
Ketukan pintu terdengar dari luar kamarnya safitri segera menuju kearah pintu & segera membuka handle pintu, betapa terkejutnya dua sahabatnya telah berada diluar kamarnya & memeluknya bersamaan.
" aaaaaaa...kangennnn " (kata Risya)
" aduh makin hitam ya lo beb " (kata Ega)
" ini gak seberapa beb, soalnya udah jarang panas-panas, yuk kesana ah duduk " (kata Safitri)
Merekapun duduk di bawah tempat tidur di atas permadani dengan lesehan, dua sahabatnya masih menempel memeluknya.
" kita mau begini terus nih, nempel-nempel kaya kembar gancet, hahahha " (kata Safitri)
" ih kan kangen beb, emang lo gak kangen sama kita? " (kata Risya)
" jangan-jangan lo lupa ya sama kita " (kata Ega)
" mana bisa gue gak kangen sama kalian, gue juga gak bakal lupain kalian demi tuhaaaaaan....... " (kata Safitri)
" hahahahaha, aduh lama juga ya gak kumpul bertiga gini " (kata Risya)
" heemmm, eh katanya kalian malem kesininya, ini baru jam 05.00 udah nongol " (kata Safitri)
" gak sabar kita mau ketemu lo beb, eh lo belum tau kabar Risya kan, hahahaha " (kata Ega)
" aih gue lagi yang kena, hahahahah " (kata Risya)
" hahahah,....kenapa...kenapa? " (kata Safitri)
" jadi selama lo gak bisa kita hubungin Risya udah sah jadian sama bang Aidan, ciiiieeehhhh " (kata Ega)
" hahahaha, akhirnya gue gak jones lagi " (kata Risya)
" yang bener?, cieeeeeehhhh, selamat ya Beb " (kata Safitri)
" kasih liat dong Ris foto lo sama bang Aidan waktu dia kerumah lo " (kata Ega)
" ih...harus ya?, hahahah " (kata Risya)
" haruslah " (kata Safitri)
" oke...oke... nih biar lo puas, hahahah " (kata Risya sambil memperlihatkan ponsel miliknya ke Safitri)
foto Risya & Bripda Aidan
__ADS_1
Safitri tersenyum melihat foto sahabatnya dengan Bripda Aidan, ia lega sahabatnya telah mendapatkan tambatan hati, Bripda Aidan juga orang yang sangat baik pikirnya.
" nah loh kenapa senyum-senyum gitu, butek ya fotonya? " (kata Risya)
" engga kok beb, lo cantik serasi sama bang Aidan, langgeng ya sayooooong " (kata Safitri)
" aamiin,...thanks ya bebcu " (kata Risya)
" Ega gimana sama Ariel, jadi tunangannya? " (kata Safitri)
" gue gak jadi tunangan tapi gue bakal nikah tapi ga sama Ariel, ahhhh rasanya males gue nginget-nginget lagi, dia selingkuhin gue beb " (kata Ega)
" haaaaaaa, serius lo? " (kata Safitri)
" iya serius gue, gue putusin dia soalnya selingkuhannya lagi hamil, brengsek gak tuh Ariel, gondok gue " (kata Ega)
" mmmm,....sudah-sudah jangan kita bahas lagi dia, terus lo mau nikah sama siapa? " (kata Safitri)
" sama cucu sahabat kakek gue, jadi mereka itu punya janji mau jodohin keturunan mereka, ya pas jamannya ayah anaknya teman kakek juga cowok jadi gak bisa dijodohin, na karena sekarang cucu temen kakek cowok ya udah mereka niat jodohin kita " (kata Ega)
" terus lo mau? " (kata Safitri)
" mau dia Fit, pelarian itu mah yakin gue " (kata Risya)
" semoga ini pilihan yang terbaik ya beb, semoga lo selalu bahagia, gue gak mau sahabat-sahabat gue disakiti cowok " (kata Safitri)
" lo memang tebaik beb, Dewi cinta, disaat kaya gini lo malah mikirin kita padahal lo sendiri lagi dicoba " (kata Ega)
" heemm, lo gakpapa beb? " (kata Risya)
" awalnya gue sedih, gue marah, gue gak terima, kenapa secepat itu allah ambil ayah,...disaat gue gak bisa pulang, disaat gue masih didalam pendidikan, tapi sekarang gue sudah iklas walaupun belum sepenuhnya tapi gue belajar buat iklasin ayah, biar tenang di sana " (kata Safitri)
Safitri & kedua sahabatnya ini berpelukan, ia sadar begitu banyak orang menyayanginya disekelilingnya, allah begitu mencintainya memberinya cobaan sebesar ini hanya untuk membuatnya menjadi lebih dewasa lagi & harus siap bertanggung jawab untuk kehidupan selanjutnya.
#*Bripda Randito Dwi Mahendra
Ia berada dirumah tantenya yang tinggal bersama dengan kakeknya, ia pergi kesini karena kakek ingin menyampaikan sesuatu pesan kepadanya, ia sengaja datang lebih awal dari janjinya seminggu lebih cepat supaya bisa bersama rombongan bripda alin. Kini ia telah duduk disebelah kakek sambil mendengarkan jelas-jelas apa yang akan kakek sampaikan, betapa ia terkejut ternyata maksut kakek menyuruhnya untuk datang kekota xxx adalah menerima permintaannya untuk menikah dengan cucu temannya, baginya ini adalah pilihan sulit, ia begitu menyayangi kakeknya tapi ia tidak ingin menikah dengan orang yang tidak ia cintai, baginya ini ibaratkan seperti memakan buah simalakama, terpaksa ia terima perjodohan ini.
" Dito pilihan mu menerima tawaran perjodohan ini sangat tepat, apalagi kamu sudah berumur, lagian cuman kamu cucu laki-laki kakek yang sudah bekerja sedangkan sepupumu haris masih kelas tiga SMA " (kata Kakek)
" iya kek, kapan kita temuin cucu teman kakek? " (kata Bripda Randito)
__ADS_1
" besok cu, besok kita kerumah calon mu " (kata kakek)
" kek, apa mama sama papa tau? " (kata Bripda Randito)
" iya cu, kakek minta persetujuan mereka dulu sebelumnya, mereka bakal setuju kalau kamu juga setuju " (kata kakek)
" iya kek, kalau gitu Dito mau kekamar dulu kek " (kata Bripda Randito)
Bripda Randito merebahkan tubuhnya disofa kamar, ia begitu shok dengan perjodohannya yang secara tiba-tiba.
" ah ini namanya gue kena karma, kena karmanya Sofiyan, gue juga jadi dijodohin deh " (gumam Bripda Randito pelan)
" jangan-jangan nih cewek hamil pula, aaaahhhhh sial " (gumamnya lagi Bripda Randito)
" lagian kalo seandanya hamil dia gak bisa jadi istri gue apalagi kalo mau jadi istri polisi prosesnya lumayan rumit " (kata Bripda Randito)
#*Safitri
Safitri duduk bersama Widia & Bripda Alin sedang dua sahabatnya telah pulang setelah sholat isya. Saat ini selesai sudah acara tahlilan yang dilaksanakan beberapa puluh menit lalu jam telah menunjukan pukul 09.00malam, para tamu pun beranjak pergi berpamitan, ia melihat kekasihnya bersama kakaknya & yang lain pergi keluar untuk menyalami para tamu kecuali Bara yang malah duduk disebelahnya.
" lo gak ikut sama mereka? " (kata Safitri)
" gue kan bukan orang tua masa gua kudu ikut kesana " (kata Bara)
" lo inget napa Fit, diakan anak kecil, hahaha " (kata Widia)
" hahahah, hussssstttt ngambek nanti dia minta permen bisa kacau " (kata Safitri)
" ck, sama aja lo berdua " (kata Bara)
" eh ngambek lo, gitu aja ngambek, katanya bukan anak kecil, hahaha " (kata Widia)
" dih lo berdua sok tua banget sih " (kata Bara)
" eh Bar kalo udah kerja itu berati udah gede " (kata Safitri)
" apanya lo yang gede, badan krempeng gitu, hahahahah " (kata Bara)
" jahat lo Bar, gue calon kakak lo ya, kualat lo " (kata Safitri)
" kaya yang sudah pasti aja bakal jadi kakak ipar gue, hahahaha " (kata Bara)
" harus lah, yakan Fit " (kata Widia)
__ADS_1
" lo gak tau ya kekuatannya cewek krempeng kaya gue, nih rasain " (kata Safitri menyubit pinggang Bara)
" aaaauuuuuuwww, ihhhh sakit tulang, dasar lo tulang belulang, hahahah " (kata Bara)