
" Pi Huma katanya mau ikut ketempat uncle Bara, besok kan libur kalo papi ijinin biar Huma bareng Zayn kesana besok pagi " (kata Zayn)
Zayn sudah berada di kota xxx kembali setelah beberapa kali menerbangkan pesawat dengan rute berbeda-beda dari pagi sampai malam ini & penerbangan terakhirnya di kota xxx sehingga malam ini ia menginap kembali dirumahnya.
Zayn sedang meminta ijin kepada ayahnya karena permintaan Humaira yang ingin melihat kampus yang akan menjadi tempat adiknya tersebut melanjutkan pendidikannya.
Zayn beserta kedua orangtuanya & adiknya Humaira saat ini sudah berada di ruang tengah sambil menonton televisi seperti kebiasaan yang biasa mereka lakukan setiap malam setelah makan malam.
" emang Huma mau ngapain ke kota C dek? " (kata Abimana)
" pengen liat kampus Pi, jadi Huma pikir sebelum pendaftaran Huma pengen liat kampus di tempat kak Gibran kuliah, kata kak Gibran kampusnya bagus juga pi, makanya Huma pengen cek dulu " (kata Humaira)
" oh pengen liat kampus dek, papi setuju aja kalo emang Huma mau liat kampus, semoga aja adek berminat kuliah disana, jadi bisa tinggal sama uncle Bara sama onty Wid, papi sama mami juga gak bakal kepikiran kalo jauh dari Huma " (kata Abimana)
" jadi besok Huma ikut kakak ya pi? " (kata Humaira)
" dek papi ingatin sekali lagi pilih jurusan yang sesuai sama minat kamu jangan pilih jurusan asal-asalan karena ikut-ikut temen, kan Huma tau kuliah itu menyangkut bagaimana masa depan Huma nantinya " (kata Abimana)
" iya pi, Huma gak ikutan temen kok, InsyaAllah ini beneran minat Huma buat ambil jurusan ini " (kata Humaira)
" sudah dipikir baik-baik belum? " (kata Abimana)
" sudah dong pi " (kata Humaira)
" papi cuman gak mau kamu putus ditengah jalan karena belum mempertimbangkan, kuliah itu gak semudah sekolah waktu SMP ataupun SMA ya dek, jadi jangan sampe di tengah jalan kamu putus atau pindah jurusan, sayang waktunya dek, papi gak masalah soal biaya karena papi mampu kuliahkan kamu mau seberapa lamanya " (kata Abimana)
" siap pi, Huma serius gak bakal main-main, papi doakan aja jurusan yang Huma pilih adalah yang telah terbaik untuk Hum " (kata Humaira)
" kalau masalah mendoakan sudah pasti papi mendoakan yang terbaik untuk kamu dek, bahkan bukan untuk kamu aja tapi papi juga doakan yang terbaik untuk kakak juga, untuk anak-anak papi " (kata Abimana)
" makasih ya pi, papi pokoknya sehat-sehat terus ya, papi harus liat Huma sukses pokoknya " (kata Humaira memeluk Abimana)
Sesuai harapan orangtuanya adiknya akan melanjutkan pendidikannya di kota dimana pamannya, adik dari ayahnya tinggal, Zayn sangat paham mengapa kedua orangtuanya sangat berharap Humaira berkuliah di kota C & tinggal bersama pamannya, seperti ke khawatiran orang tua pada umumnya yang akan melepaskan anak gadisnya untuk tinggal terpisah jauh takut jika anaknya akan terlibat pergaulan bebas.
" kalo gitu mami bantu beres-beres barang-barang yang mau dibawa yuk dek " (kata Safitri)
" ukey, ayo mi " (kata Humaira)
" gak usah bawa baju banyak-banyak dek, cuman dua hari aja loh disana " (kata Zayn)
" iya kak " (kata Humaira)
Humaira & ibunya pergi menuju kamar, kini tersisa dirinya dengan ayahnya yang berada diruang tengah. Pagi tadi Zayn tak sempat menjemput Rindu karena ia harus berangkat pagi-pagi sekali bahkan seharian ini ia tak bertemu dengan Rindu karena jadwal penerbangannya sangat padat. Zayn telah berpesan kepada Faiz untuk menjemput & mengantar Rindu selama ia tak berada di kota C.
" satu Minggu lagi kamu pulang kan kak? " (kata Abimana)
" insyaallah Pi kalo gak ada halangan " (kata Zayn)
" kalo libur kamu ijinkan Rindu dari kampusnya terus pulang sama-sama, papi sama om Aidan mau ngomongin soal tanggal pernikahanmu " (kata Abimana)
" Pi gak bisa ya kalo Zayn sama Rindu tunangan dulu, gak usah buru-buru nikah, kan kita berdua juga udah terima perjodohan kita, jadi kasih kita berdua waktu supaya bisa lebih Deket " (kata Zayn)
" berapa lama?, lagian nanti kalo kalian nikah juga bakal Deket kan, deketnya juga lebih halal, gak lagi takut bakal ada setan yang bakal ganggu " (kata Abimana)
" tapi Pi " (kata Zayn)
" tapi apa lagi kak?, lagian kalian kan udah kenal satu sama lain, hal yang baik itu gak baik kalo ditunda-tunda kak, semakin cepat semakin baik " (kata Abimana)
" ok lah terserah papi aja " (kata Zayn yang akhirnya menuruti kata-kata ayahnya)
Zayn benar-benar tak bisa membantah ayahnya meskipun hatinya tak menginginkan hal tersebut terjadi, ini semua ia lakukan hanya demi ayahnya.
# Abimana Prasetiya
Abimana menepuk-nepuk pundak anaknya, ia tau jika tindakannya memaksakan kehendaknya kepada anaknya ini sudah keterlaluan, Zayn sangat mematuhi apapun yang telah menjadi keputusannya, ia tersenyum bangga kepada Zayn. Ia sangat berharap suatu saat nanti jika kebohongannya terbongkar, anaknya ini mengerti mengapa ia melakukan hal tersebut, semua ini ia lakukan demi kebaikan putra kesayangannya.
" besok ada jadwal kemana lagi kak? " (kata Abimana)
" kota D pi, yang jelas stay di kota C lagi, minggu-minggu ini kebanyakan stay di kota C " (kata Zayn)
" bagus kalo gitu, jadi kamu bisa sering-sering ketemu sama Rindu, sekalian kamu jagain calon kamu, jangan sampe ada yang ganggu, ajak makan bareng dia kak, kalian kan sama-sama jauh dari orang tua, kamu juga harus perhatikan makannya calon istrimu kak " (kata Abimana)
__ADS_1
" iya pi, Zayn udah kasih uang jajan kok sama Rindu, tadi juga sebelum berangkat Zayn udah titipin uang sama Faiz buat Rindu " (kata Zayn)
" bagus kalo gitu, jadi selama disana kamu sering ngantarin Rindu kan Zayn? " (kata Abimana)
" tenang aja kalo itu papi gak usah khawatir, walaupun gak ada Zayn disana Rindu sudah ada yang ngantar jemput juga kok " (kata Zayn)
" Gibran? " (kata Abimana)
" Faiz Pi buat sementara, kalo Zayn gak disana Faiz udah Zayn pesenin antar jemput Rindu " (kata Zayn)
" belum balik dia kak?, enak banget si pelaut, balik-balik kedarat diajak liburan " (kata Abimana)
" hahahah, biarin sih Pi, namanya juga selama di laut kurang hiburan dia " (kata Zayn)
Faiz adalah keponakan Abimana anak kedua dari mba Reina & mas Bagas, Faiz adalah seorang angkatan laut, karena tugasnya selama ini berada di laut Faiz menjadi seperti kekurangan hiburan.
" Faiz udah punya calon belum kak? " (kata Abimana)
" calon pacarnya banyak Pi, kalo calon istri belum, belum siap katanya " (kata Zayn)
" mau sampe kapan?, kasih tau tuh Faiz kak, cepet-cepet cari istri jangan kebanyakan main-main, mau sampe tua dia begitu " (kata Abimana)
" hahahah iya Pi, tar Zayn sampein ke Faiz pesen papi " (kata Zayn)
Abimana tau betul bagaimana tabiat para keponakannya, bahkan ia juga tau bagaimana kelakuan Faiz selama berada di daratan, tetapi Abimana selama ini tak pernah mempersoalkan hal tersebut.
# Humaira Shakila Najma
Humaira telah selesai mempersiapkan beberapa pakaian yang ia akan bawa ke kota C esok hari dengan dibantu oleh ibunya beberapa saat lalu, besok pagi dirinya akan terbang bersama kakaknya Zayn menuju rumah pamannya untuk melihat kampus yang akan menjadi pilihannya setelah lulus sekolah menengah atas.
Ia sangat berharap jika kampus yang saat ini telah menjadi tempat kakak sepupunya mengenyam pendidikan yang lebih lanjut ini adalah kampus terbaik baik masalah akademik maupun non-akademik.
Sebelumnya Humaira telah banyak mencari tau tentang Universitas tersebut, sejauh yang ia tau tempat kakak sepupunya mengenyam bangku perkuliahan tersebut cukup bagus.
" dek " (kata Zayn dari arah luar)
" masuk kak " (kata Humaira)
Terlihat kakaknya masuk kedalam kamarnya menghampirinya, ia tersenyum kepada Zayn, Zayn duduk di ranjang tepat disebelahnya.
" sementara sih hukum kak, tapi liat aja entar lah " (kata Humaira)
" mau banget jadi pengacara dek? " (kata Zayn)
" hahahha, ya gitu deh " (kata Humaira), " oh iya gimana perkembangannya kakak sama kak Rindu? " (kata Humaira lagi)
" gitu-gitu aja sih, ngapain coba tanya-tanya " (kata Zayn)
" ya nanya doang lah, gitu aja ngegas Lo bang kaya anak perawan lagi dapet aja " (kata Humaira)
" males tau gue bahas-bahas dia " (kata Zayn)
" gaya Lo bang, gue sumpahin tergila-gila Lo sama kak Rindu " (kata Humaira)
" ah gak mungkin " (kata Zayn)
" takabur " (kata Humaira)
" Bumi gimana kabarnya dek? " (kata Zayn)
" tau deh kak, sebel gue sama dia, bentar lagi mau ujian malah gak balik-balik " (kata Humaira)
" belum balik dia dari Touring dia? " (kata Zayn)
" belum kak, sampe sekarang juga belum ada kabar, telpon juga enggak, nomernya gak aktif sampe sekarang " (kata Humaira)
" tumben banget tuh bocah pergi lama banget, tapi gak lagi marah sama lo kan Bumi dek? " (kata Zayn)
" gak tuh kak, udah kak gak usah bahas Bumi lagi, males gue " (kata Humaira)
Bukan dirinya tak perduli dengan Bumi bahkan sampai saat ini ia masih berusaha menghubungi Bumi meskipun nomer Bumi sampai saat ini sudah tidak ada aktif lagi.
__ADS_1
" berusaha ngebohongi diri sendiri, kalo kangen bilang aja sih dek " (kata Zayn)
" kangen sih, apalagi biasa gue kemana-mana sama Bumi " (kata Humaira)
" jadi lo disekolah gimana? " (kata Zayn)
" ama Kevin ama Desi, gue sih sebenernya banyak aja kak temen, tapi ya tetep aja beda " (kata Humaira)
" kok gue ngerasanya Bumi kaya ngindar dari lo sih dek " (kata Zayn)
" gak mungkin lah kak, gue ama Bumi gak pernah ribut loh, terus atas dasar apa dia ngindarin gue " (kata Humaira)
" mana gue tau, lo pikir aja sendiri " (kata Zayn), " gue ke kamar dulu ya dek, good night " (kata Zayn lagi)
Humaira mulai berfikir apa yang dikatakan kakaknya barusan benar, jika memang Bumi sedang menghindari dirinya, karena tak biasanya Bumi seperti ini dengannya.
# Abdul Zayn Mikail
Kini ia telah berada didalam kamarnya, jam telah menunjukan pukul 09.30malam, besok pagi ia harus terbang kembali ke kota C, ia harus mempersiapkan staminanya kembali agar lebih Fit besok saat akan terbang kembali. Ia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, terlentang sambil menatap langit-langit kamarnya, ia tiba-tiba teringat dengan Rindu saat jauh dalam lamunannya, beberapa hari belakangan ini ia sering menghabiskan waktunya dengan Rindu, meskipun ia bisa bersama Rindu berkat ancaman-ancaman yang membuat Rindu menuruti kata-katanya.
Rindu sebenarnya sangat tidak ingin pergi & pulang dari kampus dengan diantar atau dijemput olehnya ataupun Faiz, tetapi Zayn tetep kekeh melakukan itu karena perintah ayahnya, dengan berbagai cara Rindu menolak bahkan Rindu berusaha mengerjai dirinya tetapi itu justru membuat Zayn semakin gigih untuk bisa melaksanakan tugas dari ayahnya, akhir-akhir ini Zayn sangat merasa lucu dengan tingkah Rindu, bahkan ia berhasil tersenyum kalau mengingat kejadian bersama Rindu.
" lagi ngapain ya tuh anak " (kata Zayn sendiri)
Zayn mengambil ponselnya yang ia letakan sembarangan diatas tempat tidurnya, ia berniat untuk menghubungi Rindu.
📞 calling is Rindu........
*tut... tut.... tut....
# Rindu Mentari
Rindu masih duduk didepan meja belajarnya, beberapa hari ini ia sedang disibukkan dengan persiapan KKN yang akan berlangsung beberapa bulan lagi, saat sedang serius dengan lembaran-lembaran kamus bahasa Jepang yang ada didepan tiba-tiba ponsel miliknya berdering, ia lalu berdiri menuju letak ponsel miliknya yang berada diatas ranjangnya, ditatapnya lekat-lekat ponsel miliknya, memastikan nama penelepon di ponselnya.
" ini ngapain jam segini gak biasanya " (kata Rindu sendiri)
Rindu hanya mengabaikan panggilan masuk dari Zayn, di letakan kembali ponselnya diatas tempat tidurnya kembali, ia kembali duduk didepan meja belajarnya kembali, sekali lagi ponselnya kembali berbunyi, ia kembali berdiri untuk meraih ponsel miliknya, Zayn kembali lagi menghubunginya.
" nih orang kenapa sih, nelpon lagi, gak tau apa sudah jam berapa " (kata Rindu)
Ia kembali lagi mengabaikan panggilan masuk dari Zayn & kembali kemeja belajarnya, kali ini ponselnya ia letakan diatas meja belajarnya, baru beberapa detik ia duduk & meletakkan ponselnya kini ponsel miliknya kembali lagi berdering.
" ya Allah, tumbenan sih nelpon " (kata Rindu)
Akhirnya kali ini ia mengangkat panggilan tersebut, karena merasa terganggu.
📞 panggilan masuk Zayn....
" halo assalamualaikum " (kata Rindu)
" lagi ngapain, kenapa gak diangkat? x"(kata Zayn)
" lagi belajar aku kak makanya gak aku angkat " (kata Rindu asal)
" jam segini masih belajar, mau ujian besok lo? " (kata Zayn)
" gak sih kak " (kata Rindu)
" kalo gak ada ujian ngpain belajar ampe jam segini, tidur sana " (kata Zayn)
" aku belum ngantuk kak " (kata Rindu)
" tutup buku lo, sekarang juga lo tidur " (kata Zayn)
" tapi kak " (kata Rindu)
" gak ada tapi-tapian, sana gih " (kata Zayn)
Rindu menepuk jidatnya karena perintah Zayn , padahal ia masih belajar beberapa kamus bahasa asing.
" kalo lo gak nurut, malam ini gue samperin lo ke kost lo " (kat Zayn lagi)
__ADS_1
" eh apaan sih, iya-iya ini mau tidur kok, jadi kakak gak usah kesini, okey, bay " (kata Rindu sambil menutup ponselnya)
Rindu menutup beberapa kamus bahasa yang telah ia pelajari tadi, ia membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, bisa-bisanya Zayn mengancam dengan ancaman yang tidak masuk akal & bodohnya Rindu justru menuruti perkataan Zayn.