
Hari-hari semakin cepat berlalu kini tinggal tersisa setengah bulan lagi ia berada di asrama SPN bersama 221 calon bintara polwan yang tersisa, 15 hari mulai dari sekarang pelajaran yang akan dilakukan diasrama SPN adalah diktuk, diktuk merupakan pendidikan yang membentuk dan membekali peserta didik menjadi pegawai negeri pada Polri. Menjadi polisi memang terkesan “keren” dan punya otoritas yang tidak dimiliki profesi lainnya. Meskipun pada kenyataannya bertugas menjadi polisi artinya bekerja tanpa mengenal waktu dan beresiko tinggi. Safitri saat ini berada didepan untuk bertugas menjelaskan kembali sejarah terbentuknya polwan karena ditunjuk oleh Bripda Sofiyan.
" Safitri bisa jelaskan kapan pertama kali dibentuknya polwan, silahkan maju kedepan " (kata Bripda Sofiyan)
" aa.....siap saya " (kata Safitri)
" ayo silahkan " (kata Bripda Sofiyan)
" baik teman-teman semua saya akan menjelaskan kembali sambil mengingat-ingat pelajaran yang sudah lalu, hmmmm....bismillahirohmanirohim.....
Polwan di Indonesia lahir pada 1 september 1948, berawal dari kota Bukittinggi, Sumatera barat, tatkala pemerintah darurat republik indonesia (PDRI) menghadapi agresi militer belanda II, dimana terjadinya pengungsian besar-besaran pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan. Untuk mencegah terjadinya penyusupan, para pengungsi harus diperiksa oleh polisi, namun para pengungsi wanita tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik oleh polisi pria. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi untuk membuka "Pendidikan Inspektur Polisi" bagi kaum wanita. Setelah melalui seleksi terpilihlah 6 (enam) orang gadis remaja yang kesemuanya berdarah minangkabau dan juga berasal dari ranah minang, yaitu:
Mariana Saanin Mufti
Nelly Pauna Situmorang
Rosmalina Pramono
Dahniar Sukotjo
Djasmainar Husein
Rosnalia Taher
Ke enam gadis remaja tersebut secara resmi tanggal 1 September 1948 mulai mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukittinggi. Sejak saat itu dinyatakan lahirlah Polisi Wanita yang akrab dipanggil Polwan, kurang lebih seperti itu, terimakasih " (kata Safitri)
__ADS_1
Safitri pun mendapatkan tepuk tangan dari seluruh calon bintara polwan, mereka semua sangat kagum kepada Safitri seorang calon polwan cantik & cerdas bahkan ia sangat cekatan.
" ok, bagus, menurutmu apa tugas polwan? " (kata Bripda Sofiyan)
" siap,...menurut saya polwan ini tugasnya multi fungsi. Tidak hanya sebagai ibu yang baik bagi keluarganya suatu saat nanti, tapi juga pengayom untuk seluruh masyarakat " (kata Safitri)
" huuu..mantap, prok....prok...prok " (tepuk tangan para calon bintara polwan pun kembali riuh terdengar karena jawaban Safitri)
#* Bripda Afrila Alin Aizahra
Ia begitu takjub mendengar semua penjelasan & jawaban-jawaban dari tunangan Bripka Abimana ini, sungguh seorang calon bintara polwan yang penuh dengan kelabihan.
" luar biasa ya Safitri Ran " (kata Bripda Alin berbisik)
" aih, lo jangan dekat-dekat sama dia lagi " (kata Bripda Alin)
" lo cemburu, hahahahah " (kata Bripda Randito)
" is...gue males ah ngobrol sama lo kalo lo gitu terus "(kata Bripda Alin)
" ok...ok...gue kan bercanda,...gue tau lo sudah milih Sofiyan terus safitri punya Bripka Abimana " (kata Bripda Randito sedih)
" lo jangan sedih gitu dong, gak pantes muka ganteng kaya lo sedih-sedih gitu, kaya gak ada cewek lain selain gue sama Safitri " (kata Bripda Alin)
" iya, iya gue tau, kaya gak laku aja gue lo sampe bilang kaya gitu " (kata Bripda Randito)
__ADS_1
" ya habis lo langsung pasang muka sedih " (kata Bripda Alin)
" gue sedih lah muka ganteng kaya gue ditolak dua cewek, hahahahah, kurang ganteng apa coba gue " (kata Bripda Randito)
" ah lo mah narsis amat, eh tapi bener ya Safitri luar biasa " (kata Bripda Alin)
" dia memang ratunya bikin kagum orang, jarang cewek cantik kaya dia, mana rendah hati banget, gak ada celah buruknya kalo menurut gue " (kata Bripda Randito)
" bener ya, atau itu karena kamu terlalu kagum sama dia sampe segitunya lo nilai dia " (kata Bripda Alin)
" gak memang bener loh, gue gak bohong, selama lo kenal dia apa keburukannya yang lo tau? " (kata Bripda Randito)
" satu keburukannya, dia terlalu polos, hahahahahhaha " (kata Bripda Alin teringat kejadian-kejadian lucu bersama Safitri)
" itu bukan buruk kalau dia polos artinya dia bukan perempuan sembarangan & gampangan kan " (kata Bripda Randito)
" tapi memang dia polos banget loh, lo sama dia berati gak pernah macam-macam kan? " (kat Bripda Alin)
" mana mungkin gue sama dia macam-macam dia ada disini, artinya dia perawankan, gue ada disini artinya gue perjaka, pacaran sama dia dulu jangankan ciuman gandengan tangan aja gak pernah " (kata Bripda Randito)
" hahahahahahahh, kasian banget lo, lo pacar atau cuman setatus palsu " (kata Bripda Alin)
" ye itukan cinta monyet, gimana mungkin anak sekolahan mau ngelakuin yang aneh-aneh " (kata Bripda Randito)
Perbincangan yang panjang antara Bripda Alin & Bripda Randito, saat ini mereka sangat akrab sebagai seorang teman baik & akan seperti itu seterusnya setelah pertunangannya dengan Bripda Sofiyan.
__ADS_1