
# Rindu Mentari
Melihat Zayn yang hanya duduk diam sambil memperhatikan Angga & Radit ia hanya mampu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, terlihat wajah cemburu suaminya saat ini karena kedua teman pria yang saat ini ikut duduk bersamanya. Sebelum Zayn datang beberapa saat lalu Jiya pergi ke kamar kecil untuk cuci tangan setelah menghabiskan sarapan serta minumannya.
Menyaksikan suaminya cemburu Rindu malah tersenyum bahagia, cemburunya suaminya saat ini menandakan bahwa suaminya benar-benar mencintai dirinya. Bisa menyaksikan pemandangan seperti ini ia justru sangat bahagia.
Zayn tak sama sekali melihat kearahnya, masih terus menatap kearah dua temannya yaitu Angga & Radit yang masih terus bernyanyi untuknya, suasana makin menjadi agak memanas ia rasa.
Tatapan mata Zayn juga makin tajam melihat kearah Angga & Radit bahkan tak berkedip sedikitpun, setelah dua temannya Angga & Radit menyelesaikan nyanyian mereka, salah satu dari mereka langsung bertanya kepada Zayn.
" hem, ngomong-ngomong masnya ini siapa ya, kok tiba-tiba duduk disini? " (kata Radit bertanya)
Mendengar temannya Radit bertanya kepada Zayn, siapa Zayn sebenarnya & mengapa langsung duduk bergabung dengan mereka, Rindu reflek menepuk jidatnya. Melihat ekspresi wajah Zayn yang terlihat nampak merah menahan marah.
" Angga, Radit kenalin ini suamiku " (kata Rindu yang akhirnya membuka suara)
Rindu akhirnya memperkenalkan Zayn sebagai suaminya kepada dua temannya tersebut karena tak ingin jika cemburu Zayn akan berlarut-larut nantinya.
" suami?, ah yang serius kamu? " (kata Angga masih tak percaya)
" bercanda ah, masa pulang-pulang KKN bawa kabar nikah sih Rin, bikin patah hati aja " (kata Radit)
Rindu reflek menepuk jidatnya kembali mendengar kata Radit yang pastinya akan menambah kobaran api di hati suaminya, melihat suaminya yang akhirnya melihat kearahnya ia hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil meringis ala kuda yang memperlihatkan gigi putihnya.
Dilihatnya suaminya masih tetap melipat tangannya di dadanya tak sedikit pun bersuara namun tatapan matanya menyorotkan ketidak sukaannya kepada dua teman prianya saat ini.
" Radit aku tuh gak bercanda, nih liat cincin kita berdua " (kata Rindu)
Ia mengangkat tangannya & mengangkat tangan Zayn dengan satu tangan lainnya untuk memperlihatkan cincin pernikahan mereka yang telah melingkar di jari manis mereka berdua.
" nih buktinya " (kata Rindu lagi memperlihatkan cincin mereka berdua)
Ia melihat kearah suaminya yang akhirnya tersenyum sambil memalingkan wajahnya & menutupi senyumnya dengan tangannya, meskipun suaminya berusaha menutupi senyumnya, Rindu masih bisa melihat senyum suaminya tersebut.
Ia yakin suaminya tersenyum karena pada akhirnya dirinya memperlihatkan cincin pernikahan mereka berdua, Rindu ikut tersenyum melihat suaminya bisa tersenyum saat ini.
" seriusan?, tapi cincinnya samaan gitu sih " (kata Angga sambil menggaruk-garuk kepalanya.
" kenapa sih? " (kata Jiya yang baru saja datang dari kamar kecil)
Rindu menoleh kearah Jiya yang tak tau apa-apa karena baru datang dari kamar kecil, ia nampak terkejut melihat Zayn sudah duduk di bangku yang ia duduki tadi.
" lah kok ada suami kamu beib? " (kata Jiya)
" jadi bener mas-mas ini suaminya Rindu? " (tanya Radit)
" iya " (kata Jiya singkat)
" kalian gak lagi ngeprank kan?, pasti ngeprank ya, mana kameranya, sembunyi dimana? " (kata Angga yang masih tak percaya)
Sekarang giliran Jiya yang reflek menepuk jidatnya karena kata-kata Angga sedang dirinya hanya tersenyum melihat ekspresi Jiya, mengingat saat menikah ia memang tak mengundang teman kampusnya wajar saja jika saat ini banyak yang tak tau jika dirinya telah menikah.
" ngeprank gimana sih maksud kamu Ngga?, ini tuh serius, yang kamu panggil mas ini emang suaminya Rindu, aku yang hadir pas mereka nikah " (kata Jiya menjelaskan)
" jadi beneran bukan prank? " (kata Angga lagi bersih keras tak percaya)
" Anjimc masih aja gak percaya " (kata Jiya lagi menepuk jidatnya lagi)
Angga & Radit melihat kearahnya & kearah suaminya secara bergantian, ia pun tersenyum sambil mengangguk kearah Angga & Radit untuk membuat mereka percaya jika Zayn memang lah suaminya.
" oh maaf ya mas, kami gak tau kalo masnya suami temen kita " (kata Angga mulai meminta maaf sambil tersenyum)
" iya mas, kita gak tau kalo mas memang suaminya Rindu, kita pikir cuman ngeprank " (kata Radit)
" iya gak papa kok " (kata Zayn singkat)
" kalo gitu kita berdua duluan ya, mau ada kelas, yuk Dit " (kata Angga berpamitan)
" iya kita duluan ya? " (kata Radit)
Radit & Angga pun segera pergi meninggalkan mereka bertiga yang masih duduk di depan meja kantin, Jiya yang sedari tadi berdiri di sebelahnya akhirnya duduk juga.
Zayn masih saja diam tak mengucapkan sepatah kata melihat kearah Jiya yang masih duduk santai di tempatnya, Rindu yakin saat ini suaminya ingin mengatakan sesuatu tapi tak bisa di bicarakan di depan Jiya.
__ADS_1
" hemmm " (dehem Zayn sambil melihat kearah Jiya)
Rindu ikut melihat kearah Jiya yang saat ini mulai melihat kearah Zayn lalu melihat kearahnya dengan tatapan konyolnya, Rindu pun hampir tertawa melihat tingkah teman baiknya tersebut.
" kenapa? " (kata Jiya mulai bertanya)
" bisa gak lo pergi dulu, gue mau ngomong berdua sama Rindu " (kata Zayn serius)
" mau ngomong tinggal ngomong aja kali, anggap aja gue gak ada, gue juga bakal pura-pura gak liat kok, eh maksudnya pura-pura gak liat sama gak denger " (kata Jiya panjang lebar)
Dilihatnya Suaminya hanya menggelengkan kepalanya mendengar kata-kata Jiya, Rindu memegang tangan Jiya sambil memberi isyarat anggukan kepalanya agar temannya tersebut meninggalkan mereka berdua di kantin saat ini.
" ok, gue pergi, tapi awas ya lo ributin temen gue di sini " (kata Jiya mengancam Zayn), " duluan ya " (kata Jiya kepada Rindu)
" hmmm, tar hubungi aku ya kalo ada dosen " (kata Rindu)
" sippo " (kata Jiya)
Jiya pun meninggalkan ia & Zayn berdua saja di tempat saat ini, setelah kepergian Jiya suaminya menatap kearahnya dengan tajam dari atas sampai bawah kakinya, ia pun melihat kerahnya sendiri seolah merasa ada yang salah dengan dirinya.
" kamu kenapa duduk bareng dua cowok itu tadi?, pake dinyanyiin segala pul " (kata Xayn akhirnya bersuara)
Rindu masih diam mendengarkan Zayn berbicara tanpa ingin menjawab kata-kata suaminya saat ini.
" itu kamu ngapain coba pake rok, astaghfirullah " (kata Zayn tak melanjutkan kata-katanya lagi)
Rok yang ia kenakan memang terkesan pendek sekali di atas lutut wajar saja ia merasa ada yang salah dengan dirinya saay ditatap suaminya dengan tajam.
Zayn menarik tangannya dari kantin menuju arah luar kantin, ia hanya mengikuti kemana arah langkah kaki suaminya saat ini akan membawanya.
Semakin lama mereka berdua berjalan mendekat menuju arah gerbang, Rindu berhenti membuat sambil memegang erat tangan suaminya sehingga sontak suaminya ikut berhenti juga.
" mau kemana kak? " (kata Rindu)
" mau pulang " (kata Zayn menjawab singkat)
" tapi aku nanti ada kelas " (kata Rindu)
Zayn kembali menggandengnya menuju arah gerbang kampusnya, ia kembali mengikuti langkah kaki Zayn kembali, ia tiba-tiba menghentikan langkahnya kembali sambil mengeratkan tangannya menggenggam tangan Zayn.
" kenapa lagi? " (kata Zayn bertanya)
Suaminya berhenti & menghadap kearahnya saat ini, ia mengingat mobil milik Zayn yang saat ini berada di parkiran kampus sehingga ia kembali lagi berhenti.
" aku gak bakal ijinin kamu masuk kampus dengan pakaian kaya gitu walaupun kamu ngotot ya " (kata Zayn)
" bukan kak, aku juga gak mau maksain kalo kak Zayn gak ijinin, aku cuma mau kasih tau kalo mobil kakak ada diparkiran, ada baiknya kalo kita ambil dulu, dari pada kita pulang jalan kaki " (kata Rindu)
Suaminya hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum & menggandengnya kembali sambil berjalan bersama kearah parkiran.
# Abdul Zayn Mikail
Ia & Rindu segera masuk kedalam mobil, segera mobil ia kendarai menjauh menuju arah luar gerbang kampus. Jarak antara rumah mereka & kampus tidak lah terlalu jauh sehingga tak butuh memakan waktu lama mereka pun segera sampai di pekarangan rumah mereka.
Zayn turun dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya, setelah istrinya keluar ia lalu menutup pintu mobil & berjalan menuju kearah rumah mereka berdua, Rindu berjalan pelan di belakangnya mengikuti dirinya.
Setelah berada di dalam rumah ia lalu duduk di sofa ruang tamu sambil bersender, sedang istrinya masih berdiri di sebelahnya sambil menundukkan kepalanya.
" kamu kenapa masih berdiri disitu? " (katA Zayn)
" kakak mau aku ambilin minum? " (kata Rindu)
" gak usah, sini " (kata Zayn menarik tangan Rindu untuk duduk di sebelahnya)
Zayn tersenyum sambil membelai rambut istrinya lembut, ia lalu mencium punggung tangan istrinya satu persatu secara bergantian, istrinya tertegun melihat kearahnya mendapatkan perlakuan darinya.
" kenapa? " (tanya Zayn sambil tersenyum yang sudah melepaskan pelukannya)
" kakak gak marah sama aku? " (kata Rindu bertanya)
" enggak " (kata Zayn singkat)
" tapi tadi " (kata Rindu)
__ADS_1
" sayang aku cuman gak suka kamu pake-pake rok seksi begitu ke kampus, aku juga gak suka kamu deket-deket sama cowok kaya tadi, kamu kan cuman punya aku " (kata Zayn memeluk istrinya)
Zayn tak ingin istrinya dekat dengan pria lain selain dirinya, ia membebaskan istrinya bergaul asal tidak dengan seorang pria, ia tak akan membiarkan istrinya untuk dekat-dekat dengan pria lain.
" itu tadi temen kamu kan? " (kata Zayn bertanya)
Istrinya hanya menganggukkan kepalanya sambil terus menghadap kearahnya, Zayn tersenyum & membelai rambut istrinya kembali.
" kamu tau kan tadi aku tuh cemburu banget tau, udah gitu kamu cuman senyum-senyum aja lagi, makin panas pas liat rok kamu pendek banget, mau meledak udahan rasanya " (kata Zayn), " aku itu gak bisa tau marah sama kamu jadi aku mohon kamu jangan bikin aku kesel sayang " (kata Zayn lagi)
" aku seneng liat kakak cemburu " (kata Rindu sambil tersenyum)
" kenapa? " (kata Zayn)
" cemburunya kakak tandanya sayang sama aku " (kata Rindu)
" jadi kamu tadi sengaja bikin aku cemburu?, iya? " (kata Zayn bertanya)
" gak sengaja kak, kan aku gak tau kalo kakak bakal datengin aku ke kampus " (kata Rindu)
" sumpah loh aku baru tau ternyata kamu kalo di kampus genit-genit ya sama temen kampus kamu " (kata Zayn)
" siapa yang genit sih kak, aku gak genit " (kata Rindu)
" itu tadi duduk bareng dua cowok " (kata Zayn)
" emang kakak liat dari mana aku genit-genit ke mereka? " (kata Rindu bertanya)
Ia terdiam melihat istrinya yang saat ini juga melihat kearahnya, ia sebenarnya tak ingin mendebatkan masalah istrinya yang duduk bersama dengan teman prianya saat di kampus tadi.
Zayn mulai membuang nafas kasarnya berusaha untuk berpikir dingin agar tak menuruti egonya & emosinya yang hanya sesaat karena rasa cemburu.
" jangan gitu lagi ya sayang " (kata Zayn), " aku gak mau kalo sampe gak bisa nahan diri terus ribut sama cowok lain di kampus kamu cuman gara-gara hal sepele kaya tadi " (kata Zayn lagi)
" maafin aku ya kak, aku egois ya malah seneng liat kakak cemburu " (kata Rindu)
" kamu gak egois kok, tapi aku mohon lain kali jangan diulangi lagi " (kata Zayn), " kan sekarang kamu udah tau kalo aku cemburuan jadi tolong jangan diulang lagi ya " (kata Zayn lagi)
Lagi-lagi istrinya hanya mengangguk sambil tersenyum, melihat istrinya yang sangat penurut seperti ini Zayn merasa sangat senang.
" hemmm, tapi karena tadi kamu udah bikin aku kesel kayaknya aku mau kasih kamu hukuman " (kata Zayn sambil tersenyum menyeringai)
" kenapa?, kan aku udah minta maaf " (kata Rindu lagi)
" kan kamu minta maafnya karena udah bikin aku cemburu, ini soal kamu pake rok pendek belum minta maafkan, jadi mau gak mau kamu harus siap aku hukum " (kata Zayn)
Zayn lalu berdiri & menggendong paksa istrinya menuju kamar bawah yang berada di dekat riang tamu, diletakannya istrinya diatas tempat tidur tersebut pelan.
Tak lupa ia menutup pintu kamar tersebut terlebih dahulu & berjalan kembali kearah istrinya yang saat ini telah duduk di atas ranjang.
Zayn membuka dasi yang berada di kerah lehernya & membuangnya sembarangan, ia mulai membuka satu kancing baju di dadanya & membuka kedua kancing di tangannya & melipat lengan seragamnya hingga ke siku.
Ia mulai mendekat ke arah istrinya yang saat ini hanya diam memperhatikan dirinya sambil menggigit bibir bawahnya tak mengucapkan sesuatu.
" kak jangan macem-macem ya, ini masih pagi loh " (kata Rindu yang mulai bersuara)
Zayn saat ini telah berada disebelah istrinya sambil memeluk & menciumi pipi serta keninh istrinya, bersiap untuk mencumbu istrinya tersebut.
" emangnya ada larangan gak boleh kalo masih pagi, enggak kan? " (kata Zayn)
" enggak sih, tapi aku kan mau ngampus " (kata Rindu beralasan)
" kamu gak boleh ke kampus kan kamu di hukum " (kata Zayn menjawab)
" emang apa hukumannya? " (kata Rindu bertanya)
" hukumannya enak kok, kamu gak usah khawatir " (kata Zayn)
" dasar mesum " (kata Rindu)
" biarin, kan kamu yang bikin aku jadi mesum " (kata Zayn tersenyum)
Zayn mulai mencium istrinya kembali dari kening, kedua mata, lalu ke pipi & berhenti di bibir Rindu, ia mulai ******* habis bibir istrinya, kali ini ia akan melakukan pergulatan penuh asmara kembali dengan istrinya mengingat semalam ia tak bisa melakukan hal tersebut.
__ADS_1