Polwan Cantik

Polwan Cantik
#120 SEASON 2


__ADS_3

#Humaira Shakila Najma


Ia saat ini menangis sambil memeluk Desta di taman belakang yang berada tepat di belakang rumahnya, harapan mereka tak bisa mereka wujudkan dalam waktu dekat ini, mereka berdua masih harus menunggu satu tahun lagi untuk mewujudkan keinginan mereka berdua menuju pernikahan.


Sebelumnya khayalannya menuju pelaminan selalu ia bayangkan selama beberapa minggu belakangan ini, ia sungguh tak menyangka khayalannya tersebut sirna karena kakaknya Zayn tak menyetujui dirinya menikah diusia yang masih terbilang muda.


Zayn memberikan mereka syarat untuk menikah satu tahun lagi setelah usianya sudah genap 18 tahun, padahal bagi Humaira satu tahun lagi dengan saat ini sama saja hanya saja ia berpikir apakah ia & Desta masih bisa bertahan selama itu.


Humaira tak ingin cintanya dengan Desta harus putus di tengah jalan & kandas begitu saja suatu hari nanti karena ia sudah sangat nyaman bersama Desta, ia sudah merasa sangat cocok dengan Desta & tak ingin pindah ke lain hati.


" udah dong dek jangan nangis terus ya, bang Desta gak suka liat kamu cengeng kaya gini loh sayang, jelek tau, cup ya sayang udah jangan nangis lagi kita harus ikhlas jalani ini, ini tuh salah satu ujian dari allah loh buat kita, memang kita gak tau bagaimana kita kedepannya tapi percaya deh sama bang Desta nantinya pasti kita bakal ngerti kenapa kita harus jalani ini " (kata Desta panjang lebar sambil tersenyum)


Humaira masih terdiam membisu tak sedikitpun bersuara, ia tak kuasa menahan kesedihannya saat ini, air matanya tak bisa ia bendung & mengalir begitu saja lolos dari matanya.


Desta masih terus mengelus-ngelus punggungnya sambil sesekali mengelus rambutnya untuk menenangkan dirinya, kesabaran Desta lah selama ini yang membuatnya benar-benar jatuh cinta.


" pantesan aja bang Zayn mikir kamu masih kecil dek, bang Desta jadi sadar nih ternyata gak ada salahnya bang Desta ikutin syarat dari bang Zayn ternyata emang kamu masih kaya anak kecil " (kata Desta lagi)


Sontak ia melepaskan pelukannya dari Desta, karena mendengar kata-kata Desta, ia lalu melihat kearah Desta yang justru masih tersenyum melihat kearahnya.


" bang Desta juga mikir Huma anak kecil? " (kata Humaira bertanya)


" ya apa namanya dong sayang kalo bukan anak kecil nangis-nangis gitu? " (kata Desta bercanda)


" ya Huma kan sedih bang masa gak boleh nangis, Huma gak nyangka yang Huma bayang-bayangkan harus di tunda sampe satu tahun lagi " (kata Humaira)


" loh kok malah nangis lagi sih, dek sumpah bang Desta juga sedih loh sekarang bukan cuman kamu aja sayang tapi kita gak boleh berlarut-larut dalam kesedihan sayang " (kata Desta sambil menghapus air mata Humaira yang membasahi pipinya), " jangan nangis lagi ya, kita jalani semuanya dengan senyuman " (kata Desta tersenyum kembali)


Humaira akhirnya luluh dengan kata-kata Desta, benar kata kekasihnya saat ini bukan hanya dirinya yang dilanda kesedihan sebenarnya Desta juga pasti sedih tapi Desta lebih memilih mengikhlaskan semuanya dengan lapang dada & tetap tenang.


" bang Des makasih ya udah sabar ngadepin Huma, tolong tetap di samping Huma apapun yang akan terjadi nantinya " (kata Humaira)


Desta hanya mengangguk sambil tersenyum kearahnya, ia pun ikut tersenyum sambil melihat Desta.


" iya, gitu dong senyum, dari tadi mewek mulu jelek tau, bang Desta tuh lebih suka adek kalo bahagia, senyum terus gak boleh sedih, janji ya sama bang Desta jangan nangis didepan bang Desta, terus bahagia ya sayang " (kata Desta mengelus-ngelus rambut Humaira)


" iya janji " (kata Humaira berjanji)


" habis ini bang Desta harap adek gak boleh sedih-sedih lagi, jangan sebel sama bang Zayn, kan kamu tau sendiri sayang kalo bang Zayn tuh sayang banget sama kamu " (kata Desta)


" iya bang iya, Huma gak bakal sebel kok sama bang Desta " (kata Humaira)


" janji ya? " (kata Desta sambil menyodorkan jari kelingkingnya)


" iya janji " (kata Huma sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Desta)


" anak pinter, anak manis, cantik, imut, sayangnya bang Desta, i love u sayang " (kata Desta sambil memeluk & mencium puncak kepala Humaira)


" i love u too " (kata Humaira tersenyum)


Humaira membalas pelukan Desta saat ini, ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Desta dengan erat tak ingin terpisahkan lagi rasanya tetapi apa mau dikata mereka harus bersabar untuk saat ini.


" bang Desta nanti gimana ngomong ke ayah sama bunda? " (tanya Humaira)


Ia tiba-tiba mengingat kedua orang tua kekasihnya yang saat ini pasti jelas juga menantikan kabar baik dari keputusan malam ini untuk hubungan mereka berdua. Ia mulai melepaskan pelukannya & menatap kearah Desta khawatir jika karena hal ini justru kedua orang tua kekasihnya akan menentang mereka setelah tau keputusan malam ini tak sesuai dengan apa yang mereka harapkan juga.

__ADS_1


Lagi-lagi Desta tersenyum lalu memeluk tubuhnya kembali, ia hanya menurut masuk kedalam pelukan Desta, mendapatkan perlakuan Desta seperti ini membuat dirinya benar-benar tenang, kembali Desta mengelus-ngelus rambut nya, sambil mengeluarkan nafas kasarnya, Humaira sedikit mendongakkan kepalanya melihat kearah atas terlihat jelas senyum di wajah Desta.


Pandangan matanya lurus menatap kosong kearah depan sebelum akhirnya Desta melihat kearahnya, Humaira tak mengerti mengapa Desta bisa setenang itu walaupun ia yakin hatinya juga kecewa malam ini, jelas-jelas Desta bukan tipe pria yang cuek.


" masalah bunda sama ayah serahin aja sama abang sayang, lagian bunda sama ayah orangnya gak yang ribet-ribet amat kok, jadi tenang aja " (kata Desta), " kamu tuh jangan terlalu banyak mikir sayang tar kamu stres, di bawa heppy aja jangan terlalu dipikirin, enjoy ya, bang Desta gak suka kalo adek kaya ngerasa terbebani nantinya gara-gara terlalu mikir " (kata Desta melanjutkan kata-katanya)


Humaira mengeluarkan nafas kasarnya sambil memegang kedua tangan Desta, matanya menatap kearah kedua mata Desta.


" bang Desta jangan terus khawatir sama Huma, sumpah deh Huma janji Huma bakal baik-baik aja " (kata Humaira)


" beneran ya? " (kata Desta)


" iya bang " (kata Humaira)


Saat ini ia perasaannya sudah lebih membaik berkat nasehat-nasehat dari Desta, ia masih harus terus belajar dari Desta yang sifatnya memang luar biasa dewasa.


# Rindu Mentari


Sedari tadi ia mengkhawatirkan Humaira yang nampak sangat kecewa tadi saat menerima kenyataan jika pernikahannya dengan Desta harus di tunda sampai umurnya genap 18 tahun, melihat ekspresi kesedihan di wajah adik iparnya tadi membuat dirinya juga sangat bersedih.


Padahal selama ini Humaira selalu semangat jika membahas perihal pernikahannya suatu saat nanti bersama Desta, tetapi angan-angnnya untuk menikah di waktu dekat ini harus ia undur satu tahun lagi.


Rindu berharap adik iparnya tersebut dapat berlapang dada & mengambil hikmahnya, Zayn melakukan hal tersebut bukan karena tak sayang pada Humaira ia melakukan hal tersebut karena terlalu sayang dengan adiknya tersebut.


Sampai saat ini pun masih terlihat wajah sedih Zayn karena membuat Humaira kecewa, ia merasa bersalah kepada Humaira tetapi Rindu yakin ia juga tak bisa melepaskan begitu saja adiknya untuk menikah saat ini.


Saat ini ia & Zayn sedang berada diruang tamu, Zayn merebahkan tubuhnya & merebahkan kepalanya di atas pangkuan Rindu. Ia membelai-belai rambut Zayn sambil tersenyum.


" sayang kamu gak marah kan sama aku gara-gara tindakan aku tadi? " (kata Zayn)


Rindu), " tapi kak Zayn jangan khawatir aku yakin kok Huma pasti ikhlas ngejalanin ini " (kata Rindu sambil tersenyum)


Zayn nampak takut jika Humaira benci padanya Rindu tau itu, Huma adalah adik satu-satunya untuk Zayn sama seperti Bumi yang merupakan adik satu-satunya Rindu sehingga saat ini Rindu faham bagaimana perasaan Zayn.


" sayang kamu percaya kan aku ngelakuin ini bukan karena mementingkan sikap egois aku, aku tuh sayang banget sama Huma, aku cuman takut nantinya Huma gak terbiasa dengan kehidupan rumah tangga & gak dewasa menyikapi masalah-masalah yang datang " (kata Zayn)


" iya kak aku percaya kok, aku juga tau kakak sayang banget sama Huma & Huma pasti ngerti itu, udah kakak gak usah terlalu pikirin lagi ya " (kata Rindu)


" iya sayang, makasih ya kamu bisa ngertiin aku " (kata Zayn)


" sudah seharusnya kan sayang, aku kan istri kakak " (kata Rindu)


Ia tak ingin membuat Zayn semakin sedih bagaimana pun juga pendapat Zayn memang sangat penting meskipun niat baik Desta & Huma juga adalah demi kebaikan mereka agar terhindar dari fitnah & Zinah.


# Muhammad Desta Hamizan


Ia melihat ke arah tangannya untuk melihat jam ditangannya, sebentar lagi adzan isya akan berkumandang ia segera mengajak Humaira untuk masuk kedalam rumah karena sudah terlalu lama mereka duduk diluar.


" masuk yuk dek, terlalu lama diluar takut kamu sakit entar, angin malam gak baik lo buat tubuh " (kata Desta mengajak Humaira untuk masuk)


Humaira hanya mengangguk sambil tersenyum kepadanya, mereka segera bangkit dari duduknya & berjalan bersama kearah dalam sambil bergandengan tangan, Humaira saat ini sudah tak terlihat bersedih lagi membuat Desta cukup tenang.


Sebagai seorang pasangan Desta harus tetap membuat Humaira tetap menjadi gadis baik yang patuh terhadap keluarganya karena menurut Desta keluarga adalah segalanya.


" ada bang Zayn tuh kayaknya di ruang tamu, gabung aja yuk " (kata Desta mengajak Humaira)

__ADS_1


Kekasihnya terhenti untuk sesaat membuatnya ikut berhenti melangkahkan kakinya, Desta lalu berbalik & mengelus rambut Humaira sambil tersenyum & hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata.


Humaira pun ikut tersenyum lalu menganggukkan kepalanya juga kearahnya lalu mereka berjalan kembali secara perlahan menuju kearah di mana Zayn serta istrinya sedang berada.


" hem, boleh gabung kan kak? " (kata Humaira)


Kekasihnya akhirnya membuka suaranya yang sontak membuat Rindu menoleh kearah mereka sambil tersenyum & mengangguk, terlihat saat ini Zayn telah memejamkan matanya lelap tertidur dengan berbantalkan pangkuan Rindu.


" kenapa gak diajak pindah aja kak ke kamar?, kak Zayn pasto capek banget " (kata Humaira)


" nanti aja dek, kan bentar lagi sholat isya " (kata Rindu)


" iya juga sih " (kata Humaira singkat)


" kamu udah gak papa dek?, maaf ya kalo kak Zayn bikin kalian berdua sedih " (kata Rindu meminta maaf atas nama Zayn)


Desta menoleh kearah Humaira sambil mengelus-elus tangan kekasihnya tersebut agar tak terlihat sedih lagi karena pertanyaan Rindu.


" enggak kak, insyallah Huma ikhlas kok terima keputusan tadi, bang Desta juga ikhlas nerima keputusan buat kita berdua " (kata Humaira sambil tersenyum)


Mendengar jawaban kekasihnya Desta cukup lega, ia kemudian mengelus kepala Humaira sambil tersenyum, gadisnya saat ini nampak terlihat dewasa dengan jawabannya pikirnya.


" kak Rindu gak usah minta maaf ke kita berdua kak, lagian disini kan gak ada yang salah, bang Zayn cuma menyampaikan pendapatnya kok & itu wajar, namanya juga Huma kan adek satu-satunya bang Zayn, pasti bang Zayn lebih tau apa yang terbaik buat Huma " (kata Desta)


" kakak bersyukur kalian memahami apa yang dirasakan kak Zayn & dipikirkan Zayn, kakak berdoa semoga kalian bakal tetep langgeng & bertahan menghadapi setiap cobaan ya " (kata Rindu mendoakan)


" aamiin " (kata Humaira & Desta menjawab bersama)


Inilah cobaan pertama untuk hubungannya dengan Humaira setelah setengah tahun menjalani ikatan cinta kasih, selama setengah tahun ini hubungan mereka tak pernah diterpa masalah, bahkan mereka terlihat selalu baik-baik saja.


Justru karena mereka telah yakin jika mereka telah siap untuk melanjutkan hubungan mereka disaat itulah cobaan untuk cinta mereka datang. Tetapi Desta yakin dengan adanya cobaan hubungannya dengan Humaira akan semakin erat lagi.


" insyallah kami pasti bakal bertahan kok kak, makasih ya udah doain buat kami yang terbaik, semoga allah mendengar doa-doa yang terbaik buat kami berdua " (kata Desta)


" aamiin, liat kalian bahagia kakak juga bahagia makanya kakak juga pengen kalian terus sama-sama, kalian berdua tuh udah cocok banget, tapi kalian tetep semangat ya kan kalian masih bisa tunangan dulu " (kata Rindu)


" kak Rindu ini memang the best deh, makin sayang Huma sama kak Rindu " (kata Humaira)


" kakak juga sayang sama Huma dek, kakak harap Huma jangan sedih-sedih ya terus bahagia " (kata Rindu)


" siap kak, yang penting bang Desta terus sama Huma pasti Huma bakal terus bahagia " (kata Humaira)


" bang Desta mah gak bisa terus di samping kamu dek " (kata Desta)


" kenapa? " (kata Humaira melihat kearah Desta)


Desta diam sejenak ikut melihat kearah Humaira sambil tersenyum melihat ekspresi wajah kekasihnya yang saat ini terlihat tegang.


" ya kan kita gak tinggal serumah gimana bang Desta mau terus di samping kamu sayang " (kata Desta)


" astaga, aku pikir kenapa sampe tegang, hahahhaa " (kata Humaira tertawa)


" mikir apa emang hhmmm?, jangan terlalu sering suudzon dek, berprasangka aja yang baik-baik dek biar dikasih yang terbaik sama allah " (kata Desta bertanya)


" hehehe " (kata Humaira cengengesan)

__ADS_1


Desta tersenyum sambil mengelus rambut kekasihnya tersebut, jika tuhan mengijinkan ia ingin terus berada di sisi Humaira agar dirinya terus bisa melihat senyum di wajah kekasihnya tersebut, kebahagiaan Humaira adalah bagian dari kebahagiaannya juga.


__ADS_2