Polwan Cantik

Polwan Cantik
#68 SEASON 2


__ADS_3

# Humaira Shakila Najma


Jam telah menunjukan pukul 09.00 pagi, Humaira telah siap untuk pergi kerumah sakit menemani Zayn lagi, setelah seharian berada di rumah sakit kemarin malam ia pulang kerumahnya untuk beristirahat & hanya Zayn yang tinggal di rumah sakit menjaga Rindu. Kedua orangtuanya sudah sedari pagi berangkat bekerja, hanya tinggal dirinya sendiri yang berada di rumah bersama dengan ART yang bekerja hanya pada pagi hingga sore hari saja di rumahnya.


Tok....tok.....(suara ketukan pintu)


" mbak dibawah sudah ada mas Desta nungguin " (kata suara dari balik pintunya)


" iya mbok, bentar Huma turun " (kata Humaira)


Humaira segera keluar dari kamarnya untuk menemui Desta, pagi ini Humaira memang sudah janjian dengan Desta untuk pergi kerumah sakit bersama lagi sebelum sore nanti pacarnya ini kembali ke kota C, mengingat Desta hanya mendapatkan ijin dua hari saja dari kantornya. Dilihatnya Desta telah duduk di sofa ruang tamu sambil sesekali melihat kearah tangannya, Desta tersenyum kearahnya saat melihat Humaira telah berada di sebelahnya.


" ayo bang " (kata Humaira)


" sudah siap? " (kata Desta)


" sudah dong " (kata Humaira)


" ya udah yo " (kata Desta tersenyum)


Untuk pertama kalinya saat ini ia baru boleh memiliki pacar, & ia tak menyangka ia berpacaran dengan Desta yang tak lain adalah anak dari sahabat kedua orangtuanya, pendekatannya dengan Desta lumayan singkat hanya butuh dua bulan Desta mampu meluluhkan hatinya dengan kesungguhannya. Berada bersama Desta ia merasa nyaman karena Desta merupakan sosok pemuda yang memiliki pemikiran dewasa, Desta kebalikan dari Bumi, jika Bumi merupakan pemuda yang slengean, bawel & suka bercanda berbanding terbalik dengan Desta, ia adalah pemuda yang berwibawa & jarang bercanda.


Jika dipikir-pikir Humaira & Bumi memiliki sifat yang mirip, kadang ia berpikir jika Bumi adalah cerminan dirinya, karena terlalu sering bersama bahkan mereka berdua sangat hapal dengan keburukan mereka masing-masing, dulu Humaira selalu berharap jika ia & Bumi akan selalu bersama hingga sama-sama menua, berdampingan sebagai seorang sahabat baik, tetapi semua harapannya tinggal khayalan semata.


Pagi ini langit terlihat sangat cerah, sudah tak banyak seperti saat pagi hari kendaraan yang berlalu lalang, Humaira melihat arah luar jendela sepanjang perjalanan, masih ada sedikit kesedihan di hatinya karena kini ia tak bisa bersama sahabatnya Bumi lagi, entah bagaimana kabarnya saat ini setelah beberapa bulan mereka tak saling berhubungan lagi, bahkan sampai saat ini Bumi tak pernah menghubungi dirinya sebagai seorang sahabat. Mungkin inilah mengapa jika tak boleh ada sedikitpun perasaan cinta antara sepasang sahabat pria & wanita, karena jika ada sedikit hati maka persahabatan mereka akan hancur seperti persahabatannya dengan Bumi.


Masih ada sedikit rasa rindu pada Bumi saat ia melakukan aktifitas sehari-harinya di kampus, biasanya Bumi lah yang selalu ada di sisinya dalam setiap langkahnya saat bersekolah dulu, tetapi kini hanya kenangan tentang Bumi yang masih berada dalam ingatannya, saat ia menyadari jika ia menyukai Bumi saat itu juga ia merasa hancur, setelah kehilangan baru ia sadar dengan apa yang selama ini ia tak duga, di saat Bumi menghilang ia merasa kosong karena kepergian Bumi, Desta lah yang selalu mendampingi dirinya untuk menguatkan diri dari rasa kehilangan, semenjak itulah perasaannya luluh kepada Desta.


" ngelamunin apa sih? " (kata Desta tersenyum)


Humaira menoleh kearah Desta yang masih fokus dengan kemudinya, sudah sekitar beberapa menit mereka berdua di dalam mobil yang di kendarai.


" gak mikirin apa-apa sih, bang Desta kenapa dulu gak kuliah malah masuk polisi? " (kata Humaira)


" emang cita-cita bang Desta mau jadi polisi dek, emang gak pengen kuliah, lagian kebetulan ayah polisi juga sih, dulu bang Desta tuh kalo ngeliat ayah tuh keren banget pake seragam polisi, eh sekarang alhamdulillah bang Desta juga kesampean pake seragam polisi " (kata Desta menoleh kearahnya sambil tersenyum)


" jadi polisi itu ribet gak sih menurut bang Desta?, apa lagi bang Desta harus tugas di kota C bukan di kota asal " (kata Humaira)


" kalo bang Desta tugasnya di sini malah gak bisa antar jemput Huma dong kaya sekarang, otomatis kita juga gak bakal pacaran kaya sekarang, jadi anggap aja itu takdir yang akhirnya bawa jodoh, Aamiin " (kata Desta tersenyum)


" issttt, di Aamiinin pula, hahahah " (kata Humaira tertawa)


Setelah beberapa puluh menit berkendara akhirnya mereka sampai juga diparkiran rumah sakit, mereka berdua segera keluar & berjalan menuju kamar rawat inap Rindu. Masih seperti biasa mereka berdua jalan beriringan tanpa bergandengan tangan, tak seperti pasangan kekasih pada umumnya, karena Humaira terkadang masih malu-malu dengan statusnya saat ini yang baru saja menjadi pacar Desta.


Terlebih lagi Zayn yang sangat posesif saat melihatnya berduaan atau berdekatan dengan Desta padahal Humaira juga tau batasan-batasannya yang tak boleh ia lakukan, terkadang saat melihat kakaknya dengan tingkah posesifnya pikiran jail Humaira mulai muncul, ia akan bersikap sok manja dengan Desta bahkan terkadang ia sengaja memanggil Desta dengan sebutan sayang agar Zayn terlihat makin panas.


Melihat sikap kakaknya yang seperti itu Humaira berpikir jika Zayn sangat menyayangi dirinya sebagai seorang adik satu-satunya, sebelumnya Humaira mengira setelah Zayn memiliki pasangan ia akan di nomer sekian kan sebagai seorang adik ternyata meskipun kakaknya memiliki pasangan kasih sayang Zayn kepadanya tak pernah berubah sedikitpun.


" assalamuallaikum " (kata Humaira & Desta)


" waallaikumsalam " (kata Zayn)


" kita masuk ya kak " (kata Humaira)


Zayn hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, kakaknya saat ini masih tetap terjaga di samping Rindu yang masih tertidur.

__ADS_1


" duduk aja disitu dek, jangan berisik ya, baru aja tidur tadi nih Rindu " (kata Zayn)


" ok kak, kakak udah makan? " (kata Humaira)


" sudah dek, tadi mama ngantarin makan kesini buat kakak " (kata Zayn)


" cieeeh calon mantu di bawain makan sama camer " (kata Humaira menggoda Zayn)


Zayn hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya, Humaira bersyukur saat ini kakaknya terlihat nampak bahagia kembali tak seperti beberapa saat lalu waktu Zayn kabur dari kota xxx ke kota C.


" Des lo temanin gue ngopi dulu yuk, tadi pagi gue belum sempet ngopi, biar Huma jagain Rindu bentaran " (kata Zayn pada Desta), " bolehkan dek gue ajak Desta buat nemenin gue ngopi " (kata Zayn pada Huma)


" ok kak, tapi jangan lama-lama ya " (kata Humaira)


" siap " (kata Zayn)


" dek bang Desta nemenin bang Zayn dulu ya, kalo ada apa-apa atau butuh apa-apa hubunging abang cepet " (kata Desta)


" ok bang, tenang aja " (kata Humaira)


" ciiihhh ngapain dia ngubungin lo kalo disini ada gue kakaknya Huma Des, udah ah yuk, ngeliatin lo ngobrol berdua gak ngopi-ngopi gue " (kata Zayn)


" sirik amat sih lo kak, ya udah sana " (kata Humaira)


Humaira menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, setelah kepergian kakaknya kini tinggal dirinya sendiri di dalam ruangan. Humaira menyibukkan dirinya saat ini dengan membuka ponselnya & melihat instagram miliknya, dilihatnya beberapa update foto terbaru Bumi yang berada di negara luar, ia mulai tersenyum melihat keadaan sahabatnya kini masih baik-baik saja.


" permisi ya, mau cek mbanya dulu " (kata Dokter yang baru saja masuk)


" iya " (kata Humaira yang telah berdiri dari duduknya)


" oh saya calon adek iparnya Dok " (kata Humaira tersenyum)


" oh begitu ya, ini kebetulan ada resep obat baru buat embaknya yang sakit, gak papa kali ya kalo di wakilin ke adeknya aja? " (kata Dokter tersebut)


" iya Dok gak papa, kebetulan tadi kakak saya juga masih ngopi jadi saya yang disuruh jagain sementara " (kata Humaira)


" ya udah ini ya dek resepnya, tolong diambil " (kata Dokter)


" sekarang Dok? " (kata Humaira)


" kalo adeknya gak sibuk lebih cepat lebih baik, jadi nanti kalo mbaknya bangun bisa langsung di minum " (kata Dokter)


" oh baik dok " (kata Humaira)


" kalo gitu saya permisi dulu " (kata Dokter)


" oh iya dok " (kata Humaira)


Setelah kepergian dokter Humaira keluar dari ruangan tersebut juga untuk menebus obat, ia berjalan melewati lorong rumah sakit sendiri, saat berada ditengah perjalanan Humaira lupa membawa dompet beserta ponselnya sehingga ia memutuskan untuk kembali lagi, jika tidak karena ia lupa membawa uang mungkin ia tak perlu kembali ke kamar seperti ini sehingga tidak menyita waktu. Setelah berada di depan ruangan Rindu ia segera membuka pintu secara pelan, saat berada di dalam ruang kamar Rindu ia tertegun terdiam melihat seorang pemuda yang kini telah duduk di samping Rindu menatap kearahnya.


Melihat Bumi berada di tempat yang sama dengannya ia seolah terdiam seperti patung, mulutnya serasa terkunci tak bisa mengatakan apa-apa, begitu juga Bumi hanya diam membisu menatapnya, seharusnya ia bisa mengatakan banyak kata untuk memaki Bumi saat ini tetapi kini hubungannya dengan Bumi tak sebaik dulu sehingga mereka berdua nampak seperti orang asing yang tak kenal satu sama lain.


" loh kok diem aja disini" (kata seseorang yang baru saja memegang pundaknya)


# Bumi samudera

__ADS_1


Bumi mendarat di Indonesia tadi malam sekitar pukul 11.00 malam, kedua orangtuanya menghubunginya & memberitahu keadaan kakaknya baik-baik saja sehingga ibunya menyuruhnya untuk beristirahat di rumah malam tadi. Karena kelelahan ia kesiangan pergi kerumah sakit pagi tadi, bahkan ia juga tak melihat kedua orangtuanya saat berangkat bekerja, saat terbangun dari tidurnya ia langsung bersiap-siap untuk menjenguk kakaknya.


Bumi mengendarai motor kesayangannya saat pergi kerumah sakit, beberapa menit berkendara ia sampai juga di parkiran rumah sakit, setalah memarkirkan motornya ia segera berjalan kearah ruangan kakaknya, dilihatnya seorang wanita baru saja keluar dari ruang kakaknya, ia sangat hapal wanita tersebut adalah Humaira, ia tak menyangka jika Humaira saat ini berada di rumah sakit juga untuk menengok Rindu.


Ia buru-buru masuk kedalam ruangan tersebut & melihat kakaknya yang saat ini telah tertidur pulas, Bumi mengelus-ngelus tangan kakaknya, ia tak menyangka sebegitu parahnya kakaknya terjatuh sampai-sampai saat ini kepalanya diperban keliling, itu lah sebabnya mengapa kakaknya tersebut sampai koma beberapa hari.


Cekreeeeek (suara pintu terbuka)


Bumi menoleh kearah suara bunyi tersebut, Bumi, ia terkejut melihat Humaira yang baru saja masuk di ruang tersebut, Bumi sangat merindukan wanita yang pernah menjadi sahabatnya tersebut, wanita yang sampai saat ini belum sanggup ia lupakan setiap bayangan wajahnya di pikirannya, wanita yang selalu mengisi hari-harinya, ia ingin sekali memeluk Humaira & mengatakan jika sebenarnya ia menjauhi Humaira karena ia tak bisa membohongi rasa cintanya pada Humaira sehingga ia terpaksa pergi meninggalkan Humaira.


" loh kok diem aja disini" (kata seseorang yang baru saja masuk yang tak lain adalah Zayn)


Pandangannya teralih lagi karena kedatangan Zayn & Desta, ia berusaha se netral mungkin mengingat bahwa Humaira telah dekat dengan Desta terlebih Zayn tau jika dirinya menyukai Humaira.


" loh Bum, kapan balik kesini? " (kata Zayn)


" semalam kak, tapi langsung balik kerumah soalnya kata mama kak Rindu udah siuman kemaren pagi " (kata Bumi)


" iya Bum, alhamdulillah lah " (kata Zayn)


" makasih ya kak lo udah jaga kakak gue di rumah sakit " (kata Bumi)


" oke gak masalah " (kata Zayn)


Bumi sekilas menatap kearah Humaira yang saat ini berdiri di sebelah Desta, ia mulai bertanya-tanya karena melihat keduanya sangat akrab, seharusnya ia lah yang saat ini berdiri di sisi Humaira tetapi karena kebodohannya kini posisinya telah tergantikan.


" kak, ini tadi ada obat di suruh nebus, pas gue mau nebus malah gue lupa bawa dompet " (kata Humaira)


" ya lo aneh kenapa gak telpon gue, kan gue tadi bilang kalo ada apa-apa hubungin gue dek " (kata Zayn)


" ya kan cuman nebus obat kak makanya gue pergi " (kata Humaira)


" mana resepnya, sini gue yang ambil " (kata Zayn)


" gak lah biar gue aja yang ambil sama bang Desta, lo disini aja ok " (kaya Humaira)


Hatinya saat ini benar-benar hancur menyaksikan kedekatan wanita yang ia cinta dengan laki-laki lain, walaupun ia kembali mendekati Humaira pastinya semua tak akan kembali sama seperti saat dulu lagi, bahkan untuk menyapa saat ini ia tak bisa karena kecanggungan yang ia ciptakan sendiri, jika saja dulu ia tak menghindar begitu saja dari Humaira mungkin saat ini hubungannya dengan Humaira masih baik-baik saja.


" lo kenapa diem aja, biasa lo nyerocos kaya kaleng rombeng, lo cemburu liat Huma sama Desta? " (kata Zayn)


" apa gunanya bang gue cemburu?, emang mereka pacaran? " (kata Bumi)


" iya baru beberapa hari mereka jadian " (kata Zayn)


" gue ikut seneng kalo Huma juga seneng " (kata Bumi tersenyum)


Ia mudah mengatakan hal seperti itu tetapi tidak mudah untuk hatinya menerima, ia bisa tersenyum menutupi perih hatinya yang seolah meronta-ronta menangisi takdir cintanya yang bertepuk sebelah tangan & harus kandas dengan tragis seperti ini. Sungguh ia teramat kecewa orang yang ia cinta kini telah jadi milik orang, Zayn menepuk-nepuk bahunya sambil tersenyum.


" lo yang sabar ya, lo kan kuliah di luar sapa tau aja lo bakal dapat bule cantik disana " (kata Zayn bercanda)


" ah ngaco lo kak, gue kesana buat sekolah yang bener bukan caro cewek, bisa do gorok leher gue ama bokap kalo gue main-main disana, hahaha " (kata Bumi)


" hiburan biar semangat tinggal di negeri orang " (kata Zayn)


Bumi tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya, dalam waktu yang singkat tak mungkin bisa ia bisa menggantikan sosok Humaira dihatinya.

__ADS_1


__ADS_2