
# Humaira shakila Najma
Humaira buru-buru berlari meninggalkan kampusnya meskipun masih ada jadwal mata kuliah sore ini, beberapa saat lalu ia telah menghubungi Desta untuk menjemput kakaknya di bandara, Zayn tiba-tiba terbang ke kota C, bahkan kakaknya juga menyampaikan untuk tidak memberitahu kepada paman mereka Bara jika Zayn berada di kota C, Humaira yakin pada saat ini kakaknya sedang lari dari masalah yang rumit padahal beberapa hari lagi ia akan segera menikah.
" kak Gibran bawa mobilnya laju aja, gue khawatir sama kak Zayn " (kata Humaira)
" ok " (kata Gibran)
Humaira saat ini tengah berada didalam mobil bersama Gibran, mobil menjauh dari kampus, Humaira ingin buru-buru bertemu dengan kakaknya & meminta kejelasan sebenarnya apa yang telah terjadi kepadanya, padahal baru satu minggu yang lalu ia meminta bantuan kepadanya & Gibran untuk membantunya mempersiapkan dinner romantis untuk melamar Rindu secara langsung.
" lo hubungin Desta udah ketemu bang Zayn belum? " (kata Gibran)
" sudah kak, tadi kata bang Desta dia masih nemenin kak Zayn ke hotel, soalnya kak Zayn pengen baring bentar " (kata Humaira)
" sebenarnya kenapa bang Zayn bisa kabur kesini dek?, bukannya bang Zayn cinta sama Rindu?, bukannya dia mau ngelamar Rindu secara langsung sebelum mereka nikah beberapa hari lagi? " (kata Gibran)
" gue juga gak tau kak, tiba-tiba kak Zayn hubungin Huma, katanya ada masalah & minta tolong buat gak kasih tau siapa-siapa kalo dia ada di kota C " (kata Humaira)
" termaksud Rindu? " (kata Gibran)
Humaira menatap kearah Gibran, sebenarnya Rindu berhak tau dimana Zayn berada saat ini karena bagaimanapun juga Rindu adalah calon istri kakaknya tersebut, tetapi Humaira tak mempunyai wewenang karena ini permintaan kakaknya untuk tak memberitahu siapapun.
" mau gimana lagi kak, ini bukan mau gue tapi maunya kak Zayn " (kata Humaira)
" semoga aja masalahnya gak serius banget, apa mungkin kalo Rindu nolak Zayn? " (kata Gibran)
" gue rasa gak kak, walaupun kak Rindu gak cinta kak Zayn gak mungkin dia bakal nolak kak Zayn apa lagi mereka bakal nikah dalam waktu dekat ini " (kata Humaira)
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai juga di hotel tempat Zayn saat ini menginap, Humaira & Gibran langsung pergi menaiki lift karena kamar Zayn berada di lantai dua, saat ini kakaknya masih ditemani oleh Desta, kebetulan Desta sore ini sudah pulang dari bekerja sehingga bisa menjemput Zayn di bandara dengan menaiki motor sport miliknya.
" ini kamarnya? " (kata Gibran)
Setelah mengetuk kamar tersebut tak lama pintu kamar tersebut terbuka, dilihatnya Desta berada didepan pintu tersebut.
" bang lo kenapa? " (kata Gibran yang langsung masuk menemui Zayn)
Humaira masih berusaha tenang melihat kakaknya yang dalam keadaan kacau seperti ini. Setelah menutup pintu Humaira duduk disebelah Zayn, berusaha mendengarkan keluh kesah masalah yang menimpanya saat ini.
" kak kenapa? " (kata Humaira)
" kacau dek " (kata Zayn)
" apanya yang kacau?, lo ditolak sama kak Rindu?, kenapa lo kabur kaya gini sih kak? " (kata Humaira)
" ternyata papi selama ini cuma pura-pura sakit supaya gue mau nerima perjodohan itu " (kata Zayn)
" lo tau dari mana kak? " (kata Humaira)
" gue sendiri yang denger sama Rindu pas gak sengaja denger obrolan papi sama mami sama orang tua Rindu " (kata Zayn)
Humaira tak menyangka ayahnya melakukan hal tersebut agar kakaknya mau menerima perjodohan yang telah direncanakan, tetapi menurut Humaira apa masalahnya dengan perjodohan yang dilandaskan kebohongan intinya saat ini Zayn mencintai Rindu & itu sudah cukup.
" gue hancur rasanya dek, mungkin pernikahan gue bakal gagal " (kata Zayn)
" bang lo kenapa kabur?, lo harusnya tetep disana sama Rindu, lo bilang lo cinta sama Rindu " (kata Gibran)
" gue cinta sama Rindu tapi apa gunanya kalo Rindu gak cinta sama gue tetep aja pernikahan gue bakal di gagalin " (kata Zayn)
" kenapa lo bilang gitu kak?, lo harusnya berusaha meyakinkan Rindu meskipun papi udah bohong, lo kenyataannya beneran cinta kan sama Rindu sekarang? " (kata Humaira)
Saat ini pasti kakaknya pergi dalam keadaan kalut & tak bisa berpikir jernih, jika dirinya ditempatkan diposisi yang sama seperti Zayn pasti dirinya juga akan merasakan kegalauan yang teramat seperti yang dirasakan kakaknya saat ini.
" gue pengen tenangin diri dulu " (kata Zayn)
" lo tenangin diri lo disini bang, terus gimana sama Rindu di sana?, Rindu di sana juga pasti ngerasain hal yang sama kaya yang lo rasain " (kata Gibran)
" kak lo hubungi kak Rindu, please gue mohon, kalo gak gua yang baka hubungin dia " (kata Humaira)
" dek please jangan, gue butuh tenangin diri gue dulu, biar juga Rindu disana bisa mikir ataukah pernikahan gue sama dia lanjut atau stop sampe disini " (kata Zayn kecewa)
" tapi kak " (kata Rindu terhenti)
" dek lo harus hargai keputusan bang Zayn, dia lagi kalut sekarang, biar dia tenangin diri kaya yang dia bilang " (kata Desta yang akhirnya membuka suara)
__ADS_1
Humaira menatap kearah Desta yang saat ini telah memegang pundaknya, Desta tersenyum kepadanya seolah meyakinkan jika tak akan terjadi apa-apa dengan acara pernikahan kakaknya tersebut.
" ok lo boleh tenangin diri lo sekarang, gue bakal nemenin lo disini sampe lo balik lagi ke kota xxx buat nyelesain masalah lo " (kata Humaira)
" jangan dek lo balik aja, tar uncle Bara curiga kalo gue ada di kota C " (kata Zayn)
" tapi gue gak bisa ninggalin lo kak " (kata Humaira)
" gue juga nemenin lo disini bang " (kata Gibran)
" udah kalian pulang aja, gue gak papa " (kata Zayn)
Terlihat kakaknya sangat rapuh saat ini, raut wajah kesedihan nampak di wajah Zayn, Humaira berharap ada titik terang untuk masalah yang dihadapi Zayn saat ini sehingga pernikahan yang akan digelar dalam beberapa hari lagi tak akan gagal & akan berlangsung sesuai dengan rencana.
" semoga ada jalan terbaik buat lo kak " (kata Humaira memeluk Zayn)
" iya dek " (kata Zayn)
Humaira, Gibran & Desta hanya bisa diam tertegun melihat Zayn yang nampak syok dengan apa yang menimpa dirinya.
" kak hp kakak " (kata Humaira)
Humaira menunjukan ponsel milik Zayn yang sedari tadi bergetar karena berada dalam mode silent, secara bergantian ayah & ibu mereka menelpon bukan hanya itu calon mertuanya & Rindu juga menelpon.
" kak ini kak Rindu, kakak beneran gak mau ngomong? " (kata Humaira)
" gak dek, gue belum siap ngomong sama dia " (kata Zayn)
Humaira yakin saat ini Rindu pasti ikut cemas dengan kepergian Zayn, melihat kakaknya dalam keterpurukan seperti ini membuat Humaira semakin bersedih.
# Rindu Mentari
Ia tak menyangka ternyata perjodohan yang saat ini ia terima berlandaskan kebohongan, disaat persiapan pernikahannya sudah dipersiapkan sedemikian matang malah hal seperti ini terungkap di detik-detik terakhir. Bukan hanya dirinya yang kecewa tetapi ia tau jika Zayn juga nampak kecewa bahkan Zayn pergi meninggalkan dirinya di tempat dimana mereka tak sengaja mendengar perbincangan orang tua mereka.
Masih teringat jelas saat Zayn pergi meninggalkan dirinya sendiri ia berusaha membuat Zayn untuk berhenti agar mendengarkan penjelasan kedua orang tua mereka tetapi Zayn malah pergi & tak menoleh sedikitpun bahkan saat Rindu mengejarnya Zayn telah melajukan mobil miliknya menjauh menuju jalan raya & sampai saat ini Zayn juga tak kunjung mengangkat telepon darinya. Ingatan Rindu kembali kepada beberapa jam yang lalu saat ia mengejar Zayn & mendengarkan penjelasan kedua orangtuanya & orang tua Zayn.
Flashback on....
" kak Zayn, kak " (kata Rindu)
" kak Zayn " (kata Rindu berteriak)
Rindu mencoba menghubungi ponsel milik Zayn karena ia khawatir akan terjadi sesuatu dengan Zayn, disaat hati dalam keadaan panas seperti ini apa saja pasti bisa terjadi.
" Rindu " (kata Safitri)
" mami " (kata Rindu yang mulai menangis)
" maafin kita semua ya sayang, mami papi sama mama papa kamu ngelakuin ini buat kebaikan kalian " (kata Safitri memeluk Rindu)
" iya sayang, meskipun kita tau yang kita lakuin salah " (kata Risya)
" kami cuma mau anak-anak kita dapat yang terbaik, ya dengan cara menjodohkan kamu sama Zayn, karena mami tau kamu anak baik " (kata Safitri)
Rindu hanya bisa terdiam sambil menangisi nasibnya yang tragis, meskipun perjodohan ini tanpa cinta tapi hatinya cukup sakit saat tau kenyataan ini & sudah pasti pernikahannya & Zayn terancam batal padahal sudah dari jauh hari ia berusaha untuk menerima Zayn.
" kamu pasti marah sama kami, tapi kamu juga harus tau meskipun kami egois suatu saat kalian pasti akan berterimakasih sama kami karena sudah menjodohkan kalian " (kata Abimana)
" nak, papa tau bagaimana kamu, kamu tau bagaimana hidup papa, bukan masalah kebohongan kamu tau papa gak akan jadi kaya gini sekarang kalau bukan karena keluarga Zayn, jadi papa harap meskipun kebohongan ini terungkap kamu masih bersedia untuk menikah sama Zayn " (kata Aidan)
Rindu menatap mata teduh ayahnya yang penuh kesedihan & penyesalan, ia juga tau semua ini dilakukan orang tua mereka untuk kebaikan mereka juga bukan semata-mata karena keegoisan mereka.
" papa Rindu masih tetap bersedia dinikahkan sama kak Zayn, tapi gimana sama kak Zayn apa dia masih bersedia nerima perjodohan ini " (kata Rindu)
" nanti mami yang bujuk Zayn sayang, persiapan pernikahan kalian sudah 99% & gak mungkin dibatalin " (kata Safitri)
" ma " (kata Rindu menatap ke arah Risya)
" percaya sama mami Fitri ya sayang " (kata Risya)
Demi nama baik keluarganya & keluarga Zayn ia masih tetap bersedia melanjutkan perjodohan mereka.
Flashback Off......
__ADS_1
Saat ini ia sudah ada di rumahnya, sudah berjam-jam yang lalu ia terus menghubungi Zayn bahkan ia mengirimi Zayn pesan WhatsApp tetapi sampai saat ini pesan darinya tak satupun terbalas.
📩 pesan WhatsApp Zayn....
Rindu : kakak dimana?
Rindu : kak tolong angkat telpon aku
Rindu : p
Rindu : p
Rindu : kak tolong balas
Rindu : aku tau kakak kecewa & aku sama kecewanya kaya yang kakak rasa, tapi dengan kakak menghindar & sembunyi kayak gini masalah kita gak akan selesai.
Rindu : aku mohon dimana pun kakak sekarang hubungi aku kak.
Rindu terus menelpon nomer ponsel Zayn, ia tak putus asa untuk terus menghubungi Zayn, entah saat ini Zayn berada dimana ia sungguh khawatir.
# Andriawan Abara Brilian
Baru saja kakaknya Abimana menghubungi dirinya meminta bantuan untuk menemukan Zayn karena saat ini Zayn menghilang, akhirnya apa yang ditakutkan Bara terjadi juga, kebohongan yang kakaknya lakukan untuk menjodohkan anaknya kini telah terungkap, sampai saat ini keberadaan keponakannya tersebut belum diketahui. Bara ikut mencemaskan keadaan keponakannya saat ini bahkan ia juga masih terus menghubungi Zayn meskipun Zayn tak kunjung menjawab panggilan telepon darinya.
" gimana dadd udah ada kabar dari Zayn? " (kata Widia)
" belum mom, daddy masih terus coba hubungin Zayn sekarang " (kata bara)
" kemana ya bang Zayn sekarang?, coba daddy hubungi Humaira sama Gibran sekarang " (kata Widia)
" anak-anak masih di kampus pasti mom, masih ada jam kuliah mereka " (kata Bara)
" bang Abi sudah lacak hp Zayn belum dadd? " (kata Widia)
" kata bang Abi kalo sampai besok Zayn gak angkat telpon baru dia bakal ngelacak hp Zayn, kata bang Abi Zayn pasti lagi butuh sendiri buat nenangin diri " (kata Bara)
" tapi tetep aja kaya gini bikin khawatir kan sayang, kalo terjadi apa-apa sama Zayn gimana? " (kata Widia)
" kita berdoa aja Zayn baik-baik aja ya sayang " (kata Bara)
Suara motor terdengar berhenti di depan rumahnya, saat ini sudah waktunya anak-anak pulang dati kampus ia sangat tau jika yang berada didepan adalah Humaira yang diantar oleh Desta, ia langsung berjalan kearah luar untuk menemui keponakannya yang sudah seperti anaknya sendiri.
" assalamuallaikum uncle " (kata Humaira tersenyum)
" waallaikumsalam " (kata Bara)
Tangannya disalami & dicium oleh keponakannya seperti biasa, Bara tersenyum & mengelus puncak kepala Humaira, sepertinya keponakannya saat ini tak mengetahui tentang kabar yang menimpa keluarganya bahkan Humaira masih terlihat tenang, Bara tak ingin membuat Humaira ikut kepikiran tentang menghilangnya Zayn yang sudah pasti akan membuat Humaira tak fokus saat mengikuti kuliah nantinya.
" onty " (kata Humaira)
" sayang, capek ya, ayo Desta diajak masuk sayang " (kata Widia)
" kayanya Desta mau langsung balik aja onty " (kata Desta)
" kenapa Desta, ayo masuk dulu jangan pulang dulu lah " (kata Bara)
" gak enak uncle, mana ini juga udah mau magrib " (kata Desta)
Tak lama mobil milik anaknya Gibran memasuki pekarangan rumah, Gibran tersenyum berjalan kearahnya.
" assalamuallaikum " (kata Gibran bersalaman)
" waallaikumsalam " (kor semua)
" kok pada berdiri disini Dadd? " (kata Gibran)
" ini sih Desta katanya mau langsung pamit jadi gak mau masuk " (kata Bara)
" oh gitu " (kata Gibran), " ayo bro masuk dulu " (kata Zayn mengajak Desta)
" ayo lah bang, lagian lo juga di apartemen sendirian, mending lo di sini dulu " (kata Humaira)
" ya udah deh " (kata Desta ikut masuk sambil menggaruk-garuk kepalanya)
__ADS_1
Bara tersenyum sambil berjalan merangkul keponakannya Humaira, keponakan gadisnya saat ini memang sangat dekat dengan Desta, bahkan ia cukup mendukung kedekatan keduanya, selain baik Desta juga cukup sopan bahkan keluarga mengenal baik siapa Desta yang tak lain adalah anak dari sahabat mereka.