
" sorry Des bukannya gue gak suka sama lo, gue suka sama lo, lo baik tapi gue pikir adek gue masih belum pantes buat nikah, kenapa kalian gak tunggu sampe umur Huma 20tahun, kalian kan bisa resmiin hubungan kalian dengan tunangan dulu mungkin " (kata Zayn)
Zayn hanya mengungkapkan apa yang ia pikirkan selama ini, akan lebih baik jika adiknya fokus dengan pendidikannya terlebih dahulu untuk saat ini, karena perjalanan hidup adiknya masih sangat panjang.
" kak, kan Huma masih bisa kuliah nanti walaupun udah nikah, ya kaya kamu sama Rindu, lagian niat mereka baik loh, pacaran lama-lama buat apa sih kak, kan yang dituju pada akhirnya ke arah sana juga " (kata Safitri)
" Zayn tetep gak setuju mi, ini pendapat Zayn, tapi kalo pernikahan Huma sama Desta tetap dilanjutkan mungkin Zayn lebih baik gak menghadiri dari pada Zayn kecewa " (kata Zayn)
" Zayn kamu gak bisa bertindak egois kaya gitu, semua keputusan ada ditangan papi, setuju atau gak setuju kamu papi yang bakal memutuskan " (kata Abimana)
Zayn hanya diam setelah ayahnya akhirnya membuka suara, ia tak bisa membantah kata-kata ayahnya saat ini, suasana tiba-tiba menjadi sunyi senyap tak sehangat sebelumnya.
" maaf pi Desta ngerti kok kenapa bang Zayn gak bisa kasih restu buat Desta sama Huma, mungkin bener kata bang Zayn kalau Huma masih terlalu muda buat nikah, Desta harap papi jangan marah sama bang Zayn karena bang Zayn cuman menyampaikan pendapatnya aja " (kata Desta pada Abimana), " bang gue makasih banget lo udah jujur, tapi percaya sama gue kalo gue gak bakal sia-siain Huma bang, gua sama Huma cuman gak mau kita terjerat dalam dosa Zinah karena terlalu lama pacaran, bukannya menikah itu suatu ibadah bang, jadi dari pada kami berbuat dosa lebih baik kita berdua sama-sama mencari ridho dari allah dengan menikah " (kata Desta meyakinkan Zayn panjang lebar)
Zayn masih terdiam mendengarkan kata-kata Desta, ia benar-benar tak bermaksud untuk menolak Desta, jika saja seandainya Humaira saat ini sudah cukup umur pasti ia tak akan berkata seperti itu tadi.
Ia hanya cemas dengan masa depan adiknya yang masih tergolong muda, ia khawatir jika Humaira tak bisa menjalankan rumah tangganya dengan baik saat benar-benar menikah nantinya.
" kak tolong lah kakak jangan begitu, emang kakak mau kalo Huma sama Desta berbuat dosa, Huma sama Desta bener-bener udah siap berkomitmen nantinya kak " (kata Humaira sambil menangis)
Zayn hanya menunduk tak bisa menjawab permohonan adiknya saat ini, ia benar-benar tak rela melihat adiknya menghancurkan masa mudanya dengan memilih jalan menikah muda.
Zayn menoleh kearah Desta yang barusan juga memohon ijin kepada dirinya, tangannya dipegang oleh istrinya saat ini, Rindu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, Rindu pun berusaha membujuk dirinya agar menyetujui.
" ok gue setuju kalian nikah, tapi gak dalam waktu dekat ini, gue minta kalian nikah tunggu Huma umur 18tahun " (kata Zayn akhirnya memberi syarat)
" Zayn " (kata Abimana agak nyaring)
Semua mata sontak melihat ke arah Abimana yang seolah sangat marah karena dirinya, baru kali ini ia bertentangan dengan ayahnya & membuat ayahnya marah, ayah & ibunya menyetujui jika adiknya Humaira akan menikah dalam waktu dekat sedang dirinya mati-matian tak mengijinkan hal tersebut terjadi.
# Muhamad Desta Hamizan
Terjadinya perdebatan saat ini karena dirinya & Humaira, mereka berdua ingin melakukan pernikahan mereka dalam waktu dekat, kedua orang tua kekasihnya telah setuju tetapi tidak dengan Zayn. Calon kakak iparnya tersebut tak ingin Humaira menghabiskan masa mudanya untuk menikah di usia muda.
Jelas saja Desta mengerti maksud dari Zayn yang menentang keseriusan Desta & Humaira saat ini, ia hanya takut terjadi hal yang tidak diinginkan suatu saat nanti mengingat usia Humaira yang masih tergolong labil, mengingat hal itu sebenarnya Desta sudah menyiapkan mentalnya.
Bahkan ia juga sudah mempersiapkan secara matang-matang untuk rumah tangganya bersama Humaira nantinya. Tetapi jika seperti ini maka mau tidak mau Desta & Humaira harus mengalah pada Zayn agar mendapatkan restu darinya karena bagaimanpun juga Zayn adalah saudara kekasihnya, keputusannya juga tetap penting.
Desta melihat kearah Humaira sambil tersenyum & menganggukkan kepalanya berusaha menenangkan Humaira, sebelumnya ia telah mengatakan kepada Humaira apapun keputusan hari ini mereka berdua tidak boleh memaksakan kehendak sendiri, bagaimana pun juga inilah jalan yang terbaik.
" pi, mi, Desta rasa Desta setuju sama syarat bang Zayn, satu tahun gak lama kok " (kata Desta tersenyum)
Kini mata kembali terarah padanya, ini lah keputusan yang terbaik, mendengarkan perdebatan antara Zayn & ayahnya ia menjadi sangat merasa bersalah, ia hanya tak ingin perdebatan ini terus berlanjut jika ia tetap memaksakan kehendaknya karena ia juga tak boleh egois.
" kamu beneran mau nunggu satu tahun lagi Des? " (tanya Abimana)
" ini yang terbaik mi, lagian Desta juga gak bisa egois nentang bang Zayn " (kata Desta tersenyum)
Desta melihat kearah Humaira yang nampak agak kecewa dengan keputusan ini, ia sebenarnya ragu dengan keputusannya saat ini, ia hanya takut jika pada akhirnya ia & Humaira tak akan berjodoh. Melihat Humaira menitikkan air matanya Desta sontak berdiri & menghampiri Humaira, ia memeluk Humaira & menenangkan kekasihnya tersebut.
" udah ya jangan nangis lagi, kan tadi udah kita omongin sebelumnya, apapun keputusannya kita gak boleh marah, sedih boleh tapi jangan terlalu sedih, lagian kamu kan bukan gak bakal boleh nikah cuman memang butuh waktu yang pas, ada benernya juga loh omongan bang Zayn " (kata Desta menenangkan Humaira)
Humaira hanya mengangguk sambil terus memeluk dirinya, ia tau saat ini kekasihnya amat sangat kecewa, tetapi ia tetap harus memberi pengertian yang terbaik agar kekasihnya tak benci dengan kakaknya karena keputusannya.
" satu tahun gak lama sayang, dijalanin aja ya " (kata Desta mengelus-ngelus punggung Humaira)
__ADS_1
Merasa Humaira terlihat lebih tenang kini ia melepaskan pelukannya dari Humaira, ia kemudian kembali fokus kepada keluarga kekasihnya kembali, ia berusaha tersenyum untuk mencairkan suasana kali ini.
# Abimana Prasetiya
Abimana tau jika putra sulungnya merupakan seorang pria yang selalu memegang teguh apapun pendapatnya tetapi ia tak menyangka jika saat ini Zayn sangat keras kepala menentang keinginan Humaira yang ingin melanjutkan hubungannya dengan Desta lebih serius kejenjang pernikahan.
Abimana sampai tak bisa menahan emosi & hampir berteriak memanggil nama Zayn untuk memperingatkan putranya tersebut jika disini dirinya lah yang harusnya mengambil keputusan bukan Zayn.
Ia benar-benar kecewa dengan Zayn saat ini tetapi ia cukup bangga dengan Desta yang menerima dengan lapang dada syarat dari Zayn & tak memaksakan kehendaknya.
Melihat hal ini ia benar-benar yakin jika Desta adalah pasangan yang cocok untuk Humaira bahkan menyikapi perdebatan ini Desta cukup tenang & sabar.
Abimana menghembuskan nafas kasarnya dari mulutnya, ia tau Zayn hanya sedikit khawatir dengan masa depan adiknya jika saja tak bisa menjalankan kehidupan rumah tangganya tak berjalan dengan baik.
Abimana mengerti dengan kecemasan tersebut, tak seharusnya Zayn memberikan syarat kepada Humaira & Desta seperti ini, tetapi karena Desta telah menyetujui syarat dari Zayn maka mau tak mau ia harus memberikan keputusan yang lebih lanjut lagi.
" karena kamu setuju sama syarat dari Zayn papi cuman bisa ikut apapun itu kalo memang yang terbaik, papi harap kamu jangan kecewa " (kata Abimana)
" iya pi insyallah Desta ikhlas kok sama keputusan Desta " (kata Desta sambil tersenyum)
" gue minta maaf ya Des, gue cuman takut ada apa-apa sama kalian kalo maksa nikah sekarang, adek gue juga masih terlalu muda Des" (kata Zayn meminta maaf)
" gakpapa bang, Desta ngerti kok " (kata Desta)
Abimana ikut tersenyum melihat sikap dewasa Desta menyikapi semua ini, sifat Desta ini tak lepas dari didikan kedua orangtuanya, Zayn sangat bangga jika Desta bisa menjadi menantunya suatu hari nanti.
" mungkin sebaiknya kalian tunangan aja dulu seperti yang di omongin Zayn sebelumnya " (kata Safitri yang akhirnya membuka suara)
" iya mi, nanti Desta sampein ke ayah sama Bunda, nanti biar mereka yang ngomong langsung ke papi sama mami kapan waktu yang pasnya " (kata Desta)
" Huma gimana udah lega, papi harap Huma hargai keputusan Desta ya, ini demi kebaikan bersama, percaya deh sama papi " (kata Abimana kepada Humaira)
" iya pi udah kok " (kata Humaira)
" gak jadi nikah kan masih bisa tunangan, lagian bukan gak boleh nikah cuman disuruh nunggu satu tahun lagi " (kata Abimana)
" iya Huma ikut aja lah pi gimana baiknya, lagian juga bang Desta udah ngasih keputusan kan jadi Huma ngikut aja " (kata Humaira)
Abimana tersenyum akhirnya putrinya juga dapat menerima keputusan Desta meskipun sebelumnya Abimana melihat putrinya menitikkan air matanya.
" kayaknya kita siap-siap aja ya sholat berjamaah soalnya bentar lagi adzan magrib " (kata Abimana)
" iya pi " (kata Desta)
" Zayn imam ya kak " (kata Abimana)
" siap pi " (kata Zayn)
" papi mau siap-siap dulu ya, ayo mi " (kata Abimana mengajak Safitri)
Ia lalu berdiri dari duduknya sambil menggandeng tangan istrinya, istrinya tersenyum sambil mengelus-ngelus tangannya.
# Abdul Zayn Mikail
Setelah kedua orangtuanya meninggalkan ruang tamu kini tersisa dirinya serta istri & Humaira serta Desta di ruang tamu tersebut, Zayn melihat kearah istrinya yang sedari tadi hanya terdiam tak mengeluarkan suara saat berdebat lalu melihat kearah Humaira serta Desta.
__ADS_1
" Dek kakak minta maaf ya, kakak sayang sama kamu makanya kakak takut kamu gak bisa jalani rumah tangga kalian nantinya " (kata Zayn meminta maaf)
" iya kak Huma ngerti kok, ya udah kita siap-siap juga yu " (kata Humaira lalu berdiri)
" ayo bang " (kata Desta mengajak Zayn)
Zayn ikut berdiri berjalan menuju ruang mushollah bersama istrinya sambil berjalan beriringan.
" aku kok jadi ngerasa bersalah ya yank, papi sampe ngebentak gitu tadi " (kata Zayn)
" sudah gak usah terlalu dipikirin kak, kan udah dapat keputusan yang final, tapi aku harap kak Zayn minta maaf ya sama papi mami, malam ini kita nginap disini aja " (kata Rindu)
" iya yank " (kata Zayn singkat)
Ia akan meminta maaf kepada kedua orangtuanya nanti karena telah berani mengajak berdebat seperti tadi, ia benar-benar jadi tak enak hati saat ini.
Tak lama Adzan magrib pun berkumandang, setelah berwudhu mereka semua telah bersiap berada di dalam musholah untuk menunaikan ibadah sholat magrib.
Seperti permintaan ayahnya Zayn berada didepan mengimami sholat magrib petang ini, ini bukan untuk pertama kalinya ia menjadi imam saat sholat berjamaah di rumah. Setelah menunaikan ibadah sholat seperti biasa mereka bersalaman lalu keluar dari mushollah.
" pi, mi, Huma boleh gak sama bang Desta duduk di taman belakang, mau cari angin " (kata Humaira)
" iya boleh sayang " (kata Safitri)
Humaira & Desta pergi kearah belakang, setelah suasana yang cukup memanas tadi mungkin saja adiknya saat ini memang sedang membutuhkan waktu hanya berdua dengan Desta.
" pi Zayn boleh ngomong " (kata Zayn meminta ijin)
" boleh, kebetulan papi juga mau ngomong sama kamu, sini kita duduk aja di sini " (kata Abimana)
Ia serta istri & kedua orangtuanya kini duduk di ruang keluarga dengan berlesehan, ayahnya mengambil remot televisi untuk menyalakan televisi yang berada disana.
" pi, mi Zayn minta maaf atas sifat keras kepala Zayn tadi ya, Zayn gak bermaksud menentang papi sama mami, Zayn cuman khawatir sama masa depan Huma " (kata Zayn yang mulai membuka suara)
Ayahnya menoleh kearahnya sambil membuang nafas kasarnya, bahunya ditepuk-tepuk oleh ayahnya, terlihat sedikit senyum ayahnya tersungging diwajahnya.
" papi tau kamu khawatir sama adik mu kak tapi seharusnya kamu jangan buat mereka kecewa, setidaknya kita harus beri mereka kepercayaan tapi karena sudah terjadi kita ambil aja hikmahnya, jangan kamu sesali kata-katamu tadi bagaimanapun juga laki-laki yang dipegang adalah kata-katanya " (kata Abimana)
" iya kak mami gak menyalahkan kamu kok lagian wajar kalo kamu khawatir, sebaiknya nanti kamu minta maaf sama Humaira ya " (kata Safitri)
" Zayn tadi sudah minta maaf mi, tapi kayaknya Huma kecewa berat sama Zayn " (kata Zayn)
" wajar lah dia kecewa tapi lama-lama pasti dia bakal ngerti kok " (kata Safitri)
" iya mi " (kata Abimana pada Safitri), " tapi mami sama papi gak marah kan sama Zayn? " (kata Zayn bertanya)
" buat apa papi sama mami marah sama kamu Zayn, semua juga sudah diputuskan seperti yang tadi papi bilang kita ambil aja hikmahnya, mungkin jeda 1 tahun ini supaya Huma bisa dewasa menyikapi setiap masalah yang ada diantara hubungan mereka " (kata Abimana)
" iya bener kata papi, tapi mami bener-bener salut loh sama Desta, tuh anak dewasanya luar biasa loh, sabar banget, semoga aja mereka berjodoh ya pi, mami jadi gak rela deh kalo Desta gak jadi mantu mami " (kata Safitri)
" iya mi bener, luar biasa tuh sih Randi sama Ega ngedidik Desta sampe seluar biasa ini " (kata Abimana)
" Zayn jadi malu sama Desta pi, lebih tua dari pada Desta tapi Zayn terkesan kekanak-kanakan " (kata Zayn)
Ia memang merasa dirinya seolah kekanak-kanakan terlalu lebay menyikapi permasalahan ini & terkesan egois.
__ADS_1
" enggak dong kak, kamu tuh gak kekanak-kanakan sebagai kakak wajar lah kalo kamu bersikap kaya gitu, mami bangga sama kamu kok meskipun kamu tadi terkesan agak keras gak mau ngalah sama papi " (kata Safitri tersenyum)