Polwan Cantik

Polwan Cantik
#98 SEASON 2


__ADS_3

Adzan subuh telah berkumandang Zayn membuka matanya bangun dari tidurnya, ia melihat istrinya masih sangat nyenyak dalam tidurnya, Zayn tersenyum & mencium kening istrinya, Zayn yakin jika istrinya nampak kelelahan karena semalaman harus melayani dirinya, Zayn bangkit & turun dari tempat tidurnya, saat ia membuka selimut secara perlahan ia sangat amat terkejut melihat bercak darah yang berada di seprai mereka, Zayn membangunkan istrinya karena takut jika istrinya kenapa-kenapa.


" sayang, sayang bangun sayang " (kata Zayn menggoyang tubuh istrinya pelan)


" emmmm " (kata Rindu sambil mengucek-ngucek matanya)


" bangun dulu sayang " (kata Zayn)


" iya kak, udah adzan ya? " (kata Rindu)


" iya udah, bangun dulu ya " (kata Zayn)


" iya kak " (kata Rindu)


" kamu duluan aja mandinya, soalnya kamu berdarah lagi tuh " (kata Zayn sambil menunjukan noda darah di seprei mereka)


Istrinya melihat kearah pakaian tidur yang ia kenakan yang juga ternyata banyak noda darah di sana, istrinya lantas turun perlahan dari tempat tidur menuju kamar mandi, karena cemas Zayn mengikuti istrinya menuju kamar mandi.


Zayn mengetuk pintu kamar mandi yang telah tertutup saat ini untuk memastikan istrinya dalam kondisi baik-baik saja, mengingat hal yang tak wajar karena istrinya mengeluarkan darah yang cukup lumayan banyak kali ini.


Tok...tok...(suara ketukan kamar mandi)


" sayang kamu gak papa kan? " (kata Zayn dari luar pintu)


" gak papa sayang " (kata Rindu dari dalam kamar mandi)


" yakin kamu gak papa? " (kata Zayn)


" iya gak papa " (jawab Rindu lagi)


Mendengar istrinya baik-baik saja Zayn lalu kembali berjalan menuju tempat tidur mereka, Zayn duduk ditepi ranjangnya sambil menunggu istrinya yang sedang membersihkan dirinya.


Beberapa menit akhirnya Rindu keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono mandinya, Zayn tersenyum kearah Rindu melihat istrinya saat ini baik-baik saja Zayn jadi tenang.


" kakak mandi gih, tar kesiangan sholat subuhnya " (kata Rindu)


" iya sayang " (kata Zayn)


Zayn berlalu masuk kedalam kamar mandinya untuk membersihkan diri sebelum menunaikan ibadah sholat subuh, setelah beberapa menit didalam kamar mandi akhirnya ia selesai & keluar dari kamar mandi. Dilihatnya istrinya telah cantik dengan mengenakan pakaian santainya & sedang menyisir rambutnya didepan cermin.


Zayn melihat kearah tempat tidur yang saat ini telah rapi, seprai beserta selimutnya sudah berganti warna, sepertinya saat ia berada dikamar mandi istrinya mengganti seprai beserta sarung bantal & selimut yang mereka gunakan tadi dengan yang baru mengingat seprai yang tadi terdapat noda darah istrinya lagi, Zayn sedikit berpikir mungkin ini karena ia terlalu bersemangat sehingga membuat istrinya mengeluarkan darah kembali.


" sayang kamu gak papa kan? " (Zayn bertanya kembali untuk memastikan istrinya baik-baik saja)


" iya kak, aku gak papa kok " (kata Rindu)


" beneran? " (kata Zayn)


" iya kak beneran " (kata Zayn)


Zayn hanya manggut-manggut saja mendengar kata-kata istrinya, saat ini memang Rindu terlihat nampak baik-baik saja.


" kamu kok belum siap-siap?, emang kamu gak sholat? " (kata Zayn)


" astagfirulloh, maaf kak aku lupa kasih tau kakak, kakak sholat aja sendiri ya, aku gak bisa sholat soalnya aku lagi M " (kata Rindu tersenyum)


" hah, apa itu M?, malesssss ya? " (kata Zayn), " gak ada males-malesan ah yank, ayo sholat ah " (kata Zayn)


Zayn menyuruh istrinya untuk berdiri & memberikannya mukenah agar segera memakai mukenahnya.


" kak aku bukannya males kak " (kata Rindu bingung menjelaskan)


" ya terus kenapa M? " (kata Zayn)


" aku lagi dapet kak " (kata Rindu)


" dapet apaan sih sayang?, kok aku bingung jadinya " (kata Zayn)


" aku lagi datang bulan kak, makanya gak bisa sholat " (kata Rindu menepuk jidatnya reflek)


" datang bulan? " (kata Zayn sedikit berpikir), " kamu mens? " (kata Zayn lagi)


" iya kak " (kata Rindu)


" masya allah, aku pikir kenapa kamu nyuruh aku sholat sendiri, jadi itu tadi kamu berdarah karena kamu lagi M? " (kata Zayn)


" iya kak " (kata Rindu tersenyum)


Zayn manggut-manggut mengerti & segera bersiap untuk menunaikan ibadah sholat subuhnya sendiri kali ini.


# Rindu Mentari


Rindu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, Rindu lalu berdiri & keluar dari kamarnya, ia akan memasak pagi ini, beruntung listrik di apartemennya sudah tak padam lagi. Ia mulai membuka kulkas untuk mengambil beberapa bahan yang akan ia olah untuk sarapan pagi mereka sebelum meninggalkan apartemen hari ini.


Suara pintu kamar mulai terdengar terbuka, Rindu menoleh kearah suaminya yang saat ini baru saja keluar dari arah dalam sambil tersenyum, Rindu membalas senyum suaminya & kembali lagi fokus untuk memasak.

__ADS_1


" sayang ada yang bisa aku bantu? " (kata Zayn)


" kamu gak perlu bantu kak, kamu duduk aja di meja makan nungguin ini selesai ya " (kata Rindu sambil tersenyum)


Bukannya pergi suaminya justru memeluk dirinya dari arah belakang lalu mencium pipinya, Rindu tersenyum mendapati sikap manis suaminya.


" kalo kakak kaya gini aku gak bisa masak loh jadinya " (kata Rindu)


" bentaran aja sayang, lima menit aja, kan aku entar mau berangkat kerja lagi " (kata Zayn)


" iya-iya " (kata Rindu pasrah sambil tersenyum)


Mengingat beberapa jam lagi suaminya akan berangkat bekerja lagi ia pun menuruti keinginan Zayn, apalagi mereka berdua tak akan bertemu lagi malam nanti.


" kamu mau masak apa sayang? " (kata Zayn)


" mau masak nasi goreng aja kak, pake sosis, pake bakso pake telur sama timun " (kata Rindu)


" kamu beneran gak mau aku bantu nih? " (kata Zayn lagi bertanya)


" enggak kak, kakak duduk aja ya " (kata Rindu)


" oke aku tunggu di meja makan ya kalo gitu " (kata Zayn sambil tersenyum)


Rindu hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum, setelah suaminya duduk di depan meja makan, ia kembali lagi fokus untuk memasak sarapan pagi untuk mereka.


Dengan telaten Rindu memotong semua bahan yang harus ia potong, baginya memasak adalah hal yang biasa ia lakukan selama hidup mandiri di perantauan karena memasak merupakan salah satu alternatif untuk anak kost agar tak terlalu boros.


Sesekali Rindu menoleh kearah suaminya yang masih setia menunggu dirinya dimeja makan sambil terus menatap kearahnya, Rindu tersenyum melihat sedari tadi ternyata suaminya masih terus memperhatikan dirinya.


" kenapa ngeliatinnya gitu banget? " (kata Rindu)


" gak papa dong, emang gak boleh ya aku ngeliatin kamu? " (kata Zayn sambil tersenyum)


" boleh sih tapi jangan gitu banget kali kak, tar aku gerogi jadi gosong masakan aku " (kata Rindu juga tersenyum)


" ah masa sih gerogi diliatin gini doang " (kata Zayn), " aku itu masih gak nyangka aja ternyata kamu itu bisa masak " (kata Zayn lagi sambil tersenyum)


" hahahaha, tampang aku gak meyakinkan banget ya kak kalo bisa masak " (kata Rindu sambil tertawa)


" meyakinkan sih, aku jadi kagum banget gitu sama kamu, paket komplit, baik, cantik, pinter masak lagi, gak salah nih papi sama mami pilih kamu buat jadi istri aku, untungnya juga aku gak nolak, kalo aku nolak jelas rugi aku " (kata Zayn panjang lebar)


" hahahaha, apa lagi tuh, banyak banget pujiannya lebay banget " (kata Rindu)


" gimana aku gak jatuh cinta coba sama kamu " (kata Zayn)


" hahahahhaha " (kata Zayn tertawa)


Setelah beberapa menit akhirnya masi goreng yang ia buat telah selesai, ia segera membawa nasi goreng tersebut menuju meja makan, terlihat Zayn nampak tak sabaran merasakan nasi goreng buatannya kali ini. Rindu tersenyum sambil mengambilkan Zayn sarapan untuknya di piring yang telah berada di depannya.


" ayo kak dimakan " (kata Rindu mempersilahkan suaminya untuk menyicipi nasi buatannya)


" iya sayang " (kata Zayn tersenyum)


Rindu saat ini tepat duduk disebelah Zayn, mereka berdua menikmati sarapan pagi buatannya bersama-sama, suaminya nampak lahap memakan nasi goreng buatannya.


" enak banget loh ini " (kata Zayn)


" ah masa, perasaan biasa aja kak " (kata Rindu)


" seriusan deh, ini tuh enak banget " (kata Zayn lagi)


Rindu tersenyum mendengar pujian suaminya, ini bukan untuk pertma kalinya ia memasak untuk suaminya, bahkan beberapa hari yang lalu ia juga memasak untuk suaminya.


" kalo enak makan yang banyak ya kak, soalnya kakak tar gak pulang kan " (kata Rindu)


" harus dong, rugi kalo gak aku makan ini, soalnya kamu udah capek-capek masak buat aku " (kata Zayn)


Rindu sangat suka sekali memasak untuk suaminya karena suaminya selalu menghabiskan masakan apapun yang ia buat.


# Abdul Zayn Mikail


Masih menikmati sarapan paginya Zayn & istrinya saat ini masih berada di depan meja makan menikmati nasi goreng buatan istrinya yang menurutnya sangat menggoyang lidahnya, setiap istrinya memasak Zayn pasti akan menghabiskan masakan buatan istrinya untuk menghargai kerja keras istrinya untuk menyenangkan dirinya. Zayn tersenyum kearah istrinya sambil mengelus kepalanya.


" makasi ya udah masakin aku nasi goreng seenak ini " (kata Zayn berterimakasih pada istrinya)


" kan udah kewajiban aku masakin kakak " (kata Rindu)


" karena kamu udah masakin aku nasi goreng seenak ini jadi aku aja yang cuci piringnya ya " (kata Zayn)


Setelah mereka selesai sarapan pagi Zayn lalu berdiri sambil membawa piring kotor menuju tempat cuci piring, kali ini ia akan membantu istrinya untuk mencuci semua piring & gelas kotor serta alat bekas masak istrinya, setelah beberapa menit akhirnya semua sudah selesai ia cuci, Zayn mengelap tangannya yang basah & berjalan kearah Rindu yang masih duduk di meja makan.


" kakak siap-siap gih kan katanya mau berangkat jam 8 " (kata Rindu)


" emang jam berapa ini? " (kata Zayn)

__ADS_1


" jam setengah tujuh kak " (kata Rindu)


" entaran deh " (kata Zayn)


Masih ingin berlama-lama mengobrol dengan istrinya Zayn seolah enggan untuk meninggalkan istrinya.


" sayang kamu ntar malam gak papa sendiri disini? " (kata Zayn)


" gak papa kak, kenapa emang kak? " (kata Rindu)


" aku berpikiran buat nganter kamu ke rumah bude aja biar gak sendirian, lagian bude pasti seneng kalo kamu di sana jadi ada temen ngobrol " (kata Zayn)


Zayn sedari tadi memang berpikiran akan mengantarkan istrinya ke rumah kakak dari ayahnya uang tak lain adalah orang tua dari Faiz yang kebetulan memang tinggal di kota D, bude Reina pasti akan senang jika Zayn membawa istrinya ke rumahnya.


" gak usah kak, aku disini aja, gak enak ngerepotin kalo aku di sana " (kata Rindu)


" tapi kamu yakin kamu berani sendiri disini? " (kata Zayn lagi)


" yakin kak, lagian kan kakak udah pesen sama pihak apartemen supaya masalah listrik di apartemen ini jangan sampek mati lagi " (kata Rindu)


Zayn manggut-manggut sambil menatap kearah istrinya yang kekeh ingin tetap berada di apartemen mereka, mendengar keinginan istrinya Zayn tak ingin memaksa.


" kamu berangkat KKN jam berapa? " (kata Zayn)


" bareng kakak aja, boleh gak kak? " (kata Rindu)


" ya jelas boleh lah, kamu nih gimana sih kok malah tanya, kan aku suami kamu sayang " (kata Zayn)


" ya kan aku takut kakak telat pergi ke bandaranya " (kata Rindu)


" enggak lah sayang, sayang kayaknya aku pikir kamu harus belajar bawa mobil deh mulai sekarang, kamu kursus mobil ya, jadi kemana-mana gak naik taksi lagi " (kata Zayn)


Mengingat ada saja perbuatan kriminal dimana-mana Zayn berpikir jika lebih baik istrinya belajar mengemudi saat ini agar lebih aman membawa mobil sendiri.


" buat apa kak, aku seneng kok naik taksi " (kata Rindu)


" katanya kamu mau ngirit, kalo mau ngirit mending kamu belajar nyetir biar kemana-mana gak perlu bayar " (kata Zayn mencari alasan)


" iya juga sih, bayar taksi bisa buat beli bensin " (kata Rindu berpikir)


" gimana sayang? " (kata Zayn)


" boleh deh kak " (kata Rindu)


Zayn tersenyum karena istrinya menerima tawarannya untuk kursus menyetir, saat istrinya bisa menyetir sendiri Zayn tak perlu khawatir lagi saat istrinya berada diluar.


" ok mulai sabtu besok gimana? " (kata Zayn)


Kebetulan istrinya saat hari sabtu & minggu libur sehingga istrinya bisa mengikuti kursus menyetir mulai besok.


" gak kecepetan kak " (kata Rindu)


" lebih ceper lebih baik sayang, jadi kamu bisa bawa mobil Faiz buat berangkat sama pulang KKN " (kata Zayn)


" ok deh " (kata Rindu)


" anak pinter, nurut banget kalo,di kasih tau yang lebih tua " (kata Zayn tersenyum sambil mengelus-ngelus kepala Rindu)


" sok tua banget sih kak " (kata Rindu)


" emang aku lebih tua dari kamu sayang " (kata Zayn)


Zayn memeluk tubuh istrinya sambil mencium pipi serta keningnya, seperti kebiasaannya selama berada di rumah saat bermesraan dengan istrinya, tapi sayangnya ia tak bisa melakukan yang lebih dari itu mengingat istrinya saat ini sedang datang bulan.


" sayang kamu M nya sampe kapan ya kalo aku boleh tau? " (kata Zayn)


" biasanya sih satu mingguan kak " (kata Rindu)


" lama banget satu minggu, emang gak bisa dipercepat biar cepet selesai? " (kata Zayn)


" ya enggak lah kak, itu udah normalnya masa mau di cepetin, gimana caranya coba " (kata Rindu)


" jadi aku gimana sayang? " (kata Zayn)


" apanya yang gimana kak, ya kakak gak gimana-mana lah " (kata Rindu)


Zayn bingung menjelaskan kepada Rindu maksud perkataannya, sehingga ia hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum.


" kenapa kak?, kok malah senyum-senyum gitu? " (kata Rindu)


" gak papa, aku cuman bingung aja gimana mau jelasin sama kamu " (kata Zayn tersenyum)


" apanya yang bingung sih?, ngomong aja kak " (kata Rindu)


" gak jadi deh " (kata Zayn)

__ADS_1


Zayn hanya tersenyum kepada istrinya, Rindu yang melihatnya hanya tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya, dengan sangat terpaksa ia harus berpuasa untuk beberapa hari.


__ADS_2