
# Rindu Mentari
Saat ini ia turun dari pelaminan bersama Zayn untuk berganti pakaian lagi, ini adalah gaun terakhir yang akan ia kenakan sebelum acara berakhir, ia memandang kearah adiknya yang barusan menyanyikan sebuah lagu yang menurutnya sangat dalam tentang isi hatinya, selama ini ia selalu menghindar dari Humaira agar bisa melupakan perasaannya namun Rindu yakin jika sampai saat ini usahanya pasti sia-sia, bagaimanapun jika saat ini ia berjuang sudah tidak akan mungkin karena Humaira telah memiliki tambatan hati, tak mungkin Bumi akan menjadi duri dalam daging, menjadi pihak ketiga bukanlah salah satu hal yang baik Rindu rasa adiknya tau itu.
Rindu masih terus mengamati gerak-gerik Bumi yang sesekali mencuri pandang kearah Humaira, pastinya Humaira tak menyadari jika sedari tadi Bumi hanya memperhatikan dirinya, Rindu tau melupakan seseorang itu bukan lah perkara yang mudah, waktu pun tak akan pernah bisa menjawab itu, mencintai seseorang saja membutuhkan waktu yang lama apalagi melupakan, karena melupakan lebih sulit dari pada mencintai.
" kenapa? " (kata Zayn)
Rindu tiba-tiba menoleh kearah Zayn yang sedari tadi berjalan disebelahnya sambil menggandeng tangannya, Zayn tersenyum manis padanya seolah tau ia langsung melihat kearah Bumi juga.
" Bumi? " (kata Zayn)
Rindu masih tetap diam tak bisa mengucapkan sepatah katapun, ia tak mengerti mengapa Zayn bisa membaca isi pikirannya, ia sangat mengkhawatirkan perasaan Bumi saat ini karena terus bersama dengan Humaira yang terus berada didekat Desta yang tak lain adalah kekasih Humaira.
" kamu khawatir sama Bumi? " (kata Zayn lagi)
Rindu hanya mengangguk dengan ekspresi wajah sedihnya, cinta Bumi saat ini bertepuk sebelah tangan, ia kembali kepada Humaira setelah Humaira mempunyai kekasih meskipun Humaira tak mempunyai kekasih pasti hubungan mereka juga tak akan mungkin pernah terjadi.
" aku tau gak akan mudah jadi Bumi, tapi aku yakin Bumi bisa menghadapi semua ini, kamu jangan Khawatir ya " (kata Zayn)
" kakak yakin Bumi bisa? " (kata Rindu)
" hhmmm, yakin " (kata Zayn tersenyum)
Rindu pikir yang dikatakan Zayn mungkin benar karena Zayn juga seorang pria pasti ia tau bagaimana hati seorang pria, setelah berada didalam ruang ganti dirinya & Zayn segera berganti baju, kali ini gaun yang ia kenakan berwarna kuning, riasannya rambutnya di buat se simpel mungkin, make up wajahnya tak terlalu menor, cukup elegan & sederhana.
Sedang Zayn memakai Jas berwarna putih dengan dalaman berwarna putih & celana hitam, pria yang saat ini telah menjadi suaminya ini selalu terlihat tampan meskipun hanya memakai kaos oblong saja, ketampanannya tak diragukan lagi mengingat suaminya adalah idola para kaum hawa seantero jagat raya & tak main-main jumlah follower instagram Zayn sama dengan jumlah followers Humaira bahkan lebih banyak dari pada jumlah follower adiknya.
" mbak itu baju istri saya gak ada ya yang agak ketutup atasnya?, kenapa kebuka gitu sih?, ini udah sore mbak bentar lagi malam, tar istri saya kedinginan " (kata Zayn membuka suara)
Baju yang ia kenakan saat ini memang terbuka di bagian bahunya, bahunya terpampang tanpa ada penutup sehelai benang pun, nampaknya Zayn risih melihat Rindu dengan gaun seperti ini.
" gak ada kak, kan kemaren udah dipilih sebelumnya yang ini " (kata seorang perias)
" gue gak ada liat istri gue nyoba nih gaun deh perasaan, satu lagi ya mbak jangan panggil gue kak, karena cuman istri gue aja yang boleh manggil gue dengan sebutan itu " (kata Zayn)
Rindu menepuk jidatnya reflek, gaun tersebut memang tak sempat ia coba saat fitting baju bersama Zayn tetapi baju tersebut langsung dikirim kerumahnya untuk dicoba.
" iya kak, eh maksudnya mas, itu gaun yang ini kami antar langsung kerumah mbak Rindu karena gak sempet di coba waktu fitting mas " (kata perias pengantin)
Zayn menatap kearahnya dengan penuh tanya, Rindu berusaha meredam amarah Zayn karena ia lupa memberitahu Zayn tentang gaun yang saat ini telah ia pakai. Rindu mendekat kearah Zayn & memeluk lengan Zayn sambil tersenyum manis.
" kak maaf ya aku lupa soal gaun ini, lagian waktu itu setelah kita fitting baju kan tau-tau ada masalah, terus aku juga masuk rumah sakit " (kata Rindu mengingatkan Zayn)
" ya udah lah sudah terlanjur ini, tapi ini terakhir kamu pake baju kebuka kaya gitu ya " (kata Zayn)
" siap " (kata Rindu tersenyum)
Setelah mendapat persetujuan Zayn mereka segera keluar untuk menuju ke pelaminan kembali. Kehidupannya dengan Zayn kedepannya pasti akan lebih banyak lagi lika-likunya, bukan hanya itu bahkan ia harus menyiapkan mentalnya untuk diserbu & dihujat oleh ribuan fans suaminya, saat ini Rindu telah siap menghadapi segala hal yang akan mengganggunya termaksud para fans Zayn yang akan menjadi haters untuknya karena telah menikah dengan sang idola.
Rindu bahkan yakin saat ini sudah banyak gunjingan-gunjingan Dm (direct Message) di instagram miliknya, bukan tak tau diri tetapi Rindu tak bisa menentukan siapa jodoh yang ditakdirkan untuknya. Sedari tadi ia berusaha mengembangkan senyumnya supaya terlihat bahagia meskipun ia tak benar-benar bahagia, bahkan saat ini ia bingung dengan perasaannya saat ini yang dirasanya begitu ambigu, ia bahagia melihat kedua orangtuanya bahagia karena kini yang diinginkan kedua orangtuanya tentang perjodohannya terwujud.
Tetapi tak begitu dengan hatinya, ia cemas jika saja ditengah jalan pernikahannya dengan Zayn tiba-tiba akan berakhir karena Zayn mempunyai wanita pujaan lain, ia takut jika saja Zayn & dirinya tak akan pernah saling mencintai, banyak kecemasan didalam pikirannya, ia takut jika kebahagiaan ini hanyalah semu & sesaat.
Hari ini cukup banyak keluarga beserta teman-teman Rindu beserta Zayn yang datang di acara pernikahan mereka, bahkan Jiya teman baiknya juga datang bersama Rendi tunangannya.
" Itu tadi tunangan Jiya ya? " (kata Zayn)
" iya, itu tadi tunangannya Jiya, namanya Rendi, mirip kan kak? " (kata Rindu)
" agak sih, kalo senyum ya mirip? " (kata Zayn)
" kata orang kan kalo mirip itu artinya jodoh " (kata Rindu)
" aku sama kamu mirip dong, soalnya kamu jodoh aku " (kata Zayn tersenyum)
Mendengar kata-kata Zayn wajah Rindu seketika menjadi merah merona, ia tersipu malu sampai memalingkan wajahnya, mereka berdua saat ini telah menikah itu artinya mereka adalah jodoh seperti kata Zayn.
" benerkan kita jodoh? " (kata Zayn)
Ia hanya mengangguk sambil tersenyum, Zayn juga tersenyum lalu memalingkan wajahnya, Rindu benar-benar dibuat terpukau dengan wajah Zayn dengan gaya malu-malunya.
# Humaira Shakila Najma
Melihat Jiya teman baik dari kakak iparnya bersama tunangannya nampak sangat serasi & bahagia ia menjadi iba melihat kakak sepupunya yang terlihat nampak berusaha menutupi rasa patah hatinya, Faiz memang tak terlihat kecewa dengan senyuman di wajahnya tetapi ia tau bahwa sebenarnya hatinya saat ini sedang menangis.
" kenapa lo dek ngeliatin gue sebegitu banget? " (kata Faiz)
" gue kaget liat lo hari ini ganteng banget kak " (kata Humaira)
" kalo gue gimana dek? " (kata Gibran bergaya)
__ADS_1
" ah lo biasa aja " (kata Faiz)
" hahaha, iya dia biasa aja emang " (kata Humaira)
" asem, masa gue udah semaksimal ini di bilang biasa aja " (kata Gibran)
" terima kenyataan aja lah lo Gib kalo lo itu kalah ganteng dari gue, hahaha " (kata Faiz)
" lo ganteng percuma kalo jomblo juga kaya gue bang " (kata Gibran)
" semp*k, lo mah gak tau kalo kerja eman waktunya gue jomblo tapi tunggu kalo gue di darat " (kata Faiz)
" dasar buaya darat " (kata Humaira)
" hahahahaha " (kata Faiz hanya tertawa)
Humaira melihat kearah tangannya, jam telah menunjukan pukul 08.30 malam tiga puluh menit lagi acara resepsi akan segera berakhir, sedari tadi berdiri Humaira baru menyadari bahwa sahabatnya Bumi telah duduk menyendiri dipojokan, entah apa yang sedang ia pikirkan.
" Tuh sih Bumi sejak kapan ya disana? " (kata Humaira)
" Dari tadi kali " (kata Gibran)
" tadi Bumi ngomong ama bang Desta dek katanya pengen duduk dulu capek katanya " (kata Desta)
" oh gitu " (kata Humaira)
" kamu mau nyamperin Bumi? " (kata Desta tersenyum)
" gak papa? " (kata Humaira bertanya)
" ya gak papa dong dek " (kata Desta lagi)
" bang Desta ikut yuk " (kata Humaira)
" gak dek, bang Desta disini aja " (kata Desta)
" Huma kesana ya? " (kata Humaira)
" iya sayang " (kata Desta mengelus kepala Humaira sambil tersenyum)
Humaira pergi menghampiri sahabatnya yang saat ini telah duduk sendiri, selama beberapa bulan belakangan ini hubungannya dengan Bumi sangat buruk & baru saja membaik beberapa hari belakangan ini.
# Abdul Zayn Mikail
Gaun tersebut bisa lolos keacara malam ini juga karena kesalahannya saat itu, jika saja ia gak kabur & tak menyebabkan Rindu celaka mungkin gaun ini masih bisa di ganti dengan gaun lainnya, Zayn berkali-kali mengucapkan istighfar didalam hatinya untuk mengontrol diri agar tetap tenang & berusaha biasa saja karena tak enak dengan Rindu.
" kenapa kak? " (kata Rindu)
" gak papa, kamu gak kedinginan?, kalo dingin aku lepas jas aku " (kata Zayn)
" enggak kak " (kata Rindu)
Zayn melihat jam ditangannya, dilihatnya tinggal beberapa puluh menit lagi acara akan selesai.
" bentar lagi selesai kok " (kata Zayn)
Zayn tersenyum kepada Rindu sambil menggenggam satu tangan Rindu, jujur Rindu memang terlihat cantik malam ini, Rindu benar-benar bak putri malam ini meskipun biasanya Rindu juga terlihat cantik.
" aku boleh nyanyi satu lagu buat kamu gak? " (kata Zayn)
" emang mau nyanyi apa kak? " (kata Rindu)
" tar kamu denger sendiri, tapi boleh gak? " (kata Zayn tersenyum)
" iya " (kata Rindu tersenyum)
Zayn berdiri & mencium kening Rindu sebelum turun dari pelaminan menemui Faiz & Gibran serta Desta berada, Zayn mengajak sepupunya & pacar Humaira untuk menyanyi, kebetulan Zayn & Faiz dulunya pernah menjadi anak Band, Faiz adalah seorang drummer sedang Zayn adalah seorang gitaris, saat ini Zayn meminta bantuan Faiz & Gibran untuk mengiringi lagunya sedang Desta diajak berduet dengannya. Setelah memutuskan lagu yang akan mereka bawakan Zayn & Desta beserta Faiz & Gibran naik keatas panggung dengan posisi Faiz drummer, Gibran piano, sedang dirinya Gitaris sambil menyanyi bersama Desta.
" assalamuallaikum ,selamat malam semuanya, sebelumnya gue mau ngucapin terimakasih semua yang udah datang di acara resepsi pernikahan gue, gue berdiri disini mau mempersembahkan sebuah lagu buat istri gue yang malam ini cantik banget, karena gue gak pede sendiri ya, jadi gue bawa rombongan buat ngiringi, ini khusus buat kamu yang udah halal buatku " (kata Zayn tersenyum)
" wuuuuu, prok....prok....prok " (suara sorakan riuh terdengar)
" ya allah so sweet " (kata suara lainnya)
Suara sorakan riuh ramai terdengar, banyak para kaum hawa yang terdengar seperti baper karena ucapannya.
" selain gue ada lagi gak yang mau di sampein sebelum kita nyanyi " (kata Zayn menoleh kearah Faiz, Gibran, & Desta)
" lagu ini juga buat kamu beib, Humaira " (kata Desta)
" Sejak pertama bertemu
__ADS_1
Ku tau ada yang berbeda dari dirimu
Ku suka pada wajahmu
Dan aku tak mau
Berlama-lama menunggu
Ku ingin nikahi kamu
Jadikan kau istriku
Ku ingin kau jadi ibu dari anak-anakku
Sebut namamu
Binti ayahmu
Dan semua wali 'kan berkata sah (sah)
Ini gila tapi kumau
Halalkanmu
Halalkanmu
Halalkanmu
Begitulah nyanyian yang dibawakan oleh Zayn bergantian dengan Desta, suara Zayn tak sebagus suara Desta tetapi suaranya juga tak terlalu jelek untuk didengar, setelah selesai menyanyikan lagu, lagi-lagi para tamu bersorak karena penampilan band dadakannya, Rindu tersenyum manis serius menyimak lagu yang ia bawakan barusan, sebenarnya itulah yang harusnya ia ungkapkan sebelum pernikahan ini berlangsung namun belum sempat ia ungkapkan justru ada insiden yang membuatnya mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan cinta.
Zayn segera turun dari panggung, sebelum turun dari panggung ia bertos dahulu dangan Faiz, Gibran & Desta, penampilannya tak begitu buruk berkat meraka. Zayn kini kembali duduk lagi disebelah Rindu, ia tersenyum kearah Rindu sambil mencium punggung tangan Rindu, Rindu mengelap keringat Zayn yang telah membasahi pelipisnya dengan tisu yang telah berada di tangan Rindu.
" nyanyi gitu aja keringetan banget kak " (kata Rindu)
" gerogi makanya keringetan " (kata Zayn)
" kenapa? " (kata Rindu)
" setua ini baru nampil lagi di depan umum " (kata Zayn)
" hahahaha, emang ngerasa tua kak? " (kata Rindu)
" hahaha belum sih " (kata Zayn)
Zayn menggaruk-garung tengkuknya, ini memang untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun ia tak pernah berdiri didepan panggung untuk perform.
" bentar lagi selesai nih, kamu pake jas aku ya takut kamu masuk angin " (kata Zayn melepas jasnya menutupi tubuh Rindu)
Rindu hanya menurut & menganggukan kepalanya, saat ini Zayn hanya mengenakan kemeja putihnya, meskipun penampilannya tek sesempurna tadi Zayn tak keberatan melakukan ini, sedari tadi ia memang sangat ingin melepaskan jas miliknya untuk Rindu. Akhirnya acara telah selesai malam ini, para tamu undangan serta sanak keluarga sudah membubarkan diri, Zayn menggandeng Rindu untuk meninggalkan tempat resepsi menuju hotel yang sudah disiapkan untuk mereka berdua malam ini.
Faiz
Jiya & Rendi
Gibran
Zayn
Rindu
Humaira
Desta
__ADS_1
Bumi