
Malam hari telah tiba saat ini waktu menunjukan pukul 07.00malam, Safitri duduk bersama teman-teman lainnya didalam aula sambil berlesehan, malam ini mereka hanya bernyanyi bersama menikmati hari-hari terakhir kebersamaan mereka, ia berfikir pasti kedua orangtuanya sedang mempersiapkan keberangkatannya malam ini atau justru sudah dari tadi mereka sampai, safitri bahagia akhirnya ia bisa membanggakan kedua orang tuanya dengan menjadi seorang polwan. Saat Safitri masih sibuk dengan lamunannya ia sangat terkejut dari arah belakang Bripda Alin menyentuh pundaknya.
" dek " (kata Bripda Alin)
" emmmm, iya kak " (kata Safitri)
" lo bisa ikut gue keruang kepsek dulu? " (kata Bripda Alin
" gue boleh ajak Widia gak kak? " (kata Safitri)
" iya de, ayo " (kata Bripda Alin)
Safitri mengukiti Bripda Alin berjalan sejajar bersama dengan Widia juga.
" kok cuman Safitri kak yang dipanggil? " (kata Safitri)
" satu-satu kali Fit " (kata Widia)
" emang satu-satu kak? " (kata Safitri)
" enggak de cuman lo " (kata Bripda Alin)
Safitri sangat penasaran kenapa hanya dia yang dipamggil kekantor oleh kepsek, dia berfikir jangan-jangan ia melakukan kesalahan.
" kak Alin, Safitri bikin salah ya? " (kata Safitri)
" enggak de, lo kan calon bintara berprestasi " (kata Bripda Alin)
" lo baik-baik aja Fit tenang aja, lo jangan khawatir ya " (kata Widia menenangkan)
" kak beneran nih Safitri gak bikin salah?, kak tolong kalo Safitri bikin salah jangan hukum Safitri sampe gak boleh ikut pelantikan, Safitri tujuh bulan ini sudah berjuang banget, jangan sampai gara-gara satu kesalahan kecil, Safitri gak jadi dilantik, ayah sama ibu pasti sedih kalau Safitri gak jadi dilantik " (kata Safitri)
Tiba-tiba Bripda Alin berhenti berjalan karena mendengar kata-kata Safitri, tangannya sedari tadi digandeng oleh Bripda Alin.
" de lo harus tenang, ayo " (kata Bripda Alin)
" Fit gue yakin lo gak bermasalah kok " (kata Widia)
" gue juga gak ngerasa punya masalah sih Wid " (kata Safitri)
Kini mereka sudah berada diruang kepsek, ia sangat terkejut karena disana sudah ada orangtua Bripka Abimana & Bara, Safitri segera masuk, mama segera mencium pipinya & memeluknya.
" ayo Fit silahkan duduk " (kata kepsek Handayani)
Ia hanya menurut & duduk diantara mama & bara karena mama mengarahkan ia duduk disebelahnya, sedangkan Widia duduk disebelah Bara.
__ADS_1
" mama kok kesini?, apa mama disuruh bang Abi? " (kata Safitri)
" sayang,...kamu baik-baik aja kan disini? " (kata mama sambil mengelus rambutnya)
" iya ma, mama juga baik-baik aja kan? " (kata Safitri)
" mama juga baik sayang " (kata mama sambil menangis)
" mama kenapa nangis?, ada apa ma?, pa.... " (kata Safitri yang mulai merasa ada yang aneh)
" Fit kamu yang sabar ya " (kata papa)
Mendengar kata-kata papa Bripka Abimana Safitri telah meneteskan airmatanya, sebenarnya ada apa kenapa tiba-tiba mereka datang & menyuruhnya untuk bersabar.
" pa....ada apa pa? " (kata Safitri yang menangis)
Widiapun segera menyuruh Bara untuk bergeser agar ia bisa menenangkan Safitri.
" sayang besok orangtua kamu sama Abi gak bisa datang kesini sayang, jadi mama sama papa yang bakal nemanin kamu di acara pelantikanmu besok mewakili orangtua kamu " (kata mama)
" jadi papa sama mama datang cuman mau nyampein ini ma?, gak papa kok ma pa, Fitri juga tau pasti ayah sama ibu gak punya ongkos buat kesini, Safitri kira kenapa, sudah nangis-nangis gini lagi, heheheh " (kata Safitri tersenyum)
Ia sangat lega ternyata kedua orangtua tunangannya datang hanya ingin menyampaikan kedua orangtuanya beserta tunangannya tidak bisa datang, meskipun sebenarnya agak kecewa.
" Fit maksut kami datang kesini bukan cuman itu aja nak, papa sama mama mau kasih tau kamu tadi sore waktu pulang kerja ayah kamu kecelakaan Fit " (kata papa)
" apa...papa sama mama gak lagi bohongin Safitri kan? " (kata Safitri)
" Fit mama sama papa gak bohong, ayah kamu memang kecelakaan " (kata Bara)
" terus ayah Safitri bagaimana ma...pa...? " (kata Safitri)
" kamu sayang sama ayah kan Fit?, papa yakin kamu sangat sayang sama ayah kamu " (kata papa)
" iya pa Safitri sayang ayah, terus gimana sekarang keadaan ayah? " (kata Safitri)
" kita semua sayang sama ayah kamu nak, tapi allah lebih sayang sama ayahmu, ayah sudah pulang kerumaha allah nak " (kata papa)
Dadanya serasa sesak mendengar kata-kata ayah, apakah ia salah mendengar, air matanya mengalir tanpa bisa berkata apa-apa lagi, badannya dipeluk oleh mama Bripka Abimana serta widia.
" sayang kamu harus sabar ya, kamu harus bisa terima, kamu yang kuat sayang " (kata mama yang ikut menangis)
" Fit lo yang sabar ya Fit " (kata Widia yang juga ikut menangis)
" ayah......pa gak mungkin ayah meninggal, gak mungkin, Fitri gak salah denger kan? " (kata Safitri menangis sejadi-jadinya)
__ADS_1
" iya nak, ayah kamu meninggal sore tadi jam 5, papa langsung kesini buat ngabari kamu " (kata papa)
" ayah.....ayah kenapa pergi,... Safitri disini bertahan demi banggain ayah sama ibu, tapi kenapa ayah pergi...." (kata Safitri)
" sayang, yang sabar ya sayang, mama yakin ayah sekarang disana sudah tenang liat Safitri berhasil ya sayang " (kata mama)
" Fitri mau pulang ma...pa... Safitri mau liat ayah.... Safitri mau liat ayah..." (kata Safitri)
" Safitri yang sabar ya, ibu tau kamu pasti sedih tapi kamu harus tetap ada disini karena besok kamu harus ikut pelantikan " (kata kepsek Handayani)
" Safitri mau pulang aja pa,... Safitri cuman mau liat ayah.... Safitri mau pulang ma.... Safitri sayang ayah " (kata Safitri masih menangis)
" sayang tenang sayang, ayahmu pesan kamu gak boleh menyerah, kamu kebanggaannya, dia mau kamu jaga ibu kamu, kamu harus tetap ada disini demi bisa banggain ayah ya sayang " (kata mama masih menangis)
Awan kelabu seolah menyelimuti Safitri bagai disambar petir ia harus menerima keadaannya tidak bisa melihat ayahnya untuk yang terakhir kalinya, suasana diruang kepsek sangat haru biru.
" ya allah kenapa secepat ini engkau mengambil ayah " (gumam Safitri dalam hati masih dalam keadaan menangis)
" kita telpon ibu kamu dulu ya Fit, kamu harus ngomong sama ibu " (kata papa)
Papa segera menelpon Bripka Abimana, ia melakukan vidiocall.
*****call name Abimana my sun
" hallo assalamualaikum pa " (kata Abimana)
" wa'allaikumsalam nak " (kata papa)
" apa papa sudah ketemu Safitri? " (kata Abimana)
" iya nak, ini kami lagi sama Safitri, papa sudah mengabari kabar duka ini ke Safitri " (kata papa)
" gimana keadaannya pa, abi mau ngomong sama Safitri " (kata Abimana)
" ini nak " (kata papa sambil memberikan ponselnya kepada Safitri)
Ditatapnya layar ponsel yang telah dipegangnya, disana nampak tunangannya sedang berada dirumahnya terlihat rumah sangat ramai, kembali lagi ia meneteskan air matanya, hatinya begitu pilu & sakit.
" sayang,...ade harus kuat ya " (kata Abimana)
Safitri semakin menangis sejadi-jadinya, kenapa ia tidak berada disana saat ayahnya menghebuskan nafas terakhirnya, kenapa ia tak berada disana saat ayahnya akan dikebumikan.
" sayang, bang Abi percaya ade pasti kuat, ade harus kuat soalnya itu pesan bapak " (kata Abimana)
Safitri sedikit merasa ada kekuatan meskipun kesedihannya begitu mendalam, mungkin ibunya saat ini merasakan hal yang sama.
__ADS_1
" bang gimana ibu?, apa ibu baik-baik aja? " (kata Safitri)