Polwan Cantik

Polwan Cantik
#93 SEASON 2


__ADS_3

# Abdul Zayn Mikail


Beberapa hari kemudian....


Kembali lagi dengan tugasnya sebagai seorang pilot hari ini untuk pertama kalinya setelah cuti panjang ia kembali menerbangkan burung besinya menjelajahi pulau satu ke pulau lainnya. Zayn kali sedang berada di rute penerbangan menuju kota C & akan stay di kota xxx pada malam hari.


Hari ini untuk pertama kalinya ia berpisah dengan istrinya setelah menikah, dengan sangat berat hati Zayn harus meninggalkan Rindu di kota D sendiri & itu membuat dirinya menjadi agak khawatir dengan keadaan istrinya.


Setelah ia sampai di bandara tujuan ia akan segera menghubungi istrinya, karena kebetulan saat ini ia juga sudah sangat ingin melihat wajah istrinya, seperti biasa baru beberapa jam berpisah ia sudah sangat merindukan istrinya.


Pesawat sudah berada di bandara tujuan, setelah mendaratkan pesawatnya dengan baik Zayn memonitor para awak kabin seperti biasa, terdengar seorang Pramugari berbicara untuk memberi instruksi & mengucapkan terimakasih sebelum para penumpang turun darai pesawat.


“Atas nama Garuda Indonesia dan seluruh kru, saya ingin berterima kasih kepada Anda atas ikut sertanya dalam perjalanan ini. Kami berharap bisa berjumpa dengan anda lagi dalam penerbangan dalam kesempatan yang akan datang. Semoga hari Anda menyenangkan! ” (kata seorang pramugari)


Zayn memakai kacamata hitamnya saat ini masih dalam posisi duduknya di kokpitnya bersama dengan kopilot Indra, sejauh ini ia rasa dirinya masih tetap profesional menjalankan tugasnya meskipun sesekali ia mengingat wajah istrinya.


Mungkin perasaan yang Zayn rasakan saat ini sangat wajar terjadi mengingat ia & istrinya baru saja menikah & baru merasakan cinta-cintanya, rasa kasmaran baru mereka rasakan beberapa hari setelah menikah.


Zayn tersenyum kala mengingat kebersamaannya dengan Rindu saat sedang bersama belakangan ini, selama beberapa hari ini istrinya sudah bisa mengekspresikan rasa cintanya pada Zayn juga, tak menyangka secepat itu rasa cintanya terbalaskan oleh istrinya kini.


" maaf kapten kita sudah bisa turun sekarang " (kata kopilot Indra)


Zayn menoleh kearah kopilot Indra & tersadar dari lamunannya, Zayn kemudian berdiri dari duduknya bersiap untuk keluar dari kokpit pesawat masih dengan senyum lebar diwajahnya.


" Kapten kayaknya keliatan seneng banget ya dari tadi? " (kata kopilot Indra)


Zayn hanya menunduk sambil terus tersenyum tanpa menjawab sepatah kata pun, beberapa hari ini ia memang sangat merasakan kebahagiaan yang tiada tara, kebahagiaan yang amat teramat tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


" Kapten tau gak waktu kapten ijin cuti lama kemaren ada berita kalo kapten ijin cuti buat nikah, bener gak sih kapten? " (kata pramugari yang berjalan tak jauh darinya)


Zayn menoleh kearah pramugari tersebut yang bertanya perihal ijin cutinya yang ia lakukan selama beberapa minggu ini, berita pernikahannya yang ia pikir sangat cepat sekali menyebar.


Zayn pikir tak ada yang perlu di sembunyikan dari status yang ia sandang saat ini karena memang adanya saat ia melakukan cuti beberapa minggu lalu ia telah melaksanakan pernikahannya dengan Rindu wanita yang ia cinta.


" iya emang bener, maaf ya gak ngundang kalian " (kata Zayn membenarkan sambil meminta maaf)


" waaahh, serius kapten?, jadi gosip itu beneran ya? " (kata pramugari lain yang nampak terkejut)


Berita pernikahannya ini memang cukup mengejutkan para kru yang bekerja bersama-sama dengannya.


" waduh patah hati nih cewek-cewek sejagat raya kalo tau kapten udah nikah kap " (kata kopilot Indra)


Zayn hanya tersenyum kearah indra tanpa menjawab & terus fokus berjalan menuju mobil yang akan membawa mereka ke home base.


" cewek mana yang beruntung bisa jadiin kapten suaminya kap? " (kata salah satu Pramugari yang masih terlihat nampak penasaran)


" bukan dia yang beruntung dapatin saya, justru saya yang beruntung dapatin dia " (kata Zayn tersenyum)


Ia memang sangat merasa beruntung bisa menikah dengan Rindu, perjalanan pernikahannya sangat butuh perjuangan & penuh dengan pro & kontra, beberapa derama terjadi sampai pada akhirnya istrinya memutuskan untuk meneruskan pernikahan mereka berdua. Zayn tersenyum kembali mengingat Rindu, ia melihat kearah jari manisnya yang telah melingkar cincin pernikahannya dengan Rindu.


" wahhhhh, jadi penasaran pengen liat istrinya kapten " (kata kopilot Indra)


" jangan penasaran sama istri gue Ndra, dia juga cuman perempuan biasa kok, tapi dia cukup istimewa buat gue " (kata Zayn masih dengan senyum diwajahnya)


" aihhhhh, so sweet banget sih kapten " (kata kopilot Indra)


" gak nyangka ya diem-diem ternyata selama ini kapten punya calon terus nikah " (kata salah satu Pramugari lagi)


" iya kapt, kita kira selama ini jomblo " (kata Pramugari lainnya lagi)


Bagi Zayn tak penting menjelaskan bagaimana perjalanan pernikahannya dengan Rindu, yang terpenting baginya saat ini ia & Rindu telah bersama & saling mencintai.


# Rindu mentari


Jam telah menunjukan pukul 11.00 siang, masih melakukan tugas KKN nya saat ini Rindu telah bersama teman-teman sekelompoknya untuk pergi ke kampung-kampung untuk bersosialisasi kembali dengan masyarakat setempat.


Ini merupakan sesi yang sangat Rindu suka karena dengan terjun langsung kemasyarakat & berinteraksi secara langsung seperti ini akan membuat pengetahuannya semakin bertambah untuk semakin mengenal kepribadian dari perorangan.


Sudah sekitar tiga jam dari keberangkatan suaminya untuk menjalankan profesinya kembali sebagai seorang pilot sampai saat ini ia belum menerima kabar dari suaminya apakah sudah mendarat atau belum di bandara tujuannya.


Mengingat apa yang pernah disampaikan Faiz sepupu dari suaminya yang menerangkan tentang profesi yang saat ini digeluti suaminya bukan lah profesi yang mudah & sembarangan karena banyak kemungkinan yang bisa terjadi saat berada di rute penerbangan, Rindu agak cemas.


Sebelum suaminya pergi terjadi beberapa derama yang terjadi, bahkan Rindu sempat menangis karena tak ingin berpisah dengan suaminya & takut jika tak akan bertemu lagi, bahkan ia juga memeluk Zayn erat & tak mau melepaskan kepergian suaminya.


Jika saja suaminya mengijinkannya untuk ambil cuti kuliah semester ini mungkin saat ini ia masih bisa bersama dengan suaminya & ikut kemanapun suaminya terbang.

__ADS_1


" Ra tar kamu temenin aku tidur di apartemen aku yuk? " (ajak Rindu)


Tak ingin merasakan kesepian Rindu berpikir mengajak Aira teman satu jurusannya ini ikut pulang ke apartemennya, mengajak Aira pulang ke apartemen mereka Rindu yakin suaminya tak akan keberatan.


" emang suami kamu mana? " (kata Aira bertanya)


" udah berangkat kerja " (jawab Rindu singkat)


" ya elah pengantin baru ditinggal kerja ama suaminya, ok karena aku tau kamu pasti bakal kesepian aku temenin deh kamu " (kata Aira), " tapi suami kamu gak bakal marah kan kalo kamu ajak aku pulang ke apartemen kalian? " (kata Aira lagi bertanya)


" insyallah enggak, lagian dari pada aku sendirian, aku yakin dia bakal setuju aku ajak kamu pulang ke apartemen " (kata Rindu sambil tersenyum)


" ok deh " (kata Aira)


Sebelum mengajak Aira ia akan memberitahu suaminya terlebih dahulu nanti saat suaminya menghubungi dirinya.


# Abdul Zayn Mikail


Zayn telah duduk di tepi ranjang yang berada di home base nya, ia merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel miliknya & segera menghubungi istrinya untuk memberi kabar jika ia telah sampai di kota C.


📞 calling is my wife❤......


tut....tut.....


" hallo assalamuallaikum " (kata Rindu dari sebrang telpon)


" waallaikumsalam, sayang aku udah di home base sekarang, baru aja sampe " (kata Zayn memberi tahu istrinya sambil tersenyum)


" alhamdulillah kalo gitu, kok lama kak Sampek nya padahal udah tiga jam kak Zayn pergi? " (kata Rindu)


" iya sayang tadi harus nunggu buat take off soalnya kebetulan ada juga pesawat yang duluan sampe yang take off " (kata Zayn)


" oh gitu, kakak lagi apa? " (kaga Rindu)


" lagi telpon kamu " (kata Zayn tersenyum), " sayang aku kangen " (kata Zayn)


" sama, aku juga " (kata Rindu yang juga tersenyum)


Zayn tersenyum-senyum sendiri mendengar kata-kata istrinya yang mengatakan jika ia juga sedang merindukan Zayn.


" iya kak, kak aku boleh gak bawa Aira pulang ke apartemen buat nemenin aku?, dari pada aku kesepian, soalnya udah biasa berdua sama kakak aku jadi ngerasa aneh kalo sendirian " ( Rindu menuturkan panjang lebar)


Zayn mencerna kata-kata istrinya, Zayn berpikir mungkin ada benarnya jika saat ini ada yang menemani istrinya saat ia sedang tak berada didekat istrinya.


" boleh sayang, tapi Aira aja ya & jangan bawa temen cowok mana pun ke apartemen kita " (kata Zayn)


" iya kak " (kata Rindu), " kakak kapan baliknya? " (kata Rindu lagi bertanya)


" dua hari lagi sayang, paling lama empat harian lah " (kata Zayn)


" lama banget sih kak " (kata Rindu)


" kamu sabar ya, kamu harus sabar tunggu aku pulang " (kata Zayn tersenyum)


" iya, tapi kakak janji ya hubungin aku terus? " (kata Rindu)


" iya sayang, ya udah kalo gitu ya, jangan lupa makan, jaga kesehatan " (kata Zayn)


" kakak juga " (kata Rindu)


" iya sayang, i love u " (kata Zayn)


" i love u more " (kata Rindu)


Telepon tersebut segera ia matikan Zayn tersenyum, setelah mendengar suara istrinya rasa rindunya sedikit terobati saat ini.


# Humaira Shakila Najma


Siang ini ia & Gibran pergi menuju arah bandara karena baru saja mendapatkan kabar dari kakaknya yang saat ini telah berada di kota C, buru-buru Humaira mengajak Gibran untuk pergi membolos untuk menemui kakaknya yang saat ini telah berada di home base nya.


Sudah hampir sepuluh harian ia tak bertemu dengan Zayn, membuatnya sudah sangat Rindu dengan kakaknya tesebut, ini merupakan waktu terlama ia gak berjumpa dengan kakaknya karena biasanya meskipun sedang bekerja pasti mereka masih bisa bertemu saat kakaknya tersebut berada di rute penerbangan kota mereka.


Sebelum pergi kebandara ia telah memberitahu kakaknya terlebih dahulu jika ia akan menemui kakaknya di home base nya, setelah berada di bandara Humaira kemudian berjalan beriringan dengan Gibran, seolah tak sabar untuk melepas kerinduannya Humaira semakin mempercepat langkahnya.


" eh Huma " (kata wanita berseragam pramugari yang menyapa dirinya)

__ADS_1


Humaira menoleh lalu berhenti sambil tersenyum, ia cukup mengenal wanita berseragam pramugari wajahnya cukup lumayan cantik, beberapa hari belakangan ini Humaira cukup dekat dengannya.


" eh kak Mauren " (kata Humaira tersenyum)


" mau nemuin kapten Zayn ya? " (kata Mauren)


" iya kak, oh iya kak kenalin ini kakak sepupu aku namanya kak Gibran " (kata Humaira memeperkenalkan Gibran)


" Gibran " (kata Gibran bersalaman dengan Mauren)


" Mauren " (kata Mauren)


" mau dianter gak? " (kata Mauren ramah)


" gak usah kak, makasih " (kata Humaira


" oh ok " (kata Mauren tersenyum)


" ya udah ya kak duluan " (kata Humaira)


" ok, see u " (kata Mauren)


Humaira hanya tersenyum sambil mengacungkan jari jempolnya & melanjutkan jalannya menjauh dari Mauren.


# Abdul Zayn Mikail


Zayn hanya merebahkan tubuhnya sambil menunggu kedatangan adiknya yaitu Humaira di home base nya saat ini, sudah beberapa hari selama berada di kota D ia tak bisa bertemu dengan adiknya, komunikasi antara keduanya masih tetap terjalin dengan baik hanya saja tak ada waktu untuk menghabiskan waktu bersama mengingat istrinya juga sedang sibuk-sibuknya melaksanakan kegiatan KKN nya di kota D.


Tok....tok.....(suara ketukan pintu)


Zayn berdiri untuk membukakan pintu tersebut, ia sudah bisa menebak siapa yang berada dibalik pintu tersebut, Zayn membuka pintu sambil tersenyum.


" kakak " (kata Humaira memeluk Zayn)


Zayn membalas pelukan adiknya tersebut nya, ia juga sangat rindu dengan adik satu-satunya ini karena lama tak bertemu.


" ayo masuk " (kata Zayn mempersilahkan Gibran & Humaira untuk masuk)


Zayn merangkul Humaira sambil berjalan menuju arah sofa yang berada di home base tersebut.


" kak Rindu kenapa gak ikut kak? " (kata Humaira).


" masih sibuk KKN dek " (kata Zayn)


" aih lo kok tega banget sih ninggalin kak Rindu kak? " (kata Humaira)


" gue juga sebenernya gak tega dek tapi ya mau gimana lagi, gue harus tetep kerja kan? " (kata Zayn)


Zayn juga sebenarnya tak tega meninggalkan istrinya sendirian di kota D, hal ini harus ia lakukan karena keadaan yang memaksa mereka untuk berpisah untuk sementara selama beberapa hari ke depan.


" iya juga sih " (kata Humaira)


" kalian gak ada jam kuliah? " (kata Zayn)


" ada tapi Huma ngerengek kaya anak kecil di kampus ngajakin gue bolos buat nyamperin lo " (kata Gibran)


Zayn menepuk jidatnya reflek mendengar kata-kata Gibran, adiknya nekat untuk membolos di jam mata kuliahnya hanya demi bisa bertemu dengannya.


" lain kali jangan ngajakin bolos kaya gini lagi ya dek " (kata Zayn)


" siap kak " (kaya Humaira)


" lo juga Gib, lain kali jangan mau diajak atau ngajak bolos Huma lagi " (kata Zayn)


" walah gue yang kena, oke bang " (kata Gibran), " eh dek ngomong-ngomong sejak kapan lo kenal sama pramugari yang tadi? " (kata Gibran pada Humaira yang penasaran)


Zayn melihat kearah Humaira karena kat-kata Gibran, Ia baru tahu jika adiknya mengenal salah satu pramugari.


" baru aja sih, pas ngantar kak Faiz " (kata Humaira)


" emang siapa? " (kata Zayn juga ingin tahu)


" namanya Mauren " (kata Gibran)


" oh " (kata Zayn hanya ber oh saja)

__ADS_1


Zayn sangat mengenal Mauren, ia adalah salah satu pramugari yang sesekali menjadi kru nya saat menerbangkan pesawat ke beberapa wilayah, beberapa kali Mauren mencoba untuk mendekati dirinya & kerap menghubungi dirinya tetapi tak sekalipun Zayn merespon Mauren karena Zayn hanya menganggap hubungannya dengan Mauren hanyalah sebatas profesionalime sebagai sesama kru yang kerap berada di dalam pesawat yang sama.


__ADS_2