Polwan Cantik

Polwan Cantik
#77 SEASON 2


__ADS_3

Adzan subuh telah berkumandang diponsel miliknya, Zayn masih terjaga dari semalam sampai pagi ini, wajahnya kusut tak berbentuk bagai kertas lecek, ia memijat pelan pelipisnya yang memang terasa sakit, kata orang malam pertama merupakan malam yang panjang untuk pasangan pengantin baru, memang hal itu benar adanya tapi bukan malam panjang untuknya & Rindu melainkan untuknya saja, semalaman ia gelisah tak bisa tidur karena birahinya tak terpenuhi. Zayn juga tak ingin memaksakan kehendaknya, ia tak ingin dianggap egois oleh Rindu.


Zayn hanya bisa memandang Rindu yang sedang tertidur dengan lelapnya, Rindu terlihat kelelahan mengingat acara resepsi berjalan cukup lama bahkan sangking lamanya tumit istrinya sampai lecet karena terlalu lama memakai high heels. Melihat Rindu ia tak tega membangunkannya pagi ini tetapi ia harus tetap membangunkan Rindu untuk melakukan sholat subuh bersama. Zayn mengelus kepala Rindu untuk membangunkannya, sesekali ia mencium puncak kepala Rindu, Rindu menggeliat bereaksi karena mendapatkan sentuhan darinya, Rindu membuka matanya perlahan & menggosok-gosok matanya.


" Astagfirulloh kak Zayn " (kata Rindu terduduk)


Zayn ikut duduk melihat Rindu yang terkejut entah mengapa, Zayn menutup tubuh Rindu kembali dengan selimut karena sepertinya ia lupa semalam telah mengenakan lingerie transparan.


" kenapa kok kaget gitu? " (kata Zayn)


" sorry kak, aku kaget kakak tidur di sebelah aku lupa kalo kita udah nikah kemaren " (kata Rindu mengingat)


" ehem, ya sudah kita siap-siap sholat ya " (kata Zayn tersenyum & turun dari tempat tidur)


" iya kak " (kata Rindu masih diam ditempat)


Zayn menuju kamar mandi untuk berwudhu setelah berwudhu Zayn segera mengenakan pakaian rapi untuk menunaikan sholat, melihat Rindu yang masih tetap berada diatas tempat tidur & tak bergeming Zayn menghampiri istrinya.


" kenapa gak siap-siap? " (kata Zayn)


" aku malu mau ke kamar mandi buat wudhu " (kata Rindu)


" kenapa? " (kata Zayn)


Ia lupa dengan apa yang membungkus tubuh Rindu saat ini, Zayn mengambilkan kaos oblong miliknya yang semalam sengaja tak ia gunakan agar bisa digunakan oleh Rindu.


" pake baju aku aja, ini gak aku pake kok " (kata Zayn)


" makasih kak " (kata Rindu)


Setelah memakai baju miliknya Rindu segera turun dari tempat tidur menuju kamar mandi, setelah bersiap mereka berdua segera sholat berjamaah berdua, Zayn mengimami sholat subuh untuk pertama kalinya meskipun beberapa kali mereka berdua juga pernah sholat berjamaah bersama tapi ini adalah sholat pertama setelah mereka sah menjadi suami istri. Setelah selesai sholat Zayn & Rindu bersalaman, Zayn mencium kening Rindu, mulai detik ini Zayn harus terbiasa dengan hal ini begitu juga dengan Rindu sebagai istrinya.


Seperti kebiasaan Zayn di pagi hari ia akan bersantai di balkon sambil menikmati sebuah kopi late, Zayn menghubungi resepsionis untuk memesan secangkir kopi late untuknya beserta sarapan pagi untuknya & Rindu, setelah pesanannya diantarkan oleh resepsionis ia segera membawa secangkir kopinya ke balkon.


Zayn memandangi pemandangan pagi ini yang masih gelap sambil menghirup udara segar pagi ini, ia merenggangkan lengannya, siang nanti ia akan membawa Rindu menuju kota C untuk melihat rumah yang telah ia beli dua bulan yang lalu atas nama Rindu, sebelum ia & Rindu pindah menempati rumah tersebut Zayn ingin mengajak Rindu untuk memilih perabotan yang akan mengisi rumah mereka.


" kak kita nginep disini semalem aja kan?, nanti malem kita udah gak disini lagi kan? " (kata Rindu)


Rindu yang baru keluar dari arah dalam & duduk disebelahnya mengalihkan pandangannya dari pemandangan pagi hafi yang belum nampak.


" kamu duduk yang bener lah, paha ditutup dong, aduh ngeganggu banget tau " (kata Zayn sambil menggaruk kepalanya)


Istrinya saat ini sedang membenarkan duduknya & menari-narik baju Zayn yang telah ia pakai saat ini, baju tersebut nampak kebesaran ditubuh Rindu tetapi tetap saja mengespos sebagian paha mulus istrinya.


" nanti malam kita nginep di kota C ya?, di rumah kita, aku mau ajak kamu buat cari beberapa perabotan buat ngisi rumah kita sebelum kita tinggalin " (kata Zayn)


" jadi kita beneran bakal terbang kesana " (kata Rindu)


" iya babby " (kata Zayn)


ia berfikir karena sudah menikah seharusnya mereka berdua memiliki panggilan sayang, Rindu kelihatan sangat terperangah mendengar panggilan sayang darinya.


" Huaaaammmm, allahuakbar " (kata Zayn menguap)


" kakak pagi-pagi nguap sih " (kata Rindu)


" ngantuk sayang " (kata Zayn) , " hem, kayanya bagus aku manggil kamu begitu ya dari pada manggil nama " (kata Zayn tersenyum)


" tapi aku dengernya aneh kak, mungkin karna belum biasa kali ya " (kata Rindu)


" gak papa ah harus di biasain, aku tidur dulu bentar ya, nanti jam 9 bangunin aku " (kata Zayn)


" baru bangun kok udah mau tidur lagi sih kak? " (kata Rindu)


Zayn melihat kearah Rindu, ini semua karena dirinya sampai-sampai semalaman tadi ia tak bisa memejamkan mata & terus terjaga.

__ADS_1


" kalo kamu liat muka aku ada tampang-tampang badu bangun tidur gak? " (kata Zayn)


" ya enggak lah kan kakak tadi baru aj wudhu sholat " (kata Rindu), " tunggu dulu, jangan bilang kak Zayn semalem gak tidur " (kata Rindu)


" nah tuh pinter, ya udah ya aku mau tidur dulu " (kata Zayn masuk kedalam)


Zayn membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sendiri, sebelum terbang ke kota C ia harus lebih fit dari saat ini karena kebetulan kepalanya juga sudah sangat nyeri.


" kak " (kata Rindu yang juga ikut masuk kembali kekamar)


" hmmmm " (kata Zayn malas membuka mata)


" kakak udah tidur? " (kata Rindu berdiri di depan tempat tidur)


Zayn membuka matanya & duduk diatas tempat tidurnya, ia menggaruk-garuk kepalanya kembali karena melihat penampilan Rindu yang masih tetap menggoda hasratnya, belun sembuh rasa nyeri di kepalanya kini malah bertambah lagi rasa sakitnya.


" kamu kesini deh dari pada berdiri gitu ganggu banget, tolong pijit kepala ku ya soalnya sakit banget " (kata Zayn)


" kakak sakit kepala?, pasti gara-gara begadang ya, lagian ngapain sih semalem gak tidur kak? " (kata Rindu)


Rindu naik keatas tempat tidur, Zayn menutupi paha mulus istrinya yang terbuka dengan selimut lalu ia tidur dipangkuan istrinya.


" kasih aku waktu tidur bentar ya sayang " (kata Zayn tersenyum)


" ini sakit kepala gak minum obat aja kak? " (kata Rindu sambil memijat kepala Zayn)


" enggak, sakit kepala aku gak bakal sembuh kalo cuman minum obat aja " (kata Zayn)


" kok gitu? " (kata Rindu)


" ya kamu gak bakal ngerti lah intinya walaupun aku jelasin " (kata Zayn)


" aneh banget " (kata Rindu)


" ya emang aneh, sakit kepala aku ini gara-gara kamu jadi tiap aku sakit kepala kek gini kamu harus siap pijitin ya " (kata Zayn)


" ya udah sih iyain aja, kalo aku jelasin aku bakal malu tar " (kata Zayn)


Belaian tangan Rindu membuat dirinya merasa agak rileks, pijatan Rindu lumayan mengurangi rasa nyeri di kepalanya, merasa nyaman Zayn akhirnya merasakan kantuk yang sangat teramat tak tertahankan lagi.


# Rindu Mentari


Tak mengerti mengapa Zayn sampai tak tidur semalaman, Rindu masih terus memijat pelipis Zayn sampai Zayn akhirnya tertidur, meskipun tertidur wajah suaminya masih tetap terlihat sangat tampan, memiliki suami setampan Zayn memang kebanggaan sendiri tetapi itu juga akan menjadi bumerang untuk Rindu, banyak perempuan diluar sana yang siap menjadi penggoda & menjadi orang ketiga diantara mereka apalagi mengingat Zayn & Rindu masih belum saling mencintai.


Mulai detik ini Rindu akan berusaha mencoba untuk mencintai Zayn, ia akan berusaha menumbuhkan rasa cintanya kepada pria yang saat ini telah menjadi suaminya tersebut, dari perhatian yang diberikan Zayn ia mulai luluh & percaya dengan kesungguhan Zayn yang mengatakan bahwa Zayn akan mempertahankan rumahtangga mereka sampai kapanpun.


Beberapa kali saat dekat dengan Zayn ia merasakan getaran-getaran yang aneh, bahkan kadang kala jantungnya berdetak dengan kencang, seperti saat Zayn mendekatkan wajahnya dengan wajah Rindu seraya tak bisa menahan diri Rindu menutup matanya secara otomatis entah apa yang membuat ia berpikir jika saat itu Zayn akan melakukan sesuatu.


Mengingat hal tersebut Rindu tersenyum sambil menutup wajahnya dengan satu tangannya, ia benar-benar malu karena mengingat hal itu, pasti saat itu Zayn berpikir jika ia sedang mengharapkan sesuatu dari Zayn, bahkan saat itu justru Zayn hanya tersenyum sambil meninggalkannya.


Rindu memegang jantungnya yang tiba-tiba berdetak karena mengingat hal-hal yang dirasanya konyol tentangnya saat bersama Zayn, mengingat bagaimana manisnya sosok Zayn memperlakukannya bahkan Zayn bukan seorang pria yang egois dengan memaksakan kehendaknya. Justru dirinya merasa bersalah tak menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri hanya karena ia merasa tak siap.


" maafin aku ya belum bisa jadi istri yang seutuhnya buat kamu, makasi kamu udah ngerti & sabar nunggu " (kata Rindu berbicara sendiri sambil mengelus wajah Zayn)


# Bumi Samudera


Bumi sudah bersiap-siap mengemas beberapa pakaiannya kedalam koper miliknya karena ia akan kembali ke London untuk melakukan aktifitasnya kembali sebagai seorang mahasiswa MBA, sore nanti ia akan berangkat kembali ke Negara dimana ia berkuliah saat ini.


Bumi saat ini sudah agak lega karena telah menyampaikan perasaan terpendamnya kepada Humaira selama ini, bahkan tak hanya itu saja ia juga mengungkapkan alasannya pergi menjauh dari Humaira, dari ekspresi wajah Humaira saat itu menunjukan bahwa Humaira cukup kecewa dengannya meskipun Humaira tak mengatakan itu kepadanya.


Bumi mengerti mengapa Humaira kecewa dengannya, Bumi memahami apa yang membuat Humaira tak bisa menerima ungkapan perasaannya tetapi paling tidak ia tak lagi menyimpan perasaannya secara sembunyi-sembunyi lagi seperti dulu.


Sejujurnya Bumi tak ingin menjadi orang ketiga dari hubungan Humaira & Desta mengingat dirinya kini juga tak bisa bersanding dengan Humaira karena mereka berdua adalah saudara ipar & tak mungkin untuk menjalani sebuah hubungan, tetapi tetap saja cinta tak bisa disalahkan dalam hal ini karena cinta tak bisa memilih. Ia akan menjalani takdir cintanya meskipun tak terbalaskan hingga ia benar-benar bisa melupakan rasa cintanya.


" ya allah terimakasih atas perasaan yang kau berikan pada hamba, hamba tak pernah menyesal dengan rasa cinta yang hamba miliki, meskipun rasa cinta hamba tak terbalaskan & tak mungkin hamba & Huma bisa bersatu " (kata Bumi berbicara sendiri)

__ADS_1


# Abdul Zayn Mikail


Saat membuka matanya ia tersenyum karena menatap wajah istrinya yang sampai saat ini masih tetap setia berada didekatnya, inilah nikmat mempunyai pasangan hidup pikirnya, saat membuka mata orang tercinta lah yang pertama dilihat, Zayn mencium tangan Rindu yang sedari tadi terus memijat pelipisnya.


" makasih " (kata Zayn sambil tersenyum)


Zayn akhirnya duduk dihadapan Rindu sambil menutup kembali paha mulus istrinya yang sedikit terbuka, Zayn mengelus rambut istrinya & mengecup keningnya.


" mandi gih, kita siap-siap buat balik terus berangkat liat rumah kita " (kata Zayn)


" terus aku pake baju apa kak? " (kata Rindu)


" astagfhirulloh aku lupa, bentar aku hubungi dulu Huma " (kata Zayn)


Zayn menghubungi Humaira untuk mengirimkannya pakaian untuknya & Rindu ke hotel sekarang.


📩 pesan WhatsApp my sist Huma..


Zayn: dek tolong lo beliin baju buat Rindu


Zayn: sekalian buat gue


Zayn: gue tf pake M.banking


Zayn: langsung kirim via gojek dek


Huma: siap


Huma: gue cuz nih sama bang Desta


Zayn: lama gak Desta?


Zayn: kalo lama ama Gibran aja lo


Huma: aasssiiiaaaapppp!!!!


Zayn meletakan ponselnya kembali sembarangan, ia kembali menatap kearah Rindu yang seraya ingin mengatakan sesuatu, ia menyelipkan anak rambut istrinya kebelakang telinganya.


" kamu mandi aja duluan, masalah baju tar Huma yang urus " (kata Zayn), " apa kamu mau mandi berdua aja nih?, kayanya ide bagus sih " (kata Zayn lagi)


" ih " (kata Rindu menyilangkan tangannya menutup bagian dadanya)


Zayn menatap nakal kearah dua gunung milik Rindu sambil tersenyum nakal, Zayn sangat senang melihat ekspresi lucu istrinya yang seperti ini sehingga ia kerap kali menggoda Rindu.


" hemm, ya udah mandi gih " (kata Zayn)


" tapi gak bareng kan? " (kata Rindu)


" ya enggak lah, emang kamu mau bareng? " (kata Zayn)


" enggak " (kata Rindu)


" ya udah mandi sana " (kata Zayn menyuruh Rindu)


Istrinya tersebut lalu berdiri meninggalkannya sendiri diatas tempat tidur & berjalan kedalam kamar mandi.


" jangan lupa bawa handuk, kalo gak bawa handuk aku gak mau ya kasih kamu handuk, biarin keluar bug*l, hahahahah " (kata Zayn sambil tertawa)


" jahat " (kata Rindu malu)


" biarin, kan itu emang mau aku " (kata Zayn), " jangan lupa kunci kamar mandinya ya kalo enggak aku ikut masuk loh " (kata Zayn sengaja mengerjai istrinya)


" jangan masuk " (kata Rindu dari dalam kamar mandi)


Zayn tersenyum sendiri sambil menggelengkan kepalanya, baru satu hari menjalani kehidupan rumahtangganya dengan Rindu ia cukup bahagia, setiap apa yang dilakukan Rindu membuatnya mampu tersenyum, ia berterimakasih kepada kedua orangtuanya yang telah menjodohkan dirinya dengan Rindu.

__ADS_1


Ia sangat mencintai Rindu dengan segenap hati & ketulusannya, Rindu adalah wanita yang luar biasa istimewanya, beruntung ia bisa menikahi Rindu, Zayn yakin ia & Rindu mampu mempertahankan pernikahannya sampai nanti, sampai menua bersama & sampai mati, ia berharap hanya mautlah yang bisa memisahkan mereka & itu semua hanyalah karena kehendak yang maha kuasa.


" terimakasih sudah hadir di hidupku & mau jadi istri ku, i love u sayang " (kata Zayn sendiri)


__ADS_2