Polwan Cantik

Polwan Cantik
#91 SEASON 2


__ADS_3

# Rindu Mentari


Jam telah menunjukan pukul 07.30 pagi setelah bersiap-siap ia & suaminya saat ini telah berada di dalam mobil untuk pergi ke supermarket membeli bahan-bahan untuk ia memasak, rencananya sore nanti setelah pulang dari melaksanakan KKN Rindu akan mulai memasak untuk makan malam mereka berdua.


Dilihatnya senyum suaminya sedari tadi terus mengembang diwajahnya terlihat nampak bahagia sekali, tak seperti biasanya yang terlihat nampak kaku meskipun biasanya suaminya juga akan tersenyum jika melihat kearahnya.


" kakak lagi mikir apaan sih kok dari tadi senyum terus gitu? " (kata Rindu bertanya)


" lagi mikirin kamu lah " (kata Zayn tersenyum sambil menoleh)


" mikirin aku kenapa? " (kata Rindu)


" mau tau aja apa mau tau banget? " (kata Zayn iseng masih tetap dengan senyum diwajahnya)


Rindu menepuk jidatnya reflek sambil menggelengkan kepalanya, bukannya tak suka melihat suaminya yang nampak sangat bahagia tetapi Rindu sedikit penasaran mengapa suaminya nampak terlihat senang sekali pagi ini.


" ya mau tau lah pokoknya " (kata Rindu)


" ada deh " (kata Zayn)


" ah nyebelin, kalo tau jawabannya kaya gitu tadi mending gak usah nanya deh " (kata Rindu)


Rindu agak cemberut sambil melihat kearah luar & menyilangkan tangannya, melihat dirinya seperti itu suaminya justru makin tersenyum lebar.


" ngambek? " (kata Zayn yang masih fokus dikemudinya)


" enggak " (kata Rindu)


Tiba-tiba Zayn memegang satu tangan Rindu & diciumnya, ia lalu menoleh,kearah Rindu sambil tersenyum kembali, Rindu jadi agak salah tingkah mendapati perlakuan manis Zayn.


" jangan ngambek ya istriku " (kata Zayn)


Setiap mendengar Zayn memanggil dirinya dengan sebutan tersebut jantung Rindu jadi berdebar-debar tak karuan, wajahnya memerah sudah seperti udang rebus, Rindu tersenyum sambil berusaha memalingkan wajahnya.


Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya mobil yang meraka kendarai telah sampai di sebuah supermarket. Ia & Zayn lalu turun bersama dengan bergandengan tangan.


" kakak suka makan masakan apa? " (kata Rindu)


Selama dekat dengan suaminya dirinya memang tak pernah tau apa saja makanan kesukaan suaminya, bahkan ia juga tak tau apa yang tidak di makan oleh suaminya.


" aku makan semuanya sih, apalagi kalo kamu yang masak, sudah pasti aku bakal makan semuanya " (kata Zayn)


" serius? " (kata Rindu)


" iya serius " (kata Zayn)


Rindu hanya manggut-manggut saja sudah mengerti karena ternyata suaminya adalah pemakan segalanya & taka ada sesuatu yang tak suka ia makan.


" kakak suka gak makanan yang pedes-pede? " (kata Rindu)


" suka " (kata Zayn)


Sekali lagi Rindu mengangguk-agukan kepalanya sambi tersenyum.


# Humaira Shakila Najma


Ia telah berada di kampusnya & masih duduk bersama dengan Gibran, ini merupakan kabar ter fenomenal setelah kemarin Gibran berangkat bersamanya ke kampus & banyak para senior yang datang untuk melabraknya. Saat ini sudah banyak mata-mata memperhatikan kedekatannya dengan kakak sepupunya tersebut, seolah tak mau tau dengan apa yang mereka pikirkan Humaira memutuskan untuk cuek & berhenti berpikir untuk masalah yang akan ia dapat karena dekat dengan kakak sepupunya sendiri.


" lo risih gak sih kita kaya jadi pusat perhatian gitu? " (kata Humaira)


Humaira kembali memperhatikan kearah sekelilingnya agak jengah, ia sesekali menggelengkan kepalanya tak suka di perhatikan dengan seksama seperti saat ini.


" udah biarin aja, anggap aja lo artisnya kampus " kata Gibran sambil tersenyum.


" mereka pasti ngira kalo kita lagi PDKT nih kak " (kata Humaira)


" bagus dong " (kata Gibran)


Humaira memukul paha Gibran pelan karena memberi jawaban yang tak jelas seolah makin memperkeruh keadaan.


"bagus apanya sih, lo yang aneh-aneh aja seneng banget di gosipin orang lain " (kata Humaira lagi)


" ya namanya juga gosip sih dek, jadi gak usah, terlalu ditanggapi yang segimana-mana lah, lagian netizen mah emang gitu dek, kalo ngomong sesuka pemikirannya sendiri " (kata Gibran)


" nanti kalo ada apa-apa sama gue tolong gue ya " (kata Humaira)


" iya nyonya " (kata Gibran)


" hahahah, apa sih " (kata Humaira tertawa)


Pagi ini ia & Gibran masih belum masuk kedalam kelas karena belum ada mata kuliah yang harus mereka hadiri, mereka berdua masih asik duduk di kantin berdua sambil mengobrol, saat masih mengobrol dengan Gibran tiba-tiba ponselnya berbunyi, ia menatap kearah ponselnya yang saat ini telah berbunyi.

__ADS_1


" siapa? " (tanya Gibran)


" Bumi, tar gue angkat dulu ya " (kata Humaira)


Tanpa menunggu lama akhirnya Humaira mengangkat panggilan masuk dari Bumi.


📞 panggilan masuk WhatsApp Bumi.s....


" hallo assalamuallaikum " (kata Humaira)


" waallaikumsalam " (kata Bumia)


" kenapa nyok pagi-pagi telpon? " (kata Humaira)


" kan disitu udah siang " (kata Bumi dari sebrang telepon)


" iya sih, udah jam 10, tapi disitu kan masih pagi buta " (kata Humaira)


Perbedaan waktu antara Indonesia & london adalah 6 jam, indonesia lebih cepat 6 jam dari london.


" lagi apa lo jam segini udah bangun? " (kata Humaira)


" lagi inget lo makanya gue nelpon lo " (kata Bumi)


" kampret modus lo, jangan kebanyakan modus lo fokus sana sama kuliah lo, hahaha " (kata Humaira tertawa)


" gak papa kali gue modus, kemaren-kemaren gue belum punya kesempatan buat modusin lo kan " (kata Bumi)


" hahahah, males juga gue kalo tau lo mau modusin gue " (kata Humaira)


" mak gue kangen banget sama lo " (kata Bumi)


" idih tambah modus, perasaan tiap hari kita telponan deh " (kata Humaira)


Humaira & Bumi beberapa hari belakangan ini kembali lagi berhubungan dengan baik seperti sedia kala, Humaira tak lagi kesal kepada Bumi karena mengakui rasa cintanya pada Humaira.


" hahahahhaa, lo belum masuk nih? " (kata Bumi)


" belum, entar jam sebelan lah " (kata Humaira)


" lo lagi apa? " (kata Bumi)


" lagi nongkrong di kantin ama kak Gibran " (kata Humaira)


" mmmm dasar lo " (kata Humaira)


" hahahah " (kata Bumi hanya tertawa)


Sambungan telepon pun segera ia matikan, Humaira meletakan ponsel miliknya kembali kedalam tasnya. Setelah meletakan ponselnya Humaira kembali menyedot jus alpukat yang sudah berada didepannya sedari tadi yang sudah tinggal setengah, ia melirik ke arah Gibran yang ternyata sedari tadi memperhatikannya.


" kenapa? " (kata Humaira bertanya karena diperhatikan oleh Gibran)


" gue heran ama lo masih bisa akrab ama Bumi padahal lo tau dia naksir lo " (kata Gibran)


" terus apa bedanya sama lo, kan lo semalam bilang suka sama gue tapi gue masih mau aja deket lo " (kata Humaira)


" hahahahah, anji*r kalo ama gue jelas beda lah dek, kalo gue kan cuman kebaperan aja ama lo " (kata Gibran)


" iya kelamaan jomblo makanya halu " (kata Humaira)


" hahahaha " (kata Gibran hanya tertawa)


" wedooooossss " (kata Humaira)


Mereka berdua tertawa bersama-sama merasa lucu dengan perasaan yang dimiliki oleh kakak sepupunya tersebut.


# Abdul Zayn Mikail


Merasa sendiri di apartemen Zayn terus-terusan mengingat istrinya yang saat ini berada diluar, baru beberapa jam ia di tinggalkan Rindu tetapi hatinya terus-terusan gelisah tak menentu, sudah puluhan kali Zayn mondar-mandir ditempat yang sama & terus melihat jam di tangannya.


Baru satu jam Rindu tak berada disisinya entah mengapa ia seperti merasa sangat rindu sekali dengan istrinya, ingin sekali rasanya ia datang menghampiri istrinya untuk sekedar melihat apa yang sedang dilakukan istrinya saat ini.


Zayn kemudian duduk di balkon untuk menenangkan dirinya agar tak terlalu rindu dengan istrinya, bukannya perasaannya hilang ia justru semakin kangen dengan Rindu.


" ah si*al, baru juga satu jam ditinggal gini banget gue, gak mungkin kan gue samperin, waktu istirahat makan siang juga masih lama " (kata Zayn sendiri)


Tak banyak yang ia bisa lakukan di apartemennya saat ini setelah istrinya pergi untuk melaksanakan kegiatan KKN nya hari ini. Karena merasa kesunyian akhirnya ia merebahkan dirinya lagi keatas tempat tidurnya. Saat akan memejamkan matanya Zayn malah terus-terusan terbayang-bayang wajah cantik istrinya yang saat ini menjadi lebih penurut.


" gak bisa kaya gini terus nih, kenapa tiba-tiba rasanya gue gak bisa jauh dari Rindu, gue susulin aja kali ya, takutnya deket-deket lagi sama cowok yang kemarin " (kata Zayn yang mulai bangkit dari tidurnya & turun dari tempat tidurnya lalu mulai berjalan menuju pintu keluar)


" enggak-enggak, kalo gue dateng kesana terus tiba-tiba gue cemburu tar kasian lagi bini gue malu " (kata Zayn yang tiba-tiba berhenti)

__ADS_1


" tapi kalo gak gue susulin tar ada yang modus sama bini gue " (kata Zayn berpikir)


" ccccckkkkkk ribet banget sih, pergi aja ah " (kata Zayn)


Zayn memutuskan untuk melihat kegiatan istrinya saat ini, Zayn rasa istrinya juga tak akan keberatan jika ia melihat kegiatan apa yang dilakukan istrinya saat melakukan kegiatan KKN.


Mobilnya mulai menjauh dari apartemennya menuju arah dimana Rindu sedang melakukan kegiatan pagi ini, perasaan ingin bertemu istrinya semakin menggebu-gebu saat ini bahkan ia sangat ingin cepat sampai disana & memeluk istrinya.


" pokoknya begitu sampe langsung gue peluk bini gue, bodo amat diliatin orang, istri-istri gue bukan istri orang " (kata Zayn)


Saat berada di dalam perjalanan Zayn mengingat istrinya sangat menyukai bunga, ia berfikir akan membawakan istrinya sebuket, ia segera menepikan mobilnya di sebuah toko yang menjual berbagai macam bunga segar.


Setelah membeli sebuket bunga Zayn kembali mengemudikan mobilnya melaju melewati jalan raya, Zayn tersenyum sambil melihat sebuket bunga mawar berwarna pink yang ia letakan di kursi tepat disebelahnya.


Terbayang wajah istrinya yang pasti akan sangat menyukai pemberiannya kali ini, Zayn tersenyum tak sabar melihat senyum istrinya kala mendapatkan hadiah sebuket bunga berwarna pink kesukaannya.


" sayang aku datang " (kata Zayn)


# Rindu Mentari


Rindu bersama beberapa teman KKN nya saat ini sedang berada di kelurahan untuk melakukan beberapa pekerjaan, banyak hal yang bisa ia pelajari selama mengikuti kegiatan KKN, mengenal daerah ini sangat menyenangkan bagi Rindu, selain ramah-ramah masyarakat di kota D juga sangat welcome dengan mereka peserta KKN.


Sebagai mahasiswa jurusan pariwisata Rindu sangat suka belajar tentang kebudayaan daerah, ia beruntung bisa ditempat kan di daerah ini untuk melaksanakan KKN karena masyarakatnya ramah-ramah.


" aku suka deh disini, soalnya warganya ramah-ramah " (kata Rindu)


" sama, ini juga petugas kelurahannya sama, ramah banget " (kata Aira)


" iya sumpah staf-stafnya tuh ramah-ramah banget " (kata Rindu)


" gak rugi kita di tempatin di sini " (kata Aira)


Saat,masih sedang asik mengobrol dengan temannya Rindu seolah melihat sosok Zayn berjalan dari arah kejauhan, Rindu mukai menyipitkan matanya untuk memperjelas penglihatannya.


" itu bukannya suami lo? " (kata Aira menunjuk kearah Zayn)


" astaga kenapa kak Zayn kesini " (kata Rindu diam tertegun melihat kearah Zayn)


" omooooo, suami lo bawa bunga, aihhhhhh so sweet " (kata Airin ala-ala gadis korea yang terkejut)


Memang benar Zayn terlihat membawa sebuket bunga mawar berwarna ping kesukaannya, Rindu langsung berjalan menuju arah Zayn yang masih berjalan di kejauhan menuju arahnya. Setelah saling dekat Zayn langsung memeluknya, membuatnya terkejut sampai hampir tak bernafas, Rindu lalu berusaha melepaskan dirinya dari pelukan suaminya.


" sebentar aja " (kata Zayn), " aku kangen " (kata Zayn lagi)


Rindu hanya menuruti permintaan suaminya tersebut, kata-kata suaminya terdengar aneh baru beberapa jam mereka tak bersama tapi suaminya berkata merindukan dirinya.


" ini bunga buat kamu " (kata Zayn memberikan bunga tersebut)


" makasih kak " (kata Rindu tersenyum)


" kamu masih lama ya? " (kata Zayn)


" iya kak, masih dua jam lagi baru istirahat " (kata Rindu)


" aku disini aja liatin kamu gak papa ya? " (kata Zayn), " aku bosen di apartemen gak ada kamu " (kata Zayn lagi sambil mengelus rambut Rindu)


Rindu hanya terdiam melihat kearah suaminya, ia bingung harus mengatakan apa kepada suaminya, ia tak mungkin menolak keinginan suaminya tapi tak mungkin juga ia membiarkan suaminya menunggu dirinya lama sendiri disini.


" boleh ya " (kata Zayn lagi), " janji deh gak bikin masalah, aku cuman pengen liat kamu aja " (kata Zayn)


" tapi kakak gak papa kalo sendirian disini, soalnya aku masih banyak kerjaan " (kata Rindu)


" iya sayang gak papa " (kata Zayn)


Rindu menepuk reflek jidatnya sambil menggelengkan kepalanya, ia tak menyangka kenapa suaminya jadi selengket ini dengannya pikirnya.


" ya udah kamu sana gih, aku nunggu di mobil aja, di depan sana " (kata Zayn)


Rindu hanya menatap suami tak bergeming enggan pergi dari tempatnya, ia mulai berpikir untuk benar-benar mengambil cuti kuliah & menunda KKN nya saat ini.


" udah sana gih " (kata Zayn tersenyum)


Rindu tersenyum & memeluk suaminya kembali, ia merasa kasian dengan suaminya karena dimasa liburnya ia harus berada di apartemen mereka sendirian.


" maaf ya kak, kakak libur aku malah sibuk KKN " (kata Rindu)


" kok gitu sih ngomongnya, aku kan gak papa kamu KKN sayang, aku cuman kangen aja makanya aku kesini, kalo kamu ngwrasa terbebani aku gak papa kok pulang aja yang penting udah ketemu kamu " (kata Zayn)


" makasi ya kak udah jadi suami yang baik & pengertian " (kata Rindu)


" iya sayang, i love u " (kata Zayn)

__ADS_1


" i love u to suami ku " (kata Rindu sambil tersenyum)


Rindu masih terus memeluk suaminya saat ini, beruntung dirinya memiliki suami seperti Zayn pikirnya yang selalu mendukung dirinya.


__ADS_2