
dua bulan kemudian.....
"sayang....."(kata abimana)
"hemmm"(kata safitri)
"ayo sayang ganti baju, kita kerumaha sakit"(kata abimana)
"kenapa bang, ada apa?"(kata safitri)
"sayang ada randi tadi telpon, ega mau melahirkan"(kata abimana)
"haaaaaaa,....ya allah"(kata safitri)
Ia buru-buru bersiap-siap & buru-buru masuk kedalam mobil melajukan mobil bersama suaminya menuju rumah sakit.
"sayang ega ko gak ada hubungin aku"(kata safitri)
"kata randi dia sudah hubungi ade tapi tadikan ade masak sarapan sayang"(kata abimana)
"terus kita gak kekantor ni"(kata safitri)
"nanti abang ijinin"(kata abimana)
Safitri sangat panik karena terlalu banyak kendaraan membuat mereka tak bisa berkendara dengan cepat.
#*Bripda randito dwi mahendra
Saat ini ia berada dirumah sakit ia sangat panik karena istrinya akan melahirkan anak pertama mereka, ia berdiri disamping istrinya yang merasakan kesakitan, ia ikut meneteskan air mata menyaksikan kesakitan yang sepertinya amat menyakitkan istrinya, tangannya terus menggam tangan istrinya, meskipun istrinya berkali-kali mencubitnya & menyakarnya ia tetap sabar menemani istrinya, tak lama kemudian ada dokter memeriksa istrinya.
"bagaimana istri saya dokter"(kata randito)
"ini sebentar lagi pak, sekitar setengah jam lagi"(kata dokter)
"tapi istri saya sudah kesakitan dokter"(kata randito)
"ia pak saya tau, saya harap bapak jangan panik ya, say akan mempersiapkan dulu(kata dokter)
Lalu dokter tersebut meninggalkan mereka, pagi ini randito akan berangkat kekantornya sudah bersiap-siap dengan menggunakan seragam lengakap tiba-tiba istrinya merasakan sakit perut karena kontraksi akan melahirkan, ia kemudian menghubungi mertuanya & membawa istrinya kerumah sakit tidak hanya itu ia juga menghubungi bripka abimana & briptu aidan. Tidak lama kemudian mertuanya tiba, ia kemudian menyalami mertuanya masih dengan mata yang basah karena menangis.
"gimana dit kata dokter"(kata ibu ega)
__ADS_1
"kata dokter setengah jam lagi bu"(kata randito)
"ibu.....sakit bu..."(kata ega)
"iya sayang,...tahan ya nak"(kata ibu ega)"
Tak lama kemudian dokter datang dengan beberapa perawat dengan membawakan perlengakap, air matanya semakin deras menetes kala menyaksikan istrinya semakin kesakitan karena kontraksinya, begitu luar biasa sakitnya perjuangan istrinya untuk melahirkan anaknya, ia berjanji akan terus menyayangi istrinya & anak-anak mereka sampai akhir hayatnya, stelah beberapa puluh menit dengan penuh perjuangan istrinya akhirnya anak mereka lahir juga.
"alhamdulillah"(kata randito & mencium istrinya yang tetkulai lemas penuh peluh keringat)
#* Safitri
"alhamdulillah"(bersama suaminya)
"aduh aku lega sayang, akhirnya lahir juga babby ega"(kata safitri)
"iya sayang"(kata abimana)
Tak lama kemudian dokter & perawat keluar membawa perlengkapannya, ia & suaminya menunggu diluar karena merasa belum diperbolehkan untuk melihat sahabatnya, setelah ibu ega keluar ia menyalaminya lalu masuk kedalam, dilihatnya sahabatnya duduk selonjor menggendong babbynya.
"bebeb"(kata ega)
Ia menghampiri sahabatnya untuk cipika cipiki serta mencium babby ega.
"selamat ya ran"(kata abimana menyalami randito)
"makasi ya bang"(kata randito)
"gimana perasaan lo udah jadi orang tua nih"(kata abimana)
"luar biasa bahagianya bang,....gue nangis loh"(kata randito)
"serius lo ka,...kenapa lo nangis"(kata safitri)
"lo gak liat si fit,...bini gue kesakitan banget, luar biasa banget perjuangannya ngelahirin anak gue"(kata randito)
"emang sakit ya beb"(kat safitri)
"sakit banget beb,....luar biasa pokoknya"(kata ega)
Mendengar kata-kata sahabatnya ia lalu menelan air ludahnya sandiri.
__ADS_1
"buatnya mah enak-enak, aduh giliran jadi, tapi gak papa deh sudah diluar ni malaikat kecil gue"(kata ega)
"sini yang ka dito mau gendong juga"(kata randito)
#*bripka abimana prasetiya
Ia memeluk istrinya, mendengarkan pengalaman dari bripda randito yang menemani persalinan istrinya membuatnya sangat hawatir dengan istrinya, apakah ia akan sekuat itu jika suatu saat nanti istrinya akan melahirkan anak mereka, ia hanya diam & tak berkomentar mendengarkan cerita ega & dito, ia lalu mengajak istrinya untuk duduk disofa yang berada diruangan tersebut.
"ade haus gak sayang"(kata abimana mengelus rambut istrinya)
"haus si sayang tapi masih bisa ditahan, ...seneng banget ya liat ega sama kak dito udah punya babby"(kata safitri)
"yakin masih bisa ditahan,....nanti dehidras"(kata abimana)
"gak sayang, aku masih bisa tahan ko(kata safitri sambil tersenyum kearah ega)
Ia memeluk istrinya kembali sambil mencimu puncak kepalanya, setelah itu mengelus-elus rambut istrinya, setelah sibuk dengan bayinya & anaknya randito menghampirinya & duduk bersama disofa, sedang ega sedang berbaring istirahat.
"bang lo kapan nyusul jadi bapak kaya gue"(kata randito)
"liat lo mendadak gue gak siap ran"(kata abimana)
"kenapa sayang"(kata safitri menatap kearahnya)
"abang gak siap sayang liat ade kesakitan"(kata abimana)
"hahahahha,...bang itu sudah resiko perempuan sayang, harus mengandung sama melahirkan"(kata safitri)
"tapi abang belum siap sayang liat ade kesakitan melahirkan anak kita"(kata abimana)
"jadi lo gak mau punya anak bang"(kata randito)
"mau gue, tapi gak buat sekarang"(kata abimana)
Ia akan mempersiapkan terlebih dahulu sebelum ia membuat istrinya hamil, meskioun ia tau melahirkan adalah kodrat wanita.
"tapi kalo tiba-tiba safitri hamil gimana bang"(kata randito)
"ya siao gak siap lah kalo gitu ran"(kata abimana)
"maksutnya bang"(kata safitri)
__ADS_1
"abang bukan gak siap jadi orang tua sayang, bahkan saat ini abang juga pengen ade cepet hamil tapi begitu denger melahirkan itu sakit abang gak siap kalo harus liat ade kesakitan"(kata abimana)
Ia tersenyum melihat istrinya yang tersenyum karena penjelasan darinya.