Polwan Cantik

Polwan Cantik
#23 SEASON 2


__ADS_3

" landing station " (kata Zayn)


Saat pesawat berada dalam manuver terakhir untuk turun (descend), Zayn mengistruksikan ini agar awak kabin berposisi siap untuk mendarat (duduk dan menggunakan sabuk pengaman), awak kabin harus memastikan bahwa seluruh penumpang dalam kondisi duduk.


“ disarm slide bar and crosscheck ” (kata Zayn lagi)


Setelah pesawat landing, terparkir dengan sempurna dan garbarata atau tangga telah terpasang, Zayn menginstruksi kru awak kabin kembali untuk men-disarm pintu pesawat.


" doors may be opened " (kata Zayn lagi)


Setelah pintu ter-disarm dengan sempurna, Zayn mempersilakan awak kabin untuk membuka pintu dan penumpang dipersilakan untuk turun.


Ini adalah penerbangan Zayn yang terakhir hari ini dari kota D setelah beristirahat beberapa jam di sana saat penerbangan pagi tadi, saat ini ia telah kembali ke kota C tepat pukul 04.00sore. Zayn telah berada didalam sebuah mobil yang biasa mengantar jemput para kru awak kabin untuk menuju badan pesawat.


" Kapten penerbangan terakhir ya hari ini? " (kata ko-pilot Indra)


" iya Ndra, Lo masih ada penerbangan gak? " (kata Zayn), " ini kalian gimana masih ada penerbangan juga gak malam ? " (kata Zayn kepada para pramugari)


" masih sih kalo saya kapten " (kata Indra)


" kita juga satu kali penerbangan sih kapten " (kata salah satu pramugari)


" jadi besok kalian gak sama gue ya? " (kata Zayn)


" enggak kapten, tapi besok malam kita penerbangan ikut Kapten lagi ? " (kata Indra)


Kebetulan Zayn besok memang akan mendapatkan jadwal penerbangan malam sekitar jam 06.30 menuju kota xxx dari kota C lalu dari kota xxx kembali lagi ke kota C.


" tapi besok kita tinggal di kota xxx kapten, kalo kapten kan harus balik lagi ya " (kata salah satu pramugari)


Zayn hanya mengangguk mengerti, setelah beberapa menit akhirnya mobil sampai di tempat tujuan Zayn & beberapa kru akhirnya turun dari mobil & berjalan beriringan.


" ok semua, terimakasih buat hari ini, selamat bertugas lagi ya " (kata Zayn berpamitan)


" siap kapten " (kata mereka bersama)


" hati-hati kapten, selamat beristirahat, and see you next time captain " (kata Indra)


" ok " (kata Zayn)


Zayn lalu berjalan sendiri memisahkan diri dari para kru yang membantunya di awak kabin tadi, saat ini ia telah berjalan kearah luar, sebelumnya Zayn telah memesan taksi untuk mengantarkannya kembali ke hotel tempat peristirahatannya, dilihatnya taksi yang telah ia pesan sedari tadi telah menunggunya.


" pak Zayn ya? " (kata driver taksi tersebut)


" iya pak " (kata Zayn)


" mari Kapten " (kata sang driver mempersilahkan Zayn masuk)


Tanpa menunggu lama taksi tersebut melaju dengan kecepatan sedang menuju arah hotel, ia segera menghubungi Faiz untuk memastikan apakah sepupunya itu telah selesai dengan aktivitas sebagai seorang pria dewasa dikamar hotelnya bersama teman kencannya, dirogohnya ponselnya didalam saku celananya & menekan panggilan pada Faiz.


📞 calling is my brother Faiz.....


*Tut....Tut...Tut....


" hallo bro " (kata Faiz menjawab)


" assalamualaikum " (kata Zayn memberikan salam)


Sepupunya yang satu ini memang kerap lupa memberi salam saat menerima panggilan telepon, seakan sangat hapal dengan kelakuan sepupunya ia menggelengkan kepalanya.


" wa'allaikumsalam, hehehe sorry lupa " (kata Faiz), " udah balik Lo bro?, gue belum selesai nih " (kata Faiz)


" astagfirullah, berapa menit lagi? " (kata Zayn)


" satu jam setengah lah bro, heheheheh " (kata Faiz)


" ah brengs*k lo " (kata Zayn mengumpat)


Terdengar Faiz hanya tertawa renyah disebrang telponnya, Zayn kembali menggelengkan kepalanya.


" Lo ke rumah uncle Bara aja Bentaran ok, tadi gue di telpon Gibran katanya udah balik mereka, tapi Lo jangan bilang ya gue lagi apa di sini " (kata Faiz)


" semp*k Lo bro, sudah lah Lo lanjut situ, jangan lama-lama gue mau istirahat " (kata Zayn agak kesal)


" hahahahah, siap " (kata Faiz)


Zayn menutup ponselnya, merasa lelah ia harus segera meluruskan punggungnya sehingga Zayn meminta Drive untuk mengantarkannya ke alamat adik dari ayahnya. Setelah beberapa puluh menit akhirnya ia telah sampai di depan pintu gerbang rumah pamannya, di sana telah ada Security menjaga pintu gerbang tersebut, Security tersebut mempersilahkan Zayn untuk masuk kedalam, karena sudah sangat sering ia berkunjung ke rumah pamannya itu membuat para penghuni rumah tersebut mengenal baik Zayn.


" eh kapten Zayn, lama gak kesini " (kata security tersebut yang bernama pak tono)


" iya pak, ada uncle Bara sama aunty Wid gak pak? " (kata Zayn)


" ada kapten, masuk aja " (kata pak Tono)


Zayn kemudian berjalan menuju ke arah pintu rumah pamannya, ia segera menekan tombol bel pintu tersebut, pintu rumah pun terbuka.

__ADS_1


" eh Zayn, ayo masuk " (kata Widia), " kok tumben kesini masih pake seragam? " (kata Widia)


" baru pulang Zayn tadi aunty langsung kesini tiba-tiba pengen mampir soalnya kata Faiz uncle sama aunty udah balik, uncle sama Gibran mana aunty? " (kata Zayn)


" bentar ya aunty panggilin, kamu mau minum apa bang? " (kata Widia)


" gak usah repot-repot aunty tar Zayn ambil aja sendiri " (kata Zayn)


" ok, kalo laper sekalian aja makan ya bang, tar aunty Wid panggilin dulu uncle sama Gibran)


Setelah tantenya pergi memanggil paman beserta anaknya, Zayn pergi menuju kedapur untuk mengambil segelas air untuk menghilangkan dahaganya.


" Sudah lama Zayn? " (kata Bara)


Pamannya berjalan menuju kearahnya yang saat ini berada di dapur sambil memegang segelas air putih.


" baru juga datang uncle " (kata Zayn)


" sudah makan?, ayo makan " (kata Bara)


" gak uncle masih kenyang Zayn, uncle tadi sampe di sini jam berapa? " (kata Zayn)


" jam 11an lah kayanya, ini kamu baru pulang bang? " (kata Bara)


" iya uncle baru pulang " (kata Zayn)


Saat asik mengobrol dilihatnya Gibran beserta tantenya berjalan menuju arahnya, ditepuknya pundaknya oleh Gibran.


" lo sendiri bang?, bukannya ada bang Faiz ya? " (kata Gibran)


Zayn hanya menggaruk-garuk kepalanya bingung harus mencari alasan karena pertanyaan Gibran didepan paman & tantenya.


" loh ada Faiz bang?, kok gak ikut kesini dia? "(kata Bara)


" lagi ada kerjaan dia uncle, besok deh Zayn ajak kesini " (kata Zayn)


Mendengar alasannya adik sepupunya hanya tersenyum mengerti dengan kelakuan Faiz & apa yang sedang Faiz lakukan saat ini.


" uncle, aunty Zayn numpang rebahan ya? " (kata Zayn)


" oh iya bang, naik aja sana kekamarnya Gibran " (kata Widia)


" nanti aja aunty, masih pengen ngobrol dulu " (kata Zayn)


Asik mengobrol dengan pamannya tiba-tiba ponsel miliknya berdering, panggilan dari ayahnya, ia segera menjawabnya.


" maaf uncle, Zayn terima telpon dulu " (kata Zayn ijin kepada Bara)


Dilihatnya pamannya hanya tersenyum sambil manggut-manggut mempersilahkan dirinya menjawab panggilan masuk tersebut.


📞 panggilan masuk WhatsApp papi....


" hallo assalalmuallaikum " (kata Zayn)


" wa'allaikumsalam, Zayn kamu dimana kak? " (kata Abimana)


" di rumah uncle Bara Pi, kenapa pi? " (kata Zayn)


" wah kebetulan kamu di kota C, tolong nanti kamu jemput Rindu ya, tadinya dia mau berangkat siang dari sini tapi kehabisan tiket, jadi dapat tiket sore, nanti tolong kamu jemput dia ya kak " (kata Abimana)


" iya Pi " (kata Zayn)


" oke kalo gitu, nanti jangan lupa kamu hubungi dia kak x (kata Abimana)


" iya Pi " (kata Zayn lagi)


Sambungan teleponpun di tutup, Zayn hanya mendengus kasar karena harus menjemput Rindu calon istrinya pilihan ayahnya tersebut.


" kenapa bang? " (kata Bara)


" papi nyuruh Zayn jemput Rindu uncle soalnya kehabisan tiket tadi jadi dapat penerbangan sore " (kata Zayn)


" bener tuh harus dijemput bang, namanya calon istri harus dijemput " (kata Widia)


" ya udah sekarang mending kamu istirahat dulu sana Pumpung belum jemput Rindu " (kata Bara)


" yuk bang ke kamar gue " (kata Gibran)


Zayn berpamitan kepada paman & tantenya untuk beristirahat sejenak dikamar Gibran, setelah itu ia & Gibran berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar milik Gibran, setelah berada didalam kamar ia segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik Gibran.


" kampret emang tuh si Faiz, gue capek pengen cepat sampe hotel rebahan, malah belum selesai dia indehoy dikamar gue " (kata Zayn)


" hahahahaha, si otak mes*m itu dimana-mana yang dipikirkan cuman bagi-bagi benih anak aja " (kata Gibran)


" ah heran juga gue punya sepupu macam Faiz, gak takut apa di jebak " (kata Zayn)

__ADS_1


" hahaha, gak mikir mah dia bang yakin gue, yang dia pikirkan yang penting hasratnya tersalurkan " (kata Gibran)


Tak lama panggilan masuk terdengar dari ponsel milik Gibran, tertulis jelas dilayar ponsel milik adik sepupunya panggilan masuk dari Faiz


" nih yang di omongin nelpon gue bang " (kata Gibran)


" buru angkat Gib " (kata Zayn)


Adik sepupunya lalu menjawab telepon dari Faiz yang saat ini langsung di speaker oleh Gibran.


📞 panggilan masuk WhatsApp bang Faiz...


" hallo assalamualaikum bang " (kata Gibran)


" wa'allaikumsalam, mana Zayn Gib? " (kata Faiz dari sebrang telepon)


" kenapa Lo nanya gue?, udah selesai belum tebar benihnya?, kalo udah buruan Lo kesini " (kata Zayn)


" hahahahaha, anjie*r Lo tar uncle sama aunty denger bisa berabe gue " (kata Faiz)


" tenang aja bang bokap nyokap gue udah tau Lo " (kata Gibran)


" ah serius Lo, mati gue, Lo pasti ya yang bongkar " (kata Faiz)


" hahahaha, becanda gue bang, serius amat si yang abis tebar benih, buruan lah kesini " (kata Gibran)


" kampret Lo, tunggu gue setengah jam lagi " (kata Faiz)


" b*ngke lo, apa lagi setengah jam, belum puas Lo, oh tuhan " (kata Zayn)


" hahahahah, kambing, maksud gue tunggu setengah jam lagi gue sampe situ, ya udah deh gue siap-siap dulu " (kata Faiz)


Sambungan teleponpun segera dimatikan, Zayn & Gibran hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka masing-masing. Sebenarnya Faiz bukanlah pria brengsek sebrengsek-brengseknya ia juga tak pernah memaksa jika pasangannya tak menginginkan hal-hal tersebut, bagi sepupunya Faiz hal itu bisa ia lakukan jika ia & pasangan sama-sama mau karena menurut Faiz itu adalah kebutuhan masing-masing pasangan.


" lo rute sini masih lama bang? " (kata Gibran)


" besok yang terakhir Gib, tapi sih selama dua Minggu kerja banyak rute sini sih " (kata Zayn)


" oh gitu, bagus deh jadi kita bisa sering ketemu " (kata Gibran), " bang Faiz kapan balik ke laut? " (kata Gibran lagi)


" cuti dia, Lo tar bujuk aja dia biar lama-lama disini gak usah ikut gue balik ke kota D soalnya gue nginep sana cuma satu malam aja sih terus balik lagi kesini jadi biar dia nunggu di sini, biar rame kita " (kata Zayn)


" oke deh tar gue bujuk dia pakek cewek, hahahah " (kata Gibran)


Karena merasa lelah Zayn merasakan kantuknya, ia pun terlelap tidur.


#Rindu Mentari


Ia telah berada didalam pesawat penerbangan sore ini, beberapa puluh menit ia akan segera sampai di kota C, ia gagal berangkat siang hari karena kehabisan tiket pada siang hari sehingga ia harus terbang di sore hari seperti ini, Rindu berkali-kali melihat jam ditangannya, langit terlihat sudah sangat gelap, ia akan sampai di kota C pada malam hari.


Nampak jelas dari kaca jendela pesawat terlukis guratan awan gelap bercampur orens & biru berjajaran di udara, pemandangan di atas langit senja yang luar biasa, Rindu tersenyum karena bisa menyaksikan pemandangan yang sangat cantik seperti ini, sebelumnya ia sangat kecewa pasalnya keberangkatannya ke kota C harus ditunda karena ia kehabisan tiket pesawat pada penerbangan siang tadi.


" gak nyesel balik jam segini, bisa liat kaya gini aja udah bikin mood aku balik, ooooohhhh keren banget " (kata Rindu dalam hati)


Ini pertama kalinya ia harus terbang se sore ini baik kembali ke kota asalnya maupun kembali ke kota C, setelah beberapa puluh menit mengudara akhirnya pesawat yang ia naiki telah mendarat di bandara tempat tujuannya, Rindu segera bersiap untuk turun setelah pintu pesawat terbuka kembali.


# Abdul Zayn Mikail


Zayn melihat jam yang berada ditangannya telah menunjukan pukul 06.30sore, ia segera menghubungi teman pilotnya yang bertugas pada sore hari dari rute kota xxx menuju kota C, pesawat yang terbang dari kota xxx baru saja mendarat di bandara kota C sekitar lima menit yang lalu, Zayn cepat-cepat berdiri menuju pintu kamar Gibran.


" bang mau kemana? " (kata Faiz)


" gue lupa tadi di suruh bokap jemput Rindu " (kata Zayn)


" jemput calon bini sendiri bisa lupa Lo Zayn " (kata Faiz)


" kampret " (kata Zayn melemparkan kotak tisu yang berada dimeja kamar Gibran)


Beberapa menit setelah sepupunya Faiz menelpon adik sepupunya Gibran ia segera datang menyusulnya ke rumah Gibran.


" sana gih, keburu pergi tuh calon bini " (kata Faiz)


" Lo pake mobil gue aja kak, nih kuncinya " (kata Gibran mengoperkan kunci mobil kepada Zayn)


Setelah menerima kunci mobil tersebut Zayn cepat-cepat turun kearah bawah, Zayn berpamitan terlebih dahulu dengan paman & tantenya sebelum pergi, ia masih mengenakan seragam pilotnya saat ini, ia memang belum mengganti pakaian karena belum sempat pulang ke hotel tempatnya menginap.


Setengah jam berkendara dari rumah Gibran akhirnya ia sampai juga di bandara, ia segera turun dari mobil untuk mencari Rindu, tetapi saat terus berjalan dari arah belakang ada seseorang yang berteriak-teriak memanggilnya sambil berlari-lari kecil mengejarnya.


" pak tunggu " (kata seorang wanita)


Zayn pun berhenti karena merasa penasaran, ia pun berbalik melihat kearah wanita yang memanggilnya.


" maaf pak ini kayanya kunci bapak ya?, tadi jatuh " (kata wanita tersebut) up


Zayn tertegun melihat wanita yang berada dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2