Polwan Cantik

Polwan Cantik
#124 SEASON 2


__ADS_3

#Humaira Shakila Najma


Melihat para pria yang saat ini asik mengobrol sambil tertawa ia pemasaran dengan obrolan apa yang sedang dibicarakan oleh mereka termaksud kakaknya yang berada di sana.


Saat sedang memperhatikan para pria yang saat ini duduk sedang duduk bersantai di ruang tamu pandangannya tak lepas dari kakaknya yang sesekali mencuri pandang ke arah Rindu.


Entah sejak kapan kakaknya yang awalnya cuek dengan wanita bisa berubah menjadi bucin karena menikah dengan kakak iparnya pikirnya.


Ia menggeleng-gelengkan kepalanya tatkala melihat Zayn tersenyum sendiri melihat Rindu padahal Rindu tak sama sekali melihat kearahnya & justru terus fokus dengan olahannya.


" hemmmmm " (kata Humaira sengaja berdehem nyaring agar Zayn menyadari jika sedari tadi ia terus memperhatikan kakaknya tersebut)


" kenapa dek? " (kata Rindu bertanya)


Suara deheman Humaira justru membuat dirinya menjadi pusat perhatian, semua yang berada di sana langsung menatap kearahnya, begitu menjadi pusat perhatian ia justru cengengesan sambil menggaruk-garuk kepalanya.


" kenapa lo dek? " (kata Faiz juga bertanya)


" anu kak, ada nyamuk masuk ke mulut Huma " (kata Humaira beralasan)


" kirain keselek jakun lo " (kata Gibran tertawa mengejek)


" ih jahat sumpah, lo pikir gue bencong apa kak? " (kata Humaira)


" tau nih Gibran, jangan jatuhin Huma di depan Desta dong Gib, kan jadi ketauan kalo Huma sebenernya transgender, hahahaha " (kata Faiz ikut bercanda)


" beib, jangan gitu dong sama Huma " (kata Jiya ikut membuka suara)


Humaira hanya cemberut sambil menyilang kan tangannya di dadanya, tak biasanya ia menjadi bahan candaan kedua kakak sepupunya tersebut, bahkan kakaknya Zayn hanya diam saja melihat kearahnya.


" kenapa lo dek manyun gitu?, jelek tau " (kata Zayn yang akhirnya membuka suara)


" bod* " (kata Humaira menjawab)


Kakak iparnya yang berada di dekatnya justru memeluknya sambil mengelus-ngelus kepalanya sambil tersenyum, tak salah ayahnya memilihkan pasangan untuk kakaknya pikirnya.


Rindu memang lah kakak ipar idaman, Humaira membalas pelukan Rindu sambil menjulurkan lidahnya kearah para pria.


Terlihat Desta hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, sebenarnya ia tak benar-benar sedang marah,ia hanya berpura-pura saja.


" kalo mau merid itu harus dewasa dek jangan ke bayi gitu lah, dikit-dikit ngambek " (kata Faiz)


" kak Faiz lebay loh, sok tau banget kalo bayi dikit-dikit ngambek " (kata Humaira)


Mendengar ocehannya kakak sepupunya tersebut justru makin tertawa, dirinya tak sama sekali kesal karena menjadi bahan ejekan kedua kakak sepupunya tersebut, karena ia tau dua kakak sepupunya tersebut hanya main-main dengannya.


Humaira lalu berdiri menghampiri Rindu & memeluk Rindu dari arah belakang, ia & Rindu memang sangat dekat, ia menyayangi Rindu sama seperti ia menyayangi Zayn.


Saat Zayn sedang berada dalam tugas penerbangan ke kota lain dirinya lah yang selalu menemani kakak iparnya tersebut. Ia selalu berbagi cerita dengan Rindu begitu pula Rindu dengannya.


Rindu tersenyum sambil mengelus tangannya, ketulusan Rindu sangat terlihat dari tingkah lakunya, dari sorot mata serta senyumnya, Rindu memang selalu terlihat tulus kepada siapapun.


Bahkan bukan hanya padanya yang notabennya memang adalah adik iparnya, Rindu juga sangat terlihat tulus dengan semua teman-temannya.


Humaira lalu melepaskan lingkaran tangannya di pinggang Rindu & segera membantu kakak iparnya tersebut kembali. melihat begitu cekatannya Rindu saat berada di dapur membuatnya sangat bersemangat membantu.


Bahkan biasanya ia sangat jarang sekali berada du dapur tetapi semenjak ada kakak iparnya tersebut ia lebih sering menghabiskan waktu untuk membantu Rindu di dapur.


Mungkin ini memang sudah saatnya ia belajar untuk memasak pikirnya karena ia juga akan menjadi istri beberapa tahun lagi jika ia dinikahi oleh Desta beberapa tahun lagi.


" kak Rindu ada yang bisa Huma bantu lagi gak? " (tanya Humaira)


" itu aja kali ya dek, yang udah selesai di tata di atas meja, jadi begitu yang ini selesai kita tinggal makan bareng deh " kata Rindu sambil tersenyum.


" siap kak " (kata Humaira)


Humaira segera memindahkan beberapa kudapan yang telah siap ke atas meja makan yang tak jauh dari dapur, wangi kudapan tersebut tercium menusuk di hidungnya.


" emmm wanginya, bikin laper deh " (kata Humaira)


" laper atau baper? " (kata Faiz memlesetkan kata-kata Humaira)


" lo kali ah suka baper " (kata Humaira menjawab)


" enak aja " (jawab Faiz)


Humaira hanya tersenyum tak membalas kata-kata Faiz, kakak sepupunya tersebut memang pernah galau karena cintanya bertepuk sebelah tangan dengan Jiya.


Tak disangka-sangka kini cintanya disambut juga oleh Jiya, wanita yang berhasil membuat kakak sepupunya tersebut pensiun dari playboynya.

__ADS_1


" kak Jiya " (kata Humairah memanggil Jiya)


" iya dek " (kata Jiya)


" selamat ya kak, kemaren belum kasih selamat sama kak Jiya yang udah jadian sama kak Faiz " (kata Humaira)


" is jadian doang dek pakek dikasih ucapan selamat segala " (jawab Jiya yang nampak malu-malu)


" loh gak papa lah kak, sekarang kan baru jadian mana tau satu bulan atau beberapa bulan lagi nyusul kak Rindu merid " (kata Humaira)


" hem, M...bener tuh sih Huma " (kata Aira yang akhirnya membuka suara)


" ya kan kak Aiy " (kata Humaira tersenyum)


" iya dek, mana tau emang jodoh " (kata Aira antusias)


" Aamiin " (kata Rindu), " doa baik di aamiinin aja dulu kali Ji, lagian Faiz baik kan " (kata Rindu)


" aamiin " (kata Jiya juga mengaminkan)


Humaira tersenyum mendengar kata-kata Aamiin yang diucapkan oleh Jiya yang terdengar agak malu-malu.


# Muhamad Desta Hamizan


Sedari tadi Desta hanya diam sambil tersenyum menyaksikan keaktifan Humaira, seperti biasa Humaira memanglah gadis yang sangat periang & terdengar sedikit agak berisik.


Meskipun begitu Desta sangat amat mencintai Humaira dengan segala yang ia punya, baik kekurangan maupun kelebihan Humaira, dari yang buruk maupun baiknya Humaira.


Desta tak henti-hentinya menatap Humaira yang masih asik mengoceh di dapur yang tak jauh dari tempat ia duduk saat ini, meskipun ia tak seberapa jelas mendengar apa topik pembicaraan yang sedang dibahas oleh Humaira di sana.


Namun senyum & tawa Humaira mampu membuat dirinya ikut tersenyum bahagia, betapa ia benar-benar sangat mencintai Humaira & berharap bisa membahagiakan Humaira selamanya.


Memandang seperti ini membuat hati Desta amat tenang, tak ada hal yang bisa membuatnya bahagia selain menyaksikan senyum manis serta tawa riang Humaira.


" Des " (panggil Faiz)


Desta lantas menoleh kearah Faiz yang memanggil namanya, nampak terlihat Faiz serta Zayn & Gibran sedang menatapnya sambil tertawa.


Ia kikuk karena tak tau apa yang membuat mereka tertawa, seakan-akan menertawakan dirinya yang sedari tadi tak fokus & hanya terus melamun, Desta pun hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya.


" ah belum juga jadi penganten udah melamun sambil senyum-senyum, mikir apa coba lo Des? " (kata Faiz bertanya sambil menepuk bahu Desta)


" ah enggak bang " (jawab Desta sambil tersenyum)


" hahahaha, iya bang....iya " (kata Desta)


" lo gak lagi mikir yang aneh-aneh kan ngeliat adek gue " (kata Zayn sambil tersenyum)


" gak lah bang, mana sampe pikiran gue buat mikir yang aneh-aneh " (kata Desta membela diri)


" percaya lo bang? " (kata Gibran)


Desta lalu melihat kearah Gibran yang akhirnya ikut membuka suaranya, kali ini justru karena dirinya tak fokus menjadi bahan bulian dari ketiga kakak Humaira.


Ia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, kebucinan yang ia rasakan saat ini lah yang membuat dirinya kerap tak fokus & hanya terus-terusan memikirkan Humaira.


" percaya lah gue sama Desta Gib, Desta gak kaya lo ya " (kata Zayn)


" anjie*r, kenapa emangnya gue? " (kata Gibran)


" lo itu siluman buaya berkepala dua, hahahaha " (kata Faiz menjawab)


" kampret " (kata Gibran)


Desta ikut tertawa mendengar candaan Faiz pada Gibran, kakak sepupu Humaira tersebut memang paling sering menjadi bahan bulian, dari yang ia tau Gibran pernah menyukai Humaira.


Meskipun begitu ia tak menanggapi perasaan Gibran pada Humaira benar-benar serius, mungkin saja Gibran terbawa suasana karena seringnya bertemu dengan Humaira.


Kini keadaan sudah kembali seperti sedia kala, Gibran sepertinya sudah mulai melupakan perasaannya pada Humaira mengingat mereka takan pernah bisa bersama karena Humaira adalah anak dari kakak ayahnya.


Desta kembali lagi tersenyum sambil membuang nafas kasarnya, ia berharap ia & Humaira akan selalu bersama sampai maut memisahkan mereka.


Ia ingin cintanya berlabuh pada Humaira sampai menuju halal seperti Zayn & Rindu yang sudah menikah, ia juga memiliki impian untuk rumah tangganya dengan Humaira.


Meskipun niatannya untuk menikahi Humaira tak segera terlaksana yang penting baginya saat ini ia & Humaira selangkah lebih maju lagi sebelum menuju halal.


Ia hanya perlu menunggu lagi sampai waktunya tiba, pada saat waktunya tiba nanti ia & Humaira akan sah menjadi suami istri seperti angan-angannya selama ini.


" lo kenapa sih Des?, ngelamun mulu " (kata Gibran)

__ADS_1


" gak papa bang " (jawab Desta singkat sambil tersenyum)


" anak orang melamun bucin Gib, gak kaya lo kalo ngelamun galau " (kata Faiz lagi mengejek)


" asem gue lagi kena " (kata Gibran)


" hahahahaha, ya emang bener kan? " (kata Faiz tertawa)


" suka-suka lo lah bang yang penting lo heppy, gue mah pasrah diapain aja mah " (kata Gibran)


" lebay " (kata Faiz)


" salah lagi " (kata Gibran)


" lama-lama gue pikir emang sekarang lo agak lebay ya Gib " (kata Zayn membuka suara), " pantesan lo sekarang susah dapet cewek " (lanjut Zayn lagi)


" bukan susah dapat cewek kali bang, Gibran nya aja yang terlalu pemilihan " (kata Desta membela)


Gibran sekarang memang lebih terlihat pemilihan tak seperti Gibran yang ia kenal dulu, ia sudah lama kenal dengan Gibran karena pernah berada di satu sekolah yang sama & kebetulan juga satu angkatan.


" bukan pemilihan kali Des, yang dipilih yang gak mau sama dia, hahahaha " (kata Faiz)


" kayanya bener deh kata Faiz tadi Gib, gak ada salahnya lo deketin Aira " (kata Zayn


" nah tuh Gib, Zayn aja setuju ama gue, udah lo ama Aira aja dari pada lo jadi jomblo akut " (kata Faiz)


" Aira keliatannya baik sih Gib, lagian gue rasa dia masuk lah tipe lo " (kata Desta sambil tersenyum)


Mengenal Gibran dari beberapa tahun yang lalu saat berada disekolah yang sama jelas Desta tau bagaimana tipe wanita yang di suka oleh Gibran.


" senyum-senyum sok tau emang ini bocah " (kata Gibran)


" ngaca lo Gib, seumuran lo ama Desta " (kata Faiz)


" ya emang sih, kalo gak salah dulu kita pernah sekelas ya Des? " (kata Gibran)


Desta hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama ia memang pernah sekelas dengan Gibran.


" iya kayanya si seinget gue kalian emang pernah sekelas ya? " (kata Faiz)


" si Gibran dari dulu terkenal songong gak Des? " (kata Zayn bertanya)


" songong gak sih bang, cuman bakat playboy nya udah keliatan dari SMP emang " (kata Desta)


" kambing kena lagi gue, hahaha " (kata Gibran), " ya gimana ya namanya juga gue udah ganteng dari sononya terus banyak yang mau sama gue ya masa iya gue tolak, kan mubazir tuh " (kata Gibran)


Desta hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, dari masih remaja Gibran memang salah satu murid terfavorit di sekolah mereka.


" lo itu sok kecakepan aja Gib, masih kecil udah bakat playboy nah sekarang udah pensiun kan lo jadi jomblo akut " (kata Faiz)


" ya gak lah bang, lo mah gitu bukannya doain yang baik ke gue, doain gue dapet yang baik gitu " (kata Gibran)


" selama ini jadi lo pikir cewek yang sama lo gak baik gitu Gib?, wah bener-bener dah lo " (kata Zayn)


" gak lah bang, bukan gitu maksud gue, ah salah ngomong nih gue, bukan gak baik cuman gak pas buat gue, gak bisa bikin gue yang jahanam ini jadi insaf " (kata Gibran)


" nyadar diri lo " (kata Zayn tersenyum), " makanya baik-baik lo Gib, insaf-insaf " (lanjut Zayn)


" iya bang udah " (kata Gibran)


" baek-baek lo kaya Desta sama Zayn " (kata Faiz)


" iya lah emang kaya lo, kan lo sama aja kaya gue, malah brengsek*n lo lagi bang, hahahahah " (kata Gibran sambil tertawa)


" husssttt, sembarangan lo Gib, cewek gue denger tar, gue dulu emang brengsek tapi asal lo tau ya gue udah insaf " (kata Faiz sambil tersenyum)


" sadap " (kata Gibran)


Desta ikut tersenyum mendengar obrolan demi obrolan kali ini, bagi seorang pria menjadi seorang b*ngsat itu adalah hal biasa tetapi seb*angsat-b*ngsatnya seorang pria pasti ingin memiliki pasangan yang baik


Dan sebandelnya seorang pria pasti akan memiliki titik jenuh & bertobat untuk menemukan pelabuhan hatinya untuk berlabuh, sama yang saat ini Faiz saat ini.


Setelah bersama Jiya Faiz mengakui jika dirinya telah insaf untuk menjadi seorang playboy mendengar itu tentu saja ia ikut senang.


" gue doain lo jodoh sama Aira Gib tenang aja " (kata Faiz)


" iya bener gue setuju " (kata Zayn)


" Aamiin, doa baik di Aamiinin dulu lah " (kata Desta ikut mengaamiinkan)

__ADS_1


" kalian ngarep banget gue sama Aira, lagian tua dia kali sama gue, masa iya gue sama dia " (kata Gibran menjawab)


Mereka semua lalu melihat kearah Aira karena kata-kata Gibran, menurut Desta jodoh tak pernah pandang usia pikirnya.


__ADS_2