
" bang gue pergi dulu ya jemput Widia jam istirahat nih, lo disini aja bang gak usah pergi,...oke " (kata Bara)
" siap,...lo hati-hati de " (kata Abimana)
"tenang aja bang, bang maju terus bang jangan kasih kendor, hahahha " (kata Bara)
" apa sih lo Bar, apanya mau dikasih kendor ada-ada aja, sana gih Widia pasti udah nunggu lo, awas ngebut-ngebut " (kata Safitri)
" iya-iya calon kakak ipar tercinta, daaaaaaa " (kata Bara melenggang pergi menuju motor sportnya)
Safitri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena tingkah Bara, ia menyayangi Bara layaknya seorang kakak walaupun beda usianya tidak terlalu jauh.
" Bara kapan balik bang ke AS? " (kata Safitri)
" dua hari lagi sayang, besok sore dia balik ke kota D " (kata Abimana)
" ya balik deh dia, sepi lagi nih gak ada biang rusuh " (kata Safitri)
" abang cemburu lo sayang, ade kok lebih sayang Bara kayanya dari pada abang " (kata Abimana tersenyum)
" is abang nih masa masih cemburu, Bara itu ade skaligus teman bang jadi aku sayang sama dia " (kata Safitri)
" hehehehe,... enggak kok sayang " (kata Abimana)
" sayang ini luka aku bisa hilang gak ya bekasnya, mana dua bulan lagi kita bakal nikah " (kata Safitri)
__ADS_1
" tenang sayang Bara ada kasih info obat buat ilangin bekas luka ade, kebetulan tadi abang sudah beli tapi abang tinggal dimobil " (kata Abimana)
Safitri hanya tersenyum karena Bripka Abimana sangat tanggap, ia yakin bahwa tunangannya ini akan menjadi calon suami yang sangat perhatian penyayang walaupun sedikit cemburuan, mereka berdua berbincang soal acara pernikahanan mereka yang akan diselenggarakan dua bulan lagi, persiapan sudah 90%, semua sudah siap tinggal undangan yang belum selesai dicetak, dia berharap jika acara pernikahannya akan berjalan lancar.
#* Andriawan Abara Brilian
Setelah mengendarai motor sportnya beberapa puluh menit akhirnya ia sampai diparkiran kantor pacarnya, ia tersenyum saat melihat pacarnya telah berdiri menunggunya disana, pacarnya segera menghampirinya.
" hemmm,...bupol yang cantik jelita mau makan siang dimana nih kita " (kata Bara)
"terserah kamu aja sayang " (kata Widia tersenyum)
" oke,...ayo naik,...kita go " (kata Bara)
Setelah kekasihnya naik keatas motor & berpegangan ia lalu melajukan motornya dengan kecepatan sedang, disepanjang jalan ia terus tersenyum salah satu tangannya mengelus tanga kekasihnya yang berada dipinggangnya, besok adalah hari terakhirnya disini karena harus pulang kekota D untuk segera terbang ke AS karena masa liburnya telah usai, tidak lama motor yang ia kendarai sampai disebuah rumah makan, mereka berdua segera turun & duduk disebuah meja setelah memesan makanan & minuman.
" sorean aja kali ya yang kalo gak malam aja sekalian, nanti disana juga minta jemputin sama supir papa " (kata Bara)
" emang gak capek yang, istirahat bentaran doang besoknya berangkat ke AS? " (kata Widia)
" gak papa sih yaaaang, kan aku masih pengen puas-puas ketemu sama kamu yang, nanti kita lama lo baru ketemu " (kata Bara)
" tapi kamu janji kan yang nikahan Safitri balik kesini, awas kalo gak balik " (kata Widia)
" iya yang janji " (kata Bara tersenyum)
__ADS_1
Merekapun segera menyantap makanan & minuman yang telah mereka pesan, dia sangat senang melihat senyum pacarnya ini, wajah Widia yang bulat dengan pipi yang cabi meskipun badannya tidak terlalu berisi, Widia & Safitri badannya tidak jauh beda tetapi kekasihnya ini badannya lebih berisi dari pada Safitri tetapi Safitri lebih tinggi dari kekasihnya ini.
" kamu kenapa sih yaaang senyum-senyum gitu mulu, aku lucu ya, apa ada yang aneh? " (kata Widia)
" yengga yaaaang,...kamu cantik, pipi kamu ini kok bisa cabi ya padahal badannya kurus " (kata Bara sambil mencubit pipi Widia)
" is yaaang,...sakit " (kata Widia)
" maaf yang,...gemes, hehehe " (kata Bara)
Dia beruntung bisa menjadikan Widia sebagai pacarnya, selama satu tahun mereka berhubungan jarak jauh mereka tidak pernah bertengkar sekalipun, mereka sepakat akan sama-sama memberi kepercayaan & tidak akan mudah cemburu.
#Raditiya Biru Suherman
Saat ini ia berada di pabrik didalam ruangannya, ia terus memijat-mijat keningnya, baru saja ia menemukan wanita tambatan hatinya tapi ternyata wanita tersebut telah memiliki calon suami, tapi ia benar-benar sudah sangat tergila-gila oleh Safitri, mengingat senyumnya mengingat wajahnya membuat hatinya semakin gelisah, ia memikirkan apa yang harus ia perbuat apakah ia harus melupakannya apakah harus terus mengejar cintanya itu, saat sedang memikirkan Safitri tiba-tiba sahabatnya Levin nyelonong masuk kedalam ruangannya tanpa mengetuk pintu, sahabatnya ini memang sudah biasa seperti itu, Levin adalah fatner bisnisnya, Levin juga seorang pebisnis sama sepertinya.
" bro lo tau gak ternyata cwe semalem yang kita tolong itu polisi yang lagi viral " (kata Levin)
" gue juga tau Vin " (kata Biru)
" gue kayanya naksir sama dia bro " (kata Levin)
Levin memang seorang playboy Biru tidak kaget jika Levin gampang mengatakan suka atau naksir dengan seorang wanita.
" lo Vin kerbau juga kalo dikasih lipstik dikasih bedak paling bakal lo taksir, setiap liat perempuan cantik lo naksir, terus cwe lo mau lo apain? " (kata Biru)
__ADS_1
" hahaha,..sialan lo,..gak segitunya juga kali sampe kerbau gue taksir,...itu tandanya mata gue masih berfungsi liat cwe cantik masih bisa gue taksir, cwe gue mah gampang bro bisa gue putusin soalnya yang ini kayanya langka bro Polwan pula " (kata Levin)
Dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, selain tunangan Safitri kini sahabatnya juga akan menjadi saingannya untuk mendapatkan Safitri.