Polwan Cantik

Polwan Cantik
#71 SEASON 2


__ADS_3

Dua hari kemudian.....


" mami, papi, mama sama papa, sebelumnya Zayn mau minta maaf lebih dulu soalnya udah kekanak-kanakkan kabur-kaburan segala waktu itu, Zayn janji gak bakal ngulangin lagi, seharusnya Zayn bisa selesaikan masalah dengan kepala dingin, bukannya malah kabur & bikin masalah makin ribet, jujur Zayn sampe sekarang masih nyesel, Zayn harap mami, papi, juga mama sama papa maafin kesalahan Zayn " (kata Zayn panjang lebar)


Setelah sehari yang lalu Rindu di perbolehkan untuk pulang karena telah dinyatakan sehat, hari ini dua keluarga mengadakan makan bersama kembali disebuah restoran yang sama tempat biasa mengadakan pertemuan keluarga saat reunian untuk membahas perihal pernikahannya dengan Rindu, selama Rindu berada di rumah sakit dua keluarga belum pernah membahas tentang pernikahan mereka yang harusnya telah terlaksana kemarin. Sebelum mengatakan keputusannya & Rindu yang akan tetap melanjutkan pernikahan mereka berdua Zayn terlebih dahulu meminta maaf kepada keluarga secara resmi.


" Zayn sama Rindu beberapa hari lalu sempat membahas soal pernikahan kami yang seharusnya sudah berlangsung kemarin, kami sudah membahas apakah kami berdua akan melanjutkan pernikahan perjodohan kami atau tak melanjutkan, setelah berbicara dari hati ke hati kami akan melanjutkan perjodohan ini, kami akan tetap menikah " (kata Zayn)


" alhamdulillah " (kor mereka semua yang ada disana)


Terlihat senyum bahagia di wajah dua keluarga saat ini, ayahnya & calon ayah mertuanya saling berpelukan begitu juga dengan ibunya & calon ibu mertuanya, Zayn tersenyum ke arah Rindu yang saat ini tersenyum juga kepadanya. Kini keputusan yang final telah ditentukan, ia & Rindu akan benar-benar menikah atas keputusan mereka sendiri & tanpa paksaan orang tua mereka lagi meskipun Rindu melakukan ini demi nama baik kedua orang tua mereka masing-masing.


Mengetahui keputusan Rindu yang ingin melanjutkan pernikahan demi nama baik orang tua mereka Zayn akhirnya mengurungkan niatnya untuk menyatakan perasaannya, sebelumnya ia mempunyai niat akan melamar Rindu secara langsung untuk menjadikan Rindu sebagai istrinya tetapi niatnya ia batalkan, saat ini ia justru bertekad akan membuat Rindu juga mencintainya.


" papi bersyukur kalian berdua mau melanjutkan acara pernikahan kalian, padahal semua persiapan sudah selesai semua " (kata Abimana)


" waktu kamu pergi mami sempet cancel semuanya kak, mami minta diundur dulu untuk sewa gedungnnya & lain-lain, untuk aja bisa di cancel, mami pikir kamu sama Rindu pasti gak bakal mau nikah lagi " (kata Safitri)


" justru karena persiapannya sudah mateng mi makanya kita bakal terusin perjodohan kita " (kata Zayn)


" iya mi, lagian semua udah nyiapin semuanya susah payah, semua udah di bayar, baju pengantin juga udah jadi " (kata Rindu tersenyum)


" anak-anak udah setuju buat ngelanjutin lagi bang, jadi gimana? " (kata Aidan)


" gimana kalo kali ini biar mereka yang menetapkan tanggalnya pa? " (kata Risya)


" ide bagus, biar kita serahkan ke anak-anak kita aja ya pi, ini kan pernikahan mereka jadi biar mereka yang nentuin " (kata Safitri)


Zayn sangat berharap pernikahannya dengan Rindu akan terlaksana dalam waktu dekat ini, ia sudah sangat ingin memboyong Rindu untuk pindah kerumah baru mereka sebelum masa libur mereka berdua habis.


" mama, papa, mami sama papi, apa gak lebih baik semuanya cepet di laksanain, soalnya kita berdua juga sudah terlanjur ijin libur " (kata Rindu)


Zayn agak kaget mendengar kata-kata Rindu, ia sangat ingin pernikahannya dengan Rindu cepat terlaksana & tak menyangka Rindu justru menyampaikan kepada orang tua mereka jika lebih baik pernikahan mereka segera dilakukan mengingat ijin yang diberikan kampus untuk Rindu sebenarnya sudah hampir habis.


" gimana Zayn menurut kamu? " (kata Abimana)


" ya gimana baiknya aja lah pi, Rindu juga sudah terlalu banyak libur " (kata Zayn)


" kalo minggu-minggu ini kalian siap gak? " (kata Abimana), " gimana Dan? " (kata Abimana)


" gue gimana anak-anak kita aja bang " (kata Aidan)


" Zayn siap-siap aja sih pi " (kata Zayn)


" Rindu gimana? " (kata Aidan)


" iya pa Rindu juga siap kok " (kata Rindu)


" ok ya, jadi kita tentuin lagi minggu ini pernikahan Zayn sama Rindu " (kata Abimana tersenyum)


Akhirnya pernikahan mereka ditetapkan kembali, keputusan telah disepakati & minggu ini akan segera berlangsung, Zayn agak lega mendengar keputusan pernikahan mereka yang akan tetap terlaksana meskipun sebelumnya harus melewati derama kehidupan yang hampir-hampir mengacaukan semuanya.


" Zayn cuti kan ya? " (kata Risya)


" iya ma " (kata Zayn)


" iya beb, Zayn ambil cuti dari kantornya, jadi aman aja, kan memang kebetulan nih anak gak pernah ambil cuti selama kerja, tinggal Rindu lagi nih beb " (kata Safitri)


" Rindu dapat ijin 100hari aja beb, tapi masih ada lah waktu beberapa hari lagi " (kata Risya)


" waktunya mepet banget " (kata Safitri)


" ya udah lah kan mereka juga tinggal duduk aja, persiapan juga udah semua " (kata Abimana), " dua hari cukup kayanya buat persiapan yang tinggal satu persen " (kata Abimana lagi)


" ok " (kata Aidan)


Zayn yakin ayahnya sangat mampu menyelesaikan persiapan dalam waktu dua hari mengingat ayahnya bukanlah orang sembarangan, begitu juga dengan calon ayah mertuanya yang notabennya juga sama dengan ayahnya.


" ya gampang aja lah nanti, kalo perlu besok aja gimana?, besok atau dua hari lagi sama aja kok, lebih cepat lebih bagus " (kata Abimana)


" pi gak usah terlalu memaksakan diri ah, lagian Rindu juga baru sehat pi, biar lah kasih pulih-pulih dulu dia " (kata Safitri)

__ADS_1


" bang Abi terlalu semangat kayanya " (kata Aidan)


" ini efek terlalu bahagia Dan " (kata Abimana tersenyum)


Setelah mengungkapkan keputusan mereka kini semuanya mereka serahkan kepada orang tua mereka bagaimana baiknya.


#Rindu Mentari


Melihat perbincangan kedua keluarga yang sangat semangat & terlihat bahagia Rindu ikut senang, sesekali mereka mengobrol sambil tertawa bersama, sudah ditentukan pernikahannya dengan Zayn kembali hari ini, hatinya sudah mantap untuk keputusannya akan melanjutkan pernikahannya dengan Zayn meskipun sampai saat ini ia belum mempunyai rasa dengan Zayn.


Rindu percaya jika seiring waktu berjalan pelan-pelan ia bisa mencintai Zayyn, ini hanya masalah waktu saja karena baginya 2 bulan belum cukup untuk segampang itu mencintai seseorang terlebih lagi Rindu adalah tipe wanita yang tak mudah jatuh cinta, mengingat ia & Zayn juga jarang bertemu.


Rindu berharap ia bisa menjalani rumah tangganya dengan baik & bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dengan benar, ia berharap jika ia & mampu mempertahankan rumahtangganya kelak. Menjalani kehidupan berumah tangga bukanlah perkara mudah, rumahtangga dijalani bukan hanya untuk satu hari atau dua hari tetapi untuk selamanya setelah akad nikah telah selesai dilaksanakan.


Pernikahannya akan diselenggarakan dalam waktu yang dekat, dua hari lagi ia akan melangsungkan pernikahannya setelah beberapa hari yang lalu sempat gagal, masing-masing kelurga telah menyepakati hal tersebut & telah menyetujui.


" ma, pa boleh gak nanti pulang Zayn aja yang antar Rindu, kebetulan Zayn bawa mobil sendiri " (kata Zayn membuka suara)


" oh ya jelas boleh lah, tapi mama minta tolong hati-hati ya Zayn " (kata Risya)


" iya ma " (kata Zayn)


" ya udah kalian pulang aja sekarang duluan, ini juga kayaknya sudah gak ada lagi yang dibahas kok, lagian Rindu juga harus istirahat yang cukupkan " (kata Risya)


" bener boleh pulang Zayn sama Rindu ma? " (kata Zayn)


" iya bener kalian pulang aja " (kata Aidan)


Setelah Zayn ijin untuk mengantarkannya pulang & mendapatkan ijin akhirnya mereka berdua segera berdiri & meninggalkan tempat tersebut menuju arah parkiran mobil. Tak menunggu lama mereka segera masuk kedalam mobil & pergi menjauh dari restoran tersebut.


" kamu udah bener-bener sehat kan? " (kata Zayn)


Rindu menoleh kearah Zayn yang bertanya kepadanya meskipun pandangannya masih fokus ke depan untuk mengendarai mobil tersebut.


" obatnya masih kamu minum kan? " (kata Zayn lagi)


Zayn sangat perhatian dengannya akhir-akhir ini, beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit Zayn bahkan sering datang ke rumahnya untuk sekedar memastikan apakah dirinya benar-benar sudah makan atau belum.


" eh enggak kak, gak mikirin apa-apa " (kata Rindu)


" jadi gimana sekarang perasaannya, udah sehat beneran kan badannya?, obatnya tetep diminum kan? " (kata Zayn)


" iya kak beneran udah sehat kok, obat juga tetep aku minum kok " (kata Rindu)


" kepala kamu gimana masih sakit gak? " (kata Zayn)


" masih sedikit sakit sih kak " (kata Rindu)


" besok kita kontrol lagi ya? " (kata Zayn)


" kayanya gak usah deh kak soalnya aku udah gak papa kak " (kata Rindu)


" kamu yakin udah gak papa? " (kata Zayn)


Ia hanya mengangguk sambil tersenyum, Rindu tak ingin merepotkan Zayn karena terus menerus hanya mengkhawatirkan dirinya meskipun sampai saat ini kepalanya terkadang masih terasa nyeri.


#Abdul Zayn Mikail


Zayn masih agak mengkhawatirkan keadaan Rindu mengingat ia baru saja pulih dari sakitnya, Zayn tak ingin sampai Rindu jatuh sakit seperti beberapa hari yang lalu, melihat Rindu saat ini memang sepertinya ia sudah lebih baik dari sebelumnya.


" kamu jangan sakit-sakit lagi ya, aku gak bisa kalo liat kamu sakit kaya kemarin " (kata Zayn)


" aku juga maunya gitu kak gak mau sakit lagi " (kata Rindu)


" ya pokoknya kamu harus jaga pola makan, kalo jalan hati-hati, aku gak mau loh kamu sampe kenapa-napa lagi, bisa gak kamu pindah kamar aja, aku gak mau kamu jatuh lagi dari tangga " (kata Zayn)


Zayn sesekali menatap kearah Rindu saat berbicara, ia kembali lagi mengingat mimpinya beberapa hari lalu saat Rindu dalam keadaan koma, saat itu Zayn bermimpi kalau Rindu meninggal dunia, seperti kenyataan Zayn sampai meneteskan air matanya sungguhan, bersyukur itu semua hanya mimpi & saat ini wanita yang ia cinta masih bisa duduk di sebelahnya sampai saat ini.


" besok pagi aku ke rumah ya?, kamu mau makan apa?, jadi aku bawain aja sekalian " (kata Zayn)


Rindu tak menjawab pertanyaannya lagi, Zayn merasa Rindu seperti memikirkan hal lain, ia berpikir jika Rindu nampaknya memikirkan pernikahan mereka berdua.

__ADS_1


" kamu mikirin apa sih?, kok kayaknya agak gak fokus, kamu gak usah terlalu mikirin pernikahan kita, atau kamu mau kita gagalin aja?, kalo kamu memang gak siap nikah sama aku, aku gak papa kok " (kata Zayn)


Rindu masih tak menjawab perkataannya, Zayn menoleh kearah Rindu, ia terkejut melihat Rindu yang saat ini telah tertidur sangat pulas sekali, Zayn menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" ya allah kirain kenapa gak jawab-jawab, gak taunya malah udah tidur aja " (kata Zayn)


Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya mobil pun telah sampai dipekarangan rumah Rindu, Zayn segera turun dari mobil lalu menggendong Rindu untuk membawanya masuk kedalam rumahnya. Didepan pintu sudah ada ART keluarga Rindu berdiri membukakan pintu untuk mereka berdua.


" mbak Rindunya pingsan lagi mas? " (kata ART)


" gak mbok, tidur dia, kamarnya yang mana mbok? " (kata Zayn)


" tapi masnya sama mbak Rindu kan belum nikah masa mau tidur bareng " (kata ART)


" mbok saya bukan mau tidur sama Rindu tapi saya mau baringin Rindu di kamarnya, masa iya Rindu mau di baringin di ruang tamu mbok " (kata Zayn)


" astaga maaf mas, ayo mas sini silahkan ikutin mbok, kamar mbak Rindu diatas soalnya " (kata Art itu lagi)


Zayn akhirnya mengikuti Art tersebut yang berjalan kearah atas.


# Humaira Shakila Najma


Jam telah menunjukan pukul 09.00 malam, saat ini ia sedang berada di rumah bersama Bumi, kedua orangtuanya beserta kakaknya sedang melakukan pertemuan keluarga kembali dengan keluarga Bumi untuk membahas pernikahan kakaknya yang sempat gagal beberapa hari yang lalu, kali ini kedua belah pihak ingin mendengar keputusan Zayn & Rindu perihal perjodohan mereka berdua yang sempat kacau.


Rindu tau jika kakaknya tak mungkin membatalkan pernikahannya dengan Rindu mengingat Zayn saat ini telah mencintai Rindu, tetapi Humaira sangat penasaran bagaimana dengan keputusan Rindu, apakah Rindu masih mau melanjutkan pernikahan mereka ataukah tidak.


" Bum menurut lo kakak kita bakal nerusin pernikahannya gak ya " (kata Humaira)


" kak Rindu pasti bakal ngelanjutin, dia gak mau nama baik keluarga jadi buruk " (kata Bumi)


" lo yakin kak Rindu bakal nerusin perjodohan mereka terus nikah? " (kata Humaira)


" yakin lah sumpah, berani lo c*um gue " (kata Bumi)


" kambing, itu mah mau lo " (kata Humaira)


" hahahahah " (kata Bumi yang hanya tertawa)


Humaira & Bumi saat ini sedang duduk di kursi teras sambil menunggu orangtuanya yang sampai saat ini tak kunjung datang.


" enak gak kuliah di UGM? " (kata Bumi)


" mayan, kenapa lo tanya-tanya?, mau pindah lo? " (kata Huma)


" enggak lah, ngomong-ngomong lo ambil jurusan apa?, kan gue belum nanya " (kata Bumi)


" hukum, lo apa? " (kata Rindu)


" widih gaya banget lo masuk jurusan hukum, ais boleh-boleh, gak nyangka gue lo ternyata mau jadi pengacara " (kata Bumi), " gue ambil jurusan MBA " (kata Bumi lagi)


" bisnis? " (kata Rindu)


" iya " (kata Bumi)


" kenapa? " (kata Humaira)


" maksud lo? " (kata Bumi)


" ya kenapa lo daftar MBA, bukannya lo pengen jadi polisi? " (kata Rindu)


" pengen jadi pebisnis yang sukses, hahahaha " (kata Bumi)


Humaira hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tak menyangka meskipun ia & Bumi tak pernah bertegur sapa selama berbulan-bulan ini sikap narsis sahabat baiknya ini tak pernah berubah.



Zayn saat melihat Rindu dalam keadaan tidur



Zayn menggendong Rindu kekamar

__ADS_1


__ADS_2