Polwan Cantik

Polwan Cantik
#90


__ADS_3

#*Bripda Afrila Alin Aizahra


Satu bulan kemudian....


Setelah adanya perubahan mengingat pekerjaan sebagai instruktur tidak bisa ditinggal maka hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tungguh oleh dirinya & Bripda Sofiyan, dimana hari ini ia akan bertunangan dengan Bripda Sofiyan orang yang selama ini menjadi rekan kerjanya selama diasrama SPN ternyata ia juga yang akan menjadi rekan hidupnya beberapa bulan lagi, untuk pertama kalinya setelah patah hati ia bisa menerima seorang pria untuk mengisi kekosongan direlung hatinya. Ia tersenyum saat ia keluar dari dalam untuk menemui pria yang beberapa menit lagi akan menjadi tunangannya, ia duduk disebelah Bripda Sofiyan yang telah menyambut tangannya & tersenyum kepadanya, kini jarinya telah melingkar cincin yang baru saja dipasangkan oleh Bripda Sofiyan, pertunangan hari ini hanya dihadiri keluarga-keluarga terdekat dari dua pihak saja tidak dirayakan secara besar-besaran mengingat hanya menunggu tiga bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.


" i love u so much, terimakasih sudah hadir dihidupku, I'am happy to have you " (kata Bripda Sofiyan & mencium kening Bripda Alin)


" me too sayang " (kata Bripda Alin sambil memeluk Bripda Sofiyan)


" janji apapun yang bakal terjadi jangan pernah tinggalin aku, because iam can't live without you " (kata Bripda Sofiyan)


" i'm promise " (kata Bripda Alin & tersenyum)


Hari ini dirinya & Bripda Sofiyan telah ijin dari SPN karena pertunangan mereka & besok mereka baru akan kembali ke SPN untuk menjadi instruktur kembali. Rona bahagia terpancar diwajah mereka berdua, mereka selalu tersenyum sambil menyapa sanak keluarga.


" selamat ya mba Alin, bang "(kata Bara sambil menyalami tangan)


" eh iya de, makasi ya " (kata Bripda Alin kepada Bara), " oh iya bang kenalin ini Bara si pembuat onar adik bang Abimana, hahahah " (kata Bripda Alin kepada Bripda Sofiyan)


" terimakasih Bara " (kata Bripda Sofiyan)


" gue sekarang bukan pembuat onar mba " (kata Bara)


" ya...ya...gue tau, tapi lo buat masalah lain " (kata Bripda Alin)

__ADS_1


" ehem, bisa kita bahas yang lain mba " (kata Bara)


Saat berbincang-bincang dengan Bara Bripda Sofiyan ijin menemui orang tua mereka & meninggalkan Bripda Alin dengan Bara.


" sayang aku kesana dulu ya, itu kayanya papa manggil deh " (kata Bripda Sofiyan)


" ok sayang " (kata Bripda Alin kepada Bripda Sofiyan), "sekolah lo lancar-lancar aja kan dek? "ini(kata Bripda alin kepada Bara)


" iya begitulah mba " (kata Bara)


" rajin-rajin belajar gak lagi lo bakal ujian kelulusan kan? " (kata Bripda Alin)


" heeemmm, mba Alin kenapa lo gak pernah kerumah, gue butuh teman cerita, ajak bang Sofiyan juga mba " (kata Bara)


" gue sibuk de, lo kan punya banyak teman de, kenapa lo mendadak kaya gak punya temen gitu, apa gara-gara lo ikut percepatan jadi teman lo yang lain dikelas dua semua " (kata Bripda Alin)


" lo gak punya teman dikelas lo yang baru " (kata Bripda Alin)


" punya sih mba tapi gue gak mungkin curhat sama teman baru " (kata Bara)


" gimana hubungan lo sama bang Abi? " (kata Bripda Alin)


" gue bingung mba " (kata Bara)


" lo bingung kenapa?, bang Abi kan abang lo, lo dulu juga biasa kalo ada apa-apa ceritanya sama bang Abi de " (kata Bripda Alin alin)

__ADS_1


" mm, gimana kabarnya, emmm " (kata Bara terhenti)


" apa lo mau tanya kabarnya tunangan bang Abi?, gue kasih tau lo, kabarnya baik-baik aja disana " (kata Bripda Alin)


" syukurlah " (kata Bara)


" apa lo juga mau bilang lo kangen sama dia? " (kata Bripda Alin)


" entahlah, biarpun gue kangen gue juga bukan siapa-siapanya " (kata Bara)


" lo salah de, lo calon adik iparnya " (kata Bripda Alin)


" tapi kalau dia gak jodoh sama bang Abi gimana?, berarti dia bukan calon kakak ipar gue kan mba " (kata Bara)


" jadi kalau gak jodoh sama bang Abi artinya dia bakal jodoh sama Lo gitu, asssss,...jangan terlalu ngimpi Bara, kenapa ha?, apa kepala lo habis kejedot ditembok sampe lo bisa mikir begitu? " (kata Bripda Alin)


" isss...lo mba, siapa yang tau takdir tuhan, bahkan lo juga gak akan tau apa yang tuhan rencanakan buat lo " (kata Bara)


" ya, gue emang gak tau takdir tuhan tapi gue bakal selalu mendoakan kebahagian bang Abi sama Safitri, kalau lo masih terus-terusan begini de gue orang pertama yang bakal ngalangin lo buat dekatin Safitri " (kata Bripda Alin)


" ok, walau lo mati-matian menentang gue, bukan berarti gue bakal mundur gitu aja, gue pamit " (kata Bara)


" lo mau kemana de? " (kata Bripda Alin)


" pulang " (kata Bara)

__ADS_1


Bripda Alin tidak menyangka Bara akan sekeras kepala itu.


" hmm, Bara.... Bara....harusnya lo gak boleh begini " (kata Bripda Alin)


__ADS_2