Polwan Cantik

Polwan Cantik
#10 SEASON 2


__ADS_3

#Safitri


Duduk bersama kedua anaknya & suaminya diruang keluarga setelah selesai makan malam adalah kebiasaan rutin mereka saat sedang bersama, bahkan ketika saat putra sulungnya tak ada ia akan melakukan hal yang sama hanya bertiga dengan suami & anak bungsunya.


Seperti biasa mereka duduk sambil menonton televisi & mengobrol tentang hari-hari yang mereka lalu hari ini, menurut Safitri saat-saat seperti ini adalah saat pendekatan dengan keluarganya setelah seharian ia tak bersama dikarenakan ia harus bekerja sebagai abdi negara.


Safitri tak pernah mau kehilangan satu hari momen berharga yang dilalu kedua anaknya sekalipun sedari dulu hingga sekarang, karena terlalu seringnya ia menjadi pendengar yang baik untuk anak-anaknya hal ini menyebabkan kedua anaknya cenderung lebih dekat dengannya daripada dengan suaminya.


" Kemana aja tadi kak? " (kata Safitri)


" gak kemana-mana mi " (kata Zayn singkat)


Ia menoleh kearah suaminya & diikuti oleh suaminya yang juga memandang kearahnya, ia tau bahwa suaminya memang sangat penasaran dengan pendapat anaknya tentang Rindu sebelum suaminya mengatakan niat perjodohan yang telah ia rencanakan, walaupun tanpa perlu mengetahui pendapat Zayn sebenarnya perjodohan ini akan tetap terjadi.


" jadi tadi kenapa kakak sama Rindu bisa bareng Huma sama bumi? " (kata Safitri)


" kan Zayn bingung mi mau bawa Rindu kemana lagi " (kata Zayn)


" bingung kenapa kak?, itu anak gadis orang sembarangan kakak bawa kalo lecet ngamuk tuh bapaknya " (kata Abimana)


Mendengarkan kata-kata suaminya ia menoleh kearah suaminya kembali, padahal kejadian Zayn membawa Rindu jalan berdua


hari ini adalah idenya & Aidan. Entah karena kaget dilihatnya kedua anaknya juga melihat kearah Abimana sama seperti ia melihat ke arah suaminya tersebut, melihat pemandangan seperti ini suaminya tetap tenang tak ingin kedua anaknya mengetahui bahwa itu adalah ide darinya.


" kenapa?, papi serius loh, kan kamu juga tau itu sih Rindu anak kesayangannya om Aidan " (kata Abimana lagi)


Sekarang giliran Safitri beserta suami & anak bungsunya memandang kearah Zayn menantikan jawaban apa yang akan ia lontarkan, terlihat bahwa anak sulungnya ini sangat tegang karena kata-kata ayahnya barusan yang sontak membuatnya menggaruk-garuk kepalanya yang sepertinya tiba-tiba gatal, melihat tingkah anak sulungnya ini membuat Safitri benar-benar menahan tawanya.


" kenapa kak? " (kata Safitri membuka suara kembali)


" maaf ya Pi Mi, Zayn pikir om Aidan sudah bilang ke papi mami, jadi ceritanya pas Zayn mau antar Rindu kerumahnya, dipertengahan jalan om Aidan telpon, om Aidan gak bolehin Rindu pulang kerumah dulu soalnya di rumah Rindu bakal sendirian jadi minta tolong sama Zayn buat bawa Rindu dulu jalan atau gak bawa ke rumah kita dulu buat nemenin Rindu, berhubungan rumah kita juga gak ada orang Zayn gak berani juga bawa Rindu ke rumah kita jadi Zayn bawa aja jalan " (kata Zayn menjelaskan)


Safitri tersenyum mendengar penjelasan anak sulungnya yang dirasanya cukup bertanggung jawab, ia tak menyangka anaknya tumbuh menjadi pribadi yang dewasa seperti ini.


" nah siangnya mampir lah sekalian jemput Huma disekolah, terus mampir nemenin Huma sama Bumi cari makan siang terus kita berempat mampir taman yang kebetulan Deket dari tempat Huma sama Bumi makan siang " (kata Zayn menjelaskan sebenar-benarnya), " sumpah Zayn gak bakal bawa Rindu sembarangan kalo gak disuruh om Aidan Mi Pi " (kata Zayn lagi)


Mendengar jawaban Zayn ia & suaminya kembali saling memandang, suaminya memang benar mungkin sudah saatnya anak sulungnya ini dinikahkan, terlebih anak sulungnya benar-benar memiliki sifat bertanggung jawab, tak salah juga suaminya menjatuhkan pilihan untuk menyunting anak Aidan untuk Zayn, anak dari salah satu sahabatnya itu pribadinya sangat lembut, telaten, ramah & penyayang cocok untuk Zayn yang sangat cuek dengan wanita.


# Abimana Prasetiya


Ia percaya anaknya adalah seorang pemuda baik-baik bahkan disaat banyak pemuda yang tak bertanggung jawab & memanfaatkan situasi & kondisi untuk melecehkan wanita justru anaknya malah jauh-jauh menghindari agar tak terjadi fitnah & hal-hal yang lainnya yang mungkin saja terjadi diantara seorang wanita & seorang pria.


" masa sih mami sama papi gak percaya sama Zayn " (kata Zayn lagi)


" ok, nanti papi tanya sama om Aidan " (kata Abimana), " kapan kakak balik kerja? " (kata Abimana lagi)


" tiga hari lagi Pi " (kata Zayn), " kenapa Pi? " (kata Zayn lagi)


" papi mau ajak makan keluarga diluar sebelum kakak berangkat, sudah lama kita gak makan diluar barengkan? " (kata Abimana)


" Yeay asik, kapan Pi? " (kata Humaira yang baru bersuara)


" nanti papi atur kapan bisanya ya dek " (kata Abimana)


Abimana berencana akan menyampaikan niat perjodohan ini sebelum anak sulungnya kembali bekerja setelah masa liburannya berakhir dalam Minggu ini, ia sangat berharap jika anak sulungnya tidak menolak dengan rencana perjodohan tersebut.


# Safitri


Karena terlalu asik mengobrol waktu tak terasa telah menunjukan pukul 09.00malam.


" sudah malam tidur sana dek, besok kesiangan loh " (kata Safitri)


" bentar lagi ya mi, itu filmnya masih seru, Bentaran juga abis kok " (kata Humaira)


" kamu udah ngerjain PR dek?, jangan lupa ngerjain PR " (kata Abimana)


" gak ada PR pi tenang aja, aman terkendali " (kata Humaira)


" kak rambut kamu kapan tuh diubah warnanya? " (kata Safitri)


" sebelum kita makan malam diluar papi harap rambut kamu udah diubah ya kak, papi risih liat rambut kakak " (kata Abimana)


" hahahah, biarin mah Pi kak Zayn mau jadi anak alay dia " (kata Humaira)


" rambut kaya rambut siluman api gitu kak, lagian kamu juga bentar lagi berangkat kan, jadi lebih baik besok kamu ke salon hitamin rambut kamu " (kata Safitri)

__ADS_1


" hahahaha, mami suka bener deh bilangin kak Zayn kaya siluman rambut api " (kata Humaira)


" kampret Lo dek " (kata Zayn mengunyel-ngunyel adiknya)


" aaaaaaa,..apa sih kak, hahahaha " (kata Humaira)


Melihat kedekatan antara kedua anaknya membuat dirinya tersenyum, betapa beruntungnya ia kedua anaknya memiliki kedekatan yang sangat baik, kelak jika salah satunya mendapatkan kesulitan ia yakin salah satunya akan dengan senantiasa membantu.


" dek ayo tidur sana, sudah malam loh ini " (kata Safitri)


" iya mi " (kata Humaira)


" Zayn juga mau naik ya mi " (kata Zayn)


Setelah melihat kedua anaknya masuk kedalam kamarnya masing-masing ia & suaminya juga memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya.


Dikamar ia duduk di atas tempat tidurnya sambil memandangi album foto yang telah diambilnya dari dalam laci mejanya, dipandangi potret demi potret yang tertempel rapi di sana, banyak sekali Foto kenangan masa lalunya bersama kedua orangtuanya yang kini telah tiada, bahkan juga potretnya bersama kedua mertuanya yang kebetulan juga sudah tiada.


Banyak kenangan yang tak bisa ia lupakan setiap detik meskipun telah bertahun-tahun berlalu, terlahir dari keluarga yang sederhana tak membuatnya berkecil hati, bahkan ia tak pernah menyangka jika hidupnya saat ini menjadi seperti ini.


" bang mas Min bulan depankan mau syukuran, soalnya Airin sama suaminya mau pindahan ke rumah baru mereka, kira-kira Abang bisa gak ikut kesana? " (kata Safitri)


Airin adalah keponakan Safitri yaitu anak kedua dari mas Min & mbak Nunik, keponakannya tersebut memang sudah berumah tangga & memiliki seorang anak, dalam waktu dekat berencana akan pindah ke rumah baru milik mereka.


" astaga Abang lupa sayang, itu kapan ya? " (kata Abimana)


" Rabu depan sayang " (kata Safitri)


" ya udah kita ijin aja sayang " (kata Safitri)


" tapi Abang bisa ijin gak, kalau gak bisa gak usah dipaksain Pi " (kata Safitri)


" insyaallah sayang " (kata Abimana)


Masih fokus dengan lembaran demi lembaran album yang berada di pangkuannya, ada sebuah potret yang membuatnya tak bisa membalikan lembaran album tersebut, potret kedua orangtuanya yang tersenyum sangat bahagia.


Sebenarnya ada setitik kerinduan yang tak pernah bisa ia ungkapkan, meskipun telah bertahun-tahun ia hidup sebagai seorang yatim-piatu. Luka saat kehilangan kedua orangtuanya tak pernah ia lupakan sampai saat ini, masih terngiang bagaimana hari kelabu itu ia rasakan.


Bertahun-tahun lalu ia berperan menjadi seorang anak yang ingin selalu bersama orang tuanya kini gilirannya ia berperan menjadi orang tua yang menjadi panutan & tempat anak-anaknya kembali saat merasakan peliknya kehidupan.


" sayang kira-kira Zayn bakal terima perjodohannya sama Rindu gak ya " (kata Abimana)


" menurut papi gimana? " (kata Safitri)


" kalo Zayn nolak tolong kamu bujuk dia ya sayang " (kata Abimana)


" hmmm, jadi aku lagi nih harus turun tangan bang? " (kata Safitri)


" ya alternatif kedua, tapi kalo dia masih nolak papi udah siapin rencana supaya dia mau terima perjodohan ini mi " (kata Abimana)


" apa pi? " (kata Safitri penasaran)


" Ada deh, tar juga mami tau sayang " (kata Safitri)


" emmm, jadi mau main rahasia-rahasiaan nih " (kata Safitri)


" hehehe, sabar sayang " (kata Abimana)


# Abdul Zayn Mikail


Sudah pukul 10.30malam tapi ia enggan memejamkan matanya, sudah satu jam bereda dikamarnya rasa kantuk tak juga kunjung datang, ia memilih memainkan game online yang selama ini telah setia menemaninya di saat ia merasakan kegabutan seperti ini.


Saat masih asik memainkan game online tiba-tiba ada panggilan masuk dari salah satu teman kerjanya yang kebetulan seorang pramugari di pesawat yang biasa ia kemudikan.


" sh*itttt......AFK lagi gue, kenapa lagi ini Maura nelpon malam-malam gini kaya gak ada kerjaan aja " (kata Zayn agak kesal)


Sedikit kesal ia langsung menjawab telpon dari teman kerjanya tersebut.


* 📞 panggilan WhatsApp name Maura...


" hallo assalamualaikum " (kata Zayn)


" wa'allaikumsalam, Zayn " (kata Maura)


" iya kenapa?" (kata Maura)

__ADS_1


" enggak gue cuman mau tanya, Lo kapan baliknya?, soalnya gue mau barengan " (kata Maura)


Kali ini ia benar-benar sangat kesal karena temannya menelponnya hanya untuk menanyakan hal yang tak penting seperti itu padanya.


" tiga hari lagi gue balik, tapi kalo Lo mau bareng liat aja entar ya " (kata Zayn), " oh ya Maura udah dulu ya, udah malam nih gue ngantuk " (kata Zayn beralasan)


" oke, sorry ya ganggu " (kata Maura)


Panggilan telepon pun segera ia matikan tak menunggu lama ia buru-buru kembali masuk kedalam akun gamenya yang telah ia tinggalkan.


" ah sialaaaaaa*n, AFK beneran kan gue " (kata Zayn)


*tot...tok....tok


" Zayn, belum tidur kak " (kata suara dari luar yaitu suara Abimana)


# Abimana Prasetiya


Ia melangkah keluar kamarnya karena tiba-tiba merasa haus, saat Melawati kamar anak sulungnya ia mendengar anak sulungnya sedang mengumpat kesal entah karena apa, ia segera mengetuk kamar Zayn untuk mencari tahu apa yang sedang anaknya lakukan.


*tok...tok...tok


" Zayn, belum tidur kak " (kata Abimana)


Tiba-tiba pintu kamar anak sulungnya terbuka & terlihat anaknya didepan pintu.


" iya Pi " (kata Zayn)


" kok gak tidur, kakak ngapain? " (kata Abimana)


" lagi main game online Pi, maklum gak bisa tidur ini " (kata Zayn)


" astaga papi kira ngapain, kok ribut banget " (kata Abimana)


" kesel Zayn Pi, asik-asik main ada yang nelpon bikin AFK " (kata Zayn)


" ya udah kalo gitu, papi kira kenapa, kalo main game tidur jangan kepagian, istirahat yang cukup mumpung libur ini " (kata Abimana menepuk pundak anaknya)


" oke Pi " (kata Zayn)


" dah sana lanjut " (kata Abimana turun kebawah)


Abimana menggelengkan kepalanya mengetahui anaknya sedang asik bermain game online untuk mengisi kejenuhannya, padahal pemuda seusianya pasti akan menghabiskan waktu jenuhnya dengan menghubungi kekasihnya, hal tersebut justru tak dilakukan anak sulungnya karena anak sulungnya tak mempunyai pacar.


Bahkan terkadang saat libur seperti ini Zayn enggan untuk menghubungi teman-teman satu kantornya, entah karena Abimana tak tau jika anaknya pernah menghubungi teman satu kantornya atau memang hal itu benar adanya.


Setelah menenggak satu gelas air putih ia kembali naik keatas menuju kamarnya. Didepan kamar putri bungsunya ia tiba-tiba berhenti, dibukanya kamar tersebut untuk memastikan apakah anak keduanya ini sudah tidur, saat dibuka handle pintu kamar tersebut ia melihat anak bungsunya sudah terlelap dalam tidurnya, ia melangkah kedalam kamar putri bungsunya untuk membenarkan selimut Humaira yang telah berada dikakinya.


" astaga anak gadis tidurnya gini amat sih " (kata Abimana berkata sendiri sambil membenarkan selimut anaknya)


" mimpi indah ya malaikat kecilnya papi " (kata Abimana sambil mengelus rambut Humaira & mencium kening putrinya)


Ia melangkah keluar dari kamar putri bungsunya & menutup pintunya perlahan-lahan setelah itu kembali kekamarnya, dikamar masih terlihat istrinya masih tetap terjaga, entah apa yang sedang ia pikirkan, mungkin saja saat ini istrinya gantian sedang menghawatirkan rencana perjodohan anak sulungnya.


" hemmm, mi tidur aja yuk udah malam nih sayang " (kata Abimana sambil memeluk istrinya)


" mami tiba-tiba gak ngantuk sayang " (kata Safitri)


" mikirin apa sayang? " (kata Abimana)


" gak ada Pi " (kata Safitri)


" mami pasti mikir Zayn ya, jangan boong sama papi " (kata Abimana)


" agak khawatir sih bang kalo-kalo dia nolak perjodohan pasti bang Aidan sama Risya bakal kecewakan " (kata Safitri)


" udah mi, yakin aja Zayn pasti gak bakal nolak, soalnya papi udah punya seribu cara supaya mereka jadi " (kata Abimana)


" tapi kalo Rindu yang gak mau gimana pi " (kata Safitri)


" kita serahin itu ke Aidan sama Risya ya sayang, mereka pasti bakal bujuk anak mereka juga kan " (kata Abimana), " ya udah tidur yuk, apa mau bikin dedek dulu buat Huma " (kata Abimana menggoda istrinya)


" is apaan sih, yuk tidur aja sayang " (kata Safitri)


Setelah dirinya mengkhawatirkan rencana perjodohan anak mereka kini giliran istrinya yang tiba-tiba juga mengkhawatirkan rencana perjodohan dua belah pihak ini.

__ADS_1



Maura


__ADS_2