Polwan Cantik

Polwan Cantik
#103


__ADS_3

Mobil yang ia naiki bersama kekasihnya kini telah sampai dipekarangan rumahnya, Safitri membuka pintu mobil tanpa menunggu Bripka Abimana terlebih dahulu, ia berusaha tenang sambil berjalan menuju teras rumah, disana sudah ada ibu & yang lain menyambutnya, begitu ia sampai diteras rumah ibu memeluknya sambil menangis, membuatnya tak kuasa menahan kesedihannya lagi, seberapapun ia mencoba tegar tetap saja tidak bisa ia pungkiri betapa hatinya sungguh-sungguh bersedih tetapi ia berusaha tetap menenangkan dirinya sendiri demi ibunya.


" Nduk, cak ayu, kamu sudah pulang Nduk " (kata ibu sambil menangis)


Safitri hanya bisa diam mematung memeluk ibunya, ia tak sanggup berkata-kata hanya air mata saja yang mampu mengartikan kesedihannya.


" Nduk, sekarang kita bakal tinggal berdua aja dirumah Nduk, ayah ninggalin kita berdua " (kata ibu masih menangis)


" ayah,...ayah....ayah.... Safitri sayang sama ayah....maafin Safitri yah,... Safitri gak ada disaat-saat terahir hidupnya ayah,.... " (kata Safitri yang masih menangis)


Safitri tak sanggup menahan gejolak dihatinya lagi yang selama beberapa hari ia pendam, ia menangis sejadi-jadinya kembali, siapapun yang melihat pemandangan ini pasti akan ikut meneteskan air matanya begitupun dengan tunangannya.


" sayang sudah sayang " (kata Abimana menenangkan Safitri)


" bu " (kata mas Har)


" ini semua sudah takdir sang illahi,...ayah disana sudah tenang, kita sama-sama doakan aja, jangan terlalu berlarut-larut lagi dalam kesedihan, kasihan ayah " (kata mas Min)


" iya nduk, mas tau kesedihanmu, kamu sedih soalnya gak bisa ngeliat ayah buat yang terakhir kali, walaupun kamu gak ada waktu ayah meninggal tapi kamukan masih bisa mendoakan ayah dari sana itu sudah cukup, lagian kamu gak bisa pulang itu bukan karena kemauanmu, ayah pasti ngerti " (kata mas Har)


" nduk mas tau kamu paling dekat sama ayah, kamu kesayangannya ayah, kamu juga sayang sama ayah, tapi kalau kamu begini terus gak akan buat ayah disana tenang, ayah malah bakal tersiksa ninggalin kita dengan cara begini, memang ini berat Nduk tapi kita harus belajar iklas walaupun iklas itu sangat sulit " (kata mas Min)


" kamu yang sabar ya nduk " (kata ibu)


Kehidupan adalah milik sang pencipta kapanpun ia mau memanggil kita kembali kepangkuannya mau tidak mau kita harus siap, ini lah takdir ketentuan yang maha kuasa kita lahir maka kita juga akan mati, kehidupan hanyalah titipan semata, suatu saat nanti kita semua akan kembali kepadanya, hanya tinggal menunggu waktu saja. Safitri saat ini telah merebahkan dirinya dikamar ayahnya diatas ranjang ia memeluk bantal yang selalu dipakai ayahnya, ibu duduk ditepi renjang & mengelus kepalanya, air matanya kembali menetes, lima bulan yang lalu saat ia pulang adalah saat-saat terakhir ia bersama ayahnya.


" Nduk, sudah yuk keluar cah ayu, didepan ada nak Abi, kasian dia kamu tinggal " (kata ibu)


Ia hanya diam merasakan aroma bantal khas ayahnya, aroma yang sangat ia rindukan.


" Nduk, ayah mu sayang banget sama kamu, pasti sekarang dia bangga sama kamu, anak kesayangannya sudah jadi polwan " (kata ibu)


" ya bu, bu Safitri nanti sore mau kemakam ayah ya sama bang Abi " (kata Safitri)


" iya Nduk, sekarang ayo keluar, sana cepat ganti bajumu kalau mau kemakam ayahmu " (kata ibu)


" ayo bu " (kata Safitri)


Safitri lalu masuk kekamarnya berganti baju, saat ini jam menunjukan pukul 02.00siang, meski lelah karena menempuh perjalanan yang sangat lama Safitri enggan untuk beristirahat ia keluar dari kamar & menemui ibu beserta yang lainnya diruang keluarga, disana juga sudah ada tunangannya yang sedari tadi enggan untuk meninggalkannya. Safitri kini telah duduk diantar ibunya & tunangannya, ia menempel kepada ibunya seperti biasa.


" Nduk besok sudah mulai kerja? " (kata mbak Nunik)


" iya mba, mba Nunik sama mba Juni bawa dedek bayi gini dipesawat kasian banget dedenya, namanya siapa mba? " (kata Safitri)


" anaknya mba Nunik Airin Fit namanya, kalo anak mba namanya Arkana " (kata mba Juni)


" anak-anak kita tidur nyenyak ya Jun didalam pesawat gak rewel Alhamdulillah " (kata mba Nunik)

__ADS_1


" kakak Revi sekolahnya ijin lagi ya? " (kata Safitri)


" iya onty " (kata Revi)


Kumpul keluarga begini adalah saat-saat yang dirindukan, setidaknya dengan begini rasa sedihnya sedikit menghilang.


" bang jam berapa kita mau kemakam ayah? " (kata Safitri)


" sore aja sayang, ade istirahat aja dulu " (kata Abimana)


" bang Abi gak balik kantor? " (kata Safitri)


" gak de, abang sudah suruh Aidan ijin sama orang kantor " (kata Abimana)


" ayo makan siang dulu, ayo Nduk kedapur ajak nak Abi kita makan siang sama-sama " (kata ibu)


" Safitri sudah makan bu " (kata Safitri)


" ayo bu kita makan " (kata mas Har)


" silahkan mas, Abi juga sudah makan " (kata Abimana)


" beneran sudah pada makan? " (kata ibu)


" ibu sama mas-mas mba-mba makan aja, Safitri sama bang Abi disini aja sekalian jagain Airin sama Arkana " (kata Safitri)


" ya sudah kalau begitu, ayo Jun, Nik " (kata ibu)


" bang lucu ya mereka " (kata Safitri)


" ade mau punya anak? " (kata Abimana)


" mau tapi tunggu sudah nikah punya suami " (kata Safitri)


" emang ade siap melahirkan Abi junior? " (kata Abimana tersenyum)


" dih apaan sih bang senyum-senyum gitu, ngeri tau jadinya, lagian nikah aja belum udah mikir anak lagi " (kata Safitri)


" kenapa sih sayang, bang abi senyum dibilanga ngeri, bukannya senyum bang Abi manis? " (kata Abimana)


" hahahah, manis darimana? " (kata Safitri)


" coba aja jilat bibir abang kalo ga **** deh pasti manis " (kata Abimana)


"iiiiyyyyuuuhh,...itu sih maunya abang, hahahA " (kata Safitri)


" uluh, akhirnya bisa liat ade ketawa lagi, kangennya " (kata Abimana memeluk Safitrilagi & mengelus kepalanya

__ADS_1


" bisa juga kangen? " (kata Safitri)


" isss....malah bilang begitu, bang Abi kangen banget sayang " (kata Abimana lalu menggigit telinga Safitri)


" aaauuuuuuw, iiiiih sakit bang " (kata Safitri)


" ade bikin bang Abi grigitan pengen makan rasanya, jadi laper " (kata Abimana)


" kalo laper makan sana bang, masa telinga aku jadi sasaran " (kata Safitri cemberut)


" bang Abi pengen makan kamu sayang, muaccccchhhh " (kata abimana sambil mengcup pipi safitri sebentar)


" kanibal " (kata Safitri)


" de " (kata Abimana)


" hmmmm,.. " (kata Safitri)


" ilove u " (kata Abimana)


" ilove u more " (kata Safitri)


" cincin mu mana sayang?, sini bang Abi pakein lagi " (kata Abimana)


" eh iya nih dileher jadi satu sama kalung dari mama " (kata Safitri)


" sini abang lepasin dulu " (kata Abimana)


Kini telah melingkar kembali cincin pertunangannya dijari manisnya, ia tersenyum kepada kekasinya yang telah menjadi tunangannya.


" gak terasa sudah 7bulan kita sama-sama ya sayang " (kata Abimana)


" hmmmm " (kata Safitri)


" sebentar lagi abang bisa nikahin ade, semoga kita bisa bertahan sampe menuju halal ya sayang " (kata Abimana)


" iya sayang, tapi sayang kalau kita nikah aku mau ibu ikut kita, boleh gak? " (kata Safitri)


" boleh sayang, ibu jugakan sekarang tinggal sendirian " (kata Abimana)


" makasi bang, ilove u so much, muaaaacchhh, muaaaaaccchhh, muaaaccchhh " (kata safitri sambil mencium kening lalu pipi kanan kiri Abimana)


" aiiiihhhhh, kurang sayang " (kata Abimana)


" ckkk, jangan macam-macam deh bang, dikasih hati minta jantung " (kata Safitri)


" hahahahha, bang Abi gak barani macam-macam sama ade, udah bisa bela diri bisa-bisa jari Abang patah beneran " (kata Abimana)

__ADS_1


"hahahahaha " (kata Safitri)


Sudah lama mereka berdua tidak mengobrol bebas seperti ini, mengobati sedikit kerinduan yang sudah lama terbelenggu dihati.


__ADS_2