Polwan Cantik

Polwan Cantik
#158


__ADS_3

Ia sangat lega begitu melihat suaminya beserta polisi lain berada dibawa untuk menyelamatkannya, ia tau jika suaminya tak akan tinggal diam begitu mengetahui dirinya diculik, ia tak menyangka levin dengan mudah menyerahkan diri & melepaskannya, ia segera berlari kearah suaminya tetapi tak disangka levin mengambil senjata yang ia sembunyikan dibalik pinggangnya & menembak kearah suaminya, ia berlari kearah suaminya sambil menangis memeluk tubuh suaminya karena tertembak, air matanya jatuh dengan deras mebasahi pipinya, ia berteriak memanggil-manggil nama suaminya.


"bang,....bang bangun bang,....jangan tinggalin aku bang"(kata safitri)


"bang,...aku mohon buka mata abang"(kata safitri menangis memeluk suaminya)


Suaminya tak kunjung membuka mata, levin telah berhasil dibekuk oleh polisi dengan menembak tangannya agar senjata yang ia pegang terjatuh.


#*Bripda randito dwi mahendra


Misi penyelamatan safitri berjalan dengan lancar meskipun levin berhasil memeprdaya para polisi & berhasil mencelakai bripka abimana membuat bripka abimana terjatuh, ia bersama aidan berjongkok disebelah bripka abimana bersama safitri, melihat safitri menangis karena bripka abimana teryembak dibagian kaki & dadanya, briptu aidan segera menelpon ambulan untuk menangani bripka abimana, ia berusaha menenangkan safitri karena terus menangis memanggil suaminya yang tak kunjung membuka matanya.


"fit lo tenang jangan nangis gitu"(kata randito)


"iya fit lo gak usah nangis"(kata aidan)


"gimana gue gak nangis coba, laki gue ketembak,... ini gak bangun-bangun"(kata safitri)


"gue udah telpon dokter biar cepet datang periksa keadaan lo"(kata aidan)


"lo ko malah nelpon dokter buat periksa gue si bang, ini laki gue yang parah"(kata safitri)


#* safitri


Ia sangat kesal dengan dito & aidan bukannya cepat membawa suaminya kerumah sakit malah terus mengatakan jika dirinya harus tenang, bagaimana dirinya harus tenang jika nyawa sedang dipertaruhkan suaminya, ia tak perduli dengan apa yang dikatakan dua pria ini ia terus menangis & berteriak meminta tolong, tetapi sama dengan dua polisi ini polisi lain juga cuman berkata ia harus menenangkan diri sambil menunggu dokter datang.

__ADS_1


"kalian kenapa si, kalo ada apa-apa sama suami gue gimana"(kata safitri)


Ia terus menangis & memeluk tubuh suaminya.


"bang bertahan ya sayang, jangan tinggalin aku,....bang buka mata abang aku mohon"(kata safitri)


Tiba-tiba ia mendengar suara batuk suaminya.


#*Bripka abimana prasetiya


Ia menahan rasa sakit dibagian kakinya karena ia tertembah dibagian kaki & dadanya, ia mendengar istrinya terus memanggil namanya & menangis serta memeluknya erat, bahkan terus meminta tolong untuk menyelamatkannya, ia sangat senang istrinya begitu mencintainya, karena terus-terusan dipeluk ia tidak bisa bernafas membuatnya terbatuk.


"uhuk...uhuk.....sayang abang gak bisa napas"(kata abimana)


Ia sangat lucu karena ekspresi istrinya sangat lucu, ia tak bisa bernapas karena dipeluk terlalu erat.


"sayang abang gak bisa napas kamu meluknya kuat banget, tapi kalo mau dikasih napas buatan juga gakpapa"(kata abimana)


Mendengar perkataannya membuat aidan & randito yang berada didekat mereka berdua menjadi tertawa terbahak-bahak.


"kalian kenapa si ko malah ketawa, ini suami gue hampir kehabisan nafas"(kata safitri)


"bang sudah bang ektingnya, bini lo kehabisan air mata entar, lagian levin juga sudah ditangkap"(kata randito)


"ekting,...apasih"(kata safitri menoleh kearah aidan & randito berusaha mencari jawaban)

__ADS_1


Ia hanya tersenyum melihat istrinya, ia lalu bangun untuk duduk, ia memang sedang ekting saat dirinya ditembak dibagian dada oleh levin agar levin merasa jumawa & puas melihat ia terjatuh tersungkur, padahal ia telah memakai baju anti peluru, jadi saat levin menembaknya peluru itu tak menembus dadanya hanya menembus bajunya saja & menempel disana, ia lalu memberikan peluru yang ia pegang sedari tadi didadanya kepada safitri.


"i....ini....apa bang"(kata safitri)


"sayang abang memang kena tembak tapi yang bener-bener ketembak kaki abang, sedangkan dada abang ketembak tapi gak nembus, abang soalnya pake ini"(kata abimana sambil membuka bajunya memperlihatkan baju anti pelurunya)


Aidan& randito kembali tertawa karena melihat safitri tercengang karwna suaminya tidak terluka.


"abang pake baju anti peluru, terus kenapa gak bangun-bangun, jahat banget si....ah...."(kata safitri masih menangis)


"aduh sayang,....cup....cup....abang gak kenapa-napa ko malah sedih si,...beratu ade seneng kalo abang kenapa-napa"(kata abimana memeluk istrinya)


"ya gak gitu bang, abang kenap coba malah diem aja"(kata safitri)


"abang pura-pura untuk mengecoh levin sayang, daripada dia nembaknya membabi buta,xabang gak mau ade kenapa-napa"(kata abimana mencium kening istrinya)


"tapi aku takut soalnya abang gak bangun-bangun"(kata safitri)


"udah ya sayang, jangan nangis lagi kasian anak kita didalam sana"(kata abimana)


"hemmm,...tapi kakai abang gimana?"(kata safitri)


"ini sakit tapi abang masih bisa tahan"(kata abimana)


Ia lalu berdiri dengan dibantu aidan & randito ia berjalan dengan mengangkat satu kakinya dengan dipapah oleh istrinya & aidan. Ia bersyukur hanya kakinya yang terluka & istrinya baik-baik saja

__ADS_1


__ADS_2