Polwan Cantik

Polwan Cantik
#95 SEASON 2


__ADS_3

# Humaira Shakila Najma


Humaira sudah bersiap-siap untuk pergi bersama Desta hari ini, Desta sudah menunggu dirinya dibawah beberapa menit lalu, rencananya mereka berdua akan pergi kesebuah pantai untuk menghabiskan waktu libur mereka bersama. Setelah bersiap Humaira lalu turun kebawah.


Dibawah sudah ada Desta duduk mengobrol bersama paman & tantenya, ia kemudian tersenyum melihat Desta yang menatap kearahnya, sangat jarang sekali ia bisa pergi bersama seperti ini berdua, mengingat jadwal mereka masing-masing yang memang sangat padat, Humaira lalu duduk disebelah tantenya sambil tersenyum


" sudah siap? " (kata Widia sambil tersenyum)


" sudah sih onty " (kata Humaira)


" rencananya mau kemana nih? " (kata Widia)


" pantai sih rencananya " (Humaira)


" ya udah berangkat gih, tar keburu kesiangan loh " (kata Widia)


" ya udah kalo gitu kita berdua pamit berangkat dulu ya onty " (kata Humaira)


" hati-hati ya kalian berdua, Desta bawa motornya jangan laju-laju " (kata Bara)


" iya uncle " (kata Humaira)


" iya uncle " (kata Desta)


Setelah bersalaman & mengucapkan salam Humaira & Desta akhirnya menaiki motor & pergi menjauh melewati jalan raya, Humaira sangat senang karena bisa bersama dengan Desta hari ini. Jalanan pagi ini tak seramai hari biasanya karena kebetulan hari ini adalah hari libur, seperti rencana kemarin mereka berdua akan pergi kesebuah pantai.


Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya mereka berdua sampai juga disebuah pantai, Humaira berlari menuju air seperti anak kecil, ia merentangkan tangannya & menutup matanya, ia tersenyum sangat gembira.


" kamu seneng? " (kata Desta bertanya sambil tersenyum)


" seneng banget, kita kan gak pernah jaln bareng nih kaya gini " (kata Humaira sambil tersenyum)


" maaf ya bang Desta terlalu sibuk sampe gak bisa bawa kamu jalan buat nyenengin kamu " (kata Desta)


Humaira tersenyum mendengar kata-kata Desta, ia sangat memahami kesibukan Desta, resiko pekerjaan sebagai seorang polisi membuat kekasihnya kapan saja harus siap untuk bertugas.


" gak papa bang, aku ngerti kok, lagian kita kan emang sama-sama sibuk " (kata Humaira sambil tersenyum)


Desta hanya tersenyum menatap kearahnya sambil mengelus-ngelus kepalanya, Desta memang bukan tipe pria yang banyak bicara ia lebih suka mengungkapkan perasaannya pada Humaira dengan perhatiannya. Meskipun mereka berdua tak pernah menghabiskan waktu bersama dalam waktu yang lama tetapi Humaira tak merasa kekurangan sedikitpun perhatian dari Desta, kekasihnya tersebut sangat perhatian kepadanya.


" bang bulan depan kalo libur semester aku pulang abang juga ikut pulang gak? " (kata Humaira)


" kayaknya bang Desta gak bisa pulang dek, kan abang sudah sering libur, mana kemaren abang harus cuti " (kata Desta)


" ya pisah dong kita bang, gak bisa sama-sama " (kata Humaira)


" emang kamu lama? " (kata Desta)


" rencananya selama libur aku mau disana sih bang " (kata Humaira)


" ya udah kamu balik aja sayang, aku disini gak papa kok, kan aku kerja " (kata Desta)


Humaira tersenyum sambil memeluk Desta, ia sebenarnya ingin menghabiskan waktu liburnya bersama dengan Desta tetapi kekasihnya tersebut tak bisa ijin kerja.


# Muhamad Desta Hamizan


Baru kali ini ia punya kesempatan untuk mengajak kekasihnya berlibur & menghabiskan waktu diluar, Desta sangat senang melihat Humaira sangat terlihat gembira pasalnya selama mereka berpacaran belum pernah sekalipun berlibur berdua. Ia & Humaira berjalan berdua sambil bergandengan tangan menyusuri pantai.


" kamu suka banget sama pantai? " (tanya Desta)


" suka, soalnya ngeliat pantai tuh bikin hati sejuk, tenang damai, bang Desta seneng gak sama pantai? " (kata Humaira)


Desta memandang tersenyum ke arah pemandangan laut yang berada didepan mereka, memang saat memandang laut perasaan seolah menjadi lebih tenang.


" suka " (kata Desta sambil tersenyum)


" bang Desta kalo suatu saat kita nikah aku mau deh foto prewedding di pantai kaya gini " (kata Humaira)


" aku terserah kamu aja dek, yang penting kamu mau nikah sama aku " (kata Desta)


" ya mau lah " (kata Humaira)


" tapi kamu kan belum di ijinin buat nikah sayang " (kata Desta)


" siapa bilang, kan aku belum ngomong sama mami papi, jadi aku rencananya pas pulang nanti mau bilang sama mami papi soal ajakan bang Desta ngajakin aku nikah " (kata Humaira)


Desta menatap terkejut kearah Humaira, ia seolah tak menyangka jika pacarnya akan membicarakan masalah hubungan mereka dengan kedua orangtuanya, Desta memang sudah sangat ingin menyunting Humaira, ia kerap mengajak Humaira untuk segera menghalalkan hubungan mereka.


" aku sih udah pikirin soal itu bang, makanya aku pengen ngomong sama mami papi " (kata Humaira)

__ADS_1


" kamu udah siap emang? " (kata Desta)


" insyallah bang, Huma siap, kalo gak siap ngapain Huma mau ngomong sama mami papi " (kata Humaira)


Desta memandang kearah Humaira sambil tersenyum, ia berharap niat baiknya dengan Humaira akan disambut baik oleh kedua orang tua Humaira.


# Abdul Zayn Mikail


Zayn masih harus stay di kota lain & masih belum bisa bertemu dengan istrinya, sebenarnya ia sudah sangat merindukan Istrinya saat ini, ia sudah sangat ingin kembali ke kota D untuk segera bertemu dengan Rindu, semalaman ia hampir tak bisa memejamkan matanya, ia terus-terusan mengingat Rindu.


Waktu berjalan terasa sangat lambat, bahkan saat ini ia sudah merasakan nyeri di kepalanya karena menahan hasratnya ingin segera mencubu istrinya, ia harus menunggu beberapa hari lagi sampai ia bisa bertemu dengan istrinya. Mengingat wajah istrinya Zayn semakin tambah merindukan istrinya, ia benar-benar tak bisa jauh dari istrinya. Beberapa menit lagi ia akan segera mendarat di kota C.


Saat sampai di kota C ia akan segera menghubungi Rindu, meskipun beberapa jam lalu ia sudah menghubungi istrinya untuk menanyakan kabar istrinya tersebut. Setelah beberapa menit akhirnya pesawatnya mendarat juga di bandara kota C.


Setelah para penumpang turun & pesawat mulai kosong, ia beserta para kru awak kabin segera turun juga dari pesawat tersebut. Seperti kebiasaannya setelah mendaratkan pesawatnya ia pasti akan mengenakan kacamata hitamnya saat akan turun dari pesawatnya.


" Ndra lo tau gak sapa yang ada jadwal terbang ke kota D? " (kata Zayn)


" kapten Joni kayaknya jadwalnya ke kota D sih kapten, kenapa kapten? " (kata Indra)


Zayn berniat akan tukar jadwal penerbangan dengan pilot lainnya dengan tujuan ke kota D agar ia bisa bertemu dengan istrinya di kota D.


" rencananya mau minta tukar sih " (kata Zayn)


" kapten mau minta tukar jadwal? " (kata Indra)


" rencananya sih, kalo kapten Joni mau " (kata Zayn)


Zayn akan segera menghubungi kapten Joni agar bisa bertukar jadwal dengannya, ia yakin jika kapten Joni pasti mau bertukaran jadwal penerbangan dengannya.


" Ndra kapten Joni kira-kira sudah sampe belum ya? " (kata Zayn)


" sepertinya sudah si kapten, soalnya dia juga penerbangan pagi dari kota D " (kata Indra)


Setelah berada di bandara Zayn segera mencari keberadaan kapten Joni, ia berjalan menyusuri setiap sudut bandara, ternyata saat ini kapten Joni sedang berada di home base nya untuk beristirahat, Zayn segera pergi ke home base untuk menemui kapten Joni. Setelah berada di di home base ia lalu mengetuk pintu kamar kapten Joni.


Tok....tok.....


Tanpa menunggu lama pintu kamar tersebut telah terbuka, kapten Joni nampak terkejut melihat dirinya yang saat ini telah berada didepan pintu.


" kapten Zayn " (kata kapten Joni sambil menyalami tangan Zayn sambil tersenyum)


" boleh masuk kapten? " (kata Zayn)


" astaghfirullah, silahkan kapten, sampe lupa mempersilahkan buat masuk, mari kapten silahkan masuk " (kata kapten Joni)


Zayn lalu masuk kedalam kamar yang ditempati kapten Joni untuk beristirahat siang ini, setelah masuk ia lalu duduk di sofa yang telah berada disana.


" ada apa nih kapten tiba-tiba datang nuemuin saya? " (kata kaptenJoni)


" maaf kapten saya tiba-tiba datang mengganggu waktu istirahat kapten " (kata Zayn)


" oh iya gak masalah, emang ada apa ya? " (kata kapten Joni)


" begini kapten saya mau minta tolong sama kapten " (kata Zayn)


" ya, apa itu " (kata kapten Joni)


" saya dengar kapten rute terakhir kota D, saya minta tolong supaya kapten bersedia untuk bertukar jadwal dengan saya " (kata Zayn)


" alasannya apa kapten? " (kata kapten Joni)


Ia tau jika kapten Joni tak mau begitu saja bertukar jadwal dengan sembarangan tanpa adanya alasan uang benar-benar jelas. Zayn akan mengatakan yang sejujurnya kepada kapten Joni karena ia yakin dengan alasannya yang saat ini kapten Joni pasti akan memahami keadaannya.


" jadi saya ini sudah menikah kapten, baru sepuluh hari & kemarin saya harus tinggalin istri saya di kota D, istri saya kebetulan sedang KKN di kota D jadi gak bisa ikut saya terbang kemana saya terbang, jadi ceritanya saya mau minta tukar jadwal biar bisa ketemu istri saya " (kata Zayn jujur)


" wah ternyata kapten Zayn baru nikah, kok gak ngundang-ngundang, selamat kalau begitu " (kata kapten Joni), " jadi ceritanya mau minta tukar jadwal ya, ini kapten penerbangan ke rute mana? " (kata kapten Joni)


" rute kota xxx kapten Joni " (kata Zayn)


" ok kalo begitu kapten, bisa diatur " (kata kapten Joni)


Zayn tersenyum karena kapten Joni menyetujui permintaannya, ia akhirnya akan terbang ke kota D untuk penerbangan terakhir & akan menemui istrinya.


" terimakasih kapten sudah bersedia untuk tukar jadwal sama saya " (kata Zayn sambil tersenyum)


" gak masalah kapten, saya senang bisa membantu " (kata kapten Joni)


Ia & kapten Joni segera mengurus pertukaran perubahan jadwal penerbangan mereka berdua, setelah selesai mengurus pertukaran jadwal penerbangan mereka segera memisahkan diri masing-masing ke home base mereka.

__ADS_1


# Rindu Mentari


Jam telah menunjukan pukul 11.30 siang, tiga puluh menit lagi waktu untuk istirahat makan siang, Rindu masih berada di kantor kelurahan untuk melakukan tugasnya hari ini bersama teman sekelompoknya.


" Rin tar malem aku gak nginep di apartemen kamu ya, soalnya aku ama Dara janjian mau keluar tar malem " (kata Aira)


" oh iya Ra, makasih ya semalem udah nemenin aku " (kata Rindu)


" iya Rin gak masalah, tar lain kali aku temenin lagi deh " (kata Aira), " eh gimana kalo lo tar malem ikut kita aja " (kata Aira lagi)


"terus aku pulangnya gimana? " (kata Rindu)


" nginep aja kali di base camp, mau gak? " (kata Aira)


Rindu agak berfikir dengan ajakan dari temannya tersebut tetapi ia tak berani meminta ijin kepada suaminya, mengingat suaminya sedang berada jauh darinya ia tak ingin jika Zayn kepikiran dengannya.


" gak deh Ra " (kata Rindu)


" kenapa, dari pada kamu kesepian sendirian di apartemen kamu " (kata Aira)


" tar aku pikir-pikir lagi ya " (kata Rindu)


Waktunya istirahat makan siang pun telah tiba, ia segera berjalan bersama Aira & beberapa teman lainnya untuk mencari makan siang.


" makan dimana nih? " (kata Aira)


" aku ngikut lah " (kata teman lainnya)


" aku juga " (kata Rindu)


" tar kita keliling aja kali dulu ya sambil mikir mau makan apa " (kata Aira)


Mereka bertiga segera naik kedalam mobil milik Aira, mobil segera dikendarai menjauh menuju jalan raya, tiba-tiba ponsel miliknya berdering, Rindu segera mengambil ponsel miliknya untuk melihat panggilan masuk tersebut, ternyata suaminya lah yang saat ini menghubunginya.


Ketika saat sedang bekerja suaminya tak bisa ia hubungi bahkan suaminya tak bisa juga menghubungi dirinya, sehingga saat dalam rute perjalanan suaminya Rindu hanya bisa menunggu telpon dari suaminya untuk mengetahui kabar & keberadaannya. Tanpa menunggu lama ia segera mengangkat telepon dari Zayn.


📞 panggilan masuk my hubby❤....


" assalamuallaikum sayang " (kata Zayn dari sebrang telepon)


" waallaikumsalam, lagi dimana kak? " (kata Rindu)


" di base home sayang, ini kamu lagi ngpain? " (kata Zayn)


" lagi mau cari makan siang kak, kakak udah makan siang belum? " (kata Rindu)


" belum sayang, tapi udah ada makan siangnya sih ini " (kata Zayn)


" kakak kapan balik? " (kata Rindu)


Pertanyaan tersebut sebenarnya sudah berkali-kali Rindu tanyakan kepada Zayn & berkali-kali juga Zayn mengatakan jika ia akan kembali sekitar empat hari lagi.


" kan tadi udah nanya sayang, tadi pagi kan udah bilang dua hari lagi aku baru balik " (kata Zayn), " kamu kenapa nanya terus?, kamu kangen sama aku? " (kata Zayn)


" iya kak, cepet pulang dong, aku kesepian " (kata Rindu)


" kalo aku pulang emang mau dikasih apa? " (mata Zayn)


" aku masakin kak Zayn makanan yang enak deh " (kata Rindu sambil tersenyum)


" tapi gak ada yang lebih enak dibanding kamu sayang " (kata Zayn genit)


" kakak genit banget sih, malu tau temen aku denger " (kata Rindu tersenyum)


" biarin, sapa suruh nguping obrolannya pengantin baru " (kata Zayn), " eh tapi aku beneran kalo gak ada yang lebih enak kalo dibanding kamu " (kata Zayn lagi)


" jadi kakak kapan pulang? " (kata Rindu mengulang)


" aku bakal pulang kalo kamu siap puasin aku " (kata Zayn)


Rindu tersenyum sambil reflek menepuk jidatnya, ia tak menyangka saat ini suaminya bisa menjadi segenit itu.


" siap gak layanin aku sampe puas kalo aku pulang? " (kata Zayn)


" liat entar aja ya kak, aku malu tau " (kata Rindu yang memang saat ini malu jika teman-temannya mendengar obrolannya dengan suaminya.)


" ya udah deh kalo gitu udah dulu ya sayang, aku mau istirahat dulu " (kata Zayn), " i love u (kata Zayn lagi)


" love u to " (kaya Rindu sambil tersenyum)

__ADS_1


Rindu tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya setelah menutup telepon dari Zayn.


__ADS_2