
# Humaira Shakila Najma
Ia buru-buru pergi kearah luar bersama Desta untuk menebuskan obat yang telah diresepkan dokter barusan untuk Rindu, alasan lain ia pergi menebus obat adalah karena keberadaan Bumi yang secara tiba-tiba di rumah sakit saat ini, Humaira hanya tak tau harus berbuat apa karena ia sangat merasa canggung jika di bertemu dengan Bumi, padahal dulu awalnya mereka adalah sahabat baik. Ia pernah merasakan kehilangan saat Bumi pergi, kini ia justru tiba-tiba datang dihadapannya meskipun Bumi datang bukan untuknya & bukan karenanya.
Desta tersenyum menatapnya, tiba-tiba ia mengelus lembut pundaknya, Humaira yakin jika Desta saat ini tau jika dirinya sedang canggung karena keberadaan Bumi yang secara tiba-tiba saat ini, Humaira hanya diam kebingungan harus berkata apa kepada Desta, ia tak mau Desta mengira bahwa ia punya rasa dengan Bumi walaupun sebenarnya ia pernah punya perasaan cinta pada Bumi sebelum Desta hadir di kehidupannya & mengisi hati Humaira yang kosong.
" kamu gak usah khawatir, kamu pasti bingung harus gimana?, kamu pasti canggung kan gara-gara ada Bumi " (kata Desta)
Humaira tiba-tiba berhenti & menatap Desta, ia tak mengerti mengapa pria yang saat ini telah menjadi pacarnya bisa berkata setenang itu sambil tersenyum, Desta berusaha menenangkan hatinya yang tengah kacau saat ini, moodnya tiba-tiba berubah karena melihat Bumi, bukan karena ia tak suka melihat Bumi di sini tetapi hatinya belum siap di hadapkan kembali dengan pria yang pernah menjadi sahabat baiknya, bagaimanapun juga hatinya pernah terluka karena Bumi tiba-tiba menghilang & meninggalkannya tanpa ada sepatah kata pun.
" gimanapun juga kamu pernah ngerasain bahagia bisa deket sama Bumi, bertahun-tahun loh kalian deket, jangan karena masalah kecil terus kalian jadi renggang kaya gini, kalian pernah jadi sahabat baik, Bumi pasti punya alasan lain kenapa dia ninggalin kamu " (kata Desta)
" bang apapun alasannya seharusnya dia bilang baik-baik, gak gitu juga caranya, dia gak anggap Huma sebagai sahabatnya sampe dia tega ninggalin Huma gitu aja tanpa ada ngomong apa-apa " (kata Humaira)
" ya udah mungkin adek masih belum bisa terima kenyataan, tapi bang Desta harap Huma jangan pernah punya perasaan benci sama Bumi " (kata Desta)
" Huma gak benci sama Bumi bang, Huma cuma kecewa " (kata Desta)
" iya, bang Desta tau kok adek kecewa, ya udah yuk, nanti keburu kak Rindu bangun, itu obat belum ke ambil " (kata Desta)
" makasih ya bang " (kata Humaira tersenyum)
" untuk? " (kata Desta bertanya)
" untuk waktu abang selama ini buat Huma, bang Desta tuh datang di waktu yang tepat, bang Desta tuh sabar banget ngadepin Huma " (kata Humaira)
Humaira bersyukur Desta lah pria yang saat ini bisa menemani hari-harinya, selalu disisinya dengan sabar menghadapinya, bahkan Desta rela menunggu jawaban tanpa kepastian darinya berbulan-bulan.
" iya dek, bang Desta juga seneng kok bisa ngeluangkan waktu buat Huma, bang Desta seneng kita bisa deket kaya gini sekarang, bang Desta juga mau ngucapin terimakasih ke Huma karena udah terima bang Desta jadi pacarnya Huma " (kata Desta tersenyum)
Humaira tersenyum mendengar setiap kata-kata yang di ucapkan Desta, cukup lama ia memantapkan hatinya untuk menerima Desta sebelumnya, karena ia takut jika sebenarnya ia hanya butuh pelarian untuk kegalauan yang ia rasakan waktu itu, semakin lama bersama dengan Desta hatinya pun luluh, ia akhirnya memiliki perasaan yang sama dengan Desta & menerimanya menjadi pacarnya.
" nanti sore kamu gak papa abang tinggal pulang? " (kata Desta)
" gak papa bang, abang kan besok mau kerja, emang bang Desta kalo Huma minta tinggal nemenin di sini bang Desta bisa? " (kata Humaira tersenyum)
" ya gak bisa sih " (kata Desta sambil tersenyum & menggaruk kepalannya)
" yang ada bang Desta di pecat " (kata Humaira ikut tersenyum)
" ya makanya itu jangan sampe dipecat, jadi abang balik duluan aja ya, tar kalo abang di pecat abang gak bisa lamar Huma dong buat jadi istri bang Desta, gak mungkin bang Desta di terima jadi mantu kalo pengangguran " (kata Desta)
" ya allah jauh amat si mikirnya bang, hahaha " (kata Humaira)
Humaira tak terlalu banyak berharap dengan hubungannya bersama Desta mengingat usianya yang masih terbilang muda, ia hanya menjalani semua ini sesuai dengan hatinya, tetapi jika seandainya ia & Desta ternyata berjodoh ia juga sangat senang karena Desta merupakan pria yang baik.
" bulan depan ada yang ultah nih kayanya " (kata Desta)
" hahahah, bang Desta kok tau " (kata Humaira)
Bulan depan usianya bertambah tepat menjadi 17 tahun, ia tak menyangka Desta mengetahui tanggal kelahirannya, bahkan saat ini ia hampir lupa jika bulan depan adalah hari ulang tahunnya.
" ya tau lah, masa ulang tahun pacar sendiri abang gak tau, kamu mau kado apa dek dari bang Desta? " (kata Desta)
" kok berasanya kaya request gini bang, hahaha " (kata Humaira)
" emang adek mau apa? " (kata Desta)
" mau abang terus di samping Huma, ciieeeeh aseeek, hahahaha " (kata Humaira ala gombalan anak-anak jaman milenial)
__ADS_1
" hahahaha, serius dek, kalo itu mah tanpa Huma minta abang pasti bakal terus di samping Huma " (kata Desta tersenyum)
" uluh co cweet " (kata Humaira)
Seketika suasana hatinya kembali membaik, seperti biasa Desta selalu tau bagaimana caranya membuat mood Humaira menjadi membaik seperti ini.
# Abdul Zayn Mikail
Melihat Bumi berada disini membuat Zayn merasa kasian dengan Bumi, bagaimanapun juga Bumi harus mengorbankan perasaannya demi perjodohannya dengan Rindu, Bumi pasti sangat terluka mengetahui bahwa Humaira saat ini telah memiliki kekasih, jika saja sebelumnya Bumi jujur dengan Humaira tentang perasaannya mungkin perjodohannya dengan Rindu tak akan pernah terjadi. Dari pandangan Bumi nampak jelas bahwa saat ini Bumi sedang menahan rasa cemburunya kepada Humaira, jika ia di tempatkan di posisi Bumi ia pasti lebih memilih pergi sejauh-jauhnya & tak ingin melihat kedekatan orang yang di sayangnya bersama dengan kekasihnya.
Zayn tak bisa menyalahkan hubungannya dengan Desta karena bagaimana pun juga adiknya terlihat sangat nyaman & bahagia dengan hubungannya saat ini bersama Desta. Bagaimana pun juga sebagai seorang kakak yang baik Zayn juga ingin yang terbaik untuk adiknya, & Desta merupakan pemuda baik-baik juga, bukan karena Bumi bukan pemuda baik-baik, Bumi juga baik menurut Zayn tetapi cinta Huma bukan untuk Bumi melainkan untuk Desta.
" Bum maafin gue ya, gara-gara gue lo sampe ngorbanin perasaan lo " (kata Zayn)
" demi kebahagiaan kak Rindu apa pun bakal gue lakuin kak " (kata Bumi)
" tapi lo ngorbanin perasaan lo sendiri Bum, harusnya lo sekarang yang ada di posisinya Desta " (kata Zayn)
" kak mungkin emang gue ama Huma gak jodoh, jadi gue minta lo stop bahas ini lagi, gue gak mau kak Rindu nanti denger pembahasan kita tentang gue terus dia jadi sedih, apa lagi kak Rindu lagi sakit sekarang " (kata Bumi)
" semoga lo bisa dapat yang terbaik ya Bum " (kata Zayn)
" iya kak, terima kasih ya " (kata Bumi)
Meskipun nampak kecewa Bumi masih terlihat tegar, bahkan ia tak ingin membahas soal dirinya dengan Humaira agar tak membuat Rindu sedih karena sudah jelas Rindu juga akan merasa bersalah dengan perjodohan mereka berdua yang mengakibatkan adiknya saat ini mengorbankan perasaannya.
" Bumi " (kata Rindu)
Rindu akhirnya bangun dari tidurnya, sudah hampir dua jam Rindu terlelap dalam tidurnya, sedari tadi Zayn hanya membiarkan Rindu dalam istirahatnya setelah meminum obatnya pagi tadi.
" kamu kapan datang dek? " (kata Rindu memeluk Bumi)
" semalem si sampenya kak, cuman pulang kerumah dulu, jadi baru jam berapa tadi kesini agak siangan soalnya gak ada yang bangunin pagi tadi " (kata Bumi)
" masa sih Bumi kurusan, enggak ah, kakak tuh jangan khawatirin Bumi, kakak tuh yang harusnya jaga kesehatan, kenapa juga bisa sampe kaya gini coba?, kalo sampe kakak kemaren kenapa-napa gimana kak, gak bakal bisa Bumi bayangin deh " (kata Bumi)
" ya namanya juga kecelakaan dek " (kata Rindu)
" lain kali jangan begini lagi kak " (kata Bumi)
Melihat kakak beradik yang sudah beberapa bulan ini tak bertemu & melepas rasa rindunya Zayn hanya bisa diam menyaksikan momen-momen tersebut.
" kalo kaya gini keadaan kak Rindu gimana besok mau nikah coba? " (kata Bumi)
Zayn menatap ke arah Rindu, karena Rindu baru dua hari ini sadar dari komanya mereka semua belum membahas soal pernikahannya dengan Rindu yang seharusnya berlangsung pada besok hari tepat di hari ulang tahun Rindu. Tetapi Zayn telah membahas soal pernikahan mereka berdua kemarin, Zayn berkata kepada Rindu untuk tetap melaksanakan pernikahan mereka setelah ia benar-benar sehat & Rindu menyetujui itu.
Sampai detik ink Zayn belum tau bagaimana perasaan Rindu terhadapnya, meskipun Rindu sangat ingin pernikahan ini tak di gagalkan demi nama baik keluarga tetapi Zayn tak mempermasalahkan itu karena seiring waktu Rindu perlahan akan mencintai dirinya seperti halnya dirinya yang mencintai Rindu.
" kalo soal pernikahan kita jelas nunggu kakak lo sembuh dulu lah Bum " (kata Zayn)
" iya dek nunggu gue sembuh dulu " (kata Rindu tersenyum)
" untungnya undangan kalian belum di sebar, makanya cepat baek lo kak, kasian juga kan mama sama papa kita " (kata Bumi)
" iya dek, doain aja biar kakak cepet bisa balik " (kata Rindu)
" gue mah selalu doain lo kak, makanya lo harus jaga diri lo, apa lagi sekarang gue jauh dari lo " (kata Bumi), " kak tolong ya diingetin kak Rindu soalnya dia punya maag akut " (kata Bumi pada zayn)
" iya Bum " (kata Zayn)
__ADS_1
Mengingat bahwa saat ini Bumi telah tinggal jauh di London, pasti saat mendengar keadaan Rindu seperti ini Bumi benar-benar sangat khawatir, Zayn juga ikut bersalah karena menyebabkan Rindu celaka.
" assalamuallaikum " (kata Humaira sambil tersenyum)
" waallaikumsalam " (kor Zayn, Bumi & Rindu)
Mereka bertiga serentak melihat kearah Humaira & Desta yang baru saja datang dari mengambil obat yang harus diminum Rindu sekarang.
# Bumi Samudera
Bumi berdiri menjauh dari kakaknya & duduk di sofa yang ada di kamar rawat inap tersebut, ia tau Humaira pasti akan memberikan obat yang barusan ia tebus kepada kakaknya sehingga ia menjauh dari kakaknya agar Rindu tak merasa risih dengan keberadaannya.
" apa kabarnya Bum? " (kata Desta yang telah duduk juga di sebelah Bumi)
" baik, lo gimana? " (kata Bumi)
" alhamdulillah gue juga baik " (kata Desta)
" kapan sampe di Indonesia lo? " (kata Desta)
" semalem sih, tapi langsung balik rumah, lo sendiri kapan sampe di sini? " (kata Bumi)
" kemarin pagi tapi nanti sore gue harus balik lagi soalnya besok gue harus masuk kantor, cuman di kasih ijin dua hari doang gue " (kata Desta)
Jika dibandingkan dengan Desta dirinya memang jauh di bawah Desta, apalagi profesi Desta yang kebetulan seorang polisi, Bumi pernah bercita-cita menjadi seorang polisi sebelumnya.
" Bumi dulu juga pengen jadi polisi tuh Des " (celetuk Rindu)
Bumi menoleh kearah kakaknya, sedari kecil ia memang sangat ingin menjadi seorang polisi terlebih lagi karena ayahnya adalah seorang polisi, sebelum lulus SMA ia akhirnya berubah pikiran & pergi ke London untuk melanjutkan pendidikannya ke universitas dengan program MBA terbaik.
" kenapa lo gak daftar aja Bum?, tahun ini ada loh " (kata Desta)
" ah engga lah, lagian gue gak percaya diri kalo bakal bisa keterima dari pada gue gagal terus kecewa " (kata Bumi)
" kalo gak di coba mana bisa tau hasil akhirnya, sapa tau nasib berpihak ke lo " (kata Desta)
" males gue, lagian jadi polisi kayaknya ribet ya, belum lagi sama tanggung jawabnya yang besar, harus wibawa, lah gue kek gini, hahaha " (kata Bumi)
Bumi terkadang memang sembrono & ceplas ceplos saat berbicara, tak bisa ia bayangkan jika ia menjadi aparat yang berwajib.
" dia mah suka ceplas ceplos bang kaya kaleng rombeng " (kata Humaira membuka suara)
Bumi terdiam mendengar kata-kata Humaira, sudah sangat lama ia tak mendengarkan kata-kata Humaira yang juga suka ceplas ceplos sepertinya.
# Humaira Shakila Najma
" dia mah kaleng rombeng bang " (kata Humaira membuka suara)
Bumi tiba-tiba memandang kearahnya sambil tersenyum, tak menyangka dirinya akhirnya keceplosan juga, Humaira mengalihkan pandangannya setelah kelepasan mengatai Bumi, seketika ruangan terasa sangat dingin ia rasakan.
" astaghfirullah mulut ini kenapa sih gak bisa diajak kompromi, gatel banget bisa kelepasan, oon banget gue " (kata Humaira dalam hati)
" sama kaya lo dek, lo juga kaleng rombeng, gak nyadar lo gimana berisiknya lo kalo udah kumat " (kata Zayn tersenyum)
" ih gak deh ya, gue mah princess, lemah lembut gak mungkin gue kaya kaleng rombeng " (kata Humaira membela diri)
" gak usah pencitraan lo di depan Desta, lagian seluruh dunia juga tau kalo lo itu empunya kaleng rombeng, hahahahah " (kata Zayn)
" hahahaha, kambing lo kak, lebay amat seluruh dunia tau, ya gue tau lah kalo followers gue banyak, gue terkenal, wajar aja kalo seluruh dunia tau gue, gue yang apa adanya " (kata Humaira)
__ADS_1
" pedean lo " (kata Zayn)
" harus lah " (kata Humaira tersenyum)