
# Rindu Mentari
Ia tak menyangka jika Zayn bisa semarah ini padanya, sedari kemarin sejak pulang dari kampus sampai hari ini Zayn tak menghubungi dirinya, Rindu tak mengerti dimana letak kesalahannya hingga Zayn marah padanya kemarin padahal bukan tanpa alasan Rindu tak ingin banyak yang tau perihal pertunangannya dengan Zayn ia melakukan itu semata-mata karena tau banyak fans gila Zayn ditempat ia berkuliah, Rindu tak ingin jika dirinya menjadi bulan-bulanan para fans Zayn. Sedari tadi Rindu hanya memikirkan Zayn yang tak tau dimana rimbanya.
" ngpain kamu beib?, ngelamun aja disini, ada masalah ya?, kok dari tadi kaya gak semangat gitu sih " (kata Jiya)
" gak papa Jiy, kayanya aku rada gak enak badan deh " (kata Rindu)
Karena memikirkan Zayn yang tiba-tiba marah dengannya membuat Rindu jadi lupa untuk mengisi perutnya pagi tadi sehingga saat ini Rindu merasakan agak mual karena masuk angin.
" kamu pucet banget tau, kalo sakit mending ijin aja deh " (kata Jiya)
" gak papa Jiy, aku gak papa kok, uweeeekkkk " (kata Rindu mual)
" beib lo beneran gak papa? " (kata Jiya)
" gak papa beib, uweekkkkk " (kata Rindu)
Karena tak tahan dengan mual yang ia rasakan Rindu akhirnya berlari menuju kamar kecil, Jiya mengikuti dirinya dari belakang.
" kamu sakit apa sih beib?, mana seharian ngelamun, murung gak kaya biasanya, mana ini mual-mual " (kata Jiya), " oh my god, beib kamu gak lagi hamil kan?, astaghfirullah " (kata Jiya)
Rindu yang sedang muntah-muntah tak sanggup menjawab pertanyaan Jiya karena saat ini perutnya terasa semakin mual seperti diaduk-aduk.
" kurang ajar tuh pilot gelo, bisa-bisanya berbuat yang enggak-enggak sama kamu beib, harus di semprot nih brengsek memang tuh pilot sok ganteng udah bikin hamil kamu kaya gini, gak bakal aku biarin dia kabur " (kata Jiya sambil menghubungi seseorang dari ponselnya)
Rindu duduk berjongkok karena kehabisan tenaga lemas tak berdaya.
# Faiz Fakhrul Al-fatah
Hari ini adalah hari terakhirnya berada di kota C karena esok ia harus kembali ke kota D sebelum dirinya berangkat kembali bekerja sebagai angkatan laut, jam telah menunjukkan pukul 01.00 siang, seharian ini ia & Zayn hanya duduk diam dirumah pamannya sambil bermain PS, ia melihat kearah Zayn yang mukanya terlihat agak lecek, sedari kemaren setelah menjemput Rindu pulang dari kampus & mengantarkannya pulang sampai hari ini wajah Zayn kusut bakal kertas lecek.
" lo kalo ada masalah cerita lah bro, mumpung gue disini, besok gue balik loh " (kata Faiz)
Zayn melihat kearahnya masih dengan ekspresi wajah yang sama, Faiz menepuk-nepuk pundak Zayn sambil tersenyum & menggelengkan kepalanya.
" lo mulai suka ya sama Rindu? " (kata Faiz)
" gak Fa " (kata Zayn)
" ngaku aja deh lo, pasti lo mulai cinta kan sama Rindu? " (kata Faiz)
" enggak Fa, lo mah kalo dibilang enggak gak percaya banget " (kata Zayn)
" jelas lah gue gak percaya, sekarang gue tanya lo kenapa? " (kata Faiz)
" hmmmm, jadi gini nih gue kesel ama Rindu soalnya dia nutup-nutupin statusnya dia sebagai tunangan gue " (kata Zayn)
" terus gitu doang lo ngambek gitu ama Rindu?, segitu maunya lo temen-temen kampus Rindu tau kali Rindu udah tunangan sama lo, itu artinya lo mulai suka sama dia " (kata Faiz)
Zayn tiba-tiba terdiam karena kata-kata nya, mungkin Zayn berusaha berfikir tentang ucapan yang Faiz katakan padanya kali ini, tiba-tiba saat asik mengobrol ponsel miliknya berdering, Faiz berdiri menuju arah ponselnya yang ia letakan diatas ranjang dengan sembarangan.
📞 panggilan masuk Jiya....
" akhirnya nih cewek ngubungin gue lagi " (kata Faiz tersenyum)
" cewek lagi? " (kata Zayn)
" ssstttt " (kata Faiz)
Faiz segera mengangkat panggilan telepon dari Jiya, sudah sekitar tiga harian Jiya tak menghubungi dirinya begitu juga dirinya tak pernah lagi menghubungi Jiya setelah tau status Jiya adalah Tunangan orang.
📞 panggilan masuk Jiya...
" hallo assalamu'alaikum " (kata Faiz)
" waalaikumsalam, kak Faiz ada pilot songong gak disitu? " (kata Rindu)
" pilot songong? " (kata Faiz)
" iya pilot songong, sih Zayn " (kata Rindu)
" ngapain cari-cari Zayn? " (kata Faiz)
" gue mau maki-maki tuh cowok ********, bisa-bisanya bikin temen gue bunting kaya gini, tuh otak bisa mikir gak bisanya dia ngerusak hidupnya temen gue " (kata Rindu nyerocos panjang lebar)
" hamil? " (kata Faiz)
" iya temen gue Rindu hamil, brengsek memang tuh kadal buntung, suruh dia ke sini pengen gue bejek-bejek tuh mukanya " (kata Rindu)
__ADS_1
" tunggu dulu, lo gak salah ngomongkan bilang kalo Rindu hamil Jiy? " (kata Faiz)
Tiba-tiba Zayn berdiri dengan wajah setengah kaget menghampiri dirinya karena mendengar perbincangannya dengan Jiya ditelpon.
" apaan sih bro?, itu pasti Jiya ya?, dia bilang apa?, Rindu hamil? " (kata Zayn)
" gue juga bingung, tapi nih si Jiya ngomongnya gitu, tapi lo tenang ya jangan emosi " (kata Faiz mencoba menenangkan Zayn)
" sini HP lo biar gue yang ngomong " (kata Zayn mengambil ponsel milik Faiz)
Ponselnya telah berpindah ketangan Zayn, Zayn menekan tanda speaker agar dirinya ikut mendengarkan pembicaraan Jiya juga.
" hallo ini gue Zayn, sorry gue mau nanya lo bilang apa barusan? " (kata Zayn)
" oh Zayn, eh kadal buntung buruan lo samperin gue ama Rindu dikampus, dasar lo cowok brengsek, lo gak bisa ya cari cewek bayaran ngapain sih lo bikin hamil temen gue, binatang lo memang " (kata Jiya)
" heh jaga ya mulut lo, gue gak pernyataan ngapa-ngpain Rindu " (kata Zayn)
" munak lagi lo pake acara gak ngaku, lo gak berani kesini kan pasti, dasar pengecut lo " (kata Jiya)
" heh kalo emang gue ngapa-ngpain Rindu gue bakal tanggung jawab meskipun dia gak hamil tapi kenyataannya gue ama dia memang gak pernah ngapa-ngpain, gue gak takut ya sama lo karena gue gak salah, sekarang juga gue kesitu " (kata Zayn menutup ponsel milik Faiz)
Terlihat raut Wajah Zayn makin merah padam menahan amarahnya, Zayn tak pernah melakukan hal yang tidak-tidak Faiz yakin itu.
# Abdul Zayn Mikail
" Astaghfirullah, apaan lagi sih ini, aaaahhh " (kata Zayn)
" tenang bro, sabar lo, mendy sekarang kita samperin mereka dikampus " (kata Faiz)
Zayn tengah bersiap-siap bersama Faiz menuju kampus Rindu, saat ini mereka berdua sudah berada didalam mobil milik Zayn, seperti biasa Faiz lah yang mengambil alih kemudinya.
" lo beneran belum ngapa-ngpain Rindu kan bro? " (kata Faiz)
" sumpah gue bro, gue belum ngapa-ngpain dia, masa lo gak percaya ama gue " (kata Zayn)
" bukannya gue gak percaya sama lo, ya mana gue tau kalo lo khilaf " (kata Faiz)
" tapi sumpah gue beneran belum ngapa-ngpain dia bro " (kata Zayn)
" jadi kalo bukan lo siapa yang bikin Rindu tekdung? " (kata Faiz)
" ahhhh, si*lan bisa-bisanya gue ketipu muka lugunya, gak taunya sama murah*nnya kaya cewek-cewek yang diobral diluar sana, brengs*k " (kata Zayn memaki)
" sabar bro, nanti kalo sudah sampe kita tanya baik-baik ke Rindu " (kata Faiz)
" gue mau hubungin Gibran buat liat kondisi Rindu " (kata Zayn)
" ok " (kata Faiz)
Meskipun Zayn sangat marah dengan kabar yang ia dengar tentang kehamilan Rindu tetapi ia tetap mencemaskan keadaan Rindu saat ini, tak bisa dipungkiri dia masih perduli dengan Rindu meskipun detik ini Rindu sangat-sangat membuatnya kecewa. Zayn mengambil ponsel miliknya & segera menghubungi Gibran.
📞 calling is My brother Gibran....
tut.... tut....
" hallo assalamu'alaikum bang " (kata Gibran)
" waalaikumsalam, dimana lo Gibran? " (kata Zayn)
" dikampus bang, kan lo tadi liat gue berangkat kekampus " (kata Gibran)
" kalo lo gak sibuk tolong lo cari Rindu " (kata Zayn)
" ok bang " (kata Gibran)
Tanpa berbasa-basi lagi ia segera menutup panggilan teleponnya tersebut, Zayn memegangi kepalanya, berkali-kali ia menggelengkan kepalanya & menggerutu kesal, ia nampak sangat frustasi saat ini, Faiz menepuk-nepuk bahu Zayn untuk menenangkan dirinya.
" ini pake macet segala pula, gak ada jalan lain Fa?, bisa gak muter kita? " (kata Zayn)
" gak bisa bro, lo liat dong dibelakang kita juga banyak kendaraan " (kata Faiz)
Disaat-saat segenting ini justru ia harus dihadapkan dengan kemacetan, mobilnya terjebak diantara puluhan mobil yang juga sedang terjebak macet disana.
#Rindu Mentari
Jiya nampak lemas tak berdaya tetapi ia masih bisa mendengar semua perbincangan Jiya dengan Faiz & Zayn, teman baiknya ini telah salah faham mengatakan bahwa dirinya sedang hamil padahal jelas-jelas saat ini Rindu sedang masuk angin mungkin saja ini gara-gara tadi pagi ia lupa untuk sarapan & kebetulan malam tadi ia juga tak makan malam karena moodnya sedang tidak baik.
Rindu benar-benar terkejut Jiya menghubungi Faiz & Zayn & mengatakan yang tidak-tidak bahkan Jiya memaki-maki Zayn, Rindu yakin jika Zayn saat ini pasti juga sedang salah faham kembali dengan dirinya, Rindu tak bisa membayangkan lagi bagaimana reaksi Zayn saat ini, setelah berbicara panjang lebar akhirnya Jiya menutup panggilan tersebut & membantu memarahinya keluar dari kamar kecil.
__ADS_1
" kamu yang sabar ya beib, kita kedokter aja, bentar aku cari bantuan " (kata Jiya)
" gak usah beib, aku gak papa " (kata Rindu)
" gak papa gimana?, kamu lagi mabuk loh ini beib, kamu hamil muda " (kata Jiya)
" Jiy aku gak hamil " (kata Rindu)
" beib aku ngerti kamu pasti sengaja nutupin ini kan?, tapi mau sampe kapan?, sampe perut kamu buncit gitu? " (kata Jiya)
Rindu sudah tidak tahan lagi karena saat ini ia sangat lemas, perutnya serasa diremas-remas, keringatnya bercucuran deras, matanya tak sanggup terbuka pikirannya melayang tiba-tiba ia terjatuh & tak sadarkan diri.
# Aryan Gibran Alaric
Gibran berlari kearah dua wanita yang tengah berada di dekat kamar kecil, melihat Rindu terkapar lemah lunglai karena pingsan Gibran langsung menggendong Rindu ke arah parkiran menuju mobilnya. Gibran tau jika Zayn melihatnya menyentuh Rindu apalagi menggendongnya seperti ini pasti kakak sepupunya itu akan marah besar padanya tetapi ini ia lakukan karena tak ada pilihan lain, Gibran tak bisa membiarkan calon dari kakak sepupunya tersebut terkapar dilantai tak ada yang menolong karena kebetulan diarea tersebut sedang sepi.
" lo tolong masuk duluan " (kata Gibran)
Gibran menyuruh Jiya untuk masuk duluan ke mobil miliknya agar bisa memangku kepala Rindu yang sedang tak sadarkan diri. Setelah meletakan Rindu dibangku belakang ia segera masuk menuju bangku kemudinya tanpa menunggu lama mobil segera ia kendarai menuju rumah sakit terdekat.
" lo ada nomernya bang Faiz kan?, tolong lo kabarin bang Faiz kasih tau dia kita menuju kerumah sakit Restu Bunda " (kata Gibran)
" iya " (kata Jiya)
Setelah beberapa menit akhirnya mobil yang ia kendarai sampai juga diparkiran rumah sakit tersebut, Gibran kembali menggendong Rindu menuju ruang IGD, disana sudah ada dokter yang langsung menangani Rindu. Gibran mencoba mengubungi Zayn, untuk menanyakan sudah dimana saat ini kakak sepupunya tersebut.
📞 calling is my brother Zayn....
tut... tut...
" hallo assalamu'alaikum " (kata Gibran)
" Waalaikumsalam " (kata Zayn)
" Sudah dimana lo bang sekarang " (kata Gibran)
" bentar lagi sampe Gib, lo masih dirumah sakit? " (kata Zayn)
" iya bang " (kata Gibran)
" jangan pergi dulu, tunggu gue " (kata Zayn)
Panggilan teleponpun segera ditutup, sampai saat ini dokter belum keluar untuk memberitahu apa yang terjadi pada Rindu.
# Abdul Zayn Mikail
Mobil mereka telah berada diparkiran Rumah sakit, ia buru-buru keluar menuju IGD tempat saat ini Rindu berada, diluar ruang IGD dilihatnya sudah ada Gibran & Jiya duduk menunggu dikursi luar, ia segera menghampiri mereka berdua bersama Faiz.
" Gimana keadaannya Gib? " (kata Zayn)
" dokternya belum keluar bang " (kata Gibran)
Dokter yang barusan memeriksa Rindu akhirnya keluar juga dari ruang IGD, Zayn langung menghampiri dokter tersebut.
" Dok gimana keadaannya dok? " (kata Zayn)
" agak lemas ya kekurangan cairan, soalnya terlalu banyak muntah " (kata dokter tersebut)
" maaf dok, Kira-kira berapa bulan usia kandungannya? " (kata Zayn)
" kandungan? " (kata dokter sedikit kaget)
" hamil? " (kata Gibran menatap Faiz)
Zayn heran karena dokter tersebut malah tersenyum karena pertanyaannya, padahal Zayn benar-benar khawatir dengan keadaan Rindu.
" iya dok, dia lagi hamil kan? " (kata Zayn)
" maaf mas, mbak yang ada didalam itu gak lagi hamil kok, bahkan itu lagi datang bulan " (kata dokter tersebut)
" lah terus kenapa dia muntah-muntah gitu dok? " (kata Jiya)
" mbak yang didalam itu punya maag akut mbak, kayaknya perutnya kosong, jadi asam lambungnya naik, itu yang bikin mual-mual " (kata dokter tersebut)
" tapi tunangan saya beneran gak lagi hamil kan dok? " (kata Zayn memastikan)
" enggak mas, masa mas sebagai tunangannya gak tau kalo tunangannya lagi datang bulan " (kata Dokter)
Zayn berfikir pasti dokter tersebut mengira jika Zayn & Rindu telah melakukan hubungan suami istri karena pertanyaannya tentang Rindu yang hamil atau tidak, tapi Zayn tak perduli itu yang penting saat ini calon istrinya tersebut tidak benar hamil, itu semua hanyalah salah faham saja, ia buru-buru masuk kedalam ruang IGD untuk melihat keadaan Rindu yang belum sadarkan diri.
__ADS_1