
# Aryan Gibran Alaric
Matanya membentuk lingkaran hitam karena semalam ia tak bisa tidur mendengarkan suara-suara yang membuatnya gelisah & tak tenang, meskipun ia telah membolak-balikan tubuhnya semalam & menutup telinganya dengan bantal tetap saja suara tersebut terus terngiang-ngiang di telinganya, alhasil ia baru bisa memejamkan matanya setelah sholat subuh tadi.
" hoaaaaaammmmm " (kata Gibran menguap)
" apaan sih lo kak, masih pagi loh ini ya udah nguap aja, kaya gak tidur aja semalam " (kata Humaira)
Gibran hanya menatap malas kepada Humaira sambil meletakan kepalanya di atas tumpukan tangannya yang telah ia lipat di atas meja makan.
" gak sopan tau, kita tuh mau makan bukan mai liat lo tidur, kalo mau tidur balik aja sana ke kamar " (kata Humaira lagi)
" bawel banget sih lo, mau sopan kek enggak kek bodo amat " (kata Gibran cuek)
Gibran tak perduli dengan kata-kata yang mengatakan dirinya tak sopan saat ini, ia masih tetap meletakan kepalanya di atas lipatan tangannya di atas meja sama seperti yang tadi sambil melihat kearah sepasang pengantin yang duduk dihadapannya dengan wajah sumringah.
" lo kenapa sih Gib?, gak tidur lo semalam? " (tanya Zayn heran)
" gak bisa tidur gue, ah ******* " (jawab Gibran malas)
" lo juga gak bisa tidur Des? " (tanya Zayn)
" tidur gue bang " (kata Desta)
Melihat Desta bisa tidur nyenyak semalam membuatnya sangat heran padahal suara yang ia dengar semalam sangat jelas terdengar di telinga & sampai saat ini masih terngiang-ngiang di telinganya.
" dia mah nyenyak tidurnya bang, jangan ditanya " (kata Gibran), " gue mau pulang aja deh nanti, gak kuliah gue " (kata Gibran)
" kalo lo gak kuliah mending lo di sini temenin gue Gib, kan Rindu kuliah " (kata Zayn)
Ia menoleh kearah Rindu yang memang saat ini sudah siap dengan pakaiannya, ia berpikir kata-kata Zayn ada benarnya juga karena jika ia pulang ke rumah & tak berangkat kuliah pasti kedua orangtuanya akan marah dengannya.
" tapi jangan ganggu gue istirahat ya bang " (kata Gibran)
" lo mau tidur? " (tanya Zayn)
" iya lah bang lo gak liat gue udah setengah mati ngantuk begini " (kata Gibran)
" emang alasan lo gak bisa tidur kenapa semalam? " (tanya Zayn)
" gak bisa pisah sama emaknya dia bang makanya gitu, dasar anak mami " (kata Humaira)
" kambing lo " (kata Gibran sambil melemparkan tisu yang ia kepal-kepal kearah Humaira),
" hahahah, ya abis lo aneh kita aja pada nyenyak semua tidurnya kok " (kata Humaira)
" kamu gak tidur semalam emang banyak nyamuk Gib di kamar atau gimana? " (tanya Rindu yang akhirnya membuka suara)
Sontak ia melihat kearah Rindu yang akhirnya ikut bertanya padanya, Gibran hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya.
" nah kan aneh malah senyum-senyum di tanya, lagian lo kalo ngantuk tuh mandi biar seger jadi gak ngantuk lagi " (kata Humaira)
" masya allah petasan gandeng, napa sih lo bawel banget, emang lo kira gue belum mandi apa, udah ganteng kaya Ji Chang-wook juga masih di bilang gak mandi " (kata Gibran narsis)
" wleeeekkkkk mual gue denger lo bilang ganteng kaya Ji Chang-Wook, ati-ati lo di tuntut ama Ji Chang-Wook pencemaran nama baik nyama-nyamain muka lo kaya dia, jelas jauh ganteng Ji Chang-Wook kemana-mana, perbandingannya itu sama kaya 1 banding 1000triliun, kalo diumpamakan sama langit & bumi itu lo lapisan bumi paling bawah terus Ji Chang-Wook lapisan langit ke 7, ngerti gak lo " (kata Humaira panjang lebar)
" kampret, gak jelek-jelek amat kali gue sampe di samain sama lapisan tanah paling bawah, kenapa gak sekalian lo samain gue sama neraka paling bawah, neraka jahanam gitu " (kata Gibran)
" hahahahahaha " (kata Humaira tertawa)
Pagi ini Gibran menjadi topik trending di meja makan, saat orang lain sibuk dengan sarapan paginya ia hanya meletakkan kepalanya malas seolah enggan untuk menyantap makanan yang sudah berada di depannya, padahal saat ini ia juga sangat lapar sekali.
" kamu gak makan Gib? " (kata Rindu)
" gak " (kata singkat)
" emang gak lapar? " (tanya Rindu lagi)
" laper tapi gue males nyuap, gak sanggup nyuap gue " (kata Gibran)
Karena kata-katanya kini dirinya menjadi bahan perhatian, semua mata melihat kearahnya, ia saat ini memang nampak sangat lapar sekali tetapi ia tak mempunyai daya untuk menyuapkan makanan ke mulutnya.
" lo gak sakit kan kak? " (kata Humaira)
__ADS_1
" untuk saat ini belum, tapi kalo gue gak makan pasti gue bisa sakit, ya gimana lagi, kurang makan kurang tidur, kecuali lo mau suapin gue " (kata Gibran modus agar Humaira mau menyuapi dirinya yang sedang malas)
Dengan muka melas Gibran menatap kearah Humaira, ia yakin jika adiknya saat ini sudah merasa kasian dengan dirinya.
" iya tar gue suap lo, gue sarapan dulu " (kata Humaira)
Gibran tersenyum mendengar kata-kata adik sepupunya tersebut yang mengatakan bahwa ia bersedia menyuapi dirinya sarapan pagi ini setelah ia selesai menghabiskan sarapannya.
# Humaira Shakila Najma
Melihat Gibran tak sarapan pagi membuat dirinya sedikit kasihan dengan kakak sepupunya tersebut. Saat ini Gibran terlihat sangat mengantuk karena kurang tidur, ia tak mengatakan apa penyebabnya ia tak bisa tidur dengan nyenyak malam tadi.
Humaira cukup heran karena hanya Gibran sajalah yang tak tidur semalam, bahkan ia serta yang lainnya semalam tidur dengan sangat nyenyak sekali, tak mungkin jika kakaknya tersebut sedang memikirkan sesuatu karena Gibran tak terlihat sedang memiliki masalah.
Setelah menghabiskan sarapannya Humaira menghadap kearah Gibran yang duduk di sebelah kanannya, ia mengangkat piring nasi yang berada di hadapan Gibran dekat dengannya, ia suapkan satu sendok nasi goreng ke depan mulut Gibran.
" aaaaaaa " (kata Humaira)
Kakak sepupunya tersebut lalu membuka mulutnya & melahap satu sendok nasi goreng yang ia suapkan dengan tersenyum.
" nih cuman karna gue kasian pagi ini sama lo ya kak, harusnya sih gue suapin banh Desta bukan suapin lo " (kata Humaira)
" astaga, yang ikhlas napa sih dek " (kata Gibran)
" iya-iya, makan deh yang banyak, dari pada lo sakit, masa iya calon dokter sakit " (kata Humaira)
" calon Dokter juga manusia kali dek, sakit itu manusiawi " (kata Gibran)
" iya-iya, salah mulu gue " (kata Humaira)
Dengan telaten ia menyuapi Gibran saat ini, Desta sebagai kekasihnya hany tersenyum memperhatikan dirinya.
" kenapa bang?, mau juga aku suapin? " (kata Humaira)
" enggak udah kenyang dek " (kata Desta tersenyum)
" beneran? " (kata Humaira)
" udah dek suao gue aja, Desta udah kenyang tuh, gue yang masih laper nih " (kata Gibran)
Ia lalu menyuapkan sesendok makanan lagi kedalam mulut Gibran kembali, kakak sepupunya tersebut masih setia membuka mulutnya & mengunyah makanan yang ia suapkan. Setelah selesai menyuapi Gibran ia lalu berdiri bersama Rindu untuk membereskan piring-piring kotor serta gelas-gelas kotor.
Setelah selesai membereskan & mencuci piring-piring kotor ia & Rindu segera berjalan menuju arah ruang tamu, di ruang tamu sudah ada Zayn & Gibran serta Desta sedang mengobrol asik. Ia tersenyum melihat Desta yang sangat akrab dengan kakaknya meskipun terkadang Desta tak banyak bicara.
" dek kita berangkat aja yuk " (ajak Rindu)
Humaira melihat jam yang ada ditangannya, jam telah menunjukan pukul 08.30 pagi, pagi ini ia ada jam mata kuliah sekitar pukul 09.30 pagi, ia berpikir ada benarnya juga jika ia berangkat sekarang juga karena mata kuliahnya akan di mulai sekitar satu jam lagi.
" ayo kak, kita ambil tas kita aja dulu kali ya " (kata Humaira)
" iya dek " (kata Rindu)
Tak jadi menghampiri para pria yang sedang asik mengobrol di ruang tamu, dirinya & kakak iparnya segera menaiki anak tangga bersama untuk mengambil tas mereka berdua di kamar mereka masing-masing.
Humaira masuk kedalam kamarnya untuk mengambil perlengkapan kuliahnya, pagi ini seperti rencananya bersama kakak iparnya semalam mereka berdua akan berangkat ke kampus dengan berjalan kaki bersama berdua karena kebetulan kampus sangat dekat dengan rumah kakaknya tersebut.
Setelah menenteng tas miliknya ia segera keluar dari kamarnya & berjalan kearah kamar kakaknya untuk menunggu kakak iparnya, tanpa menunggu lama Rindu pun akhirnya keluar juga dari kamarnya, mereka berdua kembali lagi berjalan berdua menuruni anak tangga.
Sebelum berangkat ke kampus mereka berdua tak lupa juga berpamitan kepada yang lainnya yang berada di ruang tamu, saat berjalan kearah ruang tamu mereka berdua ditatap oleh Zayn, Desta & Gibran.
" udah mau berangkat? " (kata Desta)
" iya bang, aku berangkat ya, nanti kamu kalo pulang hati-hati ya " (kata Humaira tersenyum)
" senyum-senyum, genit banget sih " (kata Gibran)
" sewot jomblo " (kata Humaira)
" ah kena lagi gue, diem baek lah " (mata Gibran)
" hahahahah " (tawa mereka bersama)
Humaira menyalami kedua kakaknya untuk berpamitan sambil tersenyum setelah itu ia menyalami Desta untuk berpamitan.
__ADS_1
# Rindu Mentari
Seperti biasa Zayn memeluk tubuhnya lama saat mereka berdua akan berpisah meskipun hanya sebentar, padahal hari ini ia hanya akan pergi ke kampus & tak akan lama. Ia yakin saat ini ia & Zayn sudah menjadi pusat perhatian adik serta sepupu & pacar adiknya, tetapi seolah tak perduli Zayn justru malah mencium kening serta pipinya & mengelus kepalanya dengan lembut.
" hati-hati ya sayang, kalo ada apa-apa telpon aku cepet " (kata Zayn)
" iya kak " (kata Rindu)
" aaaaahhhhhh baper gue liat lo kak, mau juga dong di peluk " (kata Humaira)
Saat Humaira berjalan akan memeluk Desta justru Zayn menghalangi & justru dirinya lah yang memeluk adiknya, melihat sikap Suaminya yang sangat posesif dengan adiknya Rindu menjadi tersenyum.
" yah kakak nih " (kata Humaira)
" lo jadi cewek jangan agresif, main peluk cowok sembarangan aja, takutnya tar Desta ilfil ama lo " (kata Zayn)
" emang iya? " (kata Humaira yang memeluk Zayn bertanya)
" iya lah " (kata Zayn), " udah kan peluknya, sekarang berangkat sana, yang bener kuliahnya jangan main-main mulu " (kata Zayn lagi sambil melepaskan pelukannya)
" kalo di kasih tau orang tua dengerin napa dek, masih kecil udah ganjen " (kata Gibran membuka suara)
" ampun bos, udah jangan di komporin, tar bang Desta beneran ilfil ama gue " (kata Humaira)
" bang Desta gak bakal ilfil kok sama kamu sayang " (kata Desta tersenyum)
" ya elah nasib-nasib " (kata Gibran nyaring)
" hahahaha " (tawa mereka bersama)
" ya udah yuk berangkat " (kata Rindu)
Ia & Humaira lalu pergi kearah luar untuk berangkat ke kampus dengan berjalan kaki, suaminya memang sangat tepat membeli sebuah rumah untuk mereka berdua yang tempatnya cukup strategis.
" pinter banget ya kak Zayn beli rumah deket kampus, tinggal jalan sampe deh " (kata Rindu)
" aku juga gak nyangka si sebelumnya dek ternyata sedeket ini sama kampus " (kata Rindu)
" iya kan kakak baru pulang " (kata Humaira sambil tersenyum)
Mereka berdua berjalan dengan bergandengan tangan, saat dirinya berada di kota D biasanya ia & Humaira hanya mengobrol lewat telepon maupun vidiocall saja.
" kakak pagi ini mau laporan ya? " (kata Humaira)
" iya dek, bentaran aja mungkin kakak di kampus baru pulang, jadi tar kamu jangan nyari kakak ya " (kata Rindu)
" ais, padahal pengen nongkrong bareng kakak di kantin, pengen liat respon temen-temen kampus " (kata Humaira)
" respon gimana dek " (kata Rindu)
" temen-temen kan sampe sekarang mikirnya Huma ART kak, gara-gara pas ospek waktu itu, hahahahah " (kata Humaira)
" hahahaha, kamu juga ada-ada aja sih dek, pake bohong segala pas ospek, terus gimana itu presiden BEM masih ngejar-ngejar kamu? " (kata Rindu bertanya)
Selama tiga bulan tak bersama & tak bertemu dirinya cukup tau banyak tentang perkembangan adik iparnya selama berkuliah karena Humaira juga kerap bercerita dengannya saat menelpon..
" masih sering hubungin Huma lewat wa sih kak, masih sering ngajak pemotretan, tapi Huma tolak, kan Huma udah sering pemotretan sama bang Desta " (kata Humaira)
Setelah kejadian adik iparnya tersebut mengikuti pemotretan tanpa seijin siapapun sehingga membuat Zayn serta yang lainnya marah pada saat itu, sampai detik ini Humaira tak mengulangi kesalahan yang sama tersebut lagi, untuk memenuhi minatnya dalam modeling kekasih Humaira secara khusus bersedia menjadi fotografer dadakan untuk Humaira.
" lucu ya kalian berdua, kamu belum kasih liat kakak lo foto-foto pemotretan kamu sama Desta " (kata Rindu)
" hahahahha, iya kak lupa Huma, itu hasil fotonya ada di laptop bang Desta sampe sekarang belum Huma copi " (kata Humaira), " mau gak kapan-kapan ikut Huma pemotretan, berdua kita kak " (ajak Humaira)
" kakak gak jago foto dek, gak jago bergaya, gak pede juga " (kata Rindu)
Rindu memang tak pandai bergaya saat sedang di potret dengan gaya-gaya ala modeling, selain itu ia juga tak punya kepercayaan diri bergaya didepan kamera. Setelah berjalan dengan santai sambil mengobrol akhirnya mereka berdua sampai juga di kampus.
" hadeh pasti banyak yang kepo kenapa Huma jalan berdua sama kakak deh " (kata Humaira)
" udah cuek aja dek " (kata Rindu)
" kalo itu mah jangan di tanya kak, Huma tuh ratunya cuek kalo soal yang begitu " (kata Humaira sambil tersenyum)
__ADS_1
Memang benar yang dikatakan Humaira saat ini, mata-mata sedang memandang heran kearah mereka berdua.