
Malam Pun telah tiba jam telah menunjukan pukul 10.00 malam, Safitri telah bersiap untuk pulang & berpamitan kepada samua kecuali pada Bara yang tidak ada di sana, Safitri berpikir mungkin calon adik iparnya sudah tertidur. Mama & papa berjanji kepada Safitri jika mereka akan menjemput Safitri 3hari lagi di bandara kota G & mengantarkannya ke asrama SPN saat ia berangkat nanti, kata mama cukup dekat jarak kota D tempat tinggal mama dengan kota G asrama SPN Safitri.
" ma pa, semuanya, Safitri pulang dulu ya, assalamu'alaikum " (kata Safitri)
" wa'allaikumsalam " (kata mereka semua)
" hati-hati ya Bi bawa mobilnya, awas calon mantu mama kenapa-kenapa " (kata mama)
" iya ma " (kata Abimana)
" cepat berangkat sana Bi nanti keburu hujan langit merah banget tuh " (kata papa)
" siap bos, ayo dek " (kata Abimana sambil menggandeng tangan Safitri)
Safitri & Bripka Abimana langsung masuk kedalam mobil setelah itu mobil melaju dengan kecepatan sedang, tangan Safitri masih digenggam Bripka Abimana & satu tangan kekasihnya berada di kemudi mobilnya.
" i love u sayang " (kata sambil mencium punggung tangan Safitri tapi pandanganya masih fokus ke depan " (kata Abimana)
" love u to bang, kenapa bang kok kayanya beda " (kata Safitri)
" bentar lagi kamu kan bakal berangkat sayang, dua hari lagi " (kata Abimana)
" gak terasa sudah mau berangkat aja lagi " (kata Safitri)
" nanti Abang pengen peluk ya yang lama "(kata Abimana)
" iya bang " (kata Safitri)
Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba hujan turun sangat deras, mereka sudah berada di setengah perjalanan menuju rumah Safitri, sekitar lima belas menit lagi mereka sampai.
" ya hujan deh, deres banget lagi, pelan aja bang bawa mobilnya, jalanan gak keliatan tuh " (kata Safitri)
" iya sayang, ini juga pelan kok, bang Abi kan gak suka yang cepet-cepet biar puas " (kata Abimana sambil tersenyum)
__ADS_1
" jangan bilang itu barusan fiktor " (kata Safitri)
" ih apa sih dek, sapa lagi yang fiktor, bang Abi kan bilang gitu biar puas bisa lama-lama ketemu sama Ade " (kata abimana menggoda)
" pinter banget sih ngeles " (kata Safitri)
Untunglah mereka sampai dengan selamat, saat ini mobil Bripka abimana sudah berada dipekarangan rumah Safitri. Hujan semakin deras angin sangat kencang listrik pun padam, Safitri & Abimana berbasah-basahan keluar dari mobil masuk kedalam rumah.
" assalamualaikum " (kata safitri bersamaan dengan Abimana)
" wa'allaikumsalam " (kata ayah sambil membuka pintu)
" lah kalian berdua basah kuyub, Nduk ajak nak Abi ganti baju sana " (kata ibu)
" dikamar Safitri bu? " (kata Safitri)
" ya di kamar kamu gantian Nduk, baju nak Abi yang ditinggal tempo hari waktu hujan adakan Nduk "(kata ayah)
Ia menyuruh Bripka Abimana untuk segera masuk kekamarnya untuk berganti pakaian sedang dirinya sudah berganti baju dikamar ibu setelah mengambil baju tidurnya dikamar sebelum Abimana masuk kekamarnya. Setelah berganti baju ia keluar menuju kamarnya & mengetuk kamarnya memastikan apakah Abimana menemukan pakaian miliknya.
" bang sudah sudah salin belum " (kata Safitri)
Pintu kamar pun terbuka & kekasihnya keluar dengan mengenakan pakaian yang ia tinggalkan saat hujan tempo hari.
" kirain gak nemu, lama banget keluarnya " (kata Safitri)
" Abang mau pulang aja dek " (kata Abimana)
" yakin mau langsung pulang " (kata Safitri)
" emang kalau nanti-nanti mau dikasih apa " (kata Abimana tersenyum)
" dikasih apa " (kata Safitri)
__ADS_1
" dikasih yang enak kek " (kata Abimana menggoda)
" keong racun, ambigu banget tuh apa coba yang enak " (kata Safitri)
" hahahah, hujan fiktor ya, orang Abang pengen makan kue ibu yang enak kok " (kata Abimana)
Tak lama kemudian ayah & ibu menghampiri mereka berdua dari arah dalam.
" yah, Bu, bang Abi mau pulang katanya " (kata Safitri)
" nak Abi nginap aja, gak usah pulang ini hujannya deres banget mana mati lampu " (kata ayah)
" iya nak Abi " (kata ibu)
" Abi pulang aja bu pak " (kata Abimana)
" jangan nak bapak takut kamu kenapa-kenapa dijalan nanti bapak dimarahi orang tua nak Abi " (kata ayah)
" tidur aja dikamar Safitri " (kata ibu)
" lah Bu masa di kamar ku kan belum sah, bukan mahram " (kata Safitri protes)
" memang sapa yang nyuruh kamu tidur berdua dikamar, ibumu cuman nyuruh nak Abi yang masuk kamar mu Nduk bukan sama kamu " (kata ayah)
" terus yah " (kata Safitri)
" kamu tidur dikamar ibu sama ayah nanti ayah tidur dibawah " (kata ibu)
Safitri hanya menggaruk-garuk kepalanya tersenyum malu karena salah faham.
" ngeres ya " (kata Abimana berbisik ditelinga Safitri lalu masuk kedalam kamar Safitri)
Ia melirik kearah tunangan nya yang barusan masuk kedalam kamarnya berhasil membuatnya tersipu malu.
__ADS_1