
#* Bripka abimana prasetiya
Ia terus mengikuti pergerakan lokasi istrinya berada, gps tersebut masih terus aktif & terus bergerak kearah kota A, ia menyuruh para anak buahnya untuk berhati-hati & tidak gegabah karena ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan istrinya, ia mengerahkan banyak pasukan bahkan ia juga menghubungi para brimop dikota A untuk membantu mengepung. Ia sangat mencemaskan keadaan istrinya yang sedang mengandung buah hati mereka jika sampai terjadi apa-apa dengan mereka berdua ia tak akan mengampuni levin. Saat ini ia berusaha menenangkan dirinya meskipun ia sangat frustasi & emosi, berkali-kali ia mengacak-ngacak rambutnya & menutup wajahnya dengan tangannya, ia terus berdoa agar tak terjadi apa-apa dengan istrinya. Ia masih terus berfikir serius disebelah aidan yang sedang mengendarai mobilnya.
"bang lo tenang bang, kita pasti bisa selamatin safitri"(kata briptu aidan)
"iya dan, gue cuman kuatir sama istri gue dan, apalagi lo tau kan kata dokter kondisi istri gue saat ini lemah, gue gak mau istri sama anak gue kenapa-napa dan"(kata abimana)
Ia meyakinkan dirinya jika istri & anaknya akan baik-baik saja, ia akan berusaha menyelamatkan istrinya.
"sayang...abang bakal selamatkan ade,...abang janji ade bakal pulang dengan selamat sama anak kita"(kata abimana lirih)
#*Safitri
Ia tak bisa berbuat apa-apa karena badannya sangat lemas wajahnya pucat pasih membuka matapun ia tak sanggup, ia masih berada didalam mobil bersama levin duduk dikursi tengah, sedang didepan sudah ada dua bodygurd levin & yang satu menyetir mobil tersebut.
"ndrong...lo bisa cepet gak,...lo gak liat ini calon istri gue lemes begini"(kata levin)
"baik bos"(kata gondrong)
Safitri hanya bisa mendengar samar-samar perbincangan levin dengan anak buahnya.
"sayang sabar ya,...sebentar lagi kita akan sampe"(kata levin mengelus rambutnya)
Ia bahkan tak bisa menolak perlakuan levin karena ia tak berdaya tak memiliki tenaga, ia hany bisa berdoa dalam hati agar suaminya datang & menyelamatkannya.
#* Andriawan abara brilian
Mengetahui kabar kakak iparnya menghilang karena diculik ia sangat cemas, bahkan ia tak konsentrasi mengikuti mata kuliahnya hari ini, kekasihnya berkali-kali menghubunginya menangis menyalahkan dirinya sendiri karena merasa karena kelalaian widia safitri menghilang, berkali-kali ia juga meyakinkan widia jika itu bukan salahnya, karena mata kuliahnya sudah selesai ia buru-buru menghubungi abangnya.
****call name my beloved brother
__ADS_1
""""tut...tut...
"hallo assalamuallaikum bang"(kata bara)
"wallaikumsalam bar"(kata abimana)
"bang bagaimana bang?"(kata bara singkat)
"baru aja ada kabar kalo titik kordinat berhenti disatu titik de, mungkin itu tempat persembunyian levin, lo bantu doa ya de supaya kakak ipar sama keponakan lo baik-baik aja"(kata abimana)
"iya bang pasti gue bantu doa,...lo harus selamatin kakak ipar gue sama calon ponakan gue"(kata bara)
"pasti de,...gue bakal kerahkan semua kemampuan gue buat bawa istri sama anak gue pulang dengan selamat"(kata abimana)
"ok bang"(kata bara)
Ia menyudahi panggilannya kepada abangnya, ia terus berdoa agar kakak iparnya bisa diselamatkan dengan utuh tanpa kekurangan apapun, ia lalu menghubungi widia untuk mengetahui kabar kekasihnya itu karena ia tau jika kekasihnya saat ini sangat shok.
"hallo assalamuallaikum sayang"(kata bara)
"wallaikumsalam sayang"(kata widia)
"kamu masih dirumah ega sayang?"(kata bara)
"iya yaaaang aku masih dirumah ega,...sayang gimana udah ada kabar belum?"(kata widia)
"bara gimana bar ada kabar belum tentang safitri?"(kata ega menyambar)
"kalian berdua berdoa aja, jangan nagis terus yakin aja safitri selamat, mana laki lo?"(kata bara)
"kak dito ikut dalam misi penyelamatan safitri bar, tapi dia beda mobil sama bang abi"(kata ega)
__ADS_1
"ya udah kalian disitu tenang aja jangan nangis terus,...lebih baik berdoa, sholat gih sana"(kata bara)
Setelah selesai berbicara dengan pacarnya & ega ia menutup sambungannya.
#*rindita ega magrifah
Dirumahnya ia bersama widia hanya bisa menangis mendengar kabar jika sahabatnya safitri saat ini sedang diculik oleh levin, ia begitu mencemaskan keadaan sahabatnya itu, padahal baru saja ia mendapatkan kabar gembira jika sahabatnya sedang hamil & perlu perawatan dirumah sakit karena kondisinya yang kemah tetapi saat ia sampai dirumah sakit kenyataan yang menggemparkan karena sahabatnya menghilang, untung saja ada rekaman cctv rumah sakit yang memperlihatkan levin membawa pergi sahabatnya dari rumah sakit tersebut. Saat ini ia berada dirumah bersama widia karena suaminya ikut dalam rombongan untuk misi penyelamatan safitri, jam menunjukan pukul 07.00malam.
"lo nginep disini aja ya wid, temanin gue sambil kita tunggu kabar selanjutnya"(kata ega)
"iya ga,...tapi gue gakpapa nih tidur dirumah lo?"(kata widia)
"gakpapa wid, kan kak dito gak ada, gue juga gak berani klo cuman berdua aja dirumah sama almira anak gue"(kata ega)
Saat sedang berbincang ponsel miliknya berbunyi tanda panggilan masuk, dilihatnya panggilan dari risya, pasti risya juga sudah mendengar kabar safitri dari bang aidan, ia cepat-cepat menjawab panggilan tersebut.
******call name risya
"hallo assalamuallaikum"(kata ega)
"wallaikumsalam, gimana beb ada kabar safitri lagi?"(kata risya)
"lo udah tau dari bang aidankan beb?, gue dirumah gue sama widia ni"(kata ega)
"iya beb gue udah dikasih kabar, lo sama widia beb mana dia?, gue gak nyangka safitri bisa diculik lagi, gue disini cuman bisa nangis, semoga dia baik-baik aja ya beb"(kata risya menangis)
"gue disini beb,...gue sama ega juga nangis dari tadi, ini semua salah gue beb, seandainya gue gak ninggalin safitri"(kata widia menaangis)
"udah beb lo gak usah salahin diri lo terus ah"(kata ega memeluk widia sambil menangis)
"kita sama-sama berdoa aja ya buat safitri sama calon babby dalam perutnya semoga selamat & sehat-sehat"(kata risya)
__ADS_1
Mereka bertiga sangat bersedih karena sahabatnya menghilang tapi apalah daya mereka bertiga hanya bisa menangis & berdo semoga sahabatnya bisa diselamatkan.