Mikail


Zayn duduk di sofa ruang tamu untuk beristirahat sejenak bersama dengan Gibran, sedang istrinya masih asik berkeliling melihat rumah yang sudah sangat lama tak mereka tempati.


Rumah mereka saat ini sudah dalam keadaan bersih, bahkan tak ada sedikit pun debu menempel di sudut manapun, Zayn sangat puas dengan pekerjaan Art yang ia bayar untuk membersihkan rumah mereka selama tiga bulan selama ia & istrinya tinggal di kota D.


" Gib lo tadi jemput gue Huma udah pulang belum dari kampus? " (kata Zayn)

__ADS_1


" belum bang, gue jemput lo dia baru masuk kelas sih tadi, kemungkinan ini baru balik dia " (kata Gibran)


Jam telah menunjukan pukul 04.00 sore wajar saja jika adiknya saat ini baru pulang dari kampus pikirnya.


" bang itu bini lo lagi ngapain? " (kata Gibran)


" katanya pengen liat-liat rumah, kan udah lama gak ditinggalin " (kata Zayn)


" udah hamil belum bini lo bang? " (kata Gibran)


" lo liat perutnya udah ada perubahan belum?, kalo hamil jelas perut bini gue gak ramping begitu Gib " (kata Zayn sambil menepuk jidatnya reflek)


" hahahah, kurang tokcer loh bang " (kata Gibran)


" iya Gib bener, lo tau gak gimana caranya biar bini gue cepet hamil?, kan lo calon dokter " (kata Zayn bertanya)


" gue kan bukan dokter kandungan bang " (kata Gibran)


" ya paling enggak lo tau dikit lah " (kata Zayn)


" apa ya, biasanya sih kita harus tau masa suburnya dulu sih bang " (kata Gibran)


" terus? " (kata Zayn)


" ya kalo pas masa subur kalian berhubungan lah, karena berhubungan pada saat masa subur itu peluang untuk bisa hamil lebih besar " (kata Gibran)


" maksudnya masa subur itu apa Gib? " (kata Zayn)


Zayn memang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Gibran tentang istilah masa subur, Gibran yang mendengar pertanyaan darinya justru menggelengkan kepalanya & reflek menepuk jidatnya.


" kak " (kata Rindu)


Zayn tiba-tiba menoleh kearah istrinya yang barus saja memanggilnya, belum selesai ia mendengar penjelasan dari Gibran istrinya tiba-tiba datang memanggilnya.


" iya sayang " (kata Zayn)


" kak itu di kulkas kita gak ada apa-apa loh buat dimasak malam ini " (kata Rindu)


Zayn pun berdiri menghampiri istrinya yang berada di arah belakang tepatnya di dapur, setelah berada dihadapan istrinya Zayn kemudian menggandeng istrinya untuk mengikutinya berjalan kembali kearah sofa ruang tamu.


Tanpa penolakan istrinya hanya mengikuti dirinya yang menggandeng tanpa berkata apapun, Zayn malam ini tak ingin istrinya kelelahan karena harus memasak untuknya, karena malam ini ia akan mengajak istrinya beserta Gibran, Humaira & Desta untuk makan diluar.


" duduk sini saya sayang " (kata Zayn menyuruh istrinya untuk duduk)


Istrinya masih terus menuruti perkataannya & duduk di sebelahnya, Zayn tersenyum sambil memeluk istrinya agar agak menyenderkan tubuhnya di dada Zayn.


" kamu malam ini gak usah masak, aku gak mau kamu kecapean, kita kan baru datang nanti kamu sakit kalo kecapean sayang " (kata Zayn)


" heeemmmmm, kacaaaaaaaaaaaanggggg " (kata Gibran agak nyaring, ia merasa di kacangi karena Zayn justru duduk bermesraan dengan Rindu)


Zayn menengok kearah Gibran yang berdehem sangat nyaring, melihat sepupunya saat ini Zayn justru tertawa, ia lupa jika ia tak pernah bermesraan dengan istrinya di depan siapapun.


" aduh sorry Gib, lupa gue kalo ada lo " (kata Zayn)


Rindu lalu melepaskan kedua tangan Zayn yang melingkar memeluknya, terlihat istrinya saat ini nampak agak malu, Zayn pun tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya karena kelepasan bermesraan di depan Gibran.


" ah elah, bisa banget lupain gue lo bang, padahal gue dari tadi jogrok disini loh gak kemana-mana, ini nih nasib jomblo nih gini " (kata Gibran)


" hahahahaha, sabar bro jangan baper lo " (kata Zayn sambil tertawa)


" kak " (kata Rindu memegang lengan Zayn), " jangan begitu, kasian tuh Gibran " (kata Rindu lagi)


" tuh Rindu aja tau bang kalo kasian gue, lo mah emang jahat lo bang tega, habis manis sepah di buang, kenapa lo tadi gak sekalian enak-enak di depan gue " (kata Gibran)


" kampret, ngeres lo, hahahaha " (kata Zayn)


Zayn melempar bantal kearah Gibran sambil tertawa karena kata-kata Gibran, sepupunya tersebut juga ikut tertawa dengannya.

__ADS_1


__ADS_2