Polwan Cantik

Polwan Cantik
#12 SEASON 2


__ADS_3

# Bumi Samudera


Alangkah terkejutnya ia saat berada didalam kelasnya, pemandangan yang tak pernah terjadi, bagaimana mungkin seorang Humaira yang menganggap Kevin sebagai pengganggu bisa duduk berdua dibangku miliknya & Humaira didalam kelasnya, ia sejenak terhenti didepan kelas Karena sangat tidak percaya.


" nih dada gue kenapa tiba-tiba kaya kesentil sih, sakit banget " (kata Bumi dalam hati)


Melihat Humaira tiba-tiba seperti ini membuat hatinya sakit serasa seperti dicubit, reflek Bumi memegangi dadanya yang dirasa disanalah ia merasakan sakit itu, selama ini ia selalu menyuruh Humaira memberikan Kevin kesempatan untuk menerima Kevin menjadi pacar Humairah saat Humaira uring-uringan karena kelakuan Kevin yang tak pernah lelah mengikutinya bak penguntit profesional, tetapi iya tak menyangka sesakit ini melihat Humaira bersama Kevin.


" *ah elah, jadi kaya gini nih rasanya cemburu, buset sakit amat ya " (kata Bumi dalam hati lagi)


" hati tenang-tenang ya Lo, jangan khawatir, gue yakin kok Huma gak minat nerima Kevin jadi pacarnya" (katanya lagi dalam hati*)


Ia terus-menerus memegangi dadanya sambil berjalan kearah bangku miliknya & Humaira, sahabatnya tersebut belum menyadari kedatangan dirinya Karena sepertinya obrolan Humaira & Kevin sangatlah serius tapi kali ini tanpa ada ekspresi guratan emosional sahabatnya, Humaira terlihat nampak lebih tenang kali ini saat mengobrol berdua dengan Kevin.


Saat ia melangkah mendekati Humaira tiba-tiba tubuhnya ditabrak seseorang dari arah belakang yang berjalan cepat mendahuluinya menuju arah Humaira & Kevin berada, seorang gadis yang berhasil membuatnya terkaget karena menggebrak meja yang berada tepat didepan Humaira.


***brakkkkkk......


Karena gebrakan seorang siswi tersebut sontak membuat murid-murid yang berada di ruangan tersebut melihat kearah dimana suara tersebut berasal, sehingga kali ini Humaira & Kevin menjadi pusat perhatian satu kelas, Bumi buru-buru menghampiri Humaira karena takut akan terjadi sesuatu dengannya, Bumi yakin jika siswi yang barusan menabraknya itu pasti akan melabrak Humaira & Kevin karena siswi tersebut merupakan pacar dari Kevin.


" anj*iiiing ya Lo Kev, gue tau Lo playboy tapi gue gak nyangka secepat ini Lo mutusin gue " (kata siswi tersebut yang bernama Jasmin)


Bumi reflek menggelengkan kepalanya karena mengetahui jika Kevin telah putus dengan Jasmin yang baru dipacari Kevin dua hari yang lalu.


" gue pikir gue masih banyak waktu buat bikin Lo bisa cinta sama gue & ngelupain Humaira, tapi ternyata emang gue yang g*blok kecintaan sama lo " (kata Jasmin lagi)


Suasana kelas yang tadinya riuh seketika menjadi hening menyaksikan tontonan pagi geratis bak film disalah satu stasiun televisi yang judulnya kadang-kadang lebih ribet dari filmnya yaitu PACARKU BUKAN PACARKU MELAINKAN SILUMAN DUGONG.


" gue gak salahin Lo Huma, gue tau Lo gak salah, gue tau emang dia yang terlalu gila sama Lo & gue terlalu beg* buat percaya diri bisa bikin dia cinta sama gue " (kata Jasmin lagi)


Bumi saat ini sudah berada diantara mereka, ia sudah berada dibelakang Humaira bersiap siaga jika ada suatu hal buruk yang akan menimpa Humaira, tapi kali ini Bumi yakin Jasmin tak akan melakukan hal seekstrim apapun kepada Humaira karena ia mengakui bahwasanya ini semua bukan salah Humaira.


" cuih...... " (Jasmin meludahi wajah Kevin)


Tak habis fikir kenapa tiba-tiba Jasmin meludahi Kevin seperti saat ini yang sontak membuat Bumi & seisi ruangan ini seolah-olah menjadi patung seolah waktu terhenti untuk sepersekian menit, atmosfer udara terasa makin panas bergejolak bak pertarungan WWE Smackdown diatas ring antara John Sina & Naomi.


" tuh gue kembaliin transferan air liur Lo " (kata Jasmin yang kini menjauh pergi)


Kata-kata Jasmin yang sangat menohok kali ini berhasil membuat siswa-siswi yang berada di ruangan ini menjadi menganga membuka mulutnya lebar serentak sambil menutup tangan kemulutnya karena sangat terkejut.


" astaga, gila " (kata Bumi membuka suara)


Kevin yang sedari tadi menjadi objek dari labrakan mantan kekasihnya hanya bisa tersenyum sinis tanpa membuka suara, entah apa yang sedang ia pikirkan.


" Lo bener-benar gila Kev, Lo baru dua hari pacaran sama sih Jasmin tapi Lo udah cipo*kan Ama dia, anjiii*r " (kata Bumi dengan ekspresi yang tak percaya dengan apa yang dilakukan Kevin)


" ya emang kenapa sih, cip*kan aja ini kok " (kata Kevin), " lagian suruh sapa dia mau gue cipo*k " (kata Kevin santai)


" bener kata Bumi, Lo emang gila Kev, wajar aja Lo diludahin, nih elap gih " (kata Humaira sambil memberikan sebungkus tisu mini kepada Kevin)


" enteng amat ya nih kadal, gue aja nih yang pernah pacaran gak juga senggragas lo " (kata Bumi), " gila dua hari pacaran aja udah bisa di cipo*k apalagi kalo udah lama, anj*iiiieeer ni bocah bisa amat kek gitu, Huma gue tarik omongan gue buat nyuruh Lo kasih kesempatan nih satu kutu kupret, gak rela gue Lo pacaran Ama si brengs*ek ini " (kata Bumi)


" apaan sih Lo Bum, kaya Lo gak pernah aja kaya gue, lagian kalo gue sama Huma gue gak bakal kaya gitu kali soalnya ada yang lebih dari itu " (kata Kevin tersenyum)


" eh buset anak curut, tuh otak pikirannya kenapa bisa mesum amat ya, masih 17thn udah mikirin adegan +21, awas Lo deket-deket Ama Huma, gue bejek beneran Lo " (kata Bumi)


" apa sih Lo Bum fiktor amat, gue gak lagi ngomongin adegan +21, maksud gue yang lebih penting itu gue bisa dapetin cintanya Humaira itu juga udah cukup " (kata Kevin)


" ah ini nih kata-kata pemati, omongan playboy tuh emang manis amat ya, pantes cwe-cwe pada klepek-klepek Ama Lo " (kata Bumi), " Huma Lo jangan sampe kehipnotis Ama ni playboy cap salep kurap, gue beneran tarik omongan gue buat Lo kasih dia kesempatan " (kata Bumi)


# Humaira Shakila Najma


Sedari tadi mendengarkan ocehan Antara Bumi & Kevin membuatnya seolah tak dianggap keberadaannya, perdebatan antara Bumi & Kevin benar-benar layaknya perdebatan anak Sekolah Dasar yang sedang berebut kelereng.


" apaan sih Lo berdua, ah elah dah, mending gue keluar deh, kalian berdua kalo debat silahkan ya, males gue dengernya " (kata Humaira)


" Huma " (kata Kevin)


Saat akan berdiri tiba-tiba Kevin mencegahnya dengan menarik satu tangannya, sontak berhasil membuatnya menoleh kearah Kevin.


" dih lepas-lepas, apaan Lo modus pegang-pegang Huma " (kata Bumi melepaskan tangan Kevin yang menyentuh Humaira)


Humaira kembali duduk ditempatnya lagi meskipun ia sangat tidak setuju dengan tindakan Kevin kepada pacar-pacarnya, ia hanya berharap dengan ia melakukan perlakuan yang baik kepada Kevin ini akan membuat Kevin juga berhenti menyakiti seorang gadis.


" Huma gue emang playboy Gonta ganti cwe tapi sumpah gue gak pernah bertindak jauh jauh lebih dari cium*n kok " (kata Kevin)

__ADS_1


" astaga gila Lo ya ngomong gitu sama Huma, tuh mulut Lo kenapa gak sekalian kena kangker mulut sih biar diangkat sekalian, azab Gonta ganti bibir " (kata Bumi agak kesal)


" hahahahaha, apaan sih Lo Bum, Lo ya malah bikin gue ngakak, ada kali bibir diangkat terus bentuknya gimana? " (kata Humaira yang tiba-tiba tertawa karena kata-kata konyol sahabatnya)


" ya lagian tuh mulut enteng banget Mak cipo*kan dibilang wajar, gue aja belum pernah ni nyipo*k mantan gue udah diputusin aja guenya " (kata Bumi masih tetep nyerocos)


" buset gak percaya gue Ama Lo Bum, Lo juga kan banyak mantannya, mantan Lo kurang nafsu liat Lo soalnya bibir Lo kurang seksi " (kata Kevin)


" taiii** Lo, yang kaya bibir Lo seksi aja bibir kaya bibir enting binti suneo aja bangga amat, tuh Jasmin tadi kenapa sih cuman ngeludahin Lo gak sekali berakin muka Lo sekalian biar nyaho " (kata Bumi)


" hahahahha, sabar-sabar Mak sabar ya, gue tau Lo pasti ngerasa terhina soalnya Lo gak pernah cipo*kan?, jangan khawatir Mak kita sama, kita mah anak baik-baik Mak jangan ngiri Ama Kevin ya Mak, santuy Mak santuy " (kata Humaira memegang tangan Bumi)


# Abrian Kevin Mahesa


Melihat adegan Humaira menyentuh tangan Bumi & mengelus-elusnya membuat Kevin berfikir sebenarnya hubungan antara Humaira & Bumi lebih dari sekedar sahabatan semata, mungkin saja antara Humaira & Bumi memiliki ketertarikan satu sama lain hanya saja mereka berdua belum menyadari sebenarnya mereka saling cinta.


" hemmmm, gue disini loh ya " (kata Kevin)


" emang kenapa kalo Lo disini? " (kata Humaira)


" ya ini tangannya jangan pegang-pegang kali " (kata Kevin gantian melepaskan tangan Humaira dari Bumi)


" cih Napa Lo sewot, sana gih balik kelas Lo, gedek gue liat Lo " (kata Bumi)


" Napa sih Lo Bum nih Huma aja biasa-biasa aja, lagian ini tuh langka tau sih Huma mau ngobrol Ama gue, kali aja ini tuh kesempatan gue " (kata Kevin)


" aah apaan, gak ada-ada, pokonya gue orang yang bakal nentang Lo kalo Ampe deket-deket Huma lagi " (kata Bumi)


" posesif amat sih Lo Bum, pacar juga bukan " (kata Kevin), " ya udah deh gue balik kelas, da Huma, see you " (kata Kevin)


Kali ini Kevin justru melihat tanda-tanda cinta Dimata Bumi, Kevin berhasil membuat Bumi terbakar api cemburu karena kata-kata yang ia lontarkan kepada Humaira.


" ternyata diam-diam Lo suka sama sahabat Lo sendiri, dasar beg* " (kata Kevin dalam hati sambil melenggang pergi)


# Safitri


pesan WhatsApp group emak-emak squad...


Safitri : beb jadi gimana menurut kalian?


Ega : jadi kalian ceritanya beneran mau besanan nih 😍


Safitri : maunya gitu beb 😍


Risya : tapi kita berdua galau Ama anak kita beb, kira-kira bakal mau gak


Widia : aihhhhh yang udah ngebet sih pengen nimang cucu.


Safitri : jelas lah Beb


Ega : siang makan bareng yuk, lama gak barengkan


Widia : aih gue jauh, curang banget beb


Risya : bolehlah, cusss


Risya : ya Lo sih beb tinggal jauh sendiri


Safitri: sabar ya adek iparcu


Widia : 😭😭😭😭 kangen beb


Ega : 😘


Risya : tayang beb Wid 😘


Safitri : 😘 love


Begitulah kira-kira obrolannya dengan sahabatnya via WhatsApp, persahabatan mereka masih terjalin baik meskipun sudah berpuluh tahun berlalu. Seperti janji mereka yang akan bersahabat selamanya sampai mati.


Setelah asik mengobrol dengan sahabatnya ia berniat akan menghubungi anak sulungnya yang saat ini sedang berada diluar bersama Rindu anak dari Risya yang kebetulan adalah sahabatnya.


* 📞 calling is my king Zayn♥️


****Tut,....Tut....

__ADS_1


" assalamualaikum mi " (kata Zayn dari sebrang telpon)


" wa'allaikumsalam salam, kak " (kata Safitri)


" iya mi, kenapa? " (kata Zayn)


" kakak dimana nih? " (kata Safitri)


" salon mi " (kata Zayn)


" kakak ajak Rindu nyalon? " (kata Safitri)


" iya mi, sekalian Zayn ganti warna rambut " (kata Zayn)


" tuh sih Rindu udah sarapan belum kak main ajak nyalon aja " (kata Safitri)


" katanya udah mi " (kata Zayn)


" ya udah kalo gitu, ati-ati ya kak bawa ank orang, jangan Ampe lecet " (kata Safitri)


" iya mi, udah kaya barang aja Ampe lecet " (kata Zayn)


Safitri hanya tersenyum mendengar jawaban dari anaknya setelah mematikan teleponnya.


# Abdul Zayn Mikail


Baru saja sampai disebuah salon ibunya menelpon untuk menanyakan keberadaannya, ia tak habis pikir kenapa kedua orangtuanya sangat mengkhawatirkan Rindu yang jelas-jelas bukan anak mereka justru Zayn yang anaknya tak dikhawatirkan.


" selamat datang kak, ada yang bisa saya bantu " (kata salah satu petugas salon)


" iya bentar ya mbak mau lihat-lihat dulu " (kata Zayn)


" oh iya mas, mari silahkan duduk dulu " (kata petugas salon)


Ia mengajak Rindu untuk duduk terlebih dahulu.


" Lo mau kerimbat gak? " (kata Zayn)


" boleh kak " (kata Rindu)


" ya Lo apa aja lah yang Lo mau disini, gue traktir soalnya gue juga mau ganti warna rambut gue " (kata Zayn)


" ok kak " (kata Rindu sambil tersenyum)


Setelah memutuskan yang akan dilakukan untuk Rindu Zayn segera meminta petugas salon untuk mengubah warna rambutnya, kebetulan dua hari lagi ia akan kembali bekerja sehingga ia harus segera mengganti warna rambutnya kembali seperti semula.


" Lo libur semester ya? " (kata Zayn bertanya kepada Rindu)


" iya kak, kenapa kak " (kata Rindu)


" jadi kapan balik? " (kata Zayn)


" Minggu depan mungkin kak " (kata Rindu)


Zayn mencoba mengobrol dengan Rindu agar tidak terjadi kecanggungan karena mereka duduk bersebelahan didalam salon meskipun saat ini ia tak hanya berdua saja dengan Rindu karena sudah ada petugas salon yang berada dibelakang mereka sibuk dengan kepala mereka masing-masing.


" kakak kapan balik? " (kata Rindu)


" dua hari lagi " (kata Zayn)


" pantesan ganti warna rambut " (kata Rindu)


" hehehe iya, takutnya tar penumpang pesawat gue pada kabur liat rambut gue " (kata Zayn)


" yakin deh pasti penumpang pesawat pada naik pesawat bukan karena fasilitas pesawatnya ya kak tapi karena ngejual tampang kakak, hahahaha " (kata rindu tertawa)


" ah gak kok, pesawat yang gue bawa emang fasilitasnya oke loh " (kata Zayn), " Lo lain kali harus naik pesawat yang gue bawa " (kata Zayn)


" kalo geratis bisa aku pikirin kak " (kata Rindu)


" ya elah, oke lah lain kali gue beliin tiket pesawat gue " (kata Zayn)


" eh gak kok kak, bercanda mah akunya " (kata Rindu)


Tak terlalu buruk ternyata mengobrol dengan Rindu, mereka berdua cukup nyambung.

__ADS_1


__ADS_2