Polwan Cantik

Polwan Cantik
#165


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian....


Jam telah menunjukan pukul 05.00 pagi, safitri bangun bersama suaminya untuk melakukan ibadah sholat subuh, mereka akan melakukan sholat dirumah saja setelah sholat safitri turun kedapur untuk menyiapkan sarapan pagi, dirumahnya memang tidak ada asisten rumah tangga karena ia ingin fokus menjadi istri & ibu sepenuhnya tanpa bantuan orang lain, saat ini ia sedang memasak nasi goreng dengan telor ceplok plus sosis goreng, setelah selesai memasak ia buru-buru naik kekamar untuk mandi, saat ia masuk kekamar suaminya telah rapi dengan seragamnya.


"masak apa sayang?"(kata abimana sambil berdiri mengecup safitri lalu mengecup perutnya & mengelus-elus perut safitri)


"masak nasi goreng sayang, aku mandi dulu ya sayang"(kata safitri)


"yaudah mandi gih,...abang tunggu disini nanti sama-sama turunnya"(kata abimana)


Ia lalu masuk kekamar mandi, ia melepas semua pakaiannya & dalamannya, saat ia melepas celana dalamnya ia agak terkejut karena ada cairan bercampur darah yang menempel disana, ia lalu berteriak memanggil suaminya.


"sayang,.....ini kenapa ya ko ada ginian"(kata safitri agak panik)


Ini adalah pengalaman pertamananya mengandung & pengalaman pertamannya akan melahirkan jadi wajar saja jika ia panik dengan hal-hal seperti ini takut terjadi apa-apa, suaminya buru-buru membuka kamar mandi masuk kedalam kebetulan pintu kamar mandi memang tidak dikunci olehnya.


"kenapa sayang,...ada apa?"(kata abimana panik)


"ini sayang liat, ini apa kenapa ada darahnya?"(kata safitri memperlihatkan celana dalamnya pada suaminya)


"itu tadi keluar dari punya ade sayang?"(kata abimana makin panik)


"iya sayang, ini dari celana dalam aku"(kata safitri)


"yaudah buruan mandinya, sini abang abntu mandi habis itu kita kerumah sakit cek"(kata abimana)


Setelah selesai dimandikan suaminya ia lalu segera menganakan pakain setelah itu mereka berdua turun & menyantap sarapan pagi setelah sarapan pagi selesai tiba-tiba ia merasakan sakit yang sangat teramat diperutnya.


"aaaauuuuuuu"(kata safitri berteriak)


Mendengarnya berteriak kesakitan suaminya berlari kecil menghampirinya.


"sayang kenapa?"(kata abimana)


"sayang ini sakit, kayaknya aku mau ngelahirin deh,...auuuuu....sakit"(kata safitri)

__ADS_1


#* AIPTU Abimana prasetiya


Ia sangat terkejut ketika istrinya tiba-tiba berteriak kesakitan, spontan ia langsung berlari kecil kearah istrinya, istrinya merasa jika ia akan segera melahirkan, mendengar ith ia semakin panik & menggendong tubuh istrinya keluar menuju mobil & pergi kerumah sakit. Selama diperjalanan abimana sangat panik bahkan ia menelpon semua anggota keluarganya yang bisa dihubungi bahkan para sahabat, ia menoleh keaarah istrinya sambil membelai rambutnya dalam posisi menyetir.


"tahan ya sayang,...sabar"(kata abimana)


"bang ini sakit banget....auuuuuu.....aaaaaa......sakit bang"(kata safitri)


"sabar ya sayang bentar lagi kita sampe,ade harus bertahan"(kata abimana)


"auuuuuu,....bang aduh,....aku sudah gak tahan bang, ini sakit banget....aadddduuuuuuhhh"(kata safitri)


Istrinya terus-terusan merasakan kesakitan membuatnya semakin panik & meneteskan setitik air mata.


"sayang kamu tahan ya sayang,.....abang tau itu sakit,..maafin abang ya sayang udah bikin kamu kesakitan kaya gini"(kata abimana berlinangan air mata)


Setelah beberapa menit akhirnya sampai juga dirumah sakit ia memarkirkan mobilnya & buru-buru menggendong tubuh istrinya yang sudah sangat kesakitan, keringatnya berkucuran seperti biji jagung, ia berkali-kali mengecup kening istrinya yang kesakitan, ia memanggil dokter & membawa istrinya keruang bersalin, menyaksikan kesakitan yang teramat yang dialami istrinya membuatnya merasakan betapa benar-benar besar perjuangan istrinya menahan kesakitan untuk memperjuangkan kelahiran buah hati mereka.


"Sayang ayo sayang,...ade pasti bisa"(kata abimana menyemangati istrinya)


Saat ini ia berada diluar ruang bersalin menunggu sahabatnya yang sedang berjuang melahirkan anak pertamananya. Ia tidak sendiri disini ia bersama sahabatnya widia, ega trus-trusan berdoa untuk kelancaran persalinan sahabatnya. Saat ini ega pergi kerumah sakit hanya sendiri babby alma dititipan kepada ibunya sedang suaminya tidak bisa datang karena pagi ini ia mendapatkan tugas dari atasannya.


"beb lo gak kekantor?"(kata ega kepa widia)


"gag beb,...tadi aku ijin begitu tau safitri mau ngelahirin"(kata widia)" babby alma mana beb?"(kata widia lagi)


"alma sama omanya beb, gue titip soalnya kasian kalo dia harus ikut kesini, mana ayahnya gak bisa kesini ada tugas soalnya dari atasannya"(kata ega)


"jadi tadi lo kesini naik motor sendiri beb?"(kata widia)


"gak beb, dibonceng sama laki gue, nanti pulang juga diantar"(kata ega)


Tak lama ibu safitri beserta rani & briptu aidan datang, dengan jalan tergesa-gesa, terlihat mukanya sangat panik.


"gimana nak ega,...nak widia,...sudah keluar belum anaknya safitri?"(kata ibu)

__ADS_1


"belum bu,...ini tadi juga baru aja masuk"(kata widia)


"ibu jangan cemas ya,...kita berdoa sama-sama semoga dilancarkan"(kata ega)


"iya nak"(kata ibu)


"bu kalo gitu aidan pamit dulu ya kembali kekantor"(kata aidan pamit)


"oh iya nak aidan,...trimakasi ya sudah jemput ibu"(kata ibu)


"iya bu, sudah jadi kewajiban aidan ko"(kata aidan) "ayo semuanya pamit ya duluan,...mau kerja dulu cari modal buat kawin,...heheheh"(kata aidan)


"aamiin..."(kata ega) "cari duit yang banyaj bang, jangan bikin kecewa sahabat gue lo"(kata ega)


"siap bos"(kata aidan)


#* safitri


Perutnya sangat sakit merasakan kontraksi yang sangat luar biasa, ia mendengarkan arahan dari dokter menarik & mengeluarkan nafas dengan mendorong.


"ia terus....terus.....tarik nafas.....dorong.....iya pinter,...ayo lagi,....tarik nafas,...dorong,...iya,...sebentat lagi terus,...sudah keliatan ini kepalanya."(kata dokter)


Ia terus berusaha bertahan & mengikuti instruktur dokter & tak lama.


"aaaaaa...."(kata safitri)


*****oeeeee.....oe......oeeee.....


"alhamdulillah


...pa...bu...sudah lahir, bayinya sehat & ganteng ya"(kata dokter)


Ia sangat lega melihat sang buah hati yang diletakan diatas tubuhnya, ia terus tersenyum melihat anaknya, suaminya juga tersenyum bahagia menyambut kelahiran anak mereka.


"trimakasi sayang sudah berjuang untuk anak kita, trimakasih ade sudah melahirkan anak yang tampan, trimakasih juga sudah menjadikan abang sebagai seorang papa,...i love u sayang"(kata abimana sambil mencium kening istrinya)

__ADS_1


__ADS_2