Polwan Cantik

Polwan Cantik
#51 SEASON 2


__ADS_3

Zayn telah berada di kota G setelah penerbangannya pagi tadi dari kota D, bulan ini berbeda dengan bulan lalu, jika bulan lalu ia lebih sering berada di kota C karena penerbangannya hanya sekitaran kota C & mengharuskannya stay disana justru bulan ini ia harus stay di kota D, akhir-akhir ini Zayn jarang bertemu dengan Rindu karena kepadatan jadwal penerbangannya, bahkan ia hanya bisa menghubungi Rindu sesekali saja saat dirinya telah berada di home base atau berada di hotel tempat ia menginap di kota D, terkadang waktu senggang yang ia miliki tak sama dengan waktu senggang yang dimiliki Rindu, pada saat ia telah sampai ditempat tujuan justru Rindu berada di kampus & sedang berada di dalam kelas, bahkan terkadang jika ia pulang sangat larut ia juga tak bisa menghubungi Rindu karena sudah pasti Rindu telah terlelap dalam tidurnya.


Terkadang perasaan gelisah menghinggapi pikirannya, pernah beberapa hari yang lalu karena frustasi tak bisa bertemu dengan Rindu Zayn menjadi lebih stres bahkan penerbangannya ke luar kota hampir saja di gantikan oleh pilot lain, Zayn terkadang bingung dengan sikapnya yang seperti ini karena tiba-tiba saja ia bisa merasakan Rindu jika jauh dari wanita yang satu bulan lalu sudah menjadi tunangannya tersebut, mungkin Zayn telah mulai menyukai Rindu & mulai tumbuh benih-benih cinta di hatinya.


" kapten... kapten... " (kata co-pilot Indra menggoyangkan lengannya)


Zayn menatap ke arah Indra yang telah berhasil membuatnya tersadar dari lamunannya, Zayn terkadang menjadi tak fokus seperti ini.


" kapten ngelamun ya? " (kata Indra)


" enggak Ndra, kenapa? " (kata Zayn)


" ini kapten jadwal penerbangan selanjutnya " (kata Indra)


" oh iya " (kata Zayn sambil menerima berkas tersebut), " Ndra lo punya pacar? " (kata Zayn)


" punya kapten, kenapa ya kapten? " (kata Indra)


" lo sering stress kalo gak ketemu atau gak denger kabarnya? " (kata Zayn)


" dulu iya kapten, tapi lama-lama karena sudah biasa jadi enggak lagi, apa kapten lagi stress mikirin pacarnya kapten? " (kata Indra)


" pacar bukan sih, lebih tepatnya lagi tunangan " (kata Zayn)


" jadi berita yang tersebar selama ini bener kalo kapten sudah punya tunangan " (kata Indra)


Zayn hanya mengangguk tanpa menjawab dengan kata-kata, memang gosip yang tersebar di khalayak ramai sangat cepat berhembus bak angin.


" selamat ya kapten, jadi rencananya kapan mau dihalalin kapten? (kata Indra)


" tar lo gue undang tenang aja " (kata Zayn)


" siap kapten " (kata Indra)


Pesta pernikahan Zayn akan dilaksanakan secara besar-besaran karena ayahnya ingin pernikahannya dirayakan secara mewah mengingat ia adalah anak pertama begitu juga Rindu.


" kalo kapten nikah bakal banyak yang patah hati nih " (kata Indra)


" kenapa patah hati Ndra?, lagian gue gak ngerasa php loh sama cewek " (kata Zayn)


" ya kapten memang gak php tapi banyak cewek yang naksir sama kapten pasti pada patah hati kalo tau idolanya bakal nikah, hahahaha " (kata Indra)


" walah gitu, ya terus gue harus gimana biar mereka gak patah hati, jadi gue harus jadi perjaka tua & gak perlu nikah " (kata Zayn)


" enggak lah kapten, menikah itu udah jadi hak kapten, pasti perempuan yang bakal jadi istri kapten beruntung banget bisa nikah sama kapten " (kata Indra)


" ah enggak Ndra, justru gue yang beruntung dapat dia " (kata Zayn)


Zayn memang merasa sangat beruntung karena ia akan memiliki sesosok calon istri seperti Rindu, selain ia adalah seorang perempuan yang lemah lembut ia juga wanita yang sangat baik bahkan ia rela mengorbankan masa depannya untuk menerima perjodohannya dengan Zayn, awalnya Zayn tak bisa menerima Rindu sebagai calon istrinya tetapi semakin mengenal Rindu ia semakin kagum dengan kepribadiannya yang hampir mirip dengan ibunya, karena Zayn memang sangat mendambakan pendamping yang memiliki sifat tak jauh dari ibunya.


" wah berati calonnya kapten bukan perempuan sembarangan nih " (kata Indra tersenyum)


" ya bisa dibilang gitu, calon gue emang bukan cewek sembarangan, kalo cantik aja diluar sana banyak cewek cantik yang mau sama gue Ndra, kalo calon gue ini gak cuman cantik wajahnya tapi hatinya juga " (kata Zayn)


" gue jadi penasaran nih sama calonnya kapten " (kata Indra)


" jangan penasaran Ndra, dia masih tetep manusia kok gak bersayap tapi bagi gue dia jelmaan bidadari " (kata Zayn tersenyum mengingat Rindu)


" mantap, baru kali ini denger kapten bilang kaya gitu " (kata Indra ikut tersenyum)


Bagi Zayn Rindu memang bak bidadari, bak cerita dalam dongeng Rindu menjelma menjadi manusia untuk hadir mendampingi dirinya yang selama ini merasakan kenyamanan saat hidup dalam kesendirian tanpa memikirkan masa depan, setelah Rindu hadir akhirnya ia sadar jika hidup berpasangan itu lebih baik daripada sendiri, Zayn kembali lagi tersenyum karena mengingat bayangan wajah Rindu.


" bahagia banget kayanya ya kapten, gue pikir selama ini kapten gak punya pasangan alias jomblo " (kata Indra)


Selama ini memang Zayn tak pernah memiliki kekasih benar kata Indra, jika bukan karena ia dijodohkan dengan Rindu mungkin sampai saat ini ia masih akan menjomblo seperti yang dikatakan Indra, saat masih asik berbincang dengan Indra ponsel miliknya berdering dilihatnya panggilan videocall melalui WhatsApp yang tertera di layar ponselnya ternyata Rindu yang menghubungi dirinya.

__ADS_1


kring...


📞 Vidio call masuk Rindu ❤......


Zayn telah menambahkan emoji love pada kontak nama Rindu dibelakangnya beberapa minggu yang lalu, Zayn tersenyum mendapatkan panggilan telepon dari calon istrinya tersebut.


" yang di omongin nelpon, panjang umur, gue angkat dulu ya Ndra " (kata Zayn)


" silahkan kapten " (kata Indra)


Zayn langsung mengangkat panggilan telepon dari Rindu, beruntung ia juga dalam waktu senggang kali ini saat Rindu menghubungi dirinya.


📞 Vidio call masuk Rindu ❤....


" hallo assalamu'alaikum " (kata Zayn)


" waalaikumsalam kak, lagi apa? " (kata Rindu diseberang telepon)


" nih lagi santai, lo lagi apa?, sudah makan belum?, jangan lupa makan tar sakit lagi, gue gak disitu tar sapa yang ngerawat lo kalo sakit " (kata Zayn khawatir pada Rindu)


" lagi di perpus cari buku, makasih ya udah khawatir sama aku, tenang aja kak aku udah makan kok, kakak gak udah sampe dari tadi? " (kata Rindu)


" baru sampe sekitar setengah jam lah, beneran udah makan kan?, kalo belum tar gue suruh Gibran ajak lo cari makan bareng " (kata Zayn)


" udah kak, beneran deh " (kata Rindu)


" ok, persiapan KKN gimana? " (kata Zayn)


" tinggal nunggu berangkat aja kak " (kata Rindu)


" KKN ada cowoknya gak? " (kata Zayn)


" ada lah kak " (kata Rindu)


" terus kalian bakal tinggal satu atap gitu cewek cowok? " (kata Zayn)


" enggak lah kak, kita bakal tinggal di tempat beda, cewek sama cowok beda atap " (kata Rindu)


" bisa gak kalo lo tinggal di hotel gue aja kalo lo KKN nanti? " (kata Zayn)


" ngacok, ya gak boleh lah kak, justru kalo aku tinggal jadi satu sama kakak aku yang malah gak aman, lagian tinggal bareng sama temen-temen yang lainnya aku baik-baik aja kok " (kata Rindu)


Kebetulan Rindu mendapatkan lokasi KKN nya di Kota D, itulah yang dinamakan takdir, sejauh apapun Zayn pergi justru ia akan selalu didekatkan dengan Rindu.


" ya gue kan cuman khawatir lo kenapa-apa " (kata Zayn)


" iya kak aku ngerti kok, ini jadi kakak jam berapa lagi terbang? " (kata Rindu)


" sekitar dua jam lagi lah " (kata Zayn)


" ya udah kalo gitu kakak istirahat aja dulu ya, jangan stress-stress " (kata Rindu tersenyum)


" iya, lo juga disana harus hati-hati ya, jaga kesehatan, see you " (kata Zayn)


Zayn tersenyum kembali sambil menatap layar ponselnya, setelah panggilan video call terputus, meskipun hanya menatap wajah Rindu dari layar ponselnya itu cukup membuat rasa Rindunya cukup terobati.


# Rindu Mentari


Rindu saat ini sedang mempersiapkan hal-hal yang perlu ia lakukan sebelum keberangkatannya untuk KKN, Rindu tergabung dengan kelompok yang berbeda dengan Jiya teman baiknya bahkan mereka di tempatkan di daerah yang berbeda pula, dalam satu kelompok terdiri dari 18 orang dari berbagai jurusan, beruntung dalam kelompoknya ada dua mahasiswa yang berasal dari jurusan yang sama dengannya & yang lainnya berasal dari jurusan lainnya.


Rindu telah bersama dengan teman-teman sekelompoknya membahas tentang program-program yang akan mereka lakukan saat KKN nanti, beruntung teman-teman yang tergabung dalam kelompoknya saat ini sangat mudah diajak kerja sama bahkan dalam waktu yang singkat mereka bisa akrab.


Tinggal menghitung hari ia akan segera berangkat ke kota D untuk melaksanakan KKN bersama dengan ketujuh belas mahasiswa & mahasiswi lainnya, setelah selesai membahas program yang mereka akan lakukan saat KKN nantinya akhirnya mereka segera memisahkan diri masing-masing.


" Rin lo balik sama siapa? " (kata Aira seorang wanita yang berasal dari fakultas yang sama dengannya)

__ADS_1


" ada lah, kenapa Ra? " (kata Rindu)


" sama pacar?, gue pikir lo sendiri jadi gue mau ajak bareng, kebetulan gue bawa mobil " (kata Aira sambil tersenyum)


" enggak cuman temen doang, tapi thanks ya udah nawarin bareng " (kata Rindu yang juga tersenyum)


Saat masih mengobrol dengan teman satu kelompoknya yang kebetulan satu jurusan dengannya juga tiba-tiba Gibran datang menghampiri dirinya.


" udah selesai? " (kata Gibran)


" udah nih baru aja " (kata Rindu)


" ini gebetan lo Rin? " (kata Aira kepada Rindu) , " kalo gak salah nama lo Gibran kan?, mahasiswa kedokteran semester tiga? " (kata Aira yang mengenali Gibran)


" dia bukan gebetan aku Ra " (kata Rindu)


" lo tau gue?, iya gue bukan gebetannya Rindu kali, dia mah calon kakak ipar gue " (kata Gibran tersenyum)


" ya jelas tau lah, siapa sih yang gak kenal sama lo Bad Boy nya fakultas kedokteran, jadi lo adek pacarnya Rindu ya?, oh iya kenalin gue Aira " (kata Aira sambil menjawab tangan Gibran)


" Gibran " (kata Gibran membalas jabatan tangan Aira), " ih kok Bad Boy sih bukan Good Boy yah, padahal gue ngarepnya dikenal sebagai Good Boy loh, abang gue itu bukan pacarnya Rindu tali lebih tepatnya tunangan, jadi gue adek sepupunya tunangannya Rindu, berhubung abang gue lagi dinas keluar kota jadi gue yang disuruh antar jemput dia, supirnya dia mah gue, hahaha " (kata Gibran lagi)


" ngacok ah Gibran, jangan bilang gitu ah, kan aku jadi gak enak sama kamu, udah ngerepotin gini " (kata Rindu)


" eh gak papa kali Rin, lo jangan baper ya, gue bercanda kok, ya udah yuk balik " (kata Gibran)


" kamu udah gak ada kelas? " (kata Rindu)


" gak ada sih udahan " (kata Gibran)


" ya udah ya Ra duluan " (kata Rindu)


" ok da..... " (kata Aira)


Setelah berpamitan akhirnya mereka segera meninggalkan kampus dengan menggunakan nabil milik Gibran, sesuai dengan pesan Zayn adik sepupunyalah yang selama ini mengantar jemput dirinya selama Zayn tidak berada di kota C, terkadang Rindu merasa tidak enak dengan Gibran karena mungkin saja karena ia selalu mengantar jemput dirinya pasti banyak yang menganggap mereka berdua memiliki hubungan sehingga membuat Gibran sampai saat ini masih tetap menjomblo karena tak percaya bahwa Gibran tidak memiliki pasangan.


" Gib kamu kenapa mau aja sih disuruh antara jemput aku? " (kata Rindu)


" ya demi bang Zayn lah Rin, lagian gue gak mau dia kepikiran sama lo kalo dia gak ada disini, tar dia jadi stress terus gak konsen kerja " (kata Gibran)


" tapi kamu gak risih kalo dikira kamu punya hubungan ama aku? " (kata Rindu)


" ya memang kita punya hubungan, kan lo calonnya bang Zayn, tar juga kalo lo nikah ama abang gue yang lain juga pada tau kalo lo itu kakak ipar gue " (kata Gibran)


" ya tapi sekarang pasti cewek-cewek pada jauhin kamu " (kata Rindu)


" siapa bilang?, hahaha, lo mah sok tau, bukannya gak ada cewek yang mau deket ama gue Rin tapi gue yang belum mau pacaran dulu " (kata Gibran)


" hah, yakin? " (kata Rindu tersenyum)


" yakin lah, emang kenapa?, lo pasti mau bilang tampang play boy kaya gue bisa gitu gak pacaran, iya kan? " (kata Gibran)


" hahahah bukan aku loh ya yang bilang, kamu sendiri yang bilang " (kata Rindu)


" hahahah, dasar lo mah mikir gue yang buruk-buruk aja, lagian gue aslinya anak baik-baik tau " (kata Gibran)


" percaya lah " (kata Rindu)


Adik sepupu dari tunangannya tersebut memang merupakan salah satu Icon stok cowok terganteng di kampusnya bahkan tak sedikit wanita yang pernah menjalin hubungan dengan Gibran & telah putus sehingga saat ini menjadi mantannya, itu yang membuat Rindu kadang tak enak jika harus bersama Gibran karena ia tau pasti banyak yang mengira mereka berdua saat ini tengah dekat karena mempunyai hubungan khusus atau pacaran, padahal sebenarnya tidak seperti yang mereka pikirkan, Rindu hanya terpaksa mengikuti kemauan Zayn agar Zayn tidak kepikiran dengan keadaannya selama ditinggal tugas di kota lain oleh Zayn.


" lo semalem ketiduran ya?, bang Zayn tuh gak bisa tidur semaleman kepikiran lo " (kata Gibran)


" iya aku ketiduran semalem, emang mikir apaan kak Zayn ampek gak bisa tidur " (kata Rindu)


" ya takut lo jalan lah, takut lo pergi ama Jiya lah ke diskotik, ampe gue disuruh liatin lo ke kost-kostan " (kata Gibran)

__ADS_1


Rindu hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar cerita dari Gibran tentang Zayn.


__ADS_2